<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933</id><updated>2011-10-10T05:05:01.480-07:00</updated><title type='text'>Al-Zaytun Online</title><subtitle type='html'>Berita dan Informasi seputar Dunia Pendidikan di Indonesia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>127</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-3777807751331829331</id><published>2011-06-13T07:23:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T07:30:56.768-07:00</updated><title type='text'>PANJI GUMILANG DAN IMPLEMENTASI DERADIKALISASI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-6SPGHvL6_Ds/TfYeWomxmII/AAAAAAAAANk/-MLNvqyuie0/s1600/Syekh%2BASPG.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 270px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-6SPGHvL6_Ds/TfYeWomxmII/AAAAAAAAANk/-MLNvqyuie0/s400/Syekh%2BASPG.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617710959397279874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Ir. Muh. Hatta Tahir&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun-tahun awal saya ngampus di Bogor, adalah awal persinggungan saya dengan berbagai aktivis organisasi kampus dengan berbagai ideologi-ideologinya, yang bisa dibagi dalam dua mainstream gerakan kampus : bersifat politis dan gerakan Islam.  Politis disini juga dapat dibagi  lagi menjadi politis berdomain kampus dan politis nasional. Politis kampus yang saya maksudkan karena saat itu terjadi persaingan antara fakultas kehutanan, berseteru dengan fakultas perikanan dan peternakan, memperebutkan dominasi atas sebuah asrama kampus, yang seringkali berujung pada tawuran massal. Dan saya pun terlibat dalam tawuran itu. Dengan jiwa muda - ditambah fanatisme kefakultasan, kami menyerang fakultas kehutanan. Ini semua terjadi, juga akibat provokasi dari para mahasiswa senior, saat itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di luar kampus, politik nasional juga sedang hangat-hangatnya  karena saat itu sedang ramai-ramainya demonstrasi  untuk menggulingkan Presiden Suharto.  Bersama dengan teman-teman IPB lainnya saya bergerak  menyerbu Senayan dengan kekuatan  empat armada bis kampus bergabung dengan mahasiswa dari kampus lain, hanya untuk satu kata “lengserkan Suharto dan kroni-kroninya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk gerakan Islam kampus  sebenarnya terbagi atas gerakan Islam moderat model kerohisan- kerohaniawan Islam dan gerakan Islam kampus yang bersifat radikalfundamentalis transnasional produk import dari Timur tengah, seperti HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), IM (Ikhwanul Muslimin ) serta  ormas-ormas Islam lainnya. Khusus untuk gerakan Islam kampus terakhir, semuanya bergerilya underground , berebut pengaruh di kalangan mahasiswa. Utamanya pada mahasiswa baru yang masih hijau atau minim akan pengalaman dan pemahaman keislaman, istilahnya saat itu : mahasiswa antena pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sedang mencari identitas diri dan jati diri. Awal persinggungan itu biasanya saat-saat ospek , masa orientasi mahasiswa baru dilaksanakan.  Dengan modal senioritas  beberapa aktifis mahasiswa lama mencoba approach untuk memasukkan nilai-nilai ideologi gerakananya pada mahasiswa baru tersebut dengan tujuan agar mereka bisa bergabung.  Hal ini biasanya dilakukan oleh aktivis HTI dan IM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir dengan agenda khilafahnya yang bertujuan membentuk kekhalifahan Islam di dunia berusaha melebarkan sayap pengaruhnya di tengah-tengah mahasiswa dengan berbagai macam  kegiatan-kegiatan keislaman seperti kajian-kajian dari satu kamar  kos ke kamar kos lainnya, dari masjid ke masjid lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun dengan IM (Ikhwanul Muslimun)  organisasi yang konon underbow PKS itu, dengan model tarbiyah dan halaqoh liqanya juga berusaha menggaet anggota baru dengan kegiatan seperti pameran atau bazaar buku-buku islam dan juga seminar-seminar. Salah satu seminar yang pernah diadakan adalah dengan mengundang tokoh yang cukup vocal pada zamannya, Abdul Qodir Jaelani, seorang mantan anggota DPR  dari Partai Bulan Bintang, dan tokoh-tokoh lainnya seperti Ahmad Sumargono, juga Al Chaidar dengan buku terkenalnya saat itu Reformasi Premature , dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya memang berada di pusaran aktifitas kampus seperti itu dengan segala dinamikanya dan berbagai ideologinya . Sampai suatu ketika saya ketemu dengan salah seorang senior saya di sebuah laboratorium peternakan dengan membawa sebuah majalah pendidikan berjudul majalah Al - Zaytun dan memperlihatkan kepada saya sambil menjelaskan visi dan misi tentang Ma’had Al Zaytun sebagai Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian, sembari mengajak untuk berdiskusi lebih jauh tentang masalah-masalah keislaman. Goals yang ingin dicapai adalah masyarakat madani, masyarakat Islam berperadaban, memanifestasikan Islam dengan peradaban Islam dan toleransi yang tinggi di dalamnya, diikat oleh piagam ikatan kebangsaan , mengatur masyarakatnya  yang berasal dari berbagai suku, berbagai agama, bersatu dibawah ikatan nasional Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menarik hati saya, mengetahui adanya  sebuah komunitas nun jauh di pedalaman Indramayu yang berusaha membangun sebuah peradaban lewat pendidikan Islam yang mumpuni dengan visi misi Rahmatan lil Alamin dan sebagai Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian. Dari diskusi yang intens dengan kawan tadi itulah saya mulai  tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang Ma’had Al Zaytun dan sosok Panji Gumilang.  Mulai dengan berlangganan majalah Al Zaytun lalu sesekali berkunjung ke sana, saya merasa ada chemistry dan kesefahaman antara proses pencarian saya pada Islam yang sejuk dengan ide-ide universal Panji Gumilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam yang berwajah ramah dan jauh dari kesan beringas seperti yang sering saya dengarkan dari ceramah dan kajian-kajian kampus lainnya. Hampir semua kajian-kajian Islam di kampus pernah saya ikuti sehingga saya bisa membandingkan antara satu dengan yang lain tentang cara rekrutment, cara penyampaian dakwahnya sampai pada goals yang ingin dicapai oleh mereka.  Hisbut Tahrir dan IM menjadikan masjid kampus sebagai center of activity  - basis gerakan dengan blok-blok halaqoh tempat kajian diantara  ruang masjid yang ada di lantai satu dan dua, disanalah saya berkenalan dengan para aktivis HT dan IM. Apalagi ada banyak aktivis yang berasal satu daerah dengan saya sehingga mudah akrab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu saat seorang mentor  megajak untuk diskusi dan pengajian dalam sebuah kelompok yang saat itu hanya berjumlah 2 orang, dan teman yang satu lagi kebetulan juga adalah teman satu jurusan di fakultas yang sama. Pada awalnya berjalan seperti biasa dengan materi yang juga biasa dan umum sampai pada suatu moment kajian yang saya anggap sudah menjurus ke arah tertutup dan eksklusif.  Karena setiap akhir kajian sang guru biasanya menutup dengan kalimat “ untuk saat ini jangan diekspos dulu cukup kita bertiga saja yang tahu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya lebih banyak berdiskusi dengan senior yang pernah memberikan majalah Al Zaytun itu. Kami satu fakultas namun berbeda jurusan.  Satu saran yang  berkesan saat diskusi itu adalah ajakan tidak merokok karena merokok adalah aktifitas yang lebih banyak mudhorotnya daripada maslahatnya.  Ternyata itu juga dicontohkan oleh  para pengurus Al Zaytun, dan para santrinya.  Haram merokok adalah sebuah upaya melawan arus, saat dimana masyarakat banyak masih gamang untuk memfatwa masalah merokok, antara haram , halal atau mubahkah?, Al Zaytun waktu itu dengan tegas menyatakan kawasan bebas rokok. Bukankah ini ibarat menempeleng kyai dan ulama yang masih pada doyan merokok ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merokok Adalah Jembatan Emas Menuju Narkoba&lt;br /&gt;Ketegasan ini sangat menarik bagi saya, sebuah contoh komitmen Panji Gumilang dan para eksponen dan santri pada sebuah nilai kebaikan. Seperti nilai-nilai kedisiplinan diri, kesehatan dan kemanusiaan dan itulah inti ajaran ketuhanan.  Kedisiplinan diri karena dengan larangan merokok, jelas adalah sebuah shoum/aktifitas menahan diri yang luar biasa bagi mereka yang sudah terlanjur kecanduan rokok, nilai kesehatan itu sudah pasti dan nilai Ketuhanan  sesuai ayat Qur’an yang berbunyi “Dan (Rosul) itu menghalalkan yang baik-baik dan mengharamkan segala yang buruk …”. (QS. Al-A’rof : 157). Dan janganlah kalian menghamburkan hartamu dengan boros, karena pemboros itu adalah saudaranya setan…” (AS. Al-Isro’: 26-27.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah merokok bukan hanya merusak diri sendiri namun juga merusak orang disekitar perokok dengan asap rokoknya, dengan demikian perokok sebenarnya sudah melanggar nilai kemanusiaan dengan egoismenya  menyerobot hak orang lain untuk hidup sehat? Ada banyak nilai-nilai kebaikan lainnya yang diajarkan oleh Syaykh Panji Gumilang.  Contoh lain komitmen Panji Gumilang pada nilai-nilai efesiensi dan kejujuran adalah dengan tidak membiarkan satupun  paku tercecer, kata para pekerja bangunan di Ma’had Al Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan-kesan yang saya ceritakan diatas adalah sekelumit interaksi, dialog virtual dengan seorang Panji Gumilang, ini saja sudah bisa menunjukkan bagaimana sebenarnya sosok Syaykh Al-Zaytun tersebut.  Sebuah kesan yang sangat jauh dari kesan figur radikal dengan konotasi negatif yang akhir akhir ini sangat gencar distempelkan. Tapi beliau justru sangat humanis, toleran dan pluralis serta nasionalis, sangat  bertolak belakang dengan berita yang berusaha ditampilkan dan diangkat oleh media nasional baru-baru ini.  Ibarat bumi dengan  langit,  jauh panggang dari api.  Namun mungkin itulah realitas pers - media yang masih terkungkung dengan prinsipjurnalisme perang, bukan jurnalisme damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pers-lah juga  yang seringkali melabrak nilai-nilainya sendiri, etikanya sendiri seperti cover both side dengan berusaha menggiring opini masyarakat untuk kepentingan para pemilik modal semata, tanpa mengadakan check balance berita sebelum diangkat ke permukaan.  Media massa seringkali hanya menggantungkan  sumber berita pada nara sumber yang kontra pada Al Zaytun dan sangat jarang sekali mengambil nara sumber yang pro atau paling tidak netral.  Sehingga pada akhirnya tujuan pembunuhan karakter pada seorang tokoh atau sebuah lembaga pendidikan benar-diharapkan terjadi secara sistematis - by design,  untuk tujuan politis atau mungkin juga kepentingan rating ekonomis dan politik pragmatis semata.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-3777807751331829331?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/3777807751331829331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=3777807751331829331&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/3777807751331829331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/3777807751331829331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2011/06/panji-gumilang-dan-implementasi.html' title='PANJI GUMILANG DAN IMPLEMENTASI DERADIKALISASI'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-6SPGHvL6_Ds/TfYeWomxmII/AAAAAAAAANk/-MLNvqyuie0/s72-c/Syekh%2BASPG.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-7462350447282995517</id><published>2011-06-05T05:53:00.000-07:00</published><updated>2011-06-05T05:59:29.722-07:00</updated><title type='text'>Starting Day Masyarakat Indonesia Membangun (MIM)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-fVH4qd328t4/Tet9GmAcPVI/AAAAAAAAANc/8BMJIgtQWeY/s1600/82MIM%2Btulisan%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-fVH4qd328t4/Tet9GmAcPVI/AAAAAAAAANc/8BMJIgtQWeY/s400/82MIM%2Btulisan%2B1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5614718912682540370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;GENERASIINDONESIA-Bersamaan dengan peringatan Pidato Bung Karno tanggal 1 Juni 1945 ketika menyampaikan rumusan dasar Negara di depan sidang BPUPK, pada 1 Juni 2011 Lembaga Pendidikan Modern Al Zaytun mendeklarasikan starting day Masyarakat Indonesia Membangun disingkat MIM. Dalam deklarasi starting day ormas  tersebut, Menteri Agama, Gubernur Jawa Barat, Kepala BIN serta Kapolri yang sedianya hadir, diwakilkan oleh deputi di jajaran masing-masing.&lt;br /&gt;Menteri Agama misalnya, diwakili Direktorat Jenderal Pondok Pesantren, Dr. H. Chaerul Fuad. Dalam sambutannya, memberikan apresiasi atas peringatan Hari Lahir Pancasila dan deklarasi MIM. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi penting karena merupakan lahirnya falsafah hidup bangsa. Dan Pancasila adalah pijakan untuk mencapai tujuan dimana didalamnya terdapat nilai-nilai dasar yang harus diimplementasikan demi mencapai keadilan dan kemakmuran,” tegas Chaerul Fuad ditengah sambutannya mewakili Menteri Agama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Chaerul mencontohkan Uni Sovyet, akhirnya pecah karena tidak memiliki landasan dasar ideologis yang dapat mempersatukan pluralitas. Sebagai alat pemersatu, Pancasila telah berhasil mempersatukan pluralitas bangsa Indonesia sehingga tercipta harmoni social. “Maka tak perlu lagi diperdebatkan apakah Pancasila harus direvisi atau bahkan diganti,” ujarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menanggapi isu yang mengatakan bahwa Al Zaytun menjadi pusat gerakan NII KWK-IX, Chaerul Fuad enggan menjawab, justru mengembalikan pada persoalan dideklarasikannya MIM. “Dari organisasi MIM, kita bisa melihat bahwa ormas ini meletakkan dasar ideologi Pancasila dan keinginan mewujudkan demokratisasi ekonomi. Jadi kita lihat saja implementasinya agar tidak hanya tertuang dalam tulisan sebagai visi organisasi.” Tegasnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejauh pengamatan kementerian Agama, Ma’had Al Zaytun sebagai penyelenggara pendidikan modern yang mengembangkan budaya toleransi dan perdamaian ini, telah menjalankan tiga fungsi dalam hubungan kerja sebagai lembaga pendidikan dibawah Dirjen Pondok Pesantren Kementerian Agama dengan menjadi motivator, mobilisator dan aktor.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Saya pribadi mengapresiasi apa yang menjadi visi MIM dengan meletakkan dasar ideology pancasila dan demokratisasi ekonomi meski itu baru statemen, semoga jadi program konkret. Ini ucapan saya, ya. Bukan ucapan Menteri,” kata Chaerul setengah tergelak. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan iringan Mars dan hymne MIM, Abdul Halim, Sekjen MIM membacakan manifesto MIM yang isinya merupakan 9 tujuan atau amanat proklamasi  kemerdekan Indonesia merdeka yaitu  (1) Membangun untuk bersatu; (2) Membangun untuk berdaulat; (3) Membangun untuk adil dan makmur; (4) Membangun untuk memajukan kesejahteraan umum; (5) Membangun untuk mencerdaskan kehidupan bangsa; (6) Membangun untuk mewujudkan ketertiban dunia; (7) Membangun untuk perdamaian abadi; (8) Membangun untuk keadilan sosial; dan (9) Membangun untuk mempertahankan kedaulatan rakyat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ke-9 tujuan merdeka diatas, juga dijadikan mars MIM yang bunyinya sebagaimana dibawah ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Merdeka, merdeka, merdeka&lt;br /&gt;Merdeka untuk membangun&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia Membangun&lt;br /&gt;Membangun untuk bersatu&lt;br /&gt;Masyarakat Berdaulat adil dan makmur&lt;br /&gt;Memajukan kesejahteraan umum&lt;br /&gt;Mencerdaskan kehidupan bangsa&lt;br /&gt;Mewujudkan kerertiban dunia&lt;br /&gt;Perdamaian abadi, keadilan sosial&lt;br /&gt;Mempertahankan kedaulatan rakyat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Reff :&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia Membangun&lt;br /&gt;Tuju cita cita kemerdekaan&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia Membangun&lt;br /&gt;Menjunjung panji panji nasional&lt;br /&gt;Menjunjung hak azasi manusia&lt;br /&gt;Penyebar toleransi dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai pembacaan manifesto Masyarakat Indonesia Membangun, orasi diberikan oleh Ketua Umum MIM, Syaikh A.S Panji Gumilang dengan penuh semangat. Berseragam hijau dan berkacamata hitam, Syaikh A.S Panji Gumilang menekankan tentang salah satu bukti tercapainya masyarakat Indonesia membangun adalah terwujudnya karakter luhur bangsa sebagaimana diajarkan dalam Pancasila.&lt;br /&gt;Begitu selesai acara seremonial peringatan Hari Pancasila 1 Juni dan starting day Masyarakat Indonesia Membangun, Generasi Indonesia diajak Syaikh berkeliling kampus Al Zaytun yang asri, dan berakhir dengan ramah tamah sambil makan siang di Masyikhah yang merupakan kediaman Syaikh).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Syaikh Panji Gumilang dalam suasana santai masih saja tak bosan-bosannya bercerita mulai dari sejarah perkembangan Islam dan peran para ulama China di pesisir jawa bagian utara hingga tentang makna nilai-nilai dasar Negara, Pancasila.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Nilai-nilai dasar negara Indonesia, itu merupakan ajaran Ilahi, yang dapat berlaku untuk semua rakyat dan bangsa Indonesia. Nilai-nilai dasar negara ini merupakan ideologi modern, untuk masyarakat majemuk yang modern, yakni masyarakat Indonesia,” ujar Syaikh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nilai dasar sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah suatu pemahaman substansi nilai-nilai dasar negara dan menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara. Konsekuensinya, adalah mewujudkan masyarakat yang berketuhanan. “Negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah negara yang menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, memiliki hubungan erat dengan sila pertama. “Kemanusiaan, sangat erat hubungannya dengan ketuhanan. Ajaran Illahi menjadi tidak dapat diimplementasikan jika tidak wujud dalam sikap kemanusiaan yang hakiki.” Ujar Syaikh sembari menjelaskan bahwa sila kedua ini sebagai sebuah semangat dan kegigihan  agar manusia kembali ke pangkal jalan dan membangun kembali revolusi bathiniah, mendisiplinkan diri dengan baik untuk menemukan kendali dan penguasaan diri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah suatu kemampuan untuk menyeimbangkan antara kemakmuran lahiriyah dengan kehidupan ruhaniyah,” tegasnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada sila ketiga, Persatuan Indonesia, ialah suatu landasan hidup bangsa atau sistem, yang selalu mementingkan silaturahim, kesetiakawanan, kesetiaan, dan keberanian. Katanya, “kehadiran Indonesia dan bangsanya di muka bumi ini bukan untuk bersengketa. Indonesia wujud dan hidup untuk mewujudkan kasih sayang sesama bangsa maupun antarbangsa.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Sila ke-4 Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, itu merupakan landasan yang harus mampu menghantar kepada prinsip-prinsip republikanisme, populisme, rasionalisme, demokratisme, dan reformisme yang diperteguh oleh semangat keterbukaan, dan usaha ke arah kerakyatan universal,” ujar pengembang padi bibit unggul toshihikari ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sila ke-5,  adalah merupakan tujuan dari cita-cita bernegara dan berbangsa, menyangkut keilmuan, keikhlasan pemikiran, kelapangan hati, peradaban, kesejahteraan keluarga, keadilan masyarakat dan kedamaian. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terlepas dari isu yang dihembuskan pihak-pihak tertentu dengan menjadikan Al Zaytun sebagai pemantik dengan meletakkan berhadap-hadapan saling berseberangan dengan Pancasila untuk memuluskan RUU Intelijen menjadi UU, maupun pihak-pihak yang sedang menyusun “proposal” dana intelijen asing. Perbincangan dengan Syaikh Al Zaitun memberi kesan tersendiri, apalagi begitu fasih bicara pancasila dan nasionalisme, serasa jauh dari kesan ingin mendirikan Negara Islam Indonesia seperti santer terdengar di luar pagar Al Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.generasiindonesia.com/berita-248-starting-day-mim-menemukan-pancasila-di-al-zaytun--1.html"&gt;Generasi-Indonesia.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-7462350447282995517?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/7462350447282995517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=7462350447282995517&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/7462350447282995517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/7462350447282995517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2011/06/starting-day-masyarakat-indonesia.html' title='Starting Day Masyarakat Indonesia Membangun (MIM)'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-fVH4qd328t4/Tet9GmAcPVI/AAAAAAAAANc/8BMJIgtQWeY/s72-c/82MIM%2Btulisan%2B1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-4459044049656833355</id><published>2011-05-11T07:58:00.001-07:00</published><updated>2011-05-11T07:59:04.119-07:00</updated><title type='text'>Menag Tidak Temukan Kaitan Al Zaytun dengan NII yang Radikal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-rs1HvvMq514/TcqkMhAwM7I/AAAAAAAAANQ/xkS7Gf5U_Vk/s1600/a2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-rs1HvvMq514/TcqkMhAwM7I/AAAAAAAAANQ/xkS7Gf5U_Vk/s400/a2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605473221142918066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;Indramayu - Beda MUI, beda Menteri Agama. Jika MUI menemukan benang merah antara NII KW 9 (gerakan penipuan berkedok agama dan tidak radikal), Al Zaytun dan Panji Gumilang, tidak demikian dengan Menteri Agama Suryadharma Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah seharian meninjau aktivitas di Ponpes Al Zaytun, Menteri Agama mengaku sulit menemukan keterkaitan Al Zaytun dengan apa yang disebutnya gerakan Islam radikal. Ia bilang Ponpes Al Zaytun benar-benar modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Susah untuk mengkaitkan Al Zaytun yang punya kaitan dengan Islam radikal karena yang beraliran keras tidak suka dengan yang modern. Di sini, modern. Gedungnya modern, lagu, musik yang disajikan dari klasik sampai modern. Ponpes Al Zaytun betul-betul modern. Kalau yang radikal biasanya sangat khusus," papar Suryadharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disampaikan Suryadharma dalam jumpa pers usai meninjau Ponpes Al Zaytun di Ponpes Al Zaytun, Gantar, Mekarjaya, Haurgelis, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (11/5/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan dia, NII mengkafirkan yang lain. "Tadi saya buktikan salat bareng. Tetapi saya tidak dianggap najis malah ditawari menjadi imam," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryadharma juga menjelaskan kesimpulan penelitian yang pernah dilakukan Kementerian Agama, yang menyatakan tidak ada kaitan antara Al Zaytun dengan NII. Tidak ada kaitan kurikulum pendidikan Al Zaytun dengan NII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya juga tidak gelisah dengan struktur yang ada di lingkungan Al Zaytun di mana ada presiden, santri dan menteri-menterinya.&lt;br /&gt;Kalau kita bicara pseudo kabinet di parpol itu ada di mana-mana. Saya tekankan hasil penelitian Kemenag tidak ada keterkaitan Al Zaytun dengan NII," papar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, aliran keras itu sangat tertutup, tradisional, wawasan sempit dan tidak toleran dengan pandangan lain. "Hal ini tidak saya temukan di Al Zaytun," cetus Suryadharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kunjungannya, Suryadharma berkeliling meninjau aktivitas pada santri di Ponpes Al Zaytun. Dia disambut dengan meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Jakarta, MUI menggelar jumpa pers dan mempresentasikan hasil risetnya pada tahun 2002. Riset itu menyimpulkan adanya kaitan Al Zaytun, NII KW 9 dan Panji Gumilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NII adalah ide dari Kartosoewirjo yang telah tamat pada tahun 1962. Sedangkan NII KW 9 merupakan "sempalan" yang mencuci otak korbannya dengan "berpura-pura" hendak mendirikan negara Islam di Indonesia, padahal nyatanya hanya ingin mengeruk uang korban.(aan/nrl)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Detiknews.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-4459044049656833355?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/4459044049656833355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=4459044049656833355&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/4459044049656833355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/4459044049656833355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2011/05/menag-tidak-temukan-kaitan-al-zaytun.html' title='Menag Tidak Temukan Kaitan Al Zaytun dengan NII yang Radikal'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-rs1HvvMq514/TcqkMhAwM7I/AAAAAAAAANQ/xkS7Gf5U_Vk/s72-c/a2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-6632690576904714434</id><published>2011-05-11T07:54:00.000-07:00</published><updated>2011-05-11T07:56:05.076-07:00</updated><title type='text'>Menag Tercengang Kemewahan Al Zaytun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-O564yv8UCUc/TcqjesHulHI/AAAAAAAAANI/C2xOmwKrO7o/s1600/a1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-O564yv8UCUc/TcqjesHulHI/AAAAAAAAANI/C2xOmwKrO7o/s400/a1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605472433850979442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;Indramayu - "Bagaikan kota di tengah hutan." Itulah kesan Menteri Agama Suryadharma Ali kala mengunjungi Ma'had Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryadharma tercengang dengan kemegahan dan kemewahan Ponpes Al Zaytun. Dari berbagai tempat pendidikan yang pernah dikunjungi, menurut Suryadharma, Al Zaytun adalah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya beri apresiasi pada Syekh Panji Gumilang. Kalau saya katakan bagus, lebih dari bagus. Kalau mewah, melebihi mewah. Kalau lengkap, melebihi lengkap. Al Zaytun adalah kebanggaan," ujar Suryadharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disampaikannya saat memberi pembekalan pendidikan pada santriwan-santriwati Ma'had Al Zaytun di Gantar, Mekarjaya, Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (11/5/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berpendapat, Al Zaytun sukses memadukan pendidikan dan kenyataan hidup atau realitas sesungguhnya. Hal ini menjadi bekal berharga saat anak-anak kembali ke masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Al Zaytun, dari aspek ekonomi ada produksi yang mengolah hasil produksi, menjual hingga menjadi end user," imbuh Suryadharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pendidikan yang telah diberikan kepada para siswa, di mata politisi PPP itu, Al Zaytun memberi harapan untuk melahirkan pemimpin di panggung lokal maupun nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Al Zaytun disebut-sebut oleh berbagai kalangan terkait dengan aktivitas NII KW 9. Soal ini, berkali-kali Al Zaytun membantahnya.(vta/fay)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Detiknews.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-6632690576904714434?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/6632690576904714434/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=6632690576904714434&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6632690576904714434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6632690576904714434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2011/05/menag-tercengang-kemewahan-al-zaytun.html' title='Menag Tercengang Kemewahan Al Zaytun'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-O564yv8UCUc/TcqjesHulHI/AAAAAAAAANI/C2xOmwKrO7o/s72-c/a1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-1474213583713632808</id><published>2011-05-11T07:50:00.000-07:00</published><updated>2011-05-11T07:54:04.926-07:00</updated><title type='text'>Menag Pertanyakan Konsep Presiden di Al Zaytun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Z37JezoaGGk/Tcqiz1qcFBI/AAAAAAAAANA/f01naWvKTeY/s1600/a.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 166px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Z37JezoaGGk/Tcqiz1qcFBI/AAAAAAAAANA/f01naWvKTeY/s400/a.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605471697678111762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;Indramayu - Pemimpin Ma'had Al Zaytun Panji Gumilang sempat menyebut keberadaan presiden di Al Zaytun saat menemui Menteri Agama Suryadharma Ali. Suryadharma pun mempertanyakan apakah presiden yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tadi Anda katakan ada presiden di sini. Presiden santri? Apa itu?" tanya Suryadharma kepada Panji Gumilang kala mengunjungi Ma'had Al Zaytun di Desa Gantar, Mekarjaya, Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (11/5/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panji yang dibalut setelan putih tulang pun menjelaskan apa itu presiden santri. Presiden santri adalah ketua santri. Presiden ini juga punya menteri-menteri sebagai anak buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketua itu presiden. Kalau bahasa Arab-nya 'Rois'," jelas Panji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Panji, istilah presiden dan menteri sengaja dipilih sebagai bekal anak-anak didik untuk berdinamika di masyarkat. Panji menambahkan, menteri adalah pembantu presiden. Sebagaimana Suryadharma yang menjadi pembantu Presiden RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak Menteri juga pembantu presiden. Presidennya adalah Presiden RI. Karena di perusahaan juga ada presidennya," ucap Panji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, sejak dini anak-anak dikenalkan istilah presiden dan menteri dalam kepemimpinan agar tidak kaku. Bagaimanapun anak-anak adalah junior dari pemimpin di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau jadi apa di situ? Ditanamkan bahwa mereka adalah orang Indonesia yang mengerti nilai dasar Indonesia," terang Panji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Suryadharma dan beberapa staf Kemenag mengunjungi Ma'had Al Zaytun. Kunjungan ini terkait maraknya pembicaraan tentang keterkaitan Al Zaytun dengan aktivitas NII KW 9.(vta/fay)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Detiknews.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-1474213583713632808?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/1474213583713632808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=1474213583713632808&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1474213583713632808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1474213583713632808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2011/05/menag-pertanyakan-konsep-presiden-di-al.html' title='Menag Pertanyakan Konsep Presiden di Al Zaytun'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Z37JezoaGGk/Tcqiz1qcFBI/AAAAAAAAANA/f01naWvKTeY/s72-c/a.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-233376952581647797</id><published>2011-05-10T21:50:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T21:52:50.248-07:00</updated><title type='text'>Menteri Agama &amp; Panji Gumilang Bersalaman di Al Zaytun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-kR0TqsQAYF0/TcoWDgr7vHI/AAAAAAAAAM4/1D86B9VEIKU/s1600/a.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 158px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-kR0TqsQAYF0/TcoWDgr7vHI/AAAAAAAAAM4/1D86B9VEIKU/s400/a.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605316935785626738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Indramayu - Menteri Agama Suryadharma Ali dan Pemimpin Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang bersalaman dan cipika cipiki (cium pipi kananan dan kiri) saat bertemu di Ponpes Al Zaytun. Kunjungan Suryadharma disambut hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryadharma tiba di Ponpes Al Zaytun, Gantar, Mekarjaya, Haurgelis, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (11/5/2011) sekitar pukul 10.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia didampingi sejumlah pejabat eselon I dan II di antaranya Dirjen Pendidikan Islam M Ali, Dirjen Bimas Islam Nazaruddin Umar, dan Direktur Madrasah dan Pondok Pesantren Khoirul Fuad Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryadharma yang mengenakan baju safari lengan panjang warna abu-abu langsung disambut oleh puluhan santri yang melambaikan bendera merah putih dan berdiri di pintu gerbang Ponpes Al Zaitun. Paskibra turut berbaris menyambut Suryadharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat sebelum kedatangan Suryadharma, kentongan di Al Zaytun ditabuh. Begitu Suryadharma datang, Panji Gumilang yang mengenakan baju serba putih menyambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya bersalaman dan cipika cipiki. "Luar biasa," kata Suryadharma sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa dulu Menterinya," timpal Panji. Pertemuan mereka diiringi tabuhan rebana para santri ponpes yang disebut termegah di Asia Tenggara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryadharma lalu dipersilakan memasuki Gedung Masikhoh dan dihibur nyanyian lagu kebangsaan 'Bangun Pemuda Pemudi' karya A Simanjuntak ini dan menyantap sarapan pagi bersama. Penyambutan Suryadharma benar-benar meriah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryadharma bertandang ke Al Zaytun seiring dengan merebaknya isu ponpes itu terlibat dengan kegiatan penipuan berkedok doktrin agama (NII KW 9). Gerakan ini membolehkan jamaahnya tidak salat 5 waktu dan menganggap siapa pun yang tidak masuk kelompok ini boleh dimusuhi. Tak ayal, remaja yang berhasil mereka rekrut tak segan-segan melawan orangtua sendiri dan memaki orangtuanya sebagai kafir.(aan/vta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: detikNew.com&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-233376952581647797?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/233376952581647797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=233376952581647797&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/233376952581647797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/233376952581647797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2011/05/menteri-agama-panji-gumilang-bersalaman.html' title='Menteri Agama &amp; Panji Gumilang Bersalaman di Al Zaytun'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-kR0TqsQAYF0/TcoWDgr7vHI/AAAAAAAAAM4/1D86B9VEIKU/s72-c/a.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-7507702761251050392</id><published>2011-05-10T08:05:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T08:07:39.033-07:00</updated><title type='text'>Besok, Menteri Agama Kunjungi Al-Zaytun</title><content type='html'>"Saya ingin menggali info lebih banyak," kata Suryadharma Ali.&lt;br /&gt;VIVAnews – Menteri Agama Suryadharma Ali akan berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Zaytun di Indramayu, Jawa Barat, Rabu, 11 Mei 2011. “Saya akan ke Al-Zaytun untuk menggali info lebih banyak, apakah ada kaitan antara Al-Zaytun dengan NII, dan sejauh mana keterkaitannya,” kata Suryadharma di Kantor Menko Kesra, Medan Merdeka, Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun memang tengah menjadi sorotan publik setelah sejumlah pihak menuding pondok pesantren itu menjadi markas Negara Islam Indonesia (NII) Komandemen Wilayah IX. NII sendiri mengemuka pasca-terkuaknya sejumlah kasus pencucian otak yang menimpa sejumlah orang dari pegawai kantoran, mahasiswa hingga anak-anak pelajar. Organisasi ini ditengarai berada di balik aksi pencucian otak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel-sel NII pun diduga menyusup ke banyak universitas dan sekolah-sekolah negeri. Untuk itu, Kementerian Agama juga akan membahas persoalan ini bersama-sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional. “Tanggal 12 Mei nanti kami akan mengudang Diknas,” kata Suryadharma, Selasa, 10 Mei 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berkunjung ke Al-Zaytun dan pertemuan dengan Diknas itu, ujar Suryadharma, diharapkan bisa menutup celah bagi gerakan radikal yang ingin memecah-belah bangsa. “Termasuk menutup celah untuk ajaran-ajaran sesat,” tegas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryadharma pun mendukung langkah kepolisian yang saat ini terus melakukan pengusutan terhadap NII. Menurutnya, semua gerakan yang mengarah pada disintegrasi bangsa harus disikapi secara serius. Sebab “Itu mengancam keutuhan bangsa,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin kemarin, mantan presiden Megawati juga meminta pemerintah untuk menghadang perkembangan NII di tanah air. “Saya sangat berharap pada pemerintah untuk tegas. NII itu kan Negara Islam Indonesia, sedangkan kesepatan kita sejak merdeka adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Megawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : VIVAnews,com &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-7507702761251050392?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/7507702761251050392/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=7507702761251050392&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/7507702761251050392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/7507702761251050392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2011/05/besok-menteri-agama-kunjungi-al-zaytun.html' title='Besok, Menteri Agama Kunjungi Al-Zaytun'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-43755990267438133</id><published>2008-12-29T08:42:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T09:11:43.014-08:00</updated><title type='text'>1 Muharam 1430H</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1430H&lt;br /&gt;Di Kampus Al-Zaytun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Indonesia Harus Kuat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan-Kesehatan Terlayani&lt;br /&gt;Sandang-Pangan Tercukupi&lt;br /&gt;Papan-Energi Terpenuhi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SVj_7f4hZzI/AAAAAAAAALo/o6J72qfVVBU/s1600-h/PIC_0914.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SVj_7f4hZzI/AAAAAAAAALo/o6J72qfVVBU/s400/PIC_0914.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285255560355211058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SVkA9SUftyI/AAAAAAAAALw/2qC4yu11QpY/s1600-h/PIC_0903.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SVkA9SUftyI/AAAAAAAAALw/2qC4yu11QpY/s400/PIC_0903.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285256690585810722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SVkCf_nkQyI/AAAAAAAAAL4/ZjKQCVUvjHo/s1600-h/PIC_0904.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SVkCf_nkQyI/AAAAAAAAAL4/ZjKQCVUvjHo/s400/PIC_0904.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285258386372576034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-43755990267438133?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/43755990267438133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=43755990267438133&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/43755990267438133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/43755990267438133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/12/1-muharam-1430h.html' title='1 Muharam 1430H'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SVj_7f4hZzI/AAAAAAAAALo/o6J72qfVVBU/s72-c/PIC_0914.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-7466481022714507020</id><published>2008-12-02T06:28:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T07:10:22.289-08:00</updated><title type='text'>Meresapi Indonesia dengan Bersepeda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tim Sepeda Sehat Asosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun (ASSA) berhasil menaklukkan Jawa-Madura sepanjang 2.000 Km selama enam belas hari. Lagu-lagu kebangsaan Indonesia Raya, Garuda Pancasila dan Bangun Pemuda Pemudi menjadi lagu wajib yang membakar semangat peserta kala melewati medan-medan yang sukar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/STVJ6_RwHNI/AAAAAAAAAKo/yLCXR2n6YEo/s1600-h/Al-Zaytun+-+Tetap+Tegar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/STVJ6_RwHNI/AAAAAAAAAKo/yLCXR2n6YEo/s400/Al-Zaytun+-+Tetap+Tegar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275203816301534418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-size:85%;" &gt;TETAP SEGAR: Meski termasuk peserta yang sudah berumur, Syaykh AS Panji Gumilang (depan tengah) tetap terlihat segar mengayuh sepedanya di hari terakhir atau hari ke-16&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menakjubkan! Kata itu barangkali yang tepat untuk menggambarkan perjalanan Tour Sepeda Sehat Asosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun (ASSA) Keliling Jawa-Madura 2.000 Km selama 16 hari, yang dimulai dari tanggal 26 Mei sampai 10 Juni 2008 lalu. Banyak pelajaran bisa dipetik oleh pemimpin bangsa, masyarakat, dan khususnya generasi muda dari perjalanan yang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tour sepeda Jawa-Madura ini bukanlah tour sepeda yang biasa-biasa. Sebab tour ini dilaksanakan dengan landasan semangat memperingati satu abad kebangkitan nasional tanggal 20 Mei 2008, memperingati hari lahirnya nilai-nilai dasar dan falsafah negara Indonesia (Pancasila) tanggal 1 Juni, dan memperingati hari lingkungan hidup internasional tanggal 5 Juni. Sekaligus mewujudkan nazar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyatakan ingin menjadi patron gerakan sepeda nasional 2008.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wartawan Berita Indonesia Marjuka Situmorang, SH dan jurufoto Hotsan Bantu, ST mencatat dan merekam banyak hal penting dan bermanfaat selama mengikuti perjalanan panjang tour sepeda keliling Jawa-Madura, 26 Mei - 10 Juni 2006 ini. Selain, para peserta tour bisa mengenal lebih dekat daerah-daerah yang dilewati, tim ASSA juga menjalin silaturahmi dengan beberapa lembaga pendidikan pondok pesantren dan beberapa pemerintah daerah kabupaten/kota. Lebih penting lagi, melalui tour ini, interaksi sosial dengan sendirinya terjalin antara tim ASSA dengan masyarakat di daerah-daerah yang dilalui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);" class="fullpost"&gt;Indonesia Raya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berbicara tentang berbagai makna yang bisa dipetik selama tour ASSA Jawa-Madura, setiap hari selalu saja ada yang istimewa yang bisa dipetik maknanya. Misalnya, tour ini menumbuhkan semangat nasionalisme atau kecintaan akan NKRI yang selama ini dirasakan semakin pudar. Tour ini juga melahirkan dan atau memelihara silaturahmi yang selama ini jarang dilakukan. Melalui aksi seperti ini masyarakat semakin mengenal alam dan lingkungan negerinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/STVK4PEupZI/AAAAAAAAAKw/HiMYWcqlLQ8/s1600-h/Al-Zaytun+-+Noer+Tjahya+MM+-+Bupati+Sampang+Madura.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/STVK4PEupZI/AAAAAAAAAKw/HiMYWcqlLQ8/s400/Al-Zaytun+-+Noer+Tjahya+MM+-+Bupati+Sampang+Madura.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275204868513899922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-size:85%;" &gt;Noer Tjahya, MM, Bupati Sampang, Madura memberikan cenderamata kepada Syaykh AS Panji Gumilang&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sejak keberangkatan ASSA dari kampus Al-Zaytun Indramayu Jawa Barat, sukses pertama sebenarnya sudah diraih tatkala lagu Indonesia Raya dikumandangkan seluruh peserta yang hadir pada acara pemberangkatan pukul 4:30 WIB, Senin 26 Mei. Semangat nasionalisme terasa bangkit saat menyaksikan ribuan civitas Al-Zaytun mengumandangkan lagu kebangsaan di depan pintu utama Kampus Al-Zaytun Indramayu. Suasana istimewa itu diwarnai busana 280 peserta yang bercorak merah putih di bawah penerangan sinar lampu kampus semakin membangkitkan kecintaan akan Indonesia. Peringatan satu abad kebangkitan nasional yang merupakan landasan pelaksanaan tour ini sudah terasa sejak saat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemudian, Tim ASSA selalu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di setiap tempat peristirahatan baik tatkala start (berangkat) atau seriap kali tiba di tempat peristirahatan malam, maupun tatkala diterima oleh beberapa pemerintah daerah kabupaten/kota tertentu di tengah perjalanan. Karena itu, selama 16 hari perjalanan ASSA ini, tak kurang dari tiga puluh lima kali lagu Indonesia Raya dikumandangkan tim ASSA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suasana pemberangkatan hari pertama bertambah bersemangat karena beberapa orang perwakilan dari Pengurus Besar Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (PB ISSI) dan perwakilan dari perusahan sepeda Giant - pabrikan sepeda yang dipakai Tim ASSA dalam jelajah ini - serta beberapa wartawan cetak maupun elekronik sudah tiba di lokasi pagi itu untuk melepas keberangkatan ASSA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bapak Dedi yang mewakili perusahan Giant dalam kata pelepasannya mengatakan selamat menempuh perjalanan kepada peserta tour. Tuhan akan memberkahi keselamatan semua peserta. Demikian juga Sopian yang mewakili PB ISSI, mengatakan selamat dan sukses kepada seluruh peserta. Semoga semua kendala bisa dihadapi selama di perjalanan supaya kembali ke kampus dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sementara Syaykh AS Panji Gumilang yang merupakan pimpinan Mahad Al-Zaytun Indramayu, Rektor Universitas Al-Zaytun Indonesia yang juga Ketua Tim Tour Sepeda Sehat ASSA Keliling Jawa-Madura 2.000 Km dalam arahannya mengatakan, jelajah Jawa-Madura akan segera dimulai. Jiwa pantang menyerah, disiplin, dan prinsip semua dapat dilaksanakan dengan seksama, agar ditanamkan dalam jiwa peserta. Namun tak lupa, Syaykh juga mengingatkan agar selalu memohon kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/STVLwEYcDeI/AAAAAAAAAK4/5Aruk3rHWUs/s1600-h/Al-Zaytun+-+Menanam+Pohon+di+Kecamatan+Tanjung+Brebes+-+Jawa+Tengah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/STVLwEYcDeI/AAAAAAAAAK4/5Aruk3rHWUs/s400/Al-Zaytun+-+Menanam+Pohon+di+Kecamatan+Tanjung+Brebes+-+Jawa+Tengah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275205827716451810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-size:85%;" class="fullpost" &gt;Penanaman pohon di Kecamatan Tanjung, Brebes, Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara khusus, Syaykh juga mengingatkan bahwa jelajah ini bukan untuk berlomba, tapi untuk mengenal lingkungan yang ada di Jawa dan Madura yakni Indonesia Raya. Untuk itu, Syaykh menyarankan agar jangan saling mendahului. Grup-grup yang sudah disusun agar ditaati dan nomor-nomor grup dipertahankan. Syaykh mengatakan, semua itu merupakan unsur keselamatan yang akan diperoleh dari Tuhan Yang Maha Esa selama dalam perjalanan. "Sekali lagi, tanamkan jiwa disiplin, tanamkan pantang menyerah, tanamkan saling menghormati selama di perjalanan. Hormati semua kita, hormati semua siapa pun yang akan kita lewati dalam perjalanan. Semoga Tuhan memberikan kelancaran dalam perjalanan. Perjalanan ini start dan selanjutnya finish ke tempat ini dengan selamat," ujar Syaykh mengulangi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelum berangkat, para atlet dan hadirin lebih dulu mengucapkan Asma' al Husna yang dipandu oleh M. Soleh Aceng, Ketua Panitia Tour Sepeda Sehat Keliling Jawa-Madura. Selanjutnya, para atlet mengucapkan janji atlet yang dipandu oleh Ustad Nawawi. Hal ini selanjutnya selalu dilaksanakan tim ASSA setiap hari sebelum memulai perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah pemanasan atau starting, tepat pukul 5:00 WIB, iring-iringan ASSA dilepas dengan ditandai kibaran bendera oleh Sopian dari PB ISSI. Suara sirene mobil Patwal Polda Jawa Barat yang mengawal perjalanan memecah keheningan subuh 26 Mei itu. Sebanyak 280 peserta tour sepeda bergerak harmonis membelah embun pagi di jalan pelataran Kampus Al-Zaytun menuju Pulau Madura nan jauh di ufuk timur sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di depan, iring-iringan dipimpin langsung oleh Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang. Di belakang, agak bersisian dengan Syaykh diikuti Ustad Abdul Halim. Kemudian diikuti oleh kelompok satu yang rata-rata beranggotakan nisa yang diketuai Iskandar Saefullah. Selanjutnya, kelompok dua hingga kelompok 39 yang berturut-turut diketuai oleh M. Soleh Aceng, Mufakir Abd. Hayyi, Hillman Mushaddiq Suaidy, Mochammad Natsir Suaidy, Ikhsan Fathan Mubinan, S Taufiq Abdullah, M. Silmy Aulia, Dani Kadarisman, Beny SP, H. Mujtahid Ajwar, Muchalim, J. Hafidh Dinillah, Yaser Arafat, Ali Aminulloh, Alfi Satria, Arif Yosodipuro, Djarot Wahyu Santoso, Purnomo, Endaryono, Sarju, Budi Satrio, Suarsa, Faizal Hanif, M. Ayib, Deni Patriawardana, Marzuki, M. Rifat, Rully Muliarto, Aceng Nur Hakim, Totok Dwi Hananto, Latief Wahyu Haryono, Sumadi, Nur Basuki, Asep Sumantri, Rudyanto, Rifa'i, Sya'roni, dan terakhir Eri Setiawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada awalnya, mungkin banyak orang yang mengatakan ide tour Jawa-Madura ini terlalu berani. Kecemasan itu tidak terlalu berlebihan mengingat keterbatasan kekuatan fisik manusia serta jarak dan medan yang akan ditempuh apalagi beberapa peserta tour adalah nisa (perempuan) dan ada juga peserta yang cukup berumur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari 280 peserta yang berangkat dari Kampus Al-Zaytun Indramayu Jawa Barat, 28 orang di antaranya adalah perempuan yang terdiri dari santri, mahasiswi, dan guru di Al-Zaytun. Selebihnya adalah rijal (pria). Dari segi usia, peserta termuda adalah siswa kelas dua sekolah menengah pertama dan yang telah berumur adalah kelahiran 1946 atau 62 tahun yakni pimpinan tour Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/STVM1pCJlZI/AAAAAAAAALA/oSzh9pofcGM/s1600-h/Al-Zaytun+-+Team+ASSA+di+Kapal+Joko+Tole.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/STVM1pCJlZI/AAAAAAAAALA/oSzh9pofcGM/s400/Al-Zaytun+-+Team+ASSA+di+Kapal+Joko+Tole.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275207022966052242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-size:85%;" class="fullpost" &gt;Rombongan ASSA keluar dari kapal penyeberangan Joko Tole saat pulang dari Pulau Madura menuju Pulau Jawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kecemasan itu akhirnya hilang setelah beberapa hari mengikuti perjalanan tim ASSA keliling Jawa-Madura. Terbukti, kecuali dua orang peserta yang mengundurkan diri atau pulang ke kampus sejak hari pertama, seluruh peserta atau 278 orang lainnya berhasil menyelesaikan tour tanpa satu orang pun yang mengalami hambatan berarti. Tim berhasil menempuh jarak 2.000 Km dengan baik meski harus menghadapi berbagai tantangan seperti panas dan angin di sepanjang jalur pantai utara. Keberhasilan ini, berkaitan dengan latihan-latihan sebelumnya serta persiapan matang, pengaturan (manajemen) serta penerapan disiplin tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain itu peserta memiliki nyali, tekad, semangat yang tangguh. Sehingga semua medan jalanan ditaklukkan dengan kayuhan kaki, tanpa menghabiskan bahan bakar minyak. Hutan AlasRoban di daerah Kabupaten Batang menuju Semarang yang melegenda karena tanjakannya yang curam dan panjang, bisa diatasi tim penjelajah ASSA dengan baik. Begitu juga tanjakan Arubaru di Sumenep Madura, dan tanjakan Bumiayu di Brebes yang lebih menantang dari Alasroban, juga dilalui dengan enjoy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wartawan Berita Indonesia yang mengikuti tour dari awal sampai akhir, menyimpulkan salah satu kunci kesuksesan tour ini adalah berkat keteladanan sang pemimpin sekaligus penggagas tour ini, Syaykh AS Panji Gumilang. Kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Syaykh Mahad Al-Zaytun, kalau boleh kami istilahkan, merupakan suatu 'manajemen Ilahiyyah' yakni suatu manajemen dari seorang pemimpin dengan memberikan perintah, ikut memberi contoh (keteladanan), mengawasi, dan kemudian meminta pertanggungjawaban.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam tour ini, Syaykh telah memprak-tikkan itu dengan memberi petunjuk sejak latihan, persiapan dan berangkat dari kampus Al-Zaytun Indramayu maupun sebelum berangkat tiap pagi di titik-titik persinggahan. Misalnya, tepat pukul 5 setiap pagi, tim harus sudah berangkat dari penginapan. Syaykh sendiri juga ikut melaksanakan sesuai dengan anjurannya tanpa sekali pun harus ditunggu rombongan. Kemudian, Syaykh juga terus mengawasi rombongan dengan menanyakan situasi dan kondisi peserta setiap waktu istirahat. Selanjutnya, setiap hari Syaykh juga mengevaluasi tour malam harinya di penginapan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seiring dengan kepemimpinan itu, ketaatan peserta mengikuti setiap prosesi dan jadwal perjalanan juga sangat menentukan keberhasilan tour ini. Memang, hal tersebut tidak lepas dari gaya memimpin 'kebapaan' yang ditunjukkan oleh Syaykh, sehingga semua peserta melaksanakan kegiatan sesuai dengan yang direncanakan dengan kerelaan dan kesadaran sendiri, tanpa merasa didoktrinisasi atau dipaksa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/STVNrDkU1fI/AAAAAAAAALQ/24UGhFXSaJU/s1600-h/Al-Zaytun+-+Rombongan+ASSA+mencukupi+kebutuhan+airnya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 267px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/STVNrDkU1fI/AAAAAAAAALQ/24UGhFXSaJU/s400/Al-Zaytun+-+Rombongan+ASSA+mencukupi+kebutuhan+airnya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275207940621784562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-size:85%;" class="fullpost" &gt;AIR SIAP SEDIA: Melalui pengujian kandungan air yang teliti, rombongan ASSA mencukupi kebutuhan airnya sendiri selama 16 hari perjalanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keberhasilan jelajah Jawa-Madura ini juga tidak terlepas dari perencanaan dan persiapan matang tim sejak jauh-jauh hari. Seperti sudah diberitakan Berita Indonesia pada edisi sebelumnya, beberapa bulan sebelum hari 'H' pelaksanaan Tour Jawa Madura ini, tim ASSA sudah berulangkali melakukan try out (uji coba) di beberapa daerah seperti di Ibukota Jakarta, Banten, dan Indramayu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di lingkungan kampus Al-Zaytun sendiri, di samping bersepeda memang sudah dibudayakan, tim ASSA sejak beberapa bulan terakhir rutin melakukan latihan secara berkelompok paling tidak empat jam setiap hari. Bahkan, Syaykh sendiri setiap harinya selalu bersepeda 60 km secara kontinu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dukungan dari berbagai pihak seperti kepolisian juga sangat menentukan keberhasilan tour ini. Mabes dalam hal ini Badan Intelijen Keamanan Mabes Polri telah memberi ijin kepada ASSA sejak bulan April yang lalu sekaligus telah mengkoordinasikannya dengan semua Kepolisian Daerah (Polda) yang dilalui ASSA yakni Polda Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Jogjakarta, dan Jawa Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemudian, Polda-Polda itu langsung menanggapinya dengan mengoordinasikannya ke Polres hingga Polsek bawahannya. Hal tersebut sangat dirasakan, karena pengamanan kepolisian sangat intensif hingga di kecamatan-kecamatan yang dilalui ASSA. Satu contoh, hampir di setiap persimpangan yang akan dilalui, kepolisian setempat sudah ada yang berjaga di sana. Karena itu, dari segi keamanan lalulintas pun, selama di perjalanan, hampir tidak ada hambatan berarti yang dialami ASSA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Satlantas dengan mobil Patwal dan motor patrolinya tidak pernah lepas dari tim ASSA. Jika sedang bersepeda, satuan pengawalan ini selalu mengawal di depan maupun di belakang rombongan ASSA. Bahkan, jika malam, mereka juga disediakan penginapan di tempat yang sama dengan rombongan ASSA agar besok paginya bisa mengawal perjalanan dengan tepat waktu sebagaimana jadwal yang direncanakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pergantian petugas pengawalan dari Satlantas Polda provinsi yang satu dengan Satlantas Polda provinsi yang lainnya pun sudah diatur dengan baik. Pergantian dilakukan sedekat mungkin dengan perbatasan antar provinsi dan bersamaan dengan waktu istirahat sehingga tidak sampai menganggu jadwal akibat pergantian tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bahkan khusus di sepanjang Kabupaten Ngawi, pengawalan polisi terhadap rombongan ASSA tidak ubahnya dengan pengawalan terhadap presiden atau pejabat negara. Mungkin karena takut terulang lagi kecelakaan jatuhnya salah seorang tokoh yang sedang naik moge belum lama ini, maka kepada setiap kendaraan lain yang hendak berpapasan dengan rombongan ASSA, petugas selalu menyuruh agar berhenti dan jangan begerak dulu sebelum semua rombongan ASSA lewat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dukungan Umi Chotimah (istri Syaykh) sejak awal keberangkatan juga sangat terasa bagi peserta tour. Khusus di Madura, sukses tour ASSA juga tak lepas dari dukungan Ketua Umum Dewan Pembangunan Madura Bapak H. Achmad Zaini, MA yang terus setia mendampingi rombongan bahkan sampai di Surabaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kesuksesan ini juga tak luput dari persiapan matang dan profesionalisme tim teknis (akomodasi dan konsumsi) yakni tim persediaan air minum (treatment) berjalan, dapur (kitchen) berjalan, cuci pakaian (laundry) berjalan, mekanik sepeda dan kendaraan pendukung, serta tenaga dan peralatan medis (hospital) berjalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selama 16 hari perjalanan, ASSA mempersiapkan sendiri kebutuhan air dan makan rombongan sehingga tidak usah membeli minuman mineral dan makanan di rumah makan atau warung. Untuk mencuci pakaian, ASSA juga membawa laundry berjalan sehingga pakaian kotor para peserta bisa dicuci selama perjalanan agar bisa dipakai kembali hari berikutnya. Tim juga membawa tenaga mekanik atau bengkel sehingga apabila ada sepeda dan kendaraan bermotor yang mengalami kerusakan, bisa diperbaiki selama di perjalanan. Demikian juga untuk pertolongan medis, ASSA membawa tenaga medis seperti dokter dan perawat serta peralatan medis dalam ambulans. Seluruh tenaga pendukung sebanyak 35 orang dengan 6 kendaraan yang terdiri dari bus, truk, ambulans dan mobil lainnya, bekerja dengan sangat disiplin, lincah dan terlatih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/STVOQSEmdTI/AAAAAAAAALY/uQ756_ScFtw/s1600-h/Al-Zaytun+-+Tim++ASSA+tetap+Ceria+dan+bersemangat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/STVOQSEmdTI/AAAAAAAAALY/uQ756_ScFtw/s400/Al-Zaytun+-+Tim++ASSA+tetap+Ceria+dan+bersemangat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275208580170413362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-size:85%;" class="fullpost" &gt;CERIA: Di tengah perjalanan yang cukup melelahkan, tim ASSA tetap ceria dan bersemangat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Khusus tim treatment, sepanjang perjalanan selalu siap di belakang rombongan ASSA sehingga tatkala rombongan berhenti per dua jam untuk mengisi kembali botol minuman, mereka sudah ada di tempat. Sementara untuk mengisi ulang tanki air itu sendiri, petugas treatment selalu lebih dulu memeriksa air di daerah tempat pemberhentian, apakah layak minum atau tidak. Dengan alat TDS (Total Density Solid) yang selalu mereka bawa, mereka bisa memastikan air yang akan diminum rombongan itu sehat atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Demikian juga tim mekanik. Sepanjang perjalanan, mereka selalu berada di belakang rombongan ASSA sehingga tatkala ada sepeda peserta yang membutuhkan perbaikan, mereka dengan cepat mengangkut sepedanya ke atas truk untuk diperbaiki sambil berjalan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sama halnya dengan tim medis. Tim yang didukung dokter dan perawat sebanyak 4 orang ini selalu mengikuti iring-iringan sepeda sepanjang perjalanan sehingga setiap peserta yang membutuhkan pertolongan bisa secepatnya diangkat ke dalam ambulans.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/STVPFeMkOrI/AAAAAAAAALg/c61Z6R-RN_Y/s1600-h/Al-Zaytun+-+Tim+Medis+selalu+siap+sedia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/STVPFeMkOrI/AAAAAAAAALg/c61Z6R-RN_Y/s400/Al-Zaytun+-+Tim+Medis+selalu+siap+sedia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275209493958113970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-size:85%;" class="fullpost" &gt;SELALU SIAGA: Tim medis selalu siap sedia memberikan layanan kesehatan kepada peserta tour yang membutuhkan pertolongan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lain halnya dengan kitchen dan laundry. Kedua tim ini setiap harinya selalu berangkat mendahului rombongan ke tempat penginapan berikutnya, untuk mulai bekerja di sana. Di tempat tujuan, tim kitchen akan belanja beberapa kebutuhan seperti sayur dan buah untuk keperluan sore hari itu dan besok paginya. Sementara beras dan daging yang sebelumnya sudah dipersiapkan dari Mahad Al-Zaytun Indramayu selalu dibawa di mesin pendingin. Untuk mempersiapkan makan pukul lima sore, tim kicthen sudah harus memasak di tempat tujuan sebelum rombongan tiba. Sementara untuk memasak makan pagi pukul tiga, mereka terkadang sudah harus memasak pukul satu dini hari. Hal yang sama juga dilakukan tim laundry. Mereka sengaja lebih dulu tiba di tempat penginapan berikutnya agar di sana mereka bisa lebih leluasa bekerja.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Sumber : Majalah Berita Indonesia Edisi 58 /2008&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-7466481022714507020?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/7466481022714507020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=7466481022714507020&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/7466481022714507020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/7466481022714507020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/12/meresapi-indonesia-dengan-bersepeda.html' title='Meresapi Indonesia dengan Bersepeda'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/STVJ6_RwHNI/AAAAAAAAAKo/yLCXR2n6YEo/s72-c/Al-Zaytun+-+Tetap+Tegar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-2649337119950977578</id><published>2008-11-15T02:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T02:49:49.329-08:00</updated><title type='text'>Tesis : Sistem Tata Air di Mahad Al-Zaytun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGEMBANGAN FASILITAS PENDIDIKAN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MA'HAD AL-ZAYTUN DI INDRAMAYU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DENGAN PENDEKATAN SISTIM TATA AIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span class="note"&gt;Master Theses from JBPTITBPP / 2008-04-04 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh : BAMBANG TRIYOGA (NIM 25202014)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Institute Technology Bandung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan yang cukup pesat pada kegiatan pendidikan dan pertanian terpadu Ma'had Al-Zaytun meningkatkan kebutuhan suplai air dalam jumlah yang besar, sementara lahannya tidak mempunyai sumber air permukaan yang tetap, dan termasuk dalam daerah yang harus dikonservasikan air tanah dalamnya. Karenanya kegiatan hanya mengandalkan ketersediaan air tanah dan air hujan yang intensitasnya terbatas. Permasalahan suplai air dan keperluan untuk melindungi air tanah menjadi penting dalam perencanaan dan perancangan pengembangan kegiatan kampus Ma'had Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk menjawab permasalahan penting tersebut, perencanaan pengembangan kegiatan harus didasarkan pada pendekatan ekologi yang menekankan pada prinsip konservasi air. Prinsip tersebut diterjemahkan dalam perencanaan dan perancangan sistim tata air untuk menjaga keseimbangan air pada keseluruhan lahan. Berdasarkan pada kondisi fisik lahan Ma'had Al-Zaytun, konservasi air terutama didekati dengan memanfaatkan air hujan semaksimal mungkin. Juga dengan melakukan daur ulang serta penggunaan kembali air limbah yang dihasilkan oleh kegiatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sistim tata air juga diterapkan dalam perancangan arsitektur lanskap untuk memperkuat citra Kampus ma'had Al-Zaytun yang berdasarkan pada visi dan misinya. Citra dibentuk dari lingkungan binaan yang ada berupa landmark dan sumbu utama, diperkuat dengan elemen tata air dan perencanaan vegetasi. Dalam perancangan, komponen tata air dijadikan sebagai titik-titik pusat orientasi, elemen penguat landmark sekaligus pembentuk lingkungan yang baik dari segi arsitektural maupun ekologikal. Pada skala tapak bangunan, pengolahan air limbah domestik memanfaatkan gabungan sistim biofilter dan hibrida dapat menghasilkan sistim pengolahan air limbah yang efisien sekaligus sebagai elemen estetika lanskap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(penulis tidak mengijinkan untuk menampilkan tesis ini dalam bentuk full-text)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Deskripsi Alternatif :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;The activities of education and integrated agriculture of Ma'had Al-Zaytun are growing fast enough, increasing the need for large amount of water supply, while perennial source of surface water is not available. The location of Ma'had Al-Zaytun's campus is also in the ground water conservation area. Consequently, the activities at Ma'had Al-Zaytun depend on the availability of ground water and limited rain water intensity to fulfill the need for water supply. This problem of water supply and the need to conserve ground water become crucial in the planning and design of Ma'had Al-Zaytun's campus development.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;To solve those important problems, the development plan of the activities should be based on ecological approach emphasizing on water conservation principles. The ecological principles are transformed in the planning and design of water management system to maintain the water balance for overall the land. Based on Ma'had Al-Zaytun's land physical condition, ground water conservation is approached by exploiting maximum rainwater. Also by recycling and reusing the waste water product by the Ma'had Al-Zaytun activities.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Water management system implemented in landscape architectural design to strengthen the campus image of Ma'had Al-Zaytun according to its vision and mission. The campus image formed by the existing environment, especially by the form of landmark and major axis, strenghtened by the arrangement of water system elements and vegetation planning. In the design, water system components are arranged as points of orientation, support element of the landmarks, and for the making of a good environment, both architecturally and ecologically. At the building site, the domestic wastewater treatment system uses the combination of biofilter system and hybrid system to produce both efficient wastewater treatment system and aesthetic landscape elements.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Copyrights : Copyright Ã‚(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber : &lt;a href="http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&amp;amp;op=read&amp;amp;id=jbptitbpp-gdl-bambangtri-29368&amp;amp;q=Area" target="new"&gt;digilib.itb.ac.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-2649337119950977578?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/2649337119950977578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=2649337119950977578&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/2649337119950977578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/2649337119950977578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/11/tesis-sistem-tata-air-di-mahad-al.html' title='Tesis : Sistem Tata Air di Mahad Al-Zaytun'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-663659957041560749</id><published>2008-10-20T10:33:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T10:45:18.135-07:00</updated><title type='text'>Tour Sepeda ASSA - Pra Sumatera</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SPzDdmG892I/AAAAAAAAAIQ/5xD29_Kw05c/s1600-h/DSCN0922.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SPzDdmG892I/AAAAAAAAAIQ/5xD29_Kw05c/s400/DSCN0922.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259293378075228002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta, Ahad - Sebanyak lebih dari 300 pe-sepeda Asosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun melakukan tour sepeda Pra Sumatera Indramayu - Ujung pulau Jawa (Cilegon). Mereka mulai melaksanakannya hari Sabtu, 18 Oktober s/d 22 Oktober 2008, diawali dari Kampus Al-Zaytun di Indramayu menuju propinsi Banten.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.asosiasi-sepeda-sport-alzaytun.blogspot.com/" target="new"&gt;Link Foto-foto&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-663659957041560749?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/663659957041560749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=663659957041560749&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/663659957041560749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/663659957041560749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/10/tour-sepeda-assa-pra-sumatera.html' title='Tour Sepeda ASSA - Pra Sumatera'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SPzDdmG892I/AAAAAAAAAIQ/5xD29_Kw05c/s72-c/DSCN0922.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-634106248250030428</id><published>2008-10-16T06:57:00.000-07:00</published><updated>2008-10-16T07:13:33.344-07:00</updated><title type='text'>KHUTBAH ‘IED AL-FITHRI 1429 H/2008 M</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Pancasila Ajaran Illahi dan Ideologi Terbuka&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;'IED AL-FITRI 1429 H&lt;/span&gt;:  Syaykh al-Zaytun AS Panji Gumilang dalam Khutbah Ied Al-Fithri 1429 H/2008 M menegaskan bahwa nilai-nilai dasar negara Indonesia (Pancasila), sepenuhnya merupakan ajaran Ilahi, yang dapat berlaku untuk semua rakyat dan bangsa Indonesia. Nilai-nilai dasar negara ini merupakan ideologi modern, untuk masyarakat majemuk yang modern, yakni masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karenanya, menurut Syaykh yang negarawan serta tokoh pembawa obor dan pembelajar budaya toleransi dan perdamaian, itu Pancasila sebagai nilai-nilai dasar yang modern, juga menjadi ideologi yang dinamis; dimana watak ideologi dinamis itu adalah terbuka. Konsekuensinya, seluruh nilai yang terkandung di dalam konstitusi/UUD negara sepenuhnya harus berlandaskan ideologi dan nilai-nilai dasar negara tersebut, ujar pemangku pendidikan bersifat pesantren tetapi bersistem modern itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut cendekiawan muslim berjiwa kebangsaan ini, tafsir daripada nilai-nilai dasar negara yang baku sesungguhnya adalah konstitusi atau UUD negara. Karenanya, menurut Syaykh yang banyak menginspirasi tentang kemajemukan dalam interaksi yang interdependensi itu, UUD menjadi tidak relevan bahkan tidak valid bila bertentangan dengan nilai-nilai dasar negara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena tafsir nilai-nilai dasar negara yang paling baku adalah konstitusi/UUD, maka jika individu, kelompok, lembaga nonpemerintah maupun pemerintah yang bertindak, berlaku konstitusional, maka ia adalah penjunjung dan pengamal nilai-nilai dasar negara, harus dihormati oleh siapapun warga bangsa ini, ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Khutbah Ied Al-Fithri 1429 H disampaikan Syaykh al-Zaytun AS Panji Gumilang DI KAMPUS AL-ZAYTUN, Desa Mekar Jaya, Gantar, Indramayu pada tarikh &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;1 Syawwal 1429 H / 1 Oktober 2008 M yang bertepatan dengan 1 Oktober 2008 &lt;/span&gt;yang pernah ditetapkan pemerintah sebagai hari Kesaktian Pancasila (Dasar Negara Indonesia). Dalam momentum ini khatib ingin memanfaatkan mimbar ini untuk menyampaikan pesan singkat tentang makna nilai-nilai dasar negara tersebut, kata Syaykh al-Zaytun di hadapan ribuan jamaah yang terdiri dari para eksponen, guru, karyawan dan santri Al-Zaytun, serta wali santri dan masyarakat setempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurutnya, pesan yang terkandung dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya terdapat satu diktum kalimat yang berbunyi Hiduplah Indonesia Raya. Negara kita Indonesia Raya, hidup dan akan terus hidup serta tegak berdiri di atas dasar: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selanjut Syaykh al-Zaytun menyampaikan pesan tentang makna nilai-nilai dasar Negara itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);" class="fullpost"&gt;Ketuhanan Yang Maha Esa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memahami substansi nilai-nilai dasar negara adalah menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara. Tatkala memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup ini maknanya: mewujudkan masyarakat yang beketuhanan, yakni masyarakat yang anggotanya dijiwai oleh semangat mencapai ridlo Tuhan / Mardlatillah, melalui perbuatan-perbuatan baik bagi sesama manusia dan kepada seluruh makhluk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karenanya, membangun Indonesia berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa adalah membangun masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridlo Tuhan dalam setiap perbuatan baik yang dilakukannya. Dari sudut pandang etis keagamaan, negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah negara yang menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Dari dasar Ketuhanan Yang Maha Esa ini pula menyatakan bahwa suatu keharusan bagi masyarakat warga Indonesia menjadi masyarakat yang beriman kepada Tuhan, dan masyarakat yang beragama, apapun agama dan keyakinan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Kemanusiaan yang Adil dan Beradab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sejarah adalah wujud pengalaman manusia untuk berperadaban dan berkebudayaan, karenanya, peradaban, politik, dan kebudayaan adalah bagian dari pada kehidupan manusia.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Kemanusiaan, sangat erat hubungannya dengan ketuhanan. Ajaran Illahi menjadi tidak dapat diimplementasikan jika tidak wujud sikap kemanusiaan yang hakiki. Struktur pemerintahan tidak sepenting semangat perwujudan kemanusiaan yang adil dan beradab yang jauh dari pada pendendam dan egoistik / ananiyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Demokrasi yang paling menyeluruh sekalipun akan membawa sengsara, jika rakyat tidak memiliki sikap kemanusiaan yang adil dan beradab / jujur, apapun sistem pemerintahan yang ditempuh, tanpa semangat kemanusiaan yang adil dan beradab sengsara jua ujungnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemanusiaan yang adil dan beradab memerlukan kesetiaan pada diri ketika menjalani kehidupan, kemanusiaan yang adil dan beradab adalah sebuah semangat dan kegigihan mengajak masyarakat agar kembali ke pangkal jalan dan membangun kembali revolusi bathin masing-masing, mendisiplinkan diri dengan baik, untuk menemukan kendali dan penguasaan diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah suatu kemampuan untuk menyeimbangkan antar kemakmuran lahiriyah dengan kehidupan ruhaniyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah semangat mempersiapkan generasi penerus yang mampu melihat lebih dari kepentingan diri sendiri serta memiliki perspektif yang jelas untuk kemajuan masyarakatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah pembentukan suatu kesadaran tentang keteraturan, sebagai asas kehidupan sebab setiap manusia mempunyai potensi untuk menjadi manusia sempurna, yakni manusia yang berperadaban. Manusia yang berperadaban tentunya lebih mudah menerima kebenaran dengan tulus, dan lebih mungkin untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan masyarakat yang teratur, yang mengenal hukum. Hidup dengan hukum dan peraturan adalah ciri masyarakat berperadaban dan berkebudayaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah semangat membangun pandangan tentang kehidupan masyarakat dan alam semesta untuk mencapai kebahagiaan dengan usaha gigih.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Kemanusiaan yang adil dan beradab menimbulkan semangat universal yang mewujudkan sikap bahwa semua bangsa dapat dan harus hidup dalam harmoni penuh toleransi dan damai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemanusiaan yang adil dan beradab akan menghantar kehidupan menjadi bermakna, karena dicapai dengan berbakti tanpa mementingkan diri sendiri demi kebaikan bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah suatu sikap revitalisasi diri, untuk memupuk dinamisme kreatif kehidupan, yang menghantarkan seseorang menjadi selalu dinamis, selalu sensitif dan peka pada gerak perubahan dan pembaharuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Revitalisasi diri sebagai buah kemanusiaan yang adil dan beradab, tidak terbatas bagi pemeluk agama tertentu siapapun dengan agama apapun dapat melakukannya. Semakin teguh seseorang menempuh kemanusiaan yang adil dan beradab, semakin rendah hati, dan semakin teguh keyakinannya semakin murah hati pula. Dalam hal ini, misi tulen agama adalah untuk memupuk pembentukan sifat dan menggalakkan usaha menguasai diri, yakni toleran dan damai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);" class="fullpost"&gt;Persatuan Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Persatuan adalah gabungan yang terdiri atas beberapa bagian yang telah bersatu. Persatuan Indonesia adalah suatu landasan hidup bangsa atau sistem, yang selalu mementingkan silaturahim, kesetiakawanan, kesetiaan, dan keberanian.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Kehadiran Indonesia dan bangsanya di muka bumi ini bukan untuk bersengketa. Indonesia wujud dan hidup untuk mewujudkan kasih sayang sesama bangsa maupun antarbangsa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Persatuan Indonesia, bukan sebuah sikap maupun pandangan dogmatik dan sempit, namun harus menjadi upaya untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif dengan dunia luar. Suatu upaya untuk mengimbangi kepentingan diri dengan kepentingan bangsa lain, atau dalam tataran yang lebih mendalam antara individu bangsa dan alam sejagad, yang merupakan suatu ciri yang diinginkan sebagai warga dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam jangka panjang, prinsip persatuan Indonesia harus menjadi asas ruhaniah suatu peraturan-peraturan dan struktur membangun satu orde antarbangsa yang adil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Persatuan Indonesia harus mampu menanamkan pemikiran terbuka dan pandangan jauh bagi bangsa Indonesia, sebab hanya mereka yang berpandangan jauh dan berpikiran terbuka yang dapat mendukung aspirasi ke arah internasionalisme maupun globalisme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Persatuan Indonesia seperti ini, akan menghantar rakyat Indonesia memiliki kebanggaan yang tulus tentang identitas mereka sebagai warga negara maupun warga dunia. Pandangan dan sikap seperti ini tidak akan melenyapkan ciri-ciri unggul suatu bangsa, malahan akan dapat memantapkan ciri-ciri unik sebuah masyarakat bangsa, yakni masyarakat bangsa yang sadar terhadap tanggung jawab global, bersatu dalam mewujudkan persatuan universal, masing-masing menyumbangkan keistimewaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Persatuan Indonesia seperti ini akan mampu menyingkirkan permusuhan internal bangsa, sebab pencapaiannya tidak melalui kekuatan militer, melainkan melalui tuntutan ilmu, dan peradaban yang membudaya dalam kehidupan masyarakat. Persatuan Indonesia yang berpegang pada prinsip bahwa kemajuan kebudayaan dapat menyamai nilai-nilai universal, sehingga dapat menjadi kekuatan yang dapat mengangkat harkat martabat rakyat untuk menjadi warga negara dan seterusnya warga dunia yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);" class="fullpost"&gt;Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suatu landasan yang harus mampu menghantar kepada prinsip-prinsip republikanisme, populisme, rasionalisme, demokratisme, dan reformisme yang diperteguh oleh semangat keterbukaan, dan usaha ke arah kerakyatan universal. Prinsip-prinsip kerakyatan seperti ini, harus menjadi cita-cita utama untuk membangkitkan bangsa Indonesia meyadari potensi mereka dalam dunia modern, yakni kerakyatan yang mampu mengendalikan diri, tabah menguasai diri, walau berada dalam kancah pergolakan hebat untuk menciptakan perubahan dan pembaharuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yakni kerakyatan yang selalu memberi nafas baru kepada bangsa dan negara dalam menciptakan suatu kehidupan yang penuh persaingan sehat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan adalah kerakyatan yang dipimpin oleh pendidikan yang mumpuni. Sebab pendidikan merupakan prasyarat untuk menyatukan rohaniah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pendidikan adalah tonggak utama makna daripada hikmah kebijaksanaan. Hikmah kebijaksanaan atau pendidikan akan mewarnai kerakyatan yang penuh harmoni, toleransi dan damai, jauh daripada sikap radikalisme apatah lagi terorisme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hikmah kebijaksanaan atau pendidikan, mampu menciptakan interaksi dan rangsangan interdependensi antar manusia dalam lingkungan bangsa yang multikultural dan majemuk. Sebab manusia berpendidikan akan selalu menghormati suatu proses dalam segala hal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hikmah kebijaksanaan atau pendidikan menjadi pedoman kerakyatan, sebab ia merupakan cara yang paling lurus dan pasti, menuju kearah harmoni, toleransi dan damai. Pendidikanlah yang memungkinkan kita selaku rakyat suatu bangsa dapat bersikap toleran atas wujud kemajemukan bangsa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hikmah kebijaksanaan menampilkan rakyat berfikir pada tahap yang lebih tinggi sebagai bangsa, dan membebaskan diri daripada belenggu pemikiran berazaskan kelompok dan aliran tertentu yang sempit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karenanya membangun hikmah kebijaksanaan adalah membangun pendidikan, dan itulah hakekat membangun kerakyatan yang berperadaban yang kaya akan kebudayaan, yakni kerakyatan yang terhindar dari saling curiga dan permusuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);" class="fullpost"&gt;Mewujudkan Suatu Keadilan Sosial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah merupakan tujuan dari cita-cita bernegara dan berbangsa, menyangkut keilmuan, keikhlasan pemikiran, kelapangan hati, peradaban, kesejahteraan keluarga, keadilan masyarakat dan kedamaian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Itu semua bermakna mewujudkan keadaan masyarakat yang bersatu secara organik yang setiap anggotanya mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta belajar hidup pada kemampuan aslinya. Dengan mewujudkan segala usaha yang berarti yang diarahkan kepada potensi rakyat, memupuk perwatakan dan peningkatan kualitas rakyat, sehingga memiliki pendirian dan moral yang tegas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mewujudkan suatu keadilan sosial, juga berarti mewujudkan azas masyarakat yang stabil yang ditumbuhkan oleh warga masyarakat itu sendiri, mengarah pada terciptanya suatu sistem teratur yang menyeluruh melalui penyempurnaan pribadi anggota masyarakat, sehingga wujud suatu cara yang benar bagi setiap individu untuk membawa diri dan suatu cara yang benar untuk memperlakukan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karenanya, mewujudkan suatu keadilan harus menjadi suatu gerakan kemanusiaan yang serius, dan sungguh-sungguh dilakukan oleh rakyat, dengan metoda dan pengorganisasian yang jitu sehingga tujuan mulia ini tidak berbalik menjadi paradoks dan kontradiktif yakni menjadi gerakan pemerkosaan terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://tokohindonesia.com/ensiklopedi/a/abdussalam/pidato/ied_idulfitri_1429.shtml"&gt;www.TokohIndonesia.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-634106248250030428?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/634106248250030428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=634106248250030428&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/634106248250030428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/634106248250030428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/10/khutbah-ied-al-fithri-1429-h2008-m.html' title='KHUTBAH ‘IED AL-FITHRI 1429 H/2008 M'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-7361587336038764688</id><published>2008-07-12T05:55:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T04:21:38.612-07:00</updated><title type='text'>Al-Zaytun Hibahkan 18 Sapi Pejantan Unggul ke Negara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SHiyu46Zn0I/AAAAAAAAAF8/H4EzcUMrpUc/s1600-h/Hibah+Sapi+Bull+Al-Zaytun+untuk+Bangsa+Indonesia.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222120286557151042" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SHiyu46Zn0I/AAAAAAAAAF8/H4EzcUMrpUc/s400/Hibah+Sapi+Bull+Al-Zaytun+untuk+Bangsa+Indonesia.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Al-Zaytun dalam program uji progeny (progeny test) nasional mendapatkan jenis ternak sap! unggul (excellent bull), menghibahkan 18 sapi pejantan unggul kepada negara. Penghibahan bibit sapi unggul itu sebagai persembahan nyata Al-Zaytun dalam memeringati Satu Abad Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) kiranya dapat mendorong kebangkitan nasional, khususnya kebangkitan peternakan sap! nasional. Hal ini sekaligus sebagai persembahan Al-Zaytun dalam rangkaian kegiatan Sewindu Al-Zaytun.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penghibahan dengan nilai tak terhingga itu, dilakukan oleh Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang melalui Di¬rektur Perbibitan, Ditjen Peternakan, Departemen Pertanian RI, Dr. Ir. Gunawan, di Kampus Al-Zaytun, 30 April 2008. Al-Zaytun dengan sukarela menghibahkan lebih 40 kepala Bull unggul, namun pemerintah masih memilih 18 kepala pada tahap pertama. Tetapi hanya dengan hibah 18 kepala bibit sapi unggul ini, sudah dapat memenuhi 10% kebutuhan semen (sperma) sapi unggul nasional. Kelak Al-Zaytun akan menghibahkan yang lainnya sesuai keperluan demi mempercepat proses kebangkitan peternakan sapi nasional, baik sapi perah maupun sapi pedaging'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kondisi bangsa yang sedang mengalami krisis minyak, pangan dan sapi (daging dan susu), Al-Zaytun mengoptimalkan momentum satu abad Hari Kebangkitan Nasional dengan menghibah¬kan 18 kepala sapi (pejantan) unggul. "Sekarang sedang krisis, ayo hibah. Semua krisis, minyak krisis, pangan krisis, sapi krisis. Nah kita mulai dari sini, hibah 18 kepala saja su¬dah lo % kebutuhan nasional," kata Syaykh Al-Zaytun Panji Gumilang scat Berita Indonesia mengonfirmasi tentang hibah tersebut.&lt;br /&gt;Diperkirakan harga Bull unggul Canada itu Rp 2,5 sd 3 miliar per kepala. Jika dikali 18 berarti bernilai sekitar Rp 50 milyar. Namun Syaykh Panji Gumilang mengatakan agar jangan dihitung atau dirupiahkan. "Miliar rupiah itu bisa dicari. Yang penting bangsa kita ini bangkit. Protein terpenuhi, susu terpenuhi," kata¬nya. Syaykh mengatakan lebih baik dilihat kemanfaatannya untuk mendorong kebangkitan bangsa, khususnya kebangkitan peternakan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya bagaimana prosesnya dan kenapa Al-Zaytun mengibahkan sapi pejantan unggul itu? "Ya, karena cinta bangsa dan negara. Demi kebangkitan bangsa," jawab Syaykh Al-Zaytun. Menurut¬nya, suatu bangsa tidak bakal bangkit kalau tidak diawali dari sumber asupan yang berprotein, bergizi, dan sehat. Sementara itu, Syaykh melihat bangsa dan negara ini tidak bisa mengatasi kekurangan sapi pejantan. "Ya, kita hibahkan," jelas Syaykh Panji Gumilang.&lt;br /&gt;Kenapa negara ini kekurangan sapi pejantan unggul, apakah karena ketidakberdayaan pemerintah atau spa? "Oh, tidak. Bukan karena ketidak-berdayaan. Karena belum serius saja," ujar Syaykh. Menurut catatan Berita Indonesia, pemerintah sudah berulangkali mengeluarkan biaya untuk mendapatkan sapi ung¬gul melalui embrio transfer dan/atau inseminasi buatan, namun tidak berhasil dengan baik. Sedangkan di Al-Zaytun, dengan biaya sendiri selalu berhasil dengan memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Berita Indonesia di Departemen Pertanian menga¬takan pemerintah (Direktur Pembibitan, Ditjen Peternakan, Deptan) sudah delapan tahun melakukan uji progeny dan sudah 42 kali mengadakan rapat (musyawarah). Sudah cukup banyak biaya yang dikeluarkan. Sempat dilaporkan dalam beberapa kali uji progeny ada basil. Tapi ternyata setelah diteliti dan dibicarakan dalam rapat hasilnya tidak ada. Yang ada (berhasil) hanya di Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun sejak berdiri pada 1999, sudah menggeluti peternakan sapi, terutama dalam Skala penelitian sudah berjumlah delapan ratusan kepala sapi. Kemudian Al-Zaytun saat ini mendatangkan 1.180 kepala sapi perah dari New Zealand dalam rangka pengembangan peternakan sapi perah modern dan terpadu di kawasan pertanian terpadu Waduk Windu Kencana, Al¬Zaytun di Indramayu, Jawa Barat. Al-Zaytun menargetkan pertumbuhan jumlah sapinya sebesar 400% per lima tahun. Pada tahun 2013 Al-Zaytun sudah akan memilik 5.000 kepala sapi, 2018 menjadi 20.000 kepala dan 2023 sudah akan mencapi 80.000 kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Institusi yang khusus mena¬ngani penelitian dan pengembangan sapi di Al-Zaytun diberi nama Pusat Pertanian dan Peternakan Terpadu (P3T) Al-Zaytun, yang kemudian menjadi embrio Fakultas Pertanian Terpadu Universitas Al-Zaytun Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P3T Al-Zaytun terbilang pa¬ling sukses di Indonesia dalam menjalankan program inse¬minasi buatan (IB) dan trans¬fer embrio (TE) untuk menghasilkan anakan sapi yang memiliki mutu genetika lebih baik dibanding indukan sebe¬lumnya. Terbukti dari basil uji progeny (uji zuriat) sapi perah nasional yang dilaksanakan Departemen Pertanian RI, dari 26 Juli 2007 hingga November 2007, menempatkan Al-Zaytun sebagai yang berhasil di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian secara ilmiah ku¬alitas genetika dan reproduksi sapi pejantan itu membuk¬tikan, sapi-sapi Al-Zaytun berhasil mencapai persentase kebuntingan tertinggi di Indo¬nesia yakni 8o,6 persen, dan dengan angka Service per Con¬ception (SC)1,24. Uji zuriat itu dimaksudkan untuk menjaring bibit ternak sapi perah dari talon pejantan unggul, di mana semen atau spermanya disebarkan kepada induk-induk sapi betina yang menjadi Participate Cow (PC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengikuti program uji nasional itu, Al-Zaytun menggunakan tiga pejantan bernama Farel (AF 47 3o686), Filmore (AF 47 3o687), dan Formerry (F 006 3o662) dan 200 kepala sapi sebagai PC. Uji Progeny itu dilakukan berkesinambungan. Hasil hingga November 2007 sudah meng¬hasilkan kebuntingan pada 26 kepala sapi dari 31 aplikasi IB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 26 sapi yang sudah diperiksa kebuntingannya terbukti 25 ekor berhasil bunting, se¬dangkan yang belum bunting hanya seekor. Ini berarti, persentasi kebuntingan sementara dalam Uji Progeny Nasional di Al-Zaytun itu adalah 8o,6 persen, dan Service per Conception (SC) 1,24.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun sebagai suatu lembaga pendidikan terpadu yang dikelola Yayasan Pesantren Indonesia itu dari awal sangat konsern mengembangkan pertanian dan peternakan terpadu yang belakangan mengembangkannya di kawasan Waduk Windu Kencana, Indramayu. Hal ini, selain untuk memenuhi kebutuhan santri (internal) Al-Zaytun, jugs teru¬tama untuk ikut berperan da¬lam memenuhi kebutuhan da¬ging sapi dan susu sapi nasional yang sampai hari ini masih sangat minim. Termasuk da¬lam hal penyediaan semen (sel sperma), sampai hari ini, Indo¬nesia masih harus mengimpor lebih 70% semen (sel sperma). AI-Zaytun sendiri sudah dapat menyumbang 10% dari hajat nasional hanya dari 18 kepala sapi pejantan unggul yang dihibahkannya kepada negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini mendorong Syaykh Al-Zaytun Dr AS Panji Gumilang menghibahkan 18 sapi pejantan (bibit) unggul kepada Negara melalui Deptan. Sapi bibit unggul yang dihibahkan itu terdiri dari bebagai jenis, antara lain limusin, simental, angus, brangus dan FH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun berhasil mengembangkan sapi unggul An dengan melakukan inseminasi buatan (IB) dan transfer embrio (TE) bekerjasama dengan Balai Embrio Ternak Cipelang, di Cipelang, Bogor. Sementara di tempat lain (lembaga lain) banyak yang gagal. Inseminasi buatan dilakukan dengan mengambil sel sperma atau se¬men-semen sapi pejantan untuk disuntikkan atau diinseminasikan kepada sapi-sapi betina. Sedangkan transfer embrio, memindahkan embrio sapi yang berasal dari sapi induk betina dan jantan yang bagus-bagus, untuk dititipkan di sapi-sapi penerima atau sapi resipien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapi pejantan kelas excellent bull hasil transfer embrio di Al-Zaytun setiap pekan bisa menghasilkan semen sebanyak 200-400 dosis straw sperma. Kemasannya bisa dibuat dalam bentuk cair atau beku. Semen berbentuk beku bisa bertahan hingga puluhan tahun, lebih lama dari usia sapi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga semen yang umum dipakai di Indonesia (masih belum kualitas execellent) sudah bernilai Rp 10 ribu per dosis. Jika disertai dengan petugas aplikatornya menjadi Rp 30 ribu hingga 50 ribu per dosis. Sementara harga semen (sel sperma) dari sapi pejantan kelas terbaik dengan catatan recording dan basil persi¬langan keturunan yang bagus, seperti yang sudah dimiliki oleh beberapa negara yang sudah mendirikan bank sperma, maka harga satu straw sperma bisa mencapai loo dol¬lar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jadi dari seekor sapi pejantan excellent yang bisa menghasilkan 20o dosis semen (sel sperma) dalam sepe¬kan, kalau dipakai harga yang umum di Indonesia yakni Rp 10 ribu per dosis, berarti Rp 2 juta per pekan, Rp 104 juta per tahun atau lebih Rp 1 miliar dalam 10 tahun (usia produktif sapi). Selain sangat bernilai ekonomis, juga penting untuk mempercepat kebangkitan peternakan sapi di Indonesia, yang pada gilirannya selain dapat memenuhi kebutuhan daging dan susu sapi dalam negeri juga untuk ekspor meningkatkan devisa negara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, penghibahan 18 sapi pejantan unggul ini, sungguh tak ternilai harganya. Diharapkan dengan 18 sapi pejantan unggul tersebut su¬dah bisa menghasilkan 270 ribu sapi pertahun. Jika itu sapi pedaging dengan ukuran 300 kg saja per ekor dikali Rp 30 ribu per kg, akan bernilai kurang lebih Rp 2,5 triliun per tahun. Itulah nilai hibahnya. Tapi Syaykh Al-Zaytun mengatakan jangan dihitung dan dirupiahkan, lebih baik dilihat kemanfaatannya untuk mendorong kebangkitan bangsa, khususnya kebangkitan peternakan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="COLOR: rgb(204,102,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Sumber : Majalah Berita Indonesia – Edisi 57 Tahun 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-7361587336038764688?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/7361587336038764688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=7361587336038764688&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/7361587336038764688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/7361587336038764688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/07/al-zaytun-hibahkan-18-sapi-pejantan.html' title='Al-Zaytun Hibahkan 18 Sapi Pejantan Unggul ke Negara'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SHiyu46Zn0I/AAAAAAAAAF8/H4EzcUMrpUc/s72-c/Hibah+Sapi+Bull+Al-Zaytun+untuk+Bangsa+Indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-1049043767040064336</id><published>2008-07-12T05:51:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T04:43:42.056-07:00</updated><title type='text'>Datangkan 1180 Kepala Sapi Perah dari New Zealand</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SHizoxBs0OI/AAAAAAAAAGE/10_w7FpYCyo/s1600-h/Sapi+Bull+hasil+Embrio+Transfer+(ET)+Al-Zaytun.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222121280872698082" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SHizoxBs0OI/AAAAAAAAAGE/10_w7FpYCyo/s400/Sapi+Bull+hasil+Embrio+Transfer+%28ET%29+Al-Zaytun.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Peringatan Satu Abad Hari Kebangkitan Nasional oleh Al-Zaytun ditandai dengan berbagai tindakan nyata, melakukan hal-hal penting untuk mewujudkan kebangkitan bangsa. Di antaranya, selain mengibahkan sejumlah sapi pejantan unggul kepala Negara, juga papa bulan Mei ini mendatangkan 1.118 kepala sapi perah remaja dari New Zealand.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Impor sapi perah ini dalam rangka pengembangan peternakan sapi perah modern dan terpadu di kawasan pertanian terpadu Waduk Windu Kencana, Al-Zaytun di Incramayu, Jawa Barat. Hal ini dihajatkan untuk ikut mengatasi pemenuhan kebutuhan susu dalam negeri yang sampai scat ini masih lebih banyak yang diimpor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menempuh proses panjang dan berbelit, izin impor 1.118 kepala sapi itu akhirnya diperoleh. Yang mengeluarkan izin bukan Departemen Perdagangan, tapi Departemen Pertanian, cq Dirjen Peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara proses di New Zealand sangat terukur dan cepat. Pada tanggal 22 April sudah dikapalkan dan akan tiba di tanah air tanggal 24 Mei 2008. Diharapkan dengan modal 1.118 kepala sapi yang diimpor ini, lima tahun ke depan Al-Zaytun sudah dapat memberi sumbangsih pemenuhan kebutuhan susu nasional secara signifikan, juga akan menjadi pusat bibit sapi nasional. "Karena yang kita impor ini, menurut orang New Zealand bagus, dan menurut kita juga bagus," kata Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang, ketika dikonfirmasi tentang hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ini, kata Syaykh Panji Gumilang, mereka akan ke Kanada, berburu sapi bagus. Ke Kanada bukan mengimpor sapinya tapi bakal sapinya, sel spermanya. "Karena itu lebih ringan risikonya. Satu, penyakitnya nol. Kedua, transportasi sepersekian. Kemudian jangka waktu penyimpanan, no problem, tidak perlu kandang, hanya perlu lemari," ujar Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="COLOR: rgb(51,51,255); FONT-STYLE: italic"&gt;Al-Zaytun menargetkan pertumbuhan jumlah sapinya sebesar 400% per lima tahun. Pada tahun 2013 AI-Zaytun sudah akan memilik 5.000 kepala sapi, 2018 menjadi 20.000 kepala dan 2023 sudah akan mencapi 80.000 kepala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan buktikan apa yang dicita-citakan Hindia Belanda dulu 1818, In¬donesia menjadi pusat peternakan tercapai di 2008-2013 atau selambatnya 2018 lah. Cita-cita itu diterapkan oleh Tasman di New Zealand sehingga menjadi lautan Tasmania, orang Belanda juga, sama nenek moyangnya. Sapi di Indonesia dan New Zealand sama di datangkan, bareng tahun 1818. Sama-sama FH. Di sang sudah maju di sini belum maju, tunggu 2018," tegas Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda dengan Australia. "Makanya kita tidak mengambil dari Australia karena nenek moyangnya berbeda dengan kita. Kalau New Zealand, nenek moyangnya Belanda, sama dengan kita. Saya tidak mau mengatakan nenek moyang kita orang Majapahit. Majapahit nggak memberikan sapi, jalan, tapi ngasih patung," kata Syaykh Panji Gumilang. Nenek moyang yang dimaksudkan adalah nenek moyang yang kasih jalan, kasih peternakan, kasih pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang New Zealand sudah punya 8 juta sapi, sementara Indone¬sia masih 300 ribu saja. "Ini di mana salahnya? Ternyata harus nunggu 200 tahun. Tidak apa-apa yang penting ada. Kita pernah jadi bangsa yang termaju di dunia, nah kita ulangi. Jangan bilang kita tidak pernah maju. Nenek moyang kita seorang pelaut tapi yang bust kapalnya Belanda, jangan marah itu kenyataannya. Nah, orang Tegal, Pekalongan, semua daerah yang di pinggir laut ikut semua. Orang Semarang, Gresik, Indramayu, Demak juga ikut, jadilah pasukan. Kemudian dipertahankan negara-negara pesisir dan akhirnya mereka diangkat menjadi angkatan laut," Syaykh menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka coba tanya orang Bandung, apa mereka bisa mencari ikan? Tidak. Yang bisa hanya orang Indramayu. Sekarang peninggalan-peninggalan Kereta kencana itu memang punya orang Jawa? Itu semua kereta orang Eropa, yang dijawakan. Jadi, nasional itu adalah Hindia Timur dari Hindia Belanda yang sekarang menjadi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh juga menguraikan bahwa pernah ada orang menggugat Indo¬nesia ini dari Belanda. Memang dari Belanda. Menurutnya, kalau tidak ada Belanda, tidak jadi Indonesia. "Harusnya bersyukur, berterimakasih kepada Belanda karena sudah mempersatukan kami yang terpecah¬pecah. Siapa yang membuat bahasa Indonesia menjadi lingua fragma kita? Belanda!" kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya, berikut penuturan Syayk Panji Gumilang: "Belanda itu pintar mendatangkan Snookhurgoronye. Kenapa Snook? Karena orang sini banyak yang menulis dan membaca dari kanan, terbawa kebudayaan Arab. Van Der Plaast bahkan tulisan kanannya lebih bagus dari Syaykh, dari Timur Tengah. Siapa yang membekali kebangkitan nasional? Belanda. Karena kita dibekali 3 M, membaca, menulis, menghitung. Dibekali 3M saja bisa merdeka, itu hebatnya Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman Belanda toleransi beragama berjalan. Orang Jatim tidak pernah berantem antar-agama. Persatuan itu jangan diabaikan. Kita dulu belum berhak menjadi pintar karena kita belum dapat 3M tadi, yang punya 3M itu Belanda.&lt;br /&gt;Nah sekarang kita sudah menjadi pintar jangan benci terhadap orang yang lebih dulu pintar, maka tidak mengecilkan bangsa Belanda. Kalau itu bisa ditempuh, jayalah Indonesia. Bangsa Taiwan itu pernah dijajah Jepang selama 50 tahun tapi peninggalan-peninggalan Jepang masih dirawat dengan baik sampai sekarang. Mereka bilang kalau tidak dididik Jepang, kami belum bisa maju sampai sekarang, kami berguru pada Jepang dan peninggalannya kami hormati. Indonesia belum bisa seperti itu kan. Itu butuh proses panjang dan pendalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir sejarah berbicara seperti itu, bangsa kita dulu belum bisa melakukan apa-apa, nanam padi, nanam kopi saja belum bisa. Yang dinamakan mengejar rempah-rempah, bukan berarti di sini banyak rempah-rempah tapi di sini cocok untuk menanam rempah, jadi dibawalah bibit dari berbagai negara ditanam di sini bersama-sama kemudian dibawa lagi ke Belanda. Seakan-akan di sini gudangnya rempah-rempah. Seperti sapi, kelapa, buah asam, dan sebagainya itu bawaan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan lebat di dalam sana jangan-jangan juga bawaan Belanda. Kemudian tatkala Belanda pergi, gundullah hutan Indonesia. 60 tahun saja hutan ini habis oleh bangsa sendiri. Jadi jangan terlalu mengecilkan, memelihara lah. Wong, pada zaman Belanda, ngangon kerbau di pinggir jalan saja didenda, kuda lecet sedikit saja didenda. Sekarang bukan kuda lecet yang didenda, manusia berlumuran darah tidak ada yang mendenda, masjid dibakar, gereja dilempari tidak ada yang menyetop. Nah itu budaya. Maka perlu pendidikan jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, Belanda pernah menjadi &lt;span style="COLOR: rgb(51,51,255); FONT-STYLE: italic"&gt;super power&lt;/span&gt; dunia, intinya adalah negara kita ini. Membangun Amsterdam itu dibiayai dari sini dan di sini gagal. Negara terpencil jauh dari mana-mana tapi sudah punya kereta api di saat kereta api baru bangkit, punya pabrik-pabrik di saat pabrik¬pabrik baru bangkit, sudah punya kapal api di saat baru ada kapal api. Mengapa bangsa Belanda sampai sekarang terngiang-ngiang pada beras Cianjur, Rojolele itu? Karena dulu beras Cianjur khusus di ekspor ke Eropa. Jangan terlalu membenci, tidak ada untungnya. Karena dari situ kita mengenal beragam budaya. Coba kalau kita dilepas begitu saja, tidak tahu kita sudah bisa bercelana atau belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="COLOR: rgb(204,102,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Sumber : Majalah Berita Indonesia Edisi 57 - 2008&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-1049043767040064336?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/1049043767040064336/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=1049043767040064336&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1049043767040064336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1049043767040064336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/07/datangkan-1180-kepala-sapi-perah-dari.html' title='Datangkan 1180 Kepala Sapi Perah dari New Zealand'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SHizoxBs0OI/AAAAAAAAAGE/10_w7FpYCyo/s72-c/Sapi+Bull+hasil+Embrio+Transfer+%28ET%29+Al-Zaytun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-6749277909582420999</id><published>2008-07-12T05:49:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T00:37:51.807-07:00</updated><title type='text'>Kebangkitan Nasional itu, Kebangkitan Pendidikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SHi0z-SuvLI/AAAAAAAAAGM/wgeskNOhhqg/s1600-h/Pendidikan+adalah+kunci+memperbaiki+nasib+bansa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SHi0z-SuvLI/AAAAAAAAAGM/wgeskNOhhqg/s400/Pendidikan+adalah+kunci+memperbaiki+nasib+bansa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222122572923976882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tokoh pendidikan terpadu Syaykh AI-Zaytun Dr AS Panji Gumilang mengatakan dalam rangka memeringati Satu Abad Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei 1908-2008) semua elemen bangsa harus memberi solusi untuk mengatasi berbagai masalah yang tengah dihadapi bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seratus tahun, apa yang telah kita perbuat? Yang bisa menjawab, ya masing-masing," kata tokoh pendidikan bervisi demokrasi, toleransi dan perdamaian, ini dalam percakapan dengan Wartawan Berita Indonesia, 12 Mei 2008. Menurut pemangku pendidikan berbasis (sema¬ngat) pesantren tapi bersistern modern ini, sesungguhnya kebangkitan nasional itu adalah kebangkitan pendidikan. "Ayo kita tata pendidikan ini lebih baik dari hari ini. Nah, itu ciri bangkit, " kata pendiri dan pemimpin Ma'had AI-Zaytun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh yang sangat enerjik ini juga me¬ngungkapkan tentang politik bersepeda, dalam hubungannya dengan kepemim¬pinan dan kebangkitan nasional. "Sepeda itu harus dipegang oleh pengendaranya. Power-nya itu dari pemimpinnya (pengendara). Itu politik bersepeda. Kalau man mengendarai dan mengendalikan kekuatan dahsyat, sepeda itu dahsyat, maka dinamakan bicycle. Cycle, cycling yang terns bergerak (putaran)," katanya. Selain itu, dia juga menegaskan sikapnya: "Simbol saya demokrasi perdamaian tanpa senjata," katanya ikhlas dan berterimakasih tatkala dihadiahi rencong.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berita terkait : &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2008/07/kebangkitan-nasional-itu-kebangkitan.html"&gt;Kebangkitan Nasional itu- Kebangkitan Pendidikan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-6749277909582420999?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/6749277909582420999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=6749277909582420999&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6749277909582420999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6749277909582420999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/07/kebangkitan-nasional-itu-kebangkitan.html' title='Kebangkitan Nasional itu, Kebangkitan Pendidikan'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SHi0z-SuvLI/AAAAAAAAAGM/wgeskNOhhqg/s72-c/Pendidikan+adalah+kunci+memperbaiki+nasib+bansa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-4307813807914829863</id><published>2008-07-12T05:43:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T00:24:56.719-07:00</updated><title type='text'>Pusat Pembibitan Sapi Nasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SHi2Gl0TW4I/AAAAAAAAAGU/cf0BiEc5rNg/s1600-h/Sapi+Limpobal+-+Hasil+crossing+di+Al-Zaytun.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222123992283044738" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SHi2Gl0TW4I/AAAAAAAAAGU/cf0BiEc5rNg/s400/Sapi+Limpobal+-+Hasil+crossing+di+Al-Zaytun.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sebuah lembaga pendidikan menghibahkan 18 kepala sapi pejantan unggul kepada pemerintah (negara), suatu berita menarik yang belum pernah terjadi di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya pemerintahlah yang menghibahkan sesuatu kepada lembaga pendidikan. Oleh karena itu, Berita Indonesia berulang kali menanyakan apa latar belakang, penyebab atau yang mendorong sehingga Al-Zaytun menghibahkan puluhan sapi pejantan unggul itu kepada pemerintah. Dalam rangkaian percakapan dengan Syaykh Panji Gumilang terungkap pula obsesi Al-Zaytun menjadi pusat bibit sapi nasional, baik perah maupun sapi pedaging.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berita terkait : &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2008/07/pusat-pembibitan-sapi-nasional.html"&gt;Pembibitan Sapi Nasional&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-4307813807914829863?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/4307813807914829863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=4307813807914829863&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/4307813807914829863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/4307813807914829863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/07/pusat-pembibitan-sapi-nasional.html' title='Pusat Pembibitan Sapi Nasional'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SHi2Gl0TW4I/AAAAAAAAAGU/cf0BiEc5rNg/s72-c/Sapi+Limpobal+-+Hasil+crossing+di+Al-Zaytun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-1279941729535484129</id><published>2008-06-20T08:05:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T04:54:42.537-07:00</updated><title type='text'>ASSA Selesaikan Jelajah Jawa Madura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SFvIL5eOnuI/AAAAAAAAAF0/4XlS0orhy84/s1600-h/Asosiasi+Sepeda+Sport+Al+Zaytun+di+Indramayu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SFvIL5eOnuI/AAAAAAAAAF0/4XlS0orhy84/s400/Asosiasi+Sepeda+Sport+Al+Zaytun+di+Indramayu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213981100343205602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;div style="text-align: justify;"&gt;INDRAMAYU, Sebanyak 280 anggota Asosiasi Sepeda Sport Al Zaytun (ASSA), kembali di kampusnya di Pondok Pesantren AlZaytun di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Selasa (10/6). Mereka telah menyelesaikan kegiatan "Jelajah Jawa Madura" dengan sepeda sepanjang 2.000 kilometer  dalam waktu 16 hari mengelilingi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Madura.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menyesaikan etape terakhirnya, peserta sepeda santai Jelajah Pulau Jawa Madura tersebut sempat beristirahat di Losari yang merupakan wilayah perbatasan Jabar - Jateng. Sehari sebelumnya di etape 15 yang mengambil start di Sumpiuh - Banyumas, peserta menempuh perjalanan sepanjang 132 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para peserta, pada perjalanan etape 15 medannya lumayan berat. Bahkan terpaksa harus menguras tenaga karena harus menghadapi tanjakan sepanjang 40 kilometer khususnya di wilayah Wangon Kabupaten Banyumas dan Paguyangan serta Bumiayu Kabupaten Brebes. "Karena panjangnya jalur tanjakan dan curam, banyak peserta yang tercecer. Namun seluruh peserta dapat menyesaikan perjalanan di etape tersebut," ujar seorang peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di etape 16, karena jarak sepanjang 135 kilometer antara Losari - Kampus Al Zaytun di Kecamatan Gantar (Indramayu) relatif datar, peserta tidak menghadapi kesulitan berarti. Hanya karena rombongan harus melewati sejumlah lokasi `pasar tumpah` maka sempat menimbulkan kemacetan di lokasi-lokasi jalur jalan yang terdapat aktivitas pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan peserta sepeda santai Jelajah Pulau Jawa Madura tersebut sebelum menyelesaikan etape terakhirnya, sekitar pukul 9.30 WIB sempat diterima Muspida Kabupaten Indramayu termasuk Bupati H Irianto MS Syafiuddin (Yance) dan Ketua DPRD Indramayu H Hasyim Junaedi di Pendopo Pemkab Indramayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan tersebut, Syek Panji Gumilang bersama rombongan menyerahkan kenangan-kenangan berupa plakat Al-Zaytun kepada Bupati Yance. "Kami sangat mendukung kegiatan berolah raga dengan menggunakan sepeda ini. Selain menyehatkan, juga sangat bermanfaat bagi kecerdasan para pelajar," ujar Bupati Yance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bupati Yance, kegiatan bersepeda bagi para pelajar di Indramayu telah dianjurkan untuk dilaksanakan oleh semua sekolah yang ada. Artinya, larangan bagi pelajar untuk tidak menggunakan sepeda motor ataupun mobil saat sekolah, saat ini harus benar-benar dipatuhi oleh para siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Syekh Panji Gumilang mengatakan, selama melaksanakan kegiatan bersepeda di tanah Jawa, ternyata  telah banyak yang berubah. Pantai-pantai di sepanjang pesisir Pulau Jawa banyak yang tidak terlindung secara alami oleh hutan bakau hingga terjadi kerusakan lingkungan pesisir yang sangat parah. (A-96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&amp;amp;id=17234"&gt;www.pikiran-rakyat.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-1279941729535484129?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/1279941729535484129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=1279941729535484129&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1279941729535484129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1279941729535484129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/06/assa-selesaikan-jelajah-jawa-madura.html' title='ASSA Selesaikan Jelajah Jawa Madura'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SFvIL5eOnuI/AAAAAAAAAF0/4XlS0orhy84/s72-c/Asosiasi+Sepeda+Sport+Al+Zaytun+di+Indramayu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-1922748968238060191</id><published>2008-06-12T07:26:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T04:58:36.567-07:00</updated><title type='text'>TOUR SEPEDA JAWA MADURA KUNJUNGI SRAGEN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SFEzd7OVYeI/AAAAAAAAAFs/s2pha-P3J2c/s1600-h/Asosiasi+Sepeda+Sport+Al-Zaytun+di+Sragen.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SFEzd7OVYeI/AAAAAAAAAFs/s2pha-P3J2c/s400/Asosiasi+Sepeda+Sport+Al-Zaytun+di+Sragen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211002833051410914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;SRAGEN - Memasuki hari ke 12 Tour Jawa Madura &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Asosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun&lt;/span&gt; (ASSA) berkesempatan mengunjungi kantor Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen, Selasa (6/6) siang. Rombongan pengendara sepeda yang berjumlah 278 orang diterima oleh Sekretaris Daerah Kushardjono. Start Tour Jawa Madura tersebut dimulai tanggal 16 Mei lalu dari Kampus Al Zaytun Indramayu Jabar. Direncanakan, tour Jawa Madura memakan waktu 16 hari perjalanan, Finish direncanakan pada tanggal 11 Juni nanti. Memasuki kota sragen, jarak perjalanan yang telah ditempuh sepanjang 1559 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASSA terdiri dari pelajar, mahasiswa, dosen, guru, pengurus, pengasuh dan pimpinan yayasan. Dari jumlah 278 orang, 28 orang diantaranya adalah peserta santriwati. Al Zaitun merupakan salah satu Pesantren terbesar di Asia Tenggara yakni &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Mahad Al-Zaytun&lt;/span&gt; di Haurgelis Indramayu. Menurut AS.Panji Gumilang Pimpinan Rombongan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut seabaad Hari Kebangkitan Nasional serta dalam rangka memperingati Hari Lahirnya nilai-nilai Dasar dan Falsafah Negara Pancasila, Hari Lingkungan Hidup dan Hari anti narkoba. Kegiatan ini, tambah AS.Gumilang, juga sebagai ajang untuk memperkenalkan daerah-daerah di Jawa dan Madura kepada anak-anak didik di pesantrennya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen Drs. Kusharjono dalam sambutannya mengatakan, bahwa tour kali merupakan tour yang paling tertib dibandungkan tour-tour sebelumnya yang pernah singgah di Kabupaten Sragen. Hal ini, menurut Sekda dalam dilihat dari penampilannya para peserta yang sopan dalam perjalanan maupun dari penampilan secara fisik peserta tour. Kedatangan rombongan juga sangat sesuai dengan misi Pemkab Sragen yang sedang gencar-gencarnya menggelorakan semangat kebangsaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti sore, rombongan akan melakukan penanaman pohon secara simbolis di Taman Kota Sragen. Ada beberapa jenis pohon yang akan ditanam diantaranya, bunga tanjung, pohon salam, kayu bintaro, pohon laban dan mimbo. Kegiatan menanam pohon ini juga dilakukan setiap menyinggahi kota/ kabupaten yang menjadi rute tour. Menurut AS. Panji Gumilang, kegiatan penanaman pohon ini dilakukan sekaligus untuk mengkampanyekan cinta menanam pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran bila rombongan ini sangat peduli akan lingkungan. Berawal dari kampus Al-Zaytun yang tidak hanya dikenal sebagai sebuah pesantren terbesar di Asia Tenggara, namun telah mulai dikenal dengan hutan kotanya. Bila memasuki areal kampus, akan banyak terlihat pohon yang tumbuh di areal pendidikan tersebut sehingga membuat suasana sejuk dan menyenangkan bagi penghuni yang mendiaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panji mengaku tidak ada kendala selama perjalanan 12 hari ini. Untuk meminimalis resiko kecapaian dari peserta, dalam sehari perjalan dibagi menjadi empat tahap. Satu tahap perjalanan memakan waktu 2 jam perjalanan kemudian diselinggi istirahat seperempat jam. Selama dalam perjalan ini hanya ada satu orang yang sakit yakni pada etape pertama. Peserta yang sakit tersebut langsung dibawa pulang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu melewati perbatasan Ngawi - Sragen, tepatnya di lokasi kecelakaan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sofyan Sophan&lt;/span&gt;. Rombongan sempat berdoa bersama-sama. ”Hal tersebut kami lakukan untuk menghormati arwah beliau” aku AS. Gumilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 16 hari perjalanan yang direncanakan, kurang lebih akan menempuh jarak 2000 km. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh ASSA. Sebelumnya pernah menggelar kegiatan serupa namun hanya di seputar daerah Banten kurang lebih menempuh jarak 400 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta termuda, dalam tour kali ini adalah Kautzat, siswa kelas 2 SMP di Al Zaitun, sementar peserta tertua adalah AS Panji Gumilang sendiri yang memakai sepeda merk&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; GIANT ANTHEM ADVANCED&lt;/span&gt; dengan stang tipe Race Face Next SL 25.4 Shock tipe Fox Float RP23, Shifter tipe Shimano Rapidfire, Group set merk Shimano XTR, Ban tipe Michelin XCR Dry2 26X2.00, Frame berbahan Formula One Composite, 3,5II Maestro Suspension dan Crank Shimano XTR 22/32/44, yang menjadikannya tampak lebih muda dan gagah. Menurutnya bersepeda tidak ada batasan usia, hanya semangat yang membatasi manusia menjadi tua. (Hart – Humas)  &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber : &lt;a style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.sragen.go.id/berita/berita.php?id=6907"&gt;www.sragen.go.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-1922748968238060191?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/1922748968238060191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=1922748968238060191&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1922748968238060191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1922748968238060191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/06/tour-sepeda-jawa-madura-kunjungi-sragen.html' title='TOUR SEPEDA JAWA MADURA KUNJUNGI SRAGEN'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SFEzd7OVYeI/AAAAAAAAAFs/s2pha-P3J2c/s72-c/Asosiasi+Sepeda+Sport+Al-Zaytun+di+Sragen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-6691890725123548727</id><published>2008-05-31T06:00:00.000-07:00</published><updated>2008-06-06T07:45:09.382-07:00</updated><title type='text'>Nyalakan Nyali Keliling Jawa-Madura !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElInsqX10I/AAAAAAAAAEk/K-C87R1GpuU/s1600-h/Assa+-+Try+Out+Kedua.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElInsqX10I/AAAAAAAAAEk/K-C87R1GpuU/s400/Assa+-+Try+Out+Kedua.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208774290871670594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Syaykh Al‑Zaytun AS Panji Gumilang memimpin langsung khafilah Al‑Zaytun, yang tergabung dalam Asosiasi Sepeda Sport AI-Zaytun disingkat ASSA [bermakna nyali dan harapan] menjelajah jalanan Jakarta, Minggu 24 Februari 2008. Kegiatan ini merupakan try-out ketiga untuk mengalakan nyali ASSA yang berencana bersepeda keliling Java‑Madura, 26 Mei -10 Juni 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh Al‑Zaytun menegaskan dengan nyali besar, siapa pun dan apa pun kedudukannya, menjadi dapat berkontribusi membangun negara dan bangsanya sesuai keahlian dan profesi yang ditekuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh pendidikan terpadu yang memimpin lembaga pendidi­kan Islam berskala global (Al-Zaytun), itu ikut terjun langsung sebagai peserta mengayuh kereta angin menjelajah jalanan Jakarta sepanjang 43 kilometer yang ditempuh selama dua jam tanpa henti. Sepanjang jalan, tokoh pem­bangun moral bangsa, berusia 62 tahun ini, tidak terlihat kecapekan hingga tiba kembali di finish. Bahkan seorang anggota polisi yang ikut serta dalam tim ASSA itu yang justru terengah, apalagi pada saat menyusuri jalan menanjak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Syaykh Panji Gumilang dalam beberapa bulan terakhir memang sudah terlatih mengayuh sepeda 2 x 40 km setiap hari. Di tengah kesibukannya yang amat padat sebagai pemimpin Al-Zaytun, dia gencar merevitalisasi budaya naik sepeda, baik sebagai sarana transportasi maupun sebagai sarana olahraga. Menurut Syaykh, naik sepeda selain bisa mengurangi polusi yang diakibatkan kendaraan bermotor juga menyehatkan raga dan jiwa yang pa­da gilirannya juga membangkitkan nyali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang sangat membutuhkan nyali yang kuat agar jangan pernah ber­putus asa. "&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Nyali yang kuat memungkin­kan kita dapat menghargai dan membe­sarkan orang lain, sementara hati kita sendiri tetap penuh kerendahan. Berse­peda adalah salah satu cara membangun nyali&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;," kata Syaykh Panji Gumilang. Da-lam rangka membangun nyali yang kuat itu, Al-Zaytun berencana bersepeda keli­ling pulau Jawa-Madura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Asosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; atau ASSA yang pendiriannya barn diresmikan 1 Muharram 1429 H, pada 26 Mei – 10 Juni 2008 ini merencanakan sebuah perjala­nan keliling pulau Jawa-Madura dengan bersepeda. Perjalanan sekitar 2000 km An diperkirakan diikuti oleh setidaknya 200 orang peserta, selain untuk memas­yarakatkan penggunaan sepeda di semua kalangan masyarakat, ASSA akan melaku­kan pula kegiatan menanam pohon di setiap kota di pulau Jawa yang disinggahi pada setiap momen istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan makna kata ASSA, yang berarti nyali dan harapan, salah satu inti bersepeda keliling pulau Jawa-Madura ini tujuan utamanya adalah membangun nyali setiap diri peserta, maupun penik­mat Berta pemerhati olahraga sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat sepeda, Al-Zaytun membangun nyali masyarakat supaya mereka tidak lemah nyali, dan jangan pula sekali-kali berputus asa. Caranya dimulai dengan memasyarakatkan sepeda. Menurut Syakh Al-Zaytun AS Panji Gumilang, ber­sepeda adalah olahraga paling sehat yang dapat diikuti semua generasi mulai anak­anak, remaja, dewasa, hingga orangtua dan veteran. Dengan bersepeda, jantung sehat, saraf sehat, paru-paru sehat, otot sehat, demikian pula kerja genetika men­jadi sempurna hanya dengan modal kecil sebuah sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh menegaskan, dengan nyali besar, siapa pun dan apa pun kedu­dukannya menjadi dapat berkontribusi membangun negara dan bangsanya sesuai keahlian dan profesi yang ditekuni. Orang yang bersepeda adalah orang yang tidak pernah berputus asa, walaupun dia tidak menggunakan bahan bakar minyak. Se­bab bahan bakar sepedanya adalah bagaimana kaki digerakkan, ditumpang­kan di pedal, kemudian masuk ke roda lalu roda berputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElMh8qX12I/AAAAAAAAAE0/g3yajL7Z5nE/s1600-h/Assa+-+Try+Out+Ketiga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElMh8qX12I/AAAAAAAAAE0/g3yajL7Z5nE/s400/Assa+-+Try+Out+Ketiga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208778590133933922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ujicoba di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pembentukan nyali secara aktual dimulai, terlebih dahulu dilaksa­nakan ujicoba bersepeda di berbagai tempat, termasuk keliling ruas-ruas jalan raya protokol Ibukota Jakarta, pada Minggu 24 Februari 2008 antara pukul 06.00-08.00 WIB. Jakarta dipilih yang kondisi jalan rayanya mendekati arena yang sesungguhnya di sekeliling pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta mengambil start dari Cirendeu, Jakarta Selatan melewati Pasar Jumat­-Lebakbulus-Pondok Indah-Kyai Maja - ­Blok M-Sisingamangaraja-Sudirman-­Thamrin-Monas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kemudian kembali balik dengan mengambil rute Monas-Thamrin-Sudir­man-Sisingamangaraja-Blok M-Kiyai Maja-Pondok Indah-Lebakbulus-Pasar Jumat hingga finish kembali ke Cirendeu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujicoba diikuti 18 peserta yang akan menjadi peserta inti saat rombongan besar Al-Zaytun berkeliling pula Jawa, dipimpin langsung oleh Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang menempuh jarak sejauh 43 kilometer yang diselesaikan selama sekitar dua jam. Jarak sejauh itu apabila ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor menghabiskan tiga liter bensin.Tetapi dengan bersepeda bahan bakarnya adalah sate kambing berikut sayur kangkung atau bayam Berta makanan protein lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujicoba berlangsung dengan baik sebab seiring-sebangun dengan pola latihan selama ini yang sudah tertata rapi sejak 17 Nopember 2007, yaitu dua kali setiap pagi bersepeda masing-masing selama dua jam berlangsung pukul 05.30-07-30 WIB, lalu diselingi istirahat setengah jam, kemudian dilanjutkan lagi pukul 08.00-10.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan latihan teratur, pencapaian bersepeda keliling pulau Jawa-Madura sudah dianggap tercapai 75 persen. Apabila ditambah asupan makanan yang pas sebagai "bahan bakar", maka pencapaian sudah mendekati 90 persen. Sehingga, pada hari-H setiap peserta tinggal menambah ketelitian dan keyaki­nan diri supaya kesuksesan dapat tercapai hingga 100 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, menurut Syaykh Al-Zaytun, unsur ketelitian dan keyakinan diri kendati memberikan kontribusi 10 persen saja, perannya sangat menentukan sekali dalam meraih keberhasilan. Jalanan Jakarta yang licin dan mulus-mulus hing­ga bisa dikayuh dengan kecepatan maksimal 37, 2 km perj am, untuk j arak 43 km ternyata harus ditempuh selama dua jam karena jalanan terhalang oleh banyak kendaraan yang lalu lalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tersebut menyiratkan pesan, seandainya pemerintah serius mengga­lakkan supaya semua lapisan masyarakat dalam setiap bepergian menggunakan sepeda, maka pemerintah sudah seha­rusnya mendedikasikan setidaknya satu lajur di sisi kiri dan satu lajur lagi di sisi kanan jalan tol untuk penggunaan sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian halnya, mengingat pengguna sepeda sehat di Jakarta sede­mikian semangatnya, satu lajur khusus untuk sepeda itu diperkirakan akan dapat dimanfaatkan oleh satu juta pengguna setiap harinya. Dan bahan bakar untuk penggunaan sepeda itu tak perlu diatur dengan kartu pintar untuk mengukur penggunaan bahan bakar minyaknya. Sebab "kartu pintar"-nya sepeda adalah bagaimana mulut mencari sate kambing.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Butuh Nyali Yang Kuat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rute bersepeda keliling Jawa-Madura­ perginya mengambil start di kampus Al-Zaytun Indramayu memasuki Pantura sampai Surabaya keliling Madura, kembali lewat jalur selatan Jombang-Ngawi-Surakarta-Jogyakarta­Karanganyar - Bumi Ayu - ke arah Pantura kembali ke kampus Al-Zaytun, menem­puh jarak 1.889 km selama 16 hari (16o jam mengayuh sepeda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun akan memberitahu dan berkoordinasi penuh dengan setiap Kepolisian Resort (Polres) di masing­-masing kota. Al-Zaytun juga akan mena­nam aneka jenis pohon tanaman keras di setiap daerah yang disinggahi. Al-Zaytun sebagai lembaga pendidikan terpadu, dengan nyali besar yang dimiliki, berko­mitmen untuk menanam pohon jenis apa saja yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Sumber : Majalah Berita Indonesia Edisi 56 - 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-6691890725123548727?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/6691890725123548727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=6691890725123548727&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6691890725123548727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6691890725123548727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/05/nyalakan-nyali-keliling-jawa-madura.html' title='Nyalakan Nyali Keliling Jawa-Madura !'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElInsqX10I/AAAAAAAAAEk/K-C87R1GpuU/s72-c/Assa+-+Try+Out+Kedua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-3437475272729285736</id><published>2008-05-31T05:56:00.000-07:00</published><updated>2008-06-06T08:02:46.986-07:00</updated><title type='text'>Membangun Jiwa Raga Bangsa Untuk Indonesia Raya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElKVsqX11I/AAAAAAAAAEs/GFL2P5gFWX8/s1600-h/Assa+berlatih+di+Palagan+Agung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElKVsqX11I/AAAAAAAAAEs/GFL2P5gFWX8/s400/Assa+berlatih+di+Palagan+Agung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208776180657280850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyambut seabad Hari Kebangkitan Nasional serta dalam rangka memperingati Hari Lahirnya Dasar dan Falsafah Negara (Pancasila), Hari Lingkungan Hidup Internasional dan Hari Anti Narkoba Internasional, serta memperingati hari lahirnya Yayasan Pesantren Indonesia (YPI), dan untuk mengenal lebih dekat daerah­daerah di tanah air Indonesia tercinta, dalam hal ini Pulau Jawa dan Madura, ASSA (Asosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun) akan menyelenggarakan perjalanan sepeda sehat mengelilingi Pulau Jawa dan Madura dengan tema "&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Membangun Jiwa Raga Bangsa untuk Indonesia Raya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;". &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tour Jawa-Madura yang berjarak 2.000 km rencananya akan ditempuh selama 16 bari dimulai dari kampus AI-Zaytun Losari - Batang - Semarang - Seluke - Gresik - Bangkalan - Sumenep - Sampang - Wonocolo - Nganjuk ‑ Sragen - Wates - Sumpiuh -­ Ketanggungan - Indramayu dan berakhir di Kampus Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempersiapkan perjalanan bersepeda yang akan dilaksanakan pada 26 Mei 2008 sampai dengan 10 Juni 2008, ASSA terus melakukan latihan-latihan intensif yang dibagi dalam lima tahapan yaitu Latihan Dasar II, Latihan Dasar I, Latihan Menengah II, Latihan Menengah I, dan Utama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElOicqX13I/AAAAAAAAAE8/3eaI5nOSZek/s1600-h/Assa+-+Try+Out+Pertama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElOicqX13I/AAAAAAAAAE8/3eaI5nOSZek/s400/Assa+-+Try+Out+Pertama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208780797747124082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk mengetahui ketahanan fisik yang telah didapat dari hasil latihan yang dilakukan, ASSA melakukan try out yang diikuti oleh seluruh anggota dari berbagai tingkatan latihan. Try Out pertama diadakan pada Kamis 31 Januari 2008 menempuh jarak 42 km. Dari kampus Al­Zaytun jam 06.00 WIB rombongan bergerak ke arah barat melewati Kec. Gantar, Kec. Gabus Wetan Kec. Haurgeulis dan tiba kembali di Al­-Zaytun pukul 07.45 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElPT8qX14I/AAAAAAAAAFE/mfd_DTFxcfg/s1600-h/Assa+-+Try+Out+Kedua.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElPT8qX14I/AAAAAAAAAFE/mfd_DTFxcfg/s400/Assa+-+Try+Out+Kedua.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208781648150648706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Try Out Kedua dilaksanakan pada Kamis tarikh 21 Februari 2008, dengan jarak tempuh 49,52 km. Berangkat dari Al-Zaytun pukul 07.20 WIB, dan tiba kembali pukul 09.47 WIB. Start dari Al-Zaytun menuju Haurkolot lalu ke arah Bantarwaru, Sanca, Bantarhuni, dan kembali ke Al-Zaytun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Try Out ketiga dilakukan di ibukota Jakarta.&lt;br /&gt;Try Out Keempat dilaksanakan pada Kamis 13 Maret 2008, latihan yang bertema "Jelajah Wiralodra" menempuh jarak 145 km. Berangkat dari kampus Al-Zaytun pukul 05.50 WIB, melewati Kec. Gabus Wetan, Kec. Kroya, Kec. Kandang Haur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElQEcqX15I/AAAAAAAAAFM/ZS8b9q-W4-k/s1600-h/Assa+-+Try+Out+Keempat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElQEcqX15I/AAAAAAAAAFM/ZS8b9q-W4-k/s400/Assa+-+Try+Out+Keempat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208782481374304146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam Jelajah Wiralodra rombongan beristirahat di kantor Polres Indramayu jam 08.20 WIB diterima oleh Kapolres Indramayu, AKBP Drs. Syamsudin Janieb beserta staf, dan Kepala Kejaksaan Negeri Kab. Indramayu, Udjijono SH. Setelah menanam sebanyak 50 bibit pohon mimba, sonokeling, salam, trembesi, guta perca, bintaro dan laban di lingkungan Polres Indramayu. Jam 10.00 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan, melewati Plumbon-Widasari-Lohbener-Trisi-Cikedung­Tanjungkerta-Suka Slamet dan tiba di Al-Zaytun pukul 13.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElRB8qX16I/AAAAAAAAAFU/bWPDTj5VBys/s1600-h/Assa+-+Try+Out+Kelima.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElRB8qX16I/AAAAAAAAAFU/bWPDTj5VBys/s400/Assa+-+Try+Out+Kelima.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208783537936258978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Try Out Kelima dilaksanakan pada Sabtu 5 April 2008 di wilayah Kab. Pandeglang dan Kab. Serang, Banten. Latihan yang bertema "Nyambung Saderek" ini menempuh jarak 122 km. Jam 05.30 dari hotel Paranti Pandeglang, sirine tiga buah motor pengawal dari kepolisian Pandeglang memecah kesunyian kota, mengawal dan mengiringi barisan pesepeda berseragam hijau dengan lengan panjang berwarna hitam. Peserta "&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Nyambung Saderek&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;" berbaris rapi menyongsong matahari terbit menelusuri bukit berliku sepanjang Saketi dan Menes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada etape pertama, setelah menempuh jarak 40 km, seluruh peserta beristirahat di SPBU Carita. Setelah beristirahat selama 30 menit dan melakukan pemanasan, peserta melanjutkan etape kedua. Indahnya riak ombak dan tiupan angin laut yang semilir sepanjang perjalanan pada etape ini seakan memberikan pijatan­pijatan halus di sekujur tubuh dan mata sehingga tak terasa 4o km jalur Carita­ Karangbolong-Cinangka dapat ditempuh tanpa rasa lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketangguhan peserta mulai diuji pada etape ketiga. Tatkala memasuki Cinangka, jalan mulai menanjak, sepeda hanya dapat dikayuh dengan kecepatan 5-8 km/jam. Jalan yang terus menanjak memaksa peserta untuk mengeluarkan tenaga ekstra agar dapat terus mengayuh sepeda, peserta juga harus dapat menjaga keseimbangan tubuh agar tidak terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki Padarincang, Ciomas, jalan yang rusak dan berkerikil serta pangs yang menyengat, menambah beban otot-otot kaki untuk terus mendaki. Pada detik-detik itu, otot­otot kaki terasa tak mampu lagi digerakan, napas tersengal seakan sulit dihembuskan kembali, akan tetapi berbekal janji atlet yang "&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;pantang menyerah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;", semua peserta termasuk dua peserta puteri Shofiyah Al-Widad (mahasiswi Universitas Al-Zaytun) dan Usth Kokom Komariah (Mudarisah Al-Zaytun) mampu menyelesaikan semua etape dengan selamat serta sampai kembali di hotel Paranti Pandeglang jam 13.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lelah mengayuh sepeda selama enam jam, dari hotel Paranti, menggunakan tiga buah mobil Panther, satu buah De­fender serta satu buah mobil ambulan, peserta kembali ke Menes untuk menghadiri resepsi pernikahan puteri H. Shaleh Asad, sahabat Syaykh Al-Zaytun. Diiringi lagu­lagu nostalgia peserta menikmati hidangan makan siang, rant wajah peserta mulai bersinar kembali karena kalori yang habis terbakar tatkala mengayuh sepeda mulai terganti. Bahkan Usth Kokom Komariah sempat mengalunkan suara merdunya dengan menyanyikan lagu berjudul "Es Lilin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menikmati makan siang, "&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Nyambung Saderek&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;" diakhiri dengan menanam dua pohon kilaban sebagai kebanggaan masyarakat Banten, empat pohon jati dan dua pohon salam sebagai lambang kedamaian sejati di Perguruan Mathla'ul Anwar Pusat, Menes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan dengan disiplin, berani, Jujur, hemat, cerdas, sportif, toleran, menjunjung tinggi persaudaraan demi perdamaian, membela kemanusiaan dan pantang menyerah tour Jawa­-Madura dapat terlaksana sesuai rencana, mampu membangun jiwa­raga bangsa Indonesia dan dapat memayungi Indonesia dengan payung pepohonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Sumber : Majalah Berita Indonesia Edisi 56 - 2008&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-3437475272729285736?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/3437475272729285736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=3437475272729285736&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/3437475272729285736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/3437475272729285736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/05/membangun-jiwa-raga-bangsa-untuk.html' title='Membangun Jiwa Raga Bangsa Untuk Indonesia Raya'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElKVsqX11I/AAAAAAAAAEs/GFL2P5gFWX8/s72-c/Assa+berlatih+di+Palagan+Agung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-2999786914727828930</id><published>2008-05-31T05:50:00.000-07:00</published><updated>2008-06-06T07:17:46.432-07:00</updated><title type='text'>Gaya Hidup Mengayuh Kereta Angin Al-Zaytun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElFj8qX1zI/AAAAAAAAAEc/W9EZnfx9yG8/s1600-h/Assa+Jelajah+Jakarta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElFj8qX1zI/AAAAAAAAAEc/W9EZnfx9yG8/s400/Assa+Jelajah+Jakarta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208770927912277810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bersepeda layaknya mengendarai kumparan waktu. Mulanya, &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Baron Karl Von Drais (Heidelberg – Jerman, 1817)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; berkutat belasan jam di bengkel mekaniknya, menciptakan sepeda untuk menunjang efisiensi kerjanya sebagai kepala pengawas hutan Baden, yang membutuhkan sarana transportasi bermobilitas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan manusia membutuhkan kuda (ken­daraan) yang lebih molek agar hidup bisa lebih baik dan mampu menghargai waktu dengan mobilitas tinggi. Sejak itu, sepeda dan manusia menjadi sahabat karib yang tak terpisahkan oleh zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, setelah dua abad lebih bergulir, sepeda selain sebagai kenda­raan yang mempermudah hidup manusia, juga hadir sebagai kebutuhan olahraga. Saat mengayuh, aksi fisik membugarkan raga sekaligus menye­hatkan jiwanya. Lalu, si pengayuhnya akan "terbang" ke dalam romantisme masa lalu. Sepeda telah menemani kita dari masa kecil, saat menjejak usia re­maja, atau bahkan romantisme zaman bauhela saat si onthel lebih banyak am­bil peranan ketimbang si roda empat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam catatan World Tour-trial Mo­tor Journal, sampai tahun 1970 sepeda adalah kendaraan yang digunakan lebih dari 725 juta pengendara di penjuru dunia. Lalu angka menukik tajam menjadi 270 juta pengendara di akhir era 90-an. Angka tersebut sangat me­ngejutkan ketika menyadari akhir era 90-an telah terjadi lonjakan penduduk di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang mengatakan, bersepeda adalah olah­raga segala umur. "Dari anak-anak, re­maja, sampai orang tua bisa menggu­nakan sepeda. Faktor kecepatan dan ketepatan mengayuh bisa disesuaikan dengan umur pengendaranya," begitu kata Syaykh saat rehat setelah try out sepeda sehat menjelajah Jakarta Minggu pagi (24/02). Bersama 17 awak pendayuh lainnya, Syaykh AS Panji Gumilang bersepeda melintasi pagi hari Jakarta, sepanjang 43 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta dan sepeda bukan lagi karib yang baik. Prasarana untuk sepeda boleh dibilang tidak memadai. Jalan protokol, jalan perkotaan, perkantoran, pusat belanja dan area publik lainnya belum banyak menyediakan fasilitas bagi pe­ngendara sepeda. Tapi, ada yang sangat berbeda jika kita melihat kenyataan Jakarta, tepatnya down town Jakarta di minggu pagi. Belasan pengendara dari beragam komu­nitas "kereta angin berkayuh" itu bera­rakan di Jalan protokol Jakarta. Sekadar menyebut beberapa contoh, kawasan subur pengendara sepeda acap menyerbu kawasan Monas, Senayan, Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, Ragunan, Sunter, Kelapa Gading-Pulo Gadung, Kaman­doran-Cidodol, dan bahkan Kemayoran. Orang Jakarta bilang, sepeda mingguan. Mereka bisa datang dari mans saja, dari beragam kalangan yang membetuk komunitas pecinta sepeda. Satu yang menjadi acuan bagi mereka adalah bersepeda sehat! Mereka seperti kijang di hamparan lapangan rumput hijau. Me­ngayuh. Berarak-arakan. Melesat. Dan membelah Jakarta tanpa halangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dengan khafilah yang dimo­tori Syaykh AS Panji Gumilang. Melintas Jakarta bukan lagi perkara hanya ingin mengejar kemudahan jalan yang cen­derung landai dan halus. Tanga umbul-umbul dan emblem, pagi itu khafilah Mahad Al-Zaytun menjadi "warga" sepeda sehat di Jakarta. Mengambil start di kawasan Fatmawati Jakarta Selatan, menyusur Monas, lalu finish di Cireunde­Ciputat, di ujung Selatan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khafilah berkelebat selama dua jam tanpa spot perhentian. Lalu sorenya kem­bali ke Al-Zaytun Indramayu. Lalu, untuk apa bersusah payah dari Al-Zaytun datang ke Jakarta dengan membopong sepeda ji­ka di Indramayu dan kota sekitarnya jus­tru lebih menantang dengan medannya yang berat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diibaratkan, program Keliling Jawa-Madura &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Asosiasi Sepeda Sport Al­Zaytun (ASSA)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; mulai 26 Mei-10 Juni 2008 mendatang adalah semacam "pertempuran", maka sebelumnya sudah diupayakan latihan rutin dan sejumlah try out di sekitar Al-Zaytun dan kota/ kawasan di sekitarnya. Melihat kondisi keliling Jawa yang tak hanya menyimpan medan berat secara fisik, maka Jakarta bisa diibaratkan lagi sebagai medan yang "landai dan halus" namun membutuhkan taktik khusus untuk menembusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bukan berati jalan halus yang hot mix bisa lebih santai dan asal main kebut," kata Syaykh memberi saran. Khafilah sepeda keliling Jawa nanti bukan hanya akan melintas jalan terjal, berliku, menanjak, dan curam menukik. Tempaan mental inilah yang disasar untuk mengalibrasi seluruh peserta nantinya. Jadi, apapun rupa medan dan hambatannya nanti, dengan try out di Indramayu dan kota di sekitarnya itu, dan, dengan uji coba di Jakarta ini akan menjadi holistic try out. Kesemuanya memberi gambaran bersepeda termasuk olahraga yang membutuhkan mental yang kuat.&lt;br /&gt;Sehat dan Ramah Lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta di minggu pagi mirip keseharian di sekitar Mahad Al-Zaytun. Saban minggu pagi, Jakarta adalah "hari raya" sepeda sehat. Di sana terjadi kar­naval budaya gaya hidup sehat. Tua muda, beraneka jenis sepeda, dan dari beragam kalangan dan komunitas mengayuh bersama sedaya-upaya menyehatkan jiwa raga. Kemudahan fasilitas bersepeda di ja­lan protokol mulai pukul 6 sampai 9 pagi itu menjadi oase bagi pecinta sepeda sehat di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di Mahad Al-­Zaytun, sepeda sehat bukan lagi sebagai jargon. Aktivitas bersepeda menjadi keseharian hidup di Al-Zaytun. Guru dan siswa dibiasakan mengendarai sepeda di lingkungan kampus. Tersedia ruas jalan di setiap tepi jalan menjadi rancang khusus bagi pengendara sepeda di Al-Zaytun. Perlintasan itu mengambil ruas di jalan yang sama bagi pengendara roda empat. Lintasan sepeda mendapat white strips sekitar empat jengkal di tiap tepi jalan. Dengan dua. ruas (di kiri-kanan) jalan itu, pengendara se­peda akan dengan mudah mengambil jalan masing-masing satu arah. Dengan jalan satu arah itu, pengendara sepeda akan mendapat hak yang sama dengan pejalan kaki, dan pengendara roda empat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejalan kaki bisa nyaman di trotoar sambil menghirup udara segar tanpa diburu kendaraan lain. Begitupun kebera­daan sepeda dan roda empat tak terkecuali wajib mentaati rambu lalu lin­tas dan "polisi" jalan raya di kawasan kam­pus. Sebuah pemandangan yang nyaman dan teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersepeda di Al-Zaytun bukanlah karnaval budaya saban akhir pekan. Di sana, dibiasakannya sepeda bagi santri, guru, karyawan dan eksponen telah men­jadi kebutuhan sehari-hari. Fasilitas parkir yang aman bagi sepeda juga terse­dia di setiap wilayah gedung dan di setiap, fasilitas parkir kendaraan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan jika dibandingkan kendaraan roda empat seperti mobil para tamu atau bus karyawan, sepeda. menjadi "raja" dan sangat populis keberadaannya di Al-Zay­tun. Dengan memiliki sepeda menjadi salah satu kebutuhan secure di kampus terpadu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila di Jakarta (pada umumnya) belum banyak menyediakan fasilitas untuk pengendara sepeda, maka di Al-Zaytun justru sudah mengembangkan sepeda sebagai gaya hidup keseharian. Mulanya berproses melalui peraturan tidak diperkenankannya kendaraan bermotor masuk lingkungan kampus, lalu pada akhirnya menjadikan sepeda sebagai kebutuhan sehari-hari, dan tersosialisa­sikan dengan sendirinya. Kehidupan ber­sepeda menjadi subur, dan benar-benar mengakar sejak mula Al-Zaytun didirikan hingga sekarang. Lalu-lalang sepeda telah menjadi pemandangan yang harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah yang patut diacungi jempol. Mahad Al-Zaytun sebagai lembaga keilmuan sudah memulai gaya hidup se-hat dan ramah lingkungan, bahkan jauh sebelum isu pemanasan global menjadi isu utama dunia. Bisa dibayangkan, be­rapa jumlah bahan bakar yang di-"ta­bung" dari aktivitas seluruh kegiatan Al­-Zaytun.&lt;br /&gt;Jalur Hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan Syaykh tadi, bersepeda adalah olahraga yang bisa dilakukan semua umur. Yang usia muda sudah pasti bisa melakukannya dengan baik. Dus, bagi yang berusia lanjut masih bisa melakukannya, jika masih sehat. Kendati bukan sekadar gowes-gowes, bersepeda membutuhkan teknik dan pencapaian mental yang baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai bersepeda limas Jakarta minggu pagi itu, Syaykh berbagi pengalaman seputar dunia persepedaan. Ada semacam penyadaran diri bagi pengendara untuk menjiwai arti mengayuh si roda dua tadi. Meski selintas lalu sepeda terkesan sederhana, nyatanya tidak semudah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bersepeda itu tidak boleh sambil ngo­brol," kata Syaykh memberi masukan. Jelas, bersepeda tidak bisa dipandang sebelah mata. Konsentrasi penuh diper­lukan di sang. Selain itu, bersepeda juga mempunyai attitude yang khas dari jenis olahraga lainnya. Fisik yang kuat ditopang days jelajah medan serta penguasaan ke­cepatan kayuh yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelang sepeda sehat keliling Jawa­Madura mulai 26 Mei- 10 Juni 2008, Mahad Al-Zaytun akan meneruskan try out semacam ini sebagai uji persiapan. Hajatan yang kelak akan menebarkan semangat berolahraga sepeda sehat, sambil terns mengakrabi alam dari jarak yang terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil terus mengayuh sepeda keliling Jawa nanti, khafilah Mahad akan mene­bar bibit-bibit pohon untuk penghijauan lahan. Jika nanti khafilah akan menyusuri Jalan Pos Deandels sepanjang Utara Jawa, lalu pulang arah Selatan, maka bisa dibayangkan sejumlah kabupaten sing­gahan tadi akan menjadi "jejak hijau" di puluhan tahun mendatang. Bibit-bibit yang disebar di sejumlah kota singgahan itu akan menjadi pohon yang akan men­jaga kesuburan tanah Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersepeda keliling Jawa Al-Zaytun (Asosiasi Sepeda Sehat AI-Zaytun) bukan sekadar terirah menyusur kenangan lama yang mengatakan Jawa adalah tanah yang subur. Menebar bibit pohon, justru ingin membuktikan bersepeda keliling Jawa ini tidak lain adalah ingin mengembalikan kedikjayaan tanah Jawa yang dulu dika­takan sebagai Jawa-dwifa, tanah Jawa yang subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menciptakan maha karya Von Drais, sang mekanis berhati mulia itu berharap kelak kendaraan sepeda kayu beroda dua yang diciptakannya itu bisa membuat hidup manusia lebih baik dan menghargai waktu. Von Drais telah merubah dunia dengan kendaraan kayu roda dua itu. Dan, kini, begitu banyak hal terbaik yang telah dilakukan dengan sebuah sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana program mengayuh sepeda keliling Jawa Juli mendatang itu, Al-­Zaytun akan menuntaskannya dengan pe­nanaman bibit-bibit pohon. Sudah sehat jiwa raga, aksi penghijauan menjadi persembahan yang tak ternilai harganya bagi lingkungan. Bukan sekadar klange­nan naik sepeda keliling sambil menge­nang romantisme tanah Jawa yang "Dwifa". Tapi, aksi nyata yang ingin mem­buktikan dengan sepeda manusia layak memperbaiki hidup lebih baik lagi. Sambil gowes-gowes keliling Jawa, khafilah Al­-Zaytun menebar aksi sehat dan kecintaan terhadap lingkungan. Kelak, puluhan ta­hun mendatang, generasi berikutnya akan mendapat jejak hijau di sepanjang petila­san hijau saat pemberhentian para penda­hulunya keliling Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan, jika aksi sehat keliling Jawa ini diagendakan secara ru­tin setahun sekali, maka jejak hijau itu bu­kan lagi seperti napak tilas. Tapi, menjadi jalur hijau yang akan menjaga sepanjang Utara dan Selatan tanah Jawa ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Sumber : Majalah Berita Indonesia Edisi 56 - 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-2999786914727828930?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/2999786914727828930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=2999786914727828930&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/2999786914727828930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/2999786914727828930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/05/gaya-hidup-mengayuh-kereta-angin-al.html' title='Gaya Hidup Mengayuh Kereta Angin Al-Zaytun'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SElFj8qX1zI/AAAAAAAAAEc/W9EZnfx9yG8/s72-c/Assa+Jelajah+Jakarta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-1538860806125334132</id><published>2008-05-29T00:05:00.000-07:00</published><updated>2008-06-06T07:34:47.994-07:00</updated><title type='text'>Tour de Java 2.000 Km</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Rombongan Nyanyikan Indonesia Raya di Hotel&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;BREBES&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; - Setelah menempuh perjalanan tujuh jam lebih, rombongan sepeda Tour de Java, dari Pondok Pesantren AL Zaytun, Indramayu, kemarin pukul 13.20 singgah di Dian Hotel, Tanjung, Brebes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan dipimpin Pimpinan Ponpes Syeikh DS Panji Gumilang, diterima Ymt Camat Tanjung &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Hadi Prawoto BA, Kapolsek AKP Riyanto dan Danramil Wahyudi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tour de Java sesuai rencana akan menempuh perjalanan 2.000 km melewati jalur pantura Brebes - Tegal - Pekalongan - Semarang - Rembang - Tuban - Gresik - Surabaya - Madura. Rombongan berjumlah 278 peserta terdiri atas santri ponpes dan klub sepeda dari Indramayu. Peserta dilepas dari Ponpes Al Zaytun di Desa Mekarjaya Kecamatan Gantar, Indramayu, Jabar Senin (26/5) pukul 05.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba di halaman Dian Hotel, rombongan sejenak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya sore hari melakukan kegiatan penanaman pohon di Desa Tanjung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Melatih Fisik&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pimpinan Ponpes Al-Zaytun &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Syeikh Panji Gumilang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, kegiatan yang diistilahkan jelajah akbar ini digelar berkaitan Seabad Hari Kebangkitan Nasional, bertujuan untuk mengenalkan para santri mengenal daerah luar. Sekaligus mengenal adat dan budaya bangsa yang beraneka ragam. ’’Kegiatan ini juga untuk melatih fisik supaya tetap sehat,’’ tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini (27/5) pukul 05.00 rombongan melanjutkan perjalanan ke Pekalongan. Sesuai jadwal panitia, peserta akan istirahat dan bermalam di Tirto, Pekalongan, selanjutnya berangkat lagi Rabu (28/5) ke Semarang dan istirahat di Mangkang, Semarang. Kamis 29 Mei sampai Kaliori, Rembang, dan 30 Mei di Jembel (Tuban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh perjalanan 17 hari, dari Madura, kembali melewati jalur selatan Nganjuk (Jatim)- Sragen-Wates-Prembun (Kebumen)-Wangon-Bumiayu-kembali ke jalur pantura di Tanjung. ’’Kami akan kembali lagi di Dian Hotel, Tanjung 10 Juni,’’ kata Humas Panitia, Latief.(wh-17) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; : &lt;a href="http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&amp;amp;id_beritacetak=15054"&gt;Suara Merdeka.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-1538860806125334132?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/1538860806125334132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=1538860806125334132&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1538860806125334132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1538860806125334132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/05/tour-de-java-2000-km.html' title='Tour de Java 2.000 Km'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-2896006632567110823</id><published>2008-05-28T23:55:00.000-07:00</published><updated>2008-05-29T00:05:06.159-07:00</updated><title type='text'>Bersepeda Jelajah Jawa-Madura</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Indramayu, Pelita. Dengan mengucapkan Bismillahi majreha wal mursaha, ina robbi la ghofururohim, Senin 26 Mei 2008 jam 05.00 WIB, Syaykh AS Panji Gumilang mulai memimpin perjalanan para anggota Assosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun (&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ASSA&lt;/span&gt;) mengelilingi Pulau Jawa dan Madura. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesaat sebelum berangkat Syaykh mengatakan Azam untuk menjelajah Jawa-Madura kita mulai, tanamkan jiwa pantang menyerah, disiplin, saling menghormati, dan toleransi, serta selalu memohon kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita menjelajah bukan untuk berlomba tetapi untuk mengenal lingkungan yang ada di Jawa-Madura yaitu Indonesia Raya. Untuk itu jangan saling mendahului, group-group yang telah disusun ditaati, nomor-nomor urut group tetap dipertahankan, supaya kita memperoleh keselamatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Awal perjalanan itu disaksikan pula oleh Pengurus Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ISSI&lt;/span&gt;) Sofyan, dan perwakilan dari perusahaan sepeda Giant Jakarta Dedi. Bahkan Sofyan mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya perjalanan. Keduanya menyatakan merasa terkesima menyaksikan antusias yang begitu besar dari anggota ASSA mengikuti perjalanan Jawa-Madura. Biasanya perjalanan sepeda paling banyak diikuti 50 orang, namun disini diikuti 278 peserta, sungguh suatu fenomena yang baru. Ini adalah berkat ketegasan Syaykh dalam menerapkan disiplin, kata Sofyan kepada Pelita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tiga hari pertama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Suasana masih pagi, namun kemeriahan terasa di pintu utama Al-Zaytun, semua unsur yang ada dilembaga pendidikan ini ber-kumpul dan berjajar, anggota ASSA sudah siap mengikuti perja-lanan, dan yang lainnya ikut melepas para pesepeda itu. Perjalanannya cukup lama yaitu 17 hari dalam 17 etape dengan jarak tempuh sekitar 2000 km. Etape pertama dari kampus Al-Zaytun menuju kecamatan Tanjung di Jateng melintasi jalan-jalan yang ada di Indramayu dan Cirebon Provinsi Jawa Barat, serta kemudian me-masuki Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sampai ditempat tujuan sekitar jam 13.00 WIB, lalu tim menuju Hotel Dian di Tanjung sebagai tempat yang ditetapkan untuk me-nginap pada etape pertama. Pada etape kedua, start dari Tanjung jam 05.00 WIB, lalu melintasi jalan-jalan yang ada di Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, serta masuk ke wilayah ibu kota Kabupaten Batang jam 11 siang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Assda I &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;Drs Suharyanto&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; mewakili Bupati Kabupaten Batang &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;H.M. Tatang Bintoro SE&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; berkesempatan melepas perjalanan Tim Assa hari ketiga Rabu 28 Mei 2008 dari halaman hotel Dewi Ratih. Dalam sambutannya mengharapkan penanaman pohon yang telah dilakukan ASSA merupakan amal baik kepada Kabupaten Batang sehingga bisa memberikan manfaat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penanaman pohon merupakan wujud nyata kepedulian &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ASSA&lt;/span&gt; terhadap kelestarian lingkungan. Terkadang kita hanya bisa memetik dan lupa menanam. Dengan menanam pohon kita terus ingat pada Allah Swt yang senantiasa memberikan rezeki kepada manusia, ungkapnya. Selanjutnya Assda mengucapkan selamat jalan kepada tim, hen-daknya hati-hati dalam menempuh perjalanan karena Jalur Pantura melewati alas roban merupakan jalan yang selalu sibuk, banyak tikungan, tanjakan dan turunan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kepada Pers, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Drs Suharyanto&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; mengemukakan kegiatan yang dilakukan &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ASSA&lt;/span&gt; sangat positif, seragamnya merah putih dan sebelum berangkat menyanyikan Indonesia Raya. Merupakan nilai kejuangan yang harus dimiliki oleh bangsa Indonesia, lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa demi keutuhan NKRI. Nilai keju-angan seperti itu harus terus didengungkan sebab pada masa seka-rang ini terjadi gejala-gejala perpecahan diantara bangsa Indonesia, tegasnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hari ketiga, dari Batang diteruskan ke Tulis, Subah, Grinsing, Waleri, Kendal, Kaliwungu, Mangkang dan berakhir di Semarang. Sampai di Kendal jam 08.25 WIB, kemudian dilanjutkan menuju Ibu Kota Jawa Tengah Semarang. Tiba di Mesjid Agung Semarang jam 10.20 WIB, tim diterima oleh Direktur Pengelola Mesjid, Edi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa bangga dengan kegiatan &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ASSA&lt;/span&gt; ini, semoga Indonesia semakin maju dan berkembang dimasa mendatang. Saya juga berterima kasih, tim mau berkunjung kesini sehingga akan lebih memakmurkan mesjid, kata Edi sewaktu menerima kedatangan tim sepada &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ASSA&lt;/span&gt;. Rabu malam, tim Assosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun menginap di Mesjid Agung Semarang, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(ck-001)  Sumber : &lt;a href="http://www.hupelita.com/baca.php?id=50002"&gt;http://www.hupelita.com/baca.php?id=50002&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-2896006632567110823?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/2896006632567110823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=2896006632567110823&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/2896006632567110823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/2896006632567110823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/05/bersepeda-jelajah-jawa-madura.html' title='Bersepeda Jelajah Jawa-Madura'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-1693091080199903538</id><published>2008-05-28T23:50:00.000-07:00</published><updated>2008-05-31T06:24:59.640-07:00</updated><title type='text'>“ Al-Zaytun lah Wujudnya … “</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SEFQ633YFCI/AAAAAAAAAEU/gTrI66VKn1Q/s1600-h/Picture+3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206531616575853602" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SEFQ633YFCI/AAAAAAAAAEU/gTrI66VKn1Q/s400/Picture+3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;Group Keroncong Perdamaian Mahad Al-Zaytun&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Perintis pesantren kita Saudagar Gujarat India. Kota Gresik pusat penyebarannya.&lt;br /&gt;Kota gersang namun resik.&lt;br /&gt;Wali pendirinya Syaykh Maulana Malik Ibrahim. Kota asri damai abadi. Kota tempat para wali Pesisir utara, pohon lontar, saksi berdirinya. Diteruskan santri gemilang.&lt;br /&gt;Al-Zaytun lah wujudnya. Pesisir utara, pohon lontar, saksi berdirinya Diteruskan hamba perdamaian&lt;br /&gt;Al -Zaytun lah wujudnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Itulah petikan lirik dari komposisi yang berjudul Pesantren Damai. Syaykh AI-Zaytun Panji Gumilang menulis sendiri liriknya, dengan aransemen Agung Setiawan salah seorang personil Grup Keroncong Perdamaian Mahad Al-Zaytun.  Kehadiran Grup Keroncong Perdamaian Mahad Al- Zaytun punya keistimewaan sendiri. Keroncong yang mengkilap. Seni yang menawarkan banyak proses di dalamnya. Tidak saklek. Bisa ditekuk-tekuk aturan mainnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mendengar sejumlah komposisi yang dibawakan Grup Keroncong Perdamaian Mahad Al-Zaytun, seperti ada harapan untuk terus melestarikan jenis musik yang acap dikatakan "bikin ngantuk", redup, down tempo, atau sejumlah sangkaan yang serupa ini. Bisa dibayangkan, lagu Volare yang populer lewat permainan atraktif pemusik Latin, Gipsy Kings, meluncur dalam alunan cukulele, cakalele dan gitar bolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Volare yang kaya rhythm perkusi diformat dalam nada progres keroncong yang lazimnya dua kuplet itu. Volare dipapar dalam format irama yang jauh dari improvisasi dan tampil sedikit lebih kalem. Meski sedikit "mengkhianati" aturan bar pada musik rumba flamenco aslinya, tapi, masih bisa dikatakan keroncong. Itulah keroncong yang dimaksud mengkilap dalam Grup Keroncong Perdamaian Mahad Al-Zaytun tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keroncong memang memiliki patron musik yang tak lazim di telinga anak sekarang. Perjalanan panjang sudah dialami keroncong di Indonesia. Sejak awal abad ke-16, di penghujung penguasaan bangsa Portugis, keroncong justru mulai disemai lewat "seni pemberontakan" kaum budak dan para opsir Portugis. Semacam hiburan kaum tertindas yang mirip dengan sejarah jazz di dataran Amerika. Benih musik yang tersemai di India, Maluku, dan kemudian menyebar hingga Minahasa, Filipina, Semenanjung Malaka, dan sampai juga ke tanah Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, ketika kini benih musiknya berkecambah di tanah Al-Zaytun, evolusinya sudah sedemikian rupa. Keroncong Al-Zaytun bisa dikatakan sebagai keroncong kontemporer. Keroncong yang sudah mengalami proses sosialisasi. Kehadiran conga, triangle, dan keyboard bukan bertujuan mengkhianati patron musik aslinya. Ada semacam kepentingan mendesak untuk keperluan adaptasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taktik ini bertujuan untuk lebih mudah masuk ke banyak telinga, terutama pendengar usia remajanya. Diperlukan banyak materi lagu (komposisi) yang populer, dan itu memerlukan tools untuk mencapai estetikanya. Keroncong Al-Zaytun adalah keroncong "formula" mutakhir antara pop dan world music. Istilah gampangnya seperti itu.&lt;br /&gt;Jadi, jangan heran jika lagu Hey Jude (Beatles), Qurrata Ayun, atau lagu pop 8o-an Tak Ingin Sendiri terdengar dalam balutan keroncong. Mendayu-dayu tetap, tapi, ada yang bisa jadi alasan untuk disimak oleh pendengar yang lebih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Cikal "Perdamaian"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Grup Keroncong Perdamaian Mahad Al-Zaytun adalah salah satu bentuk kegiatan seni yang resmi dibentuk pada 25.Januari 2002 silam. Komite Olah Raga dan Seni Ma'had Al Zaytun (KOSMAZ) menjadi koordinatornya. Pada saat itu, Lapangan Track Palagan Agung menjadi saksi bagaimana sebuah itikad berkesenian itu mulai disemaikan benihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad Anang Rifa'i yang waktu itu ditunjuk sebagai Koordinator Seni Bagian Keroncong menggaet Agung Setiawan dari Mahasiswa P3T ( Program Pendidikan Pertanian Terpadu ) untuk bergabung. Kemudian disusul sejumlah personil lain, Ust. Ciptadi Triwiharso dan Ust. Hari Pramono. Meski dengan instrumen yang masih sederhana, kegiatan keroncong berlatih dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyemangati seni keroncong A]-Zaytun, KOSMAZ mengadakan Lomba Lagu Keroncong Al-Zaytun dalam rangka Syawal Cup II 2002 pada Juni 2002. Kehadiran 30 orang peserta dari seluruh civitas Mahad Al-Zaytun, menandakan animo yang lumayan besar untuk kegiatan seperti seni keroncong. Meskipun baru dalam tataran pesertanya masih guru dan karyawan, ada titik cerah untuk menambah personil dari proses lomba ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemenangnya adalah Ust. Luki Burhansyah dan Usth. Siti Mahmudah. Kemudian keduanya berkiprah sebagai personil Grup Keroncong Perdamaian Mahad AlZaytun hingga sekarang. Dan pada akhir November 2002, Ust.Budi Satrio bergabung sebagai personil tetap dengan kekuatan instrumen kontra bass, menggantikan posisi Ust.Ciptadi yang beralih pada biola. Dan mulailah riwayat sebuah alunan yang menyejukkan telinga itu meretas hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir di setiap event besar yang diselenggarakan oleh Ma'had Al Zaytun, seni keroncong kerap menyertainya. Pada suatu hari, tepatnya tanggal 9 Mei 2003, Syaykh Al-Zaytun bertandang saat kegiatan seni keroncong ini latihan. Penamaan grupnya sendiri diberikan langsung dari pengasuhnya, Syaykh AlZaytun saat itu juga. Nama "Keroncong Perdamaian" diambil dari spirit lirik lagu Pesantren Damai yang diciptakan langsung oleh Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup Keroncong Perdamaian Mahad Al-Zaytun sendiri adalah salah satu bentuk olahan dari ranch seni di Al-Zaytun. Santri terlibat langsung dalam setiap event baik yang besar maupun reguler, para santri menjadi on the spot audience. Di masa mendatang, cikal dari Grup Keroncong Perdamaian Mahad Al-Zaytun yang sedang tumbuh berkembang ini ditentukan juga oleh oleh para on the spot audience-nya tadi. Para santri itulah yang akan menjadi salah satu penentu hidup matinya keroncong di Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berhenti sampai di sini, kehadiran seni keroncong akan menjadi monumen. Mirip seperti TVRI yang terns merayap mempromosikan keroncong dari zaman ke zaman, puluhan tahun bergerilya mempertahankan keroncong hanya dalam tataran tradisi. Toh, tapi tetap saja masih jauh dari harapan pendengar mudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup Keroncong Perdamaian Mahad Al-Zaytun punya peluang besar sebagai salah satu bentuk seni "bawah tanah" yang telah dibahas di artikel sebelumnya. Seni keroncong menjadi salah satu impuls seni yang kuat dalam komunitas "kedap" pengaruh luar ini. Setidaknya, setiap ada event, alunan keroncong menempati ruang inspirasi para santrinya. Jelajah seni para santrinya akan dipengaruhi lemah kuatnya keroncong Al-Zaytun. Gairah eksplorasi santri muda Al-Zaytun akan menjadi salah satu faktor penentu rembesnya pengaruh keroncong dalam proses hidup berkesenian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para santri Al-Zaytun saat ini telah membentuk grup-grup kecil bentukan seni keroncong. Sekadar menyebut contoh, di luar Al-Zaytun sana, pemusik underground Bondan Prakoso telah memakai keroncong untuk memadukan musik hip-hop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Diplomasi Seni&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan pendidikan yang mengacu pada standar kualifikasi internasional, Al-Zaytun menjadi komunitas siswa se-Nusantara dan mancanegara. Santri yang datang menimba ilmu, tidak hanya datang dari seantero Nusantara. Tapi, santri dari sejumlah negara pun tercatat sebagai civitas Mahad Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini membuka peluang untuk terjadinya interaksi kuat antar bangsa dalam Al-Zaytun. Bukan hanya interaksi antar siswa, sejumlah tamu kenegaraan pun acap melakukan kunjungan ke Al-Zaytun. Tak heran, jika dalam sejumlah agenda kunjungan para duta negara asing, alunan musik keroncong menyertai acara perjamuan makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat bahwa seni sudah menjadi diplomasi yang ampuh. Alat untuk memperkenalkan identitas antar bangsa. Grup Keroncong Perdamaian Al-Zaytun telah menjadi salah satu duta budaya Al-Zaytun. Mereka setia hadir menemani rehat tamu istimewa dan acara-acara besar. Tawaran yang pantas untuk mentasbihkan Grup Keroncong Perdamaian Al-Zaytun sebagai duta seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain acara reguler tahunan seperti Pagelaran Seni Rihlah Ilmiah Mahad Al-Zaytun, agenda para koordinator santri dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Taiwan, Singapura, dan atau sejumlah Atase Budaya sejumlah negara yang Bering juga datang ke kampus untuk sekadar datang berkunjung atau meliput event-event penting yang terjadi di Ma'had Al-Zaytun. Mereka kerap mendapatkan sambutan musik keroncong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Event lain yang pernah melibatkan Grup Keroncong Perdamaian Al-Zaytun sebagai duta seni saat kunjungan Atase Politik Amerika Serikat pada 4 April 2003 telah memberikan sambutan yang luar biasa, sehingga mereka meminta Grup Keroncong Perdamaian Al-Zaytun merekam jams session pada 18 Desember 2003 dan 22 Desember 2003 bertempat di lokasi latihan di Tribun Selatan Palagan Agung Lantai I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tepat di pengujung tahun 2004 sebelum pergantian ke tahun 2005, saat itu kunjungan Prof.Dr.Robert W.Hefner dari Universitas Boston Amerika Serikat yang memberikan ceramahnya di Meeting Room Wisma Tamu Al Ishlah Ma'had Al Zaytun. Semua personil disulap dalam kostum yang sangat formal. Kali ini mereka tidak mengenakan seragam grup yang biasa mereka kenakan. Jas formal membalut tampilan mereka yang mengkilap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun saat Hendropriyono sebagai perwakilan Presider Megawati datang berkunjung ke Ma'had Al Zaytun pada 13 Mei 2003 silam mendapatkan siraman tembang kenangan Grup Keroncong Perdamaian di Meeting Room Wisma Tamu Al Ishlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya di dalam lingkungan Mahad Al-Zaytun, Grup Keroncong Perdamaian Al Zaytun juga melawat ke sejumlah event di sejumlah kota. Untuk pertama kali penampilan mereka diuji di Universitas Islam Negeri Jakarta (UIN). Mereka datang atas undangan untuk mengisi acara hiburan Temu Alumni UIN Jakarta pada tanggal 17 Mei 2003. Lalu disusul pada bulan Juni 2004, penampilan Grup Keroncong Perdamaian Ma'had Al Zaytun dalam rangka Rihlah Ilmiah Pelajar Ma'had Al Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berturut-turut mulai tanggal 2 Juni 2004 di Semen Gresik, tanggal 3 Juni 2004 di Petro Kimia Gresik, tanggal 5 Juni 2004 di UNESA Surabaya, tanggal 8 Juni 2004 di UGM, tanggal 10 Juni 2004 di SMU Taruna Magelang dan tanggal 11 Juni 2004 di UNES Semarang, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai duta seni, Grup Keroncong Perdamaian Al Zaytun sudah mendapatkan posisi yang nyaman untuk terus eksis. Jadwal manggung, baik event besar atau reguler menjadi penanda betapa besar peranan seni dalam Al-Zaytun. Namun, keberadaan yang terkesan elitis ini perlu diperlunak dengan sosialisasi ke dalam. Para santri sebenarnya juga menjadi sasaran utama mereka. Para santri itulah pendengar sejatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika lagu Volare sudah membuat shocking para santri hingga menyebut Usth.Kokom Komariah (solist/vokal) sebagai "Ustadzah Volare" artinya para santri masih menagih banyak lagi lagu yang bisa membuat mereka terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, Grup Keroncong Perdamaian Al Zaytun sebagai duta seni sudah menjalankan misi mulia, menebar benih-benih seni. Mari kita ulang petikan lirik lagu Pesantren Damai yang ditulis langsung oleh Syaykh: Pesisir utara, pohon lontar, saksi berdirinya / Diteruskan santri gemilang /AI Zaytun lah wujudnya // Pesisir utara, pohon lontar, saksi berdirinya / Diteruskan hamba perdamaian Al Zaytun lah wujudnya //&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun bentuk seninya, Al-Zaytun sudah memberi ranah yang subur. Tinggal bagaimana benih itu berkecambah, dan tumbuh menjadi insan yang cerdas baik intelektual, emosional, dan spiritualnya. Mahad AlZaytun berupaya menghasilkan intelektual muda berhati mulia, dan tentunya dilambari cinta seni. Ya, di Al-Zaytun lah wujudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;Sumber : Majalah Berita Indonesia Edisi 55 -2008&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-1693091080199903538?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/1693091080199903538/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=1693091080199903538&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1693091080199903538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1693091080199903538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/05/al-zaytun-lah-wujudnya.html' title='“ Al-Zaytun lah Wujudnya … “'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SEFQ633YFCI/AAAAAAAAAEU/gTrI66VKn1Q/s72-c/Picture+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-1990904361496037441</id><published>2008-05-28T23:34:00.000-07:00</published><updated>2008-05-31T06:16:16.543-07:00</updated><title type='text'>Kecerdasan Berkesenian di Al-Zaytun</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SEFNRn3YE9I/AAAAAAAAADs/WWN_y2brFts/s1600-h/Picture+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206527609371366354" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SEFNRn3YE9I/AAAAAAAAADs/WWN_y2brFts/s400/Picture+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ucapkan selamat datang untuk kebebasan ekspresi seni di ranah ini. Dengan semboyan "&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pesantren Spirit but Modern System&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;" ; Mahad Al-Zaytun meyakini seni sebagai bahasa komunikasi kolektif. Seni menjadi salah satu kebutuhan pencerdasan dan pencerahan hidup. Yang suka musik, silakan. Yang suka tari ada banyak pilihan. Mau yang tradisionil silakan pilih, karena sudah beberapa yang dikembangkan di sini. Atau mau &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;breakdance&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;? Asal hati-hati kepalanya... :' kata Syaykh AS Panji Gumilang di atas mimbar saat acara Muharram 1429H silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni dan modernitas adalah saudara kandung yang acap dikepung banyak polemik. Seni yang terbenam dalam otak kanan sering dianggap versus dalam membentuk pola kedisiplinan dan kecerdasan otak. Al-Zaytun sebagai pesantren, tidak lantas menganggap seni adalah musuh dari watak yang disiplin, meskipun kedisiplinan adalah salah satu tujuan yang diharapkan untuk para santrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti petikan ungkapan Syaykh di atas, renting toleransi yang diberikan untuk pilihan seni dalam pratiknya sangatlah besar. Gamblangnya, Al-Zaytun menempatkan seni dalam tataran yang toleran, cerdas dan global. Animo seni para santri diapresiasikan dalam kelembagaan. Keberadaannya meresap dalam institusi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan berkesenian bukan lagi perkara bagaimana sebuah karya seni itu bisa tumbuh dan berkembang. Bukan hanya seperti sebuah tarian bisa berkelebatan di atas panggung. Atau tidak sekadar membahananya sebuah kidung dalam sebuah pentas yang memukau. Kebersenian adalah bentuk elaborasi beragam aspek hidup yang sinergis. Ada "pentas" belum berarti kehidupan berkeseniannya mengakar dalam kesehariannya. Kebersenian bukanlah panggung semata, yang sekadar menghiburkan panca indra. Hidup berkesenian itu seperti proses yang terus berkembang, terus mereproduksi bahasanya. Seni menciptakan reproduksi "bahasa barn".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi yang diberikan Al-Zaytun untuk kesenian sangatlah besar. Beragam seni tumbuh dan berkembang. Di bawah KOSMAZ, (semacam ekstra kulikuler siswa) yang singkatan dari Komite Olah Raga dan Seni Ma'had Al Zaytun itu, sejumlah seni difasilitasi. Sebut saja a sejumlah seni tari (baik tradisional maupun modern). Seni tari tradisional tidak hanya seni tari Sunda, tapi mengikuti perluasan kesejumlah seni tari dari daerah lain. Dan yang tidak kalah menarik, seni tari modern dari budaya Afro-Amerika seperti breakdance pun mulai menggeliat di Al-Zaytun. Untuk musik sudah pasti sejumlah musik bernuansa islami banyak diminati, seperti terbangan, dan qasidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik tradisional seperti angklung, gamelan dan keroncong juga bersanding serasi dengan musik modern semacam band-band kecil bentukan. (Bacajuga "Keroncong Perdamaian: Al-Zaytun lah Wujudnya..."). Setiap anak diharapkan bisa memilih mana yang mereka sukai. Selain minat, faktor kemampuan dan bakat, akan menentukan jenis seni yang bisa diambil oleh santri. Salah satunya adalah breakdance.&lt;br /&gt;Melihat kehidupan berkesenian di A]-Zaytun seperti membaca sejumlah "bahasa baru" yang dimaksud tadi. Kita bisa mengatakan para santri AlZaytun adalah "santri seni". Santri santri yang melembari hidup sehariharinya dengan seni. Al-Zaytun sebagai kelembagaan pendidikan telah berupaya menyuburkan kehidupan berkesenian dengan mengoptimalkan fasilitas kesenian yang ada. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Seni Sebagai Teks&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sejak berdirinya Al-Zaytun tahun 1999, landasan pesantren dipasak sebagai spirit yang menjiwai sistem pendidikannya. Di sana terkandung nilai-nilai kemandirian, kebersamaan dan cinta ilmu yang dilandasi akhlaq al-karimah, dan keutamaan taqwa kepada Tuhan. Al-Zaytun sebagai lembaga pendidikan secara tegas mengupayakan pendidikan dan membangun semata-mata hanya beribadah kepada Allah. Dalam landasan tersebut, nilai-nilai seni berada dalam posisi yang nyaman. Seni tidak dipopor sebagai barang haram. Bukan juga terra yang perlu diseret dalam polemik yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai kemandirian adalah hakikat seni. Karena seni itu mencirikan independen, eksplorasi budi daya manusia, dan sifat memerdekakan. Mika kemandirian yang ditegaskan dalam landasan Al-Zaytun tadi itu akan selaras dengan sendirinya. Al-Zaytun sebagai pesantren dengan spirit modern akan menjadi ranah yang subur bagi tumbuh kembangnya hidup yang berkesenian. Mengambil jarak yang terdekat dengan seni adalah langkah yang tepat untuk mencapai harmoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni, (dalam hal ini seni pertunjukan baik tradisional maupun modern) seperti teks yang bisa dibaca sebagai "ekspresi". Ekspresi adalah perwujudan seni sebagai teks. Seni dapat dibaca sebagai wadah untuk menuangkan inspirasi, daya kreasi, aktualisasi diri, jelajah identitas, bahkan budaya perlawanan. Dan Al-Zaytun sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung kedisiplinan mewadahi seni dengan terbuka. Lalu, di manakah posisi seni dalam Al-Zaytun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dilihat bagaimana Syaykh Panji Gumilang (2004) menyimpulkan bahwa: pendidikan adalah suatu usaha yang bertujuan untuk mengarahkan kepada full development personality, yang berarti membangun, membentuk watak maupun kepribadian utuh dalam sistem pengasuhan peserta didik yang berkesinambungan, sehingga terwujud sound in mind and bodily prowess tercermin dalam pribadi bangsa yang cerdas (intelektual, emosional, spiritual), bangsa yang bajik dan bijak mampu memosisikan diri dalam berbagai kondisi yang tersimpul dalam berbagai sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep cerdas yang nalar (logic) baru setimbang dengan kecerdasan emosional dan spiritual. Dapat disimpulkan, Al-Zaytun memberikan "kebebasan" kepada para santri didikannya untuk menimba ilmu setinggi mungkin, namun tetap memperhatikan seni (culture) sebagai peyeimbangnya. Al-Zaytun sendiri sebagai lembaga pendidikan tetap menyasar pada pengembangan nilai (prinsip) manajemen modern dengan bersandar pada ilmu pengetahuan, berorientasi pada program, procedural dalam organisasi, dan mempunyai etos kerja dan disiplin yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseharian para santrinya ditakar dalam program yang tertata. Rutinitas belajar di ruang ajar, program kelompok belajar, praktikum, tugas-tugas harian, kegiatan luar sekolah, dan keseharian dalam sistem sekolah asrama yang membulatkan ekspektasi kedisiplinan dalam proses belajar di Al-Zaytun. Seni bisa dijadikan tempat kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan lain seperti olahraga pun mirip demikian. Di mana para santri bisa mlipir sejenak dari rutinitas akademik. Mereka bisa berkreasi untuk menuangkan bakat, bisa juga sebagai alat bantu pelepasan ekspresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, Al-Zaytun menghadirkan aneka ragam pilihan kegiatan seni sebagai program yang krusial. Ibarat sumbatan emosional, seni bisa menjadi memperlancar segala jenis sumbatan. Program seni bukan sekadar pelengkap yang bisa mati kapan saja. Al-Zaytun dengan tegas menyikapi seni sebagai salah satu bagian penting dalam konsep "Modern" yang dimaksud dalam landasannya. Sistem pendidikan terpadu yang mengkombinasikan kereligiusan, science technology, agriculture, information technology, sport, dan arts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tidak langsung, seni yang liberal telah membulatkan konsep "Modern" dalam Al-Zaytun. Ibarat padang gersang, Al-Zaytun adalah oase bercita rasa seni bagi musafir yang dahaga akan ilmu pengetahuan. Selain Pagelaran Seni Rihlah Ilmiah Mahad Al-Zaytun yang diretaskan secara rutin tiap tahunnya, salah satu penanda lainnya adalah perayaan Muharram 1429 H yang baru saja lewat. Tahun Baru Islam menjadi salah satu dari event besar Al-Zaytun. Pada puncak 1 Muharram 1429 H silam, sebagai pembukaan acara digelar paduan suara yang diiringi alunan full band, dipadu gamelan, dan terbangan. Selain "lagu wajib" Mars Al-Zaytun, lagu Indonesia Raya, Indonesia Pusaka, dan Rayuan Pulau Kelapa membahana di langit-langit Masjid Rahmatan Lil'alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Semangat "Indie"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya dalam arti luas adalah hal-hal terbaik yang pernah dipikirkan dan diucapkan di dunia, seperti kegiatan “membaca", "mengobservasi", dan "berpikir". Gagasan seni menurutnya meluas sehingga mencakup hal "berbudidaya" (cultivated), dan atau "berbudaya" (cultured). Ada keterikutan unsur "logisme" dalam argumentasi estetika seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun menjadikan seni sebagai bagian hidup yang logis. Penjadwalan, fasilitas, dan ruang gerak yang tertata menjadikan tataran seni masuk dalam argumentasi estetika. Pergerakan seni (aspiration) menjadi impuls, namun estetika seninya tetap dalam koridor yang tertata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersenian sebagai eksistensi diri, termasuk identitas diri semacam common knowledge tiap santrinya. Setiap santri difasilitasi identitas seninya. Apapun program seni yang diambil, is akan melekat pads diri santrinya. Jadi, jika saja si A adalah santri aliyah kelas 11 yang pandai fisika itu menjadi calon duta Olimpiade Fisika Tingkat Nasional, dia juga akan terkenal lewat identitas lainnya di basket dan kelompok musik terbangan, itu misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keragaman pilihan seni di Al-Zaytun menjadi keinginan (aspire) dalam tataran demokratis. Pendekatan seni yang logis, dan menempatkan seni dalam ranch yang nyaman. Seni menjadi aktual, berada dalam tataran realitas. Seni macam ini akan mengikis pandangan seni itu adiluhung. Karena seni akan menjadi aktual dalam kenyataan sehari-hari. Di Al-Zaytun, seni menjadi menjadi pilihan melalui proses pemahaman. Seni Al-Zaytun adalah demokratisasi seni dan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan para santri yang harmonik (systematize), beban materi pembelajaran (materials), yang akhirnya memosisikan seni (arts) sebagai kegiatan di sela rutinitas. Pendekatan seni semacam ini akan menjadikan santri tetap berada dalam zona yang nyaman. Santri akan tetap merasa nyaman melewati siklus pembelajaran (processing) selama sekolah, berkegiatan, dan di asrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan hidup keseharian para santri di asrama yang "kedap" terhadap gelombang elektronik menjadi realitas dari sistem selektif yang dimaknai sebagai "tradisi". Kedap terhadap pengaruh luar (impact) dari televisi dan seluler membuka peluang jelajah seni mereka ke arah yang lebih acak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh "imperialisme media" seperti televisi mengikis "imperialisme kultur" dalam kehidupan santri selama di asrama. Mereka nyaris "kedap" dengan pengaruh MTV, cable, byte, radio, video, atau wire. Para santri AlZaytun bukanlah generasi pemirsa aktif yang punya antusias terhadap ideologi media. Mereka terhindar dari general ideological effect (pengaruh ideologis umum) yang diproduksi televisi melalui pesan-pesan acara (program), manipulasi pemirsa, dan iklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama proses ajar, satu-satunya yang mereka dapatkan adalah input informasi dari para pengajar, atau pertemuan tiap pekan dengan keluarga. Dengan sistem "kedap" inilah yang nantinya akan menjadi pemancing eksplorasi berkesenian para santrinya. Status para santri yang menjadi "pemirsa pasif' membuat mereka mengikis pengaruh luar dan kembali pada identitas pencarian mereka semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi di Amerika, tidak otomatis merebak di sini. Santri Al-Zaytun tidak akan pernah merasa gelisah dengan harga tiket pertunjukan grup musik rock My Chemical Romance yang mentas akhir Januari 2008 lalu, misalnya. Kehidupan seni para santrinya akan mengarah pada ketangguhan tiap personilnya. Filosofi musik indie akan menjadi bentuk seni di Al-Zaytun di masa mendatang. Spirit musik indie yang terkenal dengan "Do It Yourself”, menjadi selaras dalam kehidupan keseharian di Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun dilambari nilai-nilai kemandirian dan kebersamaan. Tinggal bagaimana di masa mendatang AlZaytun mampu mewadahi seni indie ini sebagai "gerakan seni" indie sebagai seni yang direstui, tumbuh dan berkembang. Karena semangat independen, semangat kemandirian-kebersamaan-gotong royong sudah menjadi realitas para santri Al-Zaytun sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemandirian dalam ritus kehidupan para santrinya, menyebabkan kita bisa memproduksi makna barn dalam pola berkesenian mereka yang indie. Maka kita bisa menyebut mereka "santri indie".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak AI-Zaytun patutlah merayakan semangat indie para santrinya sebagai proses berkesenian yang mantap. Jika keselarasan itu terpenuhi, para "santri indie" akan terns memproduksi makna berkesenian mereka dengan semangat "Do It Yourself”. Gerakan-gerakan kecil mereka akan mengarah pada pencarian jati diri yang subtil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak, di masa mendatang, tak bisa dihindari akan muncul identitas seni yang menempati gorong-gorong budaya. Kekayaan hidup berkesenian para santri akan mengarah pada kehidupan seni underground. Jika Al-Zaytun memberikan peluang dan kesempatan seluas-luasnya, Insya Allah, keberadaan seni indie Al-Zaytun akan menjadi identitas yang mantap. Dan beri tabik, ucapkan selamat datang bagi santri-santri indie" Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Sumber : Majalah Berita Indonesia Edisi 55 - 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-1990904361496037441?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/1990904361496037441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=1990904361496037441&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1990904361496037441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1990904361496037441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/05/kecerdasan-berkesenian-di-al-zaytun.html' title='Kecerdasan Berkesenian di Al-Zaytun'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SEFNRn3YE9I/AAAAAAAAADs/WWN_y2brFts/s72-c/Picture+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-5854648246079621686</id><published>2008-04-17T06:34:00.000-07:00</published><updated>2008-04-20T02:23:52.420-07:00</updated><title type='text'>Al-Zaytun Belajar Hingga Ke Negeri China</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SAdT7BVcHuI/AAAAAAAAADM/_4Rr9PwwVzI/s1600-h/Tim+MAZ+di+Arena+Pameran.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190209369003532002" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SAdT7BVcHuI/AAAAAAAAADM/_4Rr9PwwVzI/s400/Tim+MAZ+di+Arena+Pameran.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Syaykh AI-Zaytun AS Panji Gumilang beserta rombongan melakukan kunjungan selama lima hari ke Negeri China. Selain menghadiri sebuah pameran berskala internasional dan menjajaki kemungkinan kerjasama dengan para sahabat dari berbagai negara, rombongan yang terdiri dari 16 orang ini juga sempat menelusuri dan mempelajari pola hidup masyarakat China khususnya para petani dan peternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;"Tuntutlah ilmu hingga ke negara China (Hadist)",&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; sangat relevan dirasakan oleh rombongan Al-Zaytun berjumlah 16 orang yang belum lama ini mengunjungi China, 19-23 Juni 2007 lalu. Sangat banyak ilmu dan pengalaman yang dapat dipetik bagi kemajuan Indonesia dan khususnya bagi Al-Zaytun sebagai sebuah lembaga pendidikan terpadu. Tujuan utama kunjungan rombongan adalah menghadiri pameran internasional tentang sapi perah, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;"The Third World Dairy &amp;amp; Summit China 2007”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, di Kota Nanjing. Pameran diikuti oleh bermacam-macam perusahaan dari berbagai negara, yang selama ini dikenal sebagai kampiun dalam bidang susu sapi, seperti Perancis, Jerman, Inggris, Belanda, Canada, Australia, Selandia Baru, Jepang, dan tuan rumah China.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, Pemerintah Indonesia melalui badan terkait belum memandang penting pameran internasional ini sehingga tidak mengirimkan satupun utusannya, juga belum ada satupun perusahaan asal Indonesia yang tampil sebagai peserta pameran. Meskipun demikian, kehadiran Al-Zaytun yang penuh antusias untuk mengetahui peta terbaru jaringan pasar internasional susu sapi di dunia, berhasil menarik perhatian sejumlah pejabat pemerintah dan pimpinan perusahaan dari negara&amp;shy;negara peserta pameran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Pengembangan Genetika Sapi Perah pada Kementerian Canada, Ward G Robinson, misalnya, berkenan mengadakan pembicaraan langsung dengan Syaykh Al-Zaytun, AS Panji Gumilang selaku pimpinan rombongan, setelah Ward menyampaikan presentasi dalam sebuah konferensi yang membahas perkembangan sapi perah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan antara AS Panji Gumilang-Ward G Robinson begitu hangat dan bersahabat. Secara resmi Syaykh mengundang Ward untuk mengunjungi Al-Zaytun, sebuah kampus terpadu yang menggeluti bidang pendidikan, pertanian, dan peternakan, di Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Yang menarik, begitu mengetahui jumlah rombongan 16 orang, Ward terkagum-kagum. Sebab, ternyata rombongannya hanya 14 orang. Ward menunjukkan rasa senangnya ada wakil dari Indonesia yang hadir dalam ekspo tersebut, meski statusnya pengunjung pameran. Selama pameran berlangsung, Syaykh beserta rombongan mengunjungi seluruh stand-stand serta aktif bertukar pikiran dan berdiskusi dengan para pakar-pakar peternakan dari berbagai negara serta menjajaki kemungkinan adanya kerjasama. Pada pameran internasional tentang perkembangan susu sapi internasional KE-3 yang digelar oleh &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Chinese Great International Exibition Corporations&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; ini, rombongan berkesempatan menyaksikan berbagai materi sajian negara peserta. Antara lain, meliputi sajian sapi-sapi jenis unggul, genetika, peralatan-peralatan yang berkaitan dengan kandang, proses pengolahan susu dari pemerasan hingga proses packaging susu dan yoghurt, serta aneka peralatan peternakan sapi dari berbagai negara. Dalam pengolahan susu, misalnya, ditampilkan pula berbagai model mesin pengolahan, processing, aksesoris, hingga peralatan penanganan packaging secara bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Jadwal Acara Padat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Syaykh Panji Gumilang, anggota rombongan terdiri Ummi Farida al-Widad, Sofiah al-Widad, Imam Supriyanto, Abdul Halim, Nurdin Abu Tsabit, Iskandar Saifullah, Natsir Suaidi, dr. Danny Kadarisman, Ir Bambang Abdul Syukur, Ir. Asrurifa, Asmin JB, Thoriq Abu Rijal, Ya'qub, Omar Dipo Selogiri dan didampingi tour leader Franky dari Jakarta. Berangkat&lt;br /&gt;pada hari Selasa 19 Juni pagi pukul o8.45 WIB dari Bandara Soekarno&amp;shy;Hatta, menuju Shanghai sebuah kota terpadat di China dengan jumlah penduduk 20 juta. Rombongan tiba pada sore hari setelah menempuh perjalaman selama lima jam termasuk transit di Hongkong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu rombongan turun dari pesawat, kesan pertama yang langsung dapat mereka rasakan adalah China merupakan sebuah negara yang bersih dan tertata dengan baik. Setiba di pusat kota Shanghai, rombongan memperoleh tambahan seorang tour leader yang penduduk China asli bernama Mr. Randi, yang mampu berbahasa Indone&amp;shy;sia meski belum pernah ke Indonesia. Acara malam hari pertama diisi dengan dinner, dilanjutkan menikmati suasana malam kota Shanghai, dengan naik cruise (kapal pesiar) menyusuri sungai Huang Pu, sungai yang membelah Shanghai menjadi dua bagian, Barat dan Timur. Di sepanjang kiri-kanan sungai berdiri gedung-gedung pencakar langit dengan lampu-lampu yang gemerlap yang merupakan keindahan tersendiri dalam menikmati tour di atas sungai tersebut. Rombongan yang menempati dek cruise paling atas juga dihibur oleh tim musik cruise tersebut, sampai sempat pemandu Al-Zaytun menyumbangkan beberapa lagu Indonesia yang disambut meriah peserta tour. setelah itu rombongan menuju Sky Way Hotel. Hari kedua, usai makan pagi, rombongan mengunjungi Oriental TV Tower disebut juga Menara Mutiara, yang merupakan menara TV tertinggi ke-3 di dunia setelah menara TV Toronto Canada dan menara TV Moscow Rusia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Siang hari rombongan melanjutkan kunjungan ke Huang Pu Garden, sebuah taman kota di Shanghai. Di tempat ini terdapat restoran yang menyuguhkan beragam minuman teh yang menyihatkan. Dalam perjalanan menuju kota Nanjing, tim berkesempatan melihat pertanian yang dilaksanakan para petani China. Syaykh pun berdialog dengan mereka, dan bertanya, tentang bentuk perlindungan negara terhadap petani. Para petani itu menjawab, seberapa pun hasil pertanian mereka, pasti dibeli oleh negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari rombongan tiba di Nanjing, Ibukota propinsi Jiangsu, yang berpenduduk 6 juta orang. Nan artinya Selatan Jing artinya Ibukota, berarti Nanjing ibukota bagian Selatan, begitu juga Beijing, Bei artinya Utara, maka Beijing berarti ibukota bagian Utara. Nampak perbedaan antara Shanghai dan Nanjing. Shanghai merupakan sebuah kota yang perkembangan awalnya dilakukan oleh Kolonial Inggris dengan sistem kapitalis-liberalis sedangkan Nanjing merupakan sebuah kota lama sejak jaman dinasti kekaisaran kemudian dikembangkan pemerintahan Komunis hingga sekarang. Secara geografis, Shanghai berada di daerah pantai, sedang Nanjing berada di daerah perbukitan yang cukup jauh dari pantai. Terlihat bahwasanya Pemerintah Cina dapat melakukan pembangunan dengan baik terhadap kedua kota yang berbeda dalam sistem politik awalnya, walau kini Shanghai lebih berkembang dengan pesat dan modern. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di Nanjing rombongan menginap di Grand Metro Hotel. Menginjak hari ketiga, pada pagi hari, sesuai tujuan utama perjalanan yakni mengunjungi pameran &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;"The Third World Dairy &amp;amp; Summit China 2007"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Rombongan tiba tepat waktu, sehingga dapat melihat langsung acara pembukaan. Pada acara pembukaan ini penyelenggara menampilkan kesenian tradisional, yang dipentaskan secara sederhana tapi tetap terlihat gagah. Walau hanya menggunakan gendang kecil dan dua stick, sekelompok ibu-ibu yang sudah berumur mampu mementaskan bentuk&lt;br /&gt;kesenian tradisional mereka dengan penuh energik. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rombongan mengunjungi stand-stand pameran selama dua hari hingga hari keempat, dari pagi hingga siang hari. Pada tengah hari setelah melihat pameran, rombongan mengunjungi makam Dr. Sun Yat Sen, di luar kota Nanjing, di bukit Zhingjin bagian dari Zhongsan Mountain National Park. Selain itu juga bertamasya ke danau Xuanwu dan mencari berbagai bibit padi, jagung Berta sayuran lain untuk dikembangkan di Al-Zaytun. Pada hari ke-5, Sabtu 23 Juni 2007, seluruh rombongan Al-Zaytun kembali ke Shanghai, lalu pulang ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Belajar Sampai ke China&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, kita di Indonesia lebih Bering memperoleh informasi yang kurang tepat mengenai China, sehingga mempunyai pandangan yang selalu negatif mengenai kehidupan bangsa China yang komunis. Dikesankan seakan-akan mereka An hidup kasar, sadis, kumuh dan jorok. Nyatanya, ketika rombongan Al- Zaytun berkunjung ke sana, anggapan negatif tersebut serta-merta sirna sebab semuanya terbukti tidak benar. Selama berkunjung, rombongan tidak pernah melihat kehidupan yang kumuh dan jorok, sebagaimana dikesankan selama ini. Tidak juga terlihat perumahan yang kumuh. Setiap kawasan pertanian selalu disiapkan flat sebagai tempat tinggal para petani, tidak terlihat ada orang&amp;shy;orang yang santai atau nganggur, mereka semua sibuk bekerja dengan pekerjaannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dalam perjalanan menghadiri pameran &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;"The Third World Dairy &amp;amp; Summit China 2007”,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; tak lupa, rombongan menjalankan pula misi untuk memperkenalkan Al-Zaytun kepada setiap insan yang diakrabi. Misi ini terlaksana dengan baik, terbukti setiap pihak yang ditemui menjadi paham dan mengerti tentang Al-Zaytun. Kepala Pengembangan Genetika Sapi Perah Canada, Ward G Robinson misalnya, saat bersilaturahmi dengan Syaykh dan rombongan mengucapkan selamat atas kehadiran Al-Zaytun di arena pameran. Sementara itu banyak pula peserta pameran yang menginginkan supaya Al-Zaytun menjadi distributor, atau menjadi tempat bagi dijalinnya hubungan kerjasama yang sating menguntungkan di waktu mendatang. Mereka sangat gembira dan antusias karena ada rombongan dari Indonesia yang Nadir dalam pameran.&lt;br /&gt;Sewaktu rombongan kembali dari Shanghai, dan bertemu dengan seseorang turis, dengan spontan turis itu mengatakan, "Kalian yang kemarin, dari Indonesia, ya?". Turis itu sehari sebelumnya ternyata sama-sama berada di atas kapal pesiar ( cruise). Demikian pula ketika Syaykh berdoa di monumen Dr. Sun Yat Sen. Semua orang yang berada di pemakaman tidak hanya mengamini, tetapi juga menghormati kedatangan Al-Zaytun seraya berkata, "Indonesia muslim, Indonesia muslim!". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kanal Terpanjang di Dunia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;China mempunyai kanal terusan Beijing-Hangzou, Grand Canal, yang merupakan kanal terpanjang di dunia dengan panjang 1.794 Km, mengungguli terusan Suez dan Panama. Kanal terusan ini juga merupakan yang tertua, menghubungkan Yellow River (Sungai Kuning) dengan Sungai Yangtse, mulai dibangun pada jaman Dinasti Wu pada 486 SM, yang kemudian dilanjutkan pada jaman Dinasti Sui tahun 605-610 M, dan mencapai panjang dan bentuk seperti sekarang ini pada akhir abad ke&amp;shy;13. Kanal besar ini sejak 1400 Tahun lalu menjadi media transportasi orang, barang dan pasukan militer. Sayangnya rombongan Al-Zaytun belum berkesempatan menelusuri kanal buata terpanjang di dunia ini, mudah&amp;shy;mudahan dalam kunjungan berikutnya keinginan ini dapat terwujud. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seluruh sungai dan kanal di China mempunyai total panjang 420.000 Km, dan lebih dari 50-000 sungai yang masing-masingnya mengairi lahan lebih dari 100 Km2. China juga merupakan negeri banyak danau, ada sekitar 2800 danau alami yang masing-masingnya mempunyai lebar lebih dari 1 Km, dan keseluruhan luasnya lebih dari 80.000 Km2. Keseluruhan sumber air di China mencapai 2812,4 milyar M3 dan sekitar 96 persennya merupakan sumber air permukaan, yaitu berupa sungai-sungai dan danau-danau. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sungai buatan juga berfungsi untuk media transportasi air yang murah dan efisien untuk mengangkut hasil-hasil produksi pertanian. Begitu juga dalam kegiatan industri, pada setiap pabrik, pasti ada kanal untuk mengangkut hasil produksi. Karena itu, di setiap kanal pasti terdapat pelabuhan-pelabuhan kecil untuk menampung kapal-kapal yang membawa hasil produksi pertanian. Hasil produksi pabrik langsung dibawa melalui transportasi air. Kanal-kanal yang ada dibuat lebar supaya mampu dilewati oleh kapal‑kapal yang kapasitasnya sampai ribuan ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk transportasi darat, telah dipersiapkan infrastrukturnya berupa jalan tol yang terdapat di berbagai kota mulai dari Beijing sampai ke Nanjing. Demikian pula terdapat banyak jalan layang. Bahkan, ada jalan layang yang strukturnya mencapai hingga enam tingkat. Selain itu terdapat pula transportasi melalui kereta api cepat dengan kecepatan 400 km per jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan lalu lintas di jalan raya ditata dengan sebaik-baiknya. Bus yang ditumpangi rombongan Al- Zaytun, misalnya, dikontrol secara. otomatis&amp;shy;elektronik. Kalau lajunya terlalu lambat, atau terlalu cepat, maka secara otomatis akan terdengar suara peringatan. Ada peringatan agar sopir menambah kecepatan, karena i alan di depannya kosong. Atau, peringatan untuk mengurangi kecepatan karena laju kendaraan terlalu cepat dan dapat membahayakan. Aturan lain dalam bus, para penumpang dilarang berdiri, atau berjalan-jalan sewaktu bus melaju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketaatan masyarakat terhadap rambu-rambu lalu lintas pun patut diaeungi jempol. Di jalan raya orang terlihat menyeberang jalan hanya pada &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;zebra cross&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Walau tidak banyak polisi, semua aturan lalu lintas berjalan sesuai dengan ketentuan. Sekalipun terdapat berbagai jenis kendaraan kecil-besar sebagai alat transportasi masyarakat, dari sepeda , sepeda motor sampai mobil mewah dari berbagai merek yang telah dirakit di China hingga bus, keadaan jalan raya yang tertata rapi, kiri-kanan ada taman pohon-pohon besar, pada umumnya tidak macet. Polisi jalan raya hanya di pos-pos jaga atau pada perempatan jalan, dengan uniform yang menunjukkan kesan tidak galak namun memiliki wibawa yang tinggi dan dihormati oleh masyarakatnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kunjungan lima hari ke negeri China, rombongan menimba Rum dan pengalaman yang tak ternilai harganya. Terutama, manfaatnya yang sangat besar untuk kemajuan A]-Zaytun di masa-masa mendatang. Sungguh tepat pula kiranya, apabila setiap lulusan Al-Zaytun kelak memiliki kesempatan mengadakan studi banding ke China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Sumber : Berita Indonesia Edisi 42, Tahun 2008&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-5854648246079621686?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/5854648246079621686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=5854648246079621686&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/5854648246079621686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/5854648246079621686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/04/al-zaytun-belajar-hingga-ke-negeri.html' title='Al-Zaytun Belajar Hingga Ke Negeri China'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SAdT7BVcHuI/AAAAAAAAADM/_4Rr9PwwVzI/s72-c/Tim+MAZ+di+Arena+Pameran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-6460049740524418812</id><published>2008-04-17T06:31:00.000-07:00</published><updated>2008-04-17T06:56:19.271-07:00</updated><title type='text'>Mencontoh Program RRC</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SAdUhhVcHvI/AAAAAAAAADU/Mt0i2p149tU/s1600-h/Mesin+Pengolahan+Susu+Yang+Mutahir.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190210030428495602" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SAdUhhVcHvI/AAAAAAAAADU/Mt0i2p149tU/s400/Mesin+Pengolahan+Susu+Yang+Mutahir.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rombongan AI-Zaytun menghadiri pameran peternakan sapi perah di China demi mengembangkan peternakan sapi perah yang selama ini sudah ditekuni di al-zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para pejabat di negeri Tirai Bambu ini, pemerintah RRC telah memprogramkan, sejak tahun 2007 sedikitnya 50 Persen penduduk China, yang jumlahnya sudah mencapai 1.300.000.000 jiwa, harus meminum susu minimal satu liter setiap hari. Kekurangan-kekurangan yang masih ditemukan di lapangan, diatasi semaksimal mungkin demi kesuksesan program wajib minum susu ini. Contohnya, pemerintah telah memproduksi vitamin/obat-obatan yang dapat menimbulkan rangsangan supaya mereka mau meminum susu, atau untuk mencegah agar tidak mual bagi yang belum terbiasa minum susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah China juga mempersiapkan pendirian pusat peternakan sapi yang sangat banyak di seluruh negeri. Tujuannya untuk menyediakan susu sapi sebanyak&amp;shy;banyaknya, supaya target minimal satu liter perhari perorang bagi sedikitnya 650.000.000 rakyat China dapat tercapai. Pemerintah China sangat serius mempersiapkan serta melaksanakan program ini untuk meningkatkan kualitas generasi penerusnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SAdWaRVcHxI/AAAAAAAAADk/emDoKipcQ3E/s1600-h/Diskusi+Peralatan+Susu+Sapo+di+Salah+Satu+Stan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190212104897699602" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SAdWaRVcHxI/AAAAAAAAADk/emDoKipcQ3E/s400/Diskusi+Peralatan+Susu+Sapo+di+Salah+Satu+Stan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Al-Zaytun Kembangkan Industri Susu Sapi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh AS Panji Gumilang, untuk meningkatkan produksi susu, dalam waktu dekat Al-Zaytun akan mendatangkan lebih dari i.000 ekor sapi dari Selandia Baru. Al-Zaytun terpaksa harus mendatangkannya dari luar negeri, sebab bila membelinya dari dalam negeri, itu sama saja dengan tidak menambah populasi sapi lokal yang sudah ada di Indonesia. Apabila mengimpor, itu berarti akan menambah populasi sapi-sapi berkualitas. Sapi-sapi yang dipelihara di berbagai peternakan di Selandia Baru sudah mempunyai recording pencatatan silsilah sapi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila negeri China mampu menjalankan program separuh dari 1,3 miliar penduduknya sudah meminum susu minimal satu liter setiap hari sejak tahun 2007 ini, dan akan diperluas nantinya hingga total 1.300.000.000 penduduk China seluruhnya meminum susu, Indonesia bukan tak mungkin dapat merintis program yang sama. Dimulai dari Al-Zaytun, program tersebut dapat dikembangkan pada skala nasional dengan mewajibkan separuh dari 220.000.000 penduduk Indonesia wajib meminum susu sapi minimal satu liter sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Majalah Berita Indonesia Edisi 42 / 2007&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-6460049740524418812?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/6460049740524418812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=6460049740524418812&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6460049740524418812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6460049740524418812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/04/mencontoh-program-rrc.html' title='Mencontoh Program RRC'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SAdUhhVcHvI/AAAAAAAAADU/Mt0i2p149tU/s72-c/Mesin+Pengolahan+Susu+Yang+Mutahir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-1069868340894763817</id><published>2008-04-17T06:24:00.000-07:00</published><updated>2008-04-17T06:52:55.585-07:00</updated><title type='text'>Mengunjungi Makam Bapak Pendiri China Modern</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SAdVqBVcHwI/AAAAAAAAADc/NPVL2cWyF7s/s1600-h/Di+Depan+Monumen+Dr+Sun+Yat+Sen.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190211275969011458" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SAdVqBVcHwI/AAAAAAAAADc/NPVL2cWyF7s/s400/Di+Depan+Monumen+Dr+Sun+Yat+Sen.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rombongan AI-Zaytun melakukan kunjungan ke makam seorang tokoh kaliber dunia Dr. Sun Yat Sen, pendiri Negara China modern. Monumen makam tokoh legendaris China ini berada di atas bukit. Letaknya cukup tinggi, bisa dicapai setelah menapaki 393 anak tangga dan 10 platform, dimana tinggi setiap anak tangga mencapai 30 cm. Untuk bisa memasuki monumen yang megah rombongan melalui 3 bangunan, yang pertama, melalui gerbang luar, yang kedua, melalui gerbang makam, yang ketiga, melalui pavillion marmer, baru kemudian naik ke bangunan makam. Ada tiga pintu berbentuk lengkung (arch) pada bangunan makam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bangunan makam terdapat kubah (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;dome&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;), dan tepat di bawah kubah terdapat sebuah tempat yang ceruk ke bawah, yang di bagian atasnya dibuatkan replika peti mati. Di atas replika peti mati itulah diletakkan patung Dr. Sun Yat Sen yang terbuat dari marmer. Jenazah Sun Yat Sen sendiri, yang asli, disemayamkan tepat empat meter di bawah patung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan kunjungan yang sangat berharga itu, Syaykh AS Panji Gumilang dan rombongan berdoa untuk Sun Yat Sen. Yang menarik, sewaktu Syaykh dan rombongan berdoa semua orang yang sedang berada di makam, termasuk tentara yang sedang bertugas menjaga pada saat itu, terlihat ikut pula mengamini doa yang dipanjatkan Syaykh. Seusai berdoa, Syaykh mengatakan bahwa siapapun selayaknya menghargai Sun Yat Sen sebagai manusia. Jangan memutuskan untuk tidak berdoa terhadap orang&amp;shy;-orang yang banyak berjasa dalam kehidupannya, walau berlainan agama dan kepercayaan. Lanjut Syaykh, kita hanya berdoa, sedangkan yang berhak menerima, atau menolak doa, hanyalah yang maha kuasa Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Membentuk Bangsa China yang Kuat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sun Yat Sen telah memberikan motivasi yang kuat kepada para pemimpin dan bangsa China, sehingga bangsa itu mampu mewujudkan terbentuknya sebuah negeri China yang bersatu. Hikmah dari kerja keras Sun Yat Sen dan para pemimpin China lainnya adalah berhasil mewujudkan kemajuan besar bagi bangsa China diantaranya dengan terbukanya berbagai lapangan pekerjaan bagi rakyatnya. Hal itu tergambarkan tatkala rombongan Al-Zaytun bertemu dengan para petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semua tampak hidup dengan sejahtera. Kehidupan para petani mendapat perlindungan dari pemerintah. Semua hasil bumf mereka, seberapapun besar dan jumlahnya, dibeli oleh pemerintah. Sebagian penghasilan yang mereka dapatkan dari kegiatan pertanian, bisa mereka sisihkan. Sehingga, profil para petani China masa sekarang ini adalah petani yang berkesempatan mempunyai tabungan, memiliki rumah, serta mampu membiayai pendidikan anak-anaknya sampai perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melindungi para petani, pemerintah RRC modern juga memperhatikan generasi muda usia produktif untuk dapat bekerja di berbagai bidang. Di China, proses untuk melakukan kegiatan investasi begitu mudah, tidak ada satu hal pun yang dipersulit. Bahkan, ada sebuah provinsi yang membebaskan sewa tanah bagi kemajuan-kemajuan yang dicapai Eropa dan Amerika, sudah pula dapat diwujudkan di China. Siapapun menjadi sangat yakin, dalam 20 tahun ke depan bangsa China akan sulit ditandingi oleh negara manapun , termasuk Amerika Serikat. Bahkan, kemajuan China nampak justru lebih sempurna ditemukan di sanghai dibanding dengan yang dicapai Eropa dan Amerika sendiri. China sudah menata moralitasnya dengan mantap, plus disiplin yang tinggi, sebuah persyaratan yang harus dimiliki oleh sebuah negara maju. Tinggal menunggu saatnya saja China melesat sebagai kampiun barn dunia. Apalagi, China sudah mempunyai program untuk menyehatkan penduduk yang jumlahnya miliyaran orang dengan kewajiban meminum susu minimal satu liter susu sehari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Program yang Berkelanjutan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bangsa China memiliki sistem kenegaraan dan kemasyarakatan yang bagus, sekalipun wilayahnya sangat lugs dan jumlah penduduknya 1,3 milyar. Kendati besar, negara mereka begitu kuat, dan tidak terpecah-pecah sampai hari ini. Pemimpin China berhasil mensinergikan semua kekuatan rakyatnya, dari mulai yang berumur dini, sampai yang tua. Mereka semua mampu menjalankan sesuatu sesuai dengan kewajiban dan fungsinya masing-masing. Semuanya diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi masing-masing sehingga mampu membentuk kepercayaan diri yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan perputaran zaman, kepemimpinan pastilah selalu silih berganti. Namun di negeri Panda itu, pemimpin yang barn tidak mematahkan program yang dijalankan oleh pemimpin sebelumnya yang digantikannya. Melainkan, pemimpin yang barn justru melanjutkan program-program para pendahulunya.&lt;br /&gt;Tour Leader wisata yang mendampingi rombongan Al-Zaytun banyak mengangkat berbagai warisan ungkapan orisinil dari Bapak Pendiri Bangsa China Modern, Doktor Sun Yat Sen, yang hingga kini tetap aktual sebagai nilai-nilai kehidupan sehari‑hari. Ungkapan itu merupakan kata-&amp;shy;kata bijak yang sangat menarik untuk dikaji dan dijabarkan. Sampai-sampai, semua anggota rombongan senantiasa antusias untuk memahami detil isi dan arti ungkapan demi ungkapan dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ungkapan terkenal dari Sun Yat Sen adalah &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;"Tien Sien",&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang artinya, negara milik semua. Ternyata, kata bijak yang sangat singkat ini memiliki nilai nahniyah, yang terns ditanamkan kepada semua warga China, bahkan telah berhasil memberikan motivasi yang kuat kepada segenap rakyat untuk bersama-sama memelihara, membangun, dan memajukan masyarakat dan negara China. Ada pula ungkapan berbunyi, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;"Fu Lu So".&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Fu, mempunyai arti fongshui, atau hoki, Lu berarti kaya, Berta So artinya sehat. Dengan demikian, kata bijak &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Fo Lu So&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;mempunyai arti bahwa manusia perlu mengadakan upaya&amp;shy; untuk mendapatkan hoki, sehingga berhasil meraih kekayaan harta dan jiwa. Dan untuk mencapai fongshui itu, manusia harus memelihara kesehatan dengan sebaik-baiknya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Syaykh pun, selama dalam perjalanan, sutra sekali mengungkapkan kata-kata bijak China lain yang diketahuinya, seperti &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Nong Fu Guo Qiang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, yang berarti Petani Kaya, Negara Kuat. Lalu ungkapan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ipu ipu lay tataw centung&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, yang berarti, setahap demi setahap mencapai kesuksesan. Syaykh memang mempunyai segudang pengetahuan tentang sejarah bangsa China, seperti sejarah kekaisaran dan riwayat perjalanan hidup Sun Yat Sen. Matra ketika mereka mendengarkan penuturan Syaykh, mereka menjadi sangat respek, gembira, menghargai dan heran, sekaligus salut atas tingkat pengetahuan Syaykh AS Panji Gumilang yang begitu dalam menguasai peribahasa-peri&amp;shy;bahasa dan sejarah bangsa China. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Sumber : Majalah Berita Indonesia Edisi 42 / Tahun 2007 &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-1069868340894763817?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/1069868340894763817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=1069868340894763817&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1069868340894763817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1069868340894763817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/04/mengunjungi-makam-bapak-pendiri-china.html' title='Mengunjungi Makam Bapak Pendiri China Modern'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/SAdVqBVcHwI/AAAAAAAAADc/NPVL2cWyF7s/s72-c/Di+Depan+Monumen+Dr+Sun+Yat+Sen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-2879341758146961521</id><published>2008-03-11T03:04:00.000-07:00</published><updated>2008-03-11T03:08:00.740-07:00</updated><title type='text'>50 Persen Guru di Lima Negara E-9 Tak Berpendidikan Formal</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebagian dari negara-negara E-9 (negara-ne&amp;shy;gara berpenduduk terbesar di dunia) hanya memiliki 50 persen guru yang berpendidikan strata satu (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;primary education train&amp;shy;ing&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;). Padahal, peran guru sangat penting untuk menjadi agen per&amp;shy;ubahan, khususnya dalam upaya menjadikan pendidikan bisa diterima oleh semua orang (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;edu&amp;shy;cation for all/EFA&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Indonesia termasuk salah sa&amp;shy;tu negara yang jumlah guru ber&amp;shy;pendidikan primer setara bach&amp;shy;elor kurang dari 50 persen," ujar Wakil Ketua Panitia &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;the Seventh E-9 Ministerial Review Meeting&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (Pertemuan Sembilan Menteri&amp;shy;menteri Pendidikan Berpen&amp;shy;duduk Terbesar di Dunia), Fasli Djalal, dalam persiapan pem&amp;shy;bukaan pertemuan tersebut di Nusa Dua Bali, Ahad (9/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah guru di Indonesia, kata Faisal, mencapai 2,7 juta orang. Sedangkan jumlah guru yang memiliki pendidikan formal se&amp;shy;tara S1 hanya sepertiganya. Aki&amp;shy;batnya, kata Faisal, upaya pe&amp;shy;ningkatan kualitas pendidikan di Indonesia cukup terhambat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sembilan negara anggota E-9, adalah Cina, India, Indonesia, Brasil, Mesir, Bangladesh, Pakis&amp;shy;tan, Meksiko, dan Nigeria. Selain Indonesia, tambah Faisal, beber&amp;shy;apa negara lainnya, seperti Cina, Bangladesh, India, dan Pakistan juga termasuk sebagai negara&amp;shy;negara yang jumlah guru ber&amp;shy;pendidikan formal setingkat S1 masih di bawah angka 50 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin, baru Meksiko dan Brasil yang telah memiliki jum&amp;shy;lah guru berpendidikan formal setara bachelor yang lebih dari 50 persen," tambah Faisal. Menurut Faisal, jumlah guru yang melalui pendidikan formal sangat penting untuk mening&amp;shy;katkan kualitas pendidikan. Se&amp;shy;bagai sebuah profesi yang sangat mulia, Negara-negara E-9 me&amp;shy;nilai peran guru sangat penting untuk mencapai tujuan EFA. Be&amp;shy;berapa tujuan EFA itu adalah mengentaskan buta huruf dan peningkatan pendidikan kese&amp;shy;taraan gender pada 2015, khu&amp;shy;susnya di Negara-negara E-9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Chief Section for Teacher Education Division UNESCO, Caroline Pontefract, persoalan kuantitas dan kuali&amp;shy;tas guru ini menjadi kian ber&amp;shy;tambah dengan adanya hasil ka&amp;shy;jian UNESCO bahwa pada 2015. Disebutkan, akan terdapat kebu&amp;shy;tuhan tenaga guru hingga men&amp;shy;capai 18 juta orang di negara-ne&amp;shy;gara. E-9. Padahal, kata Caroline, 67 persen warga buta huruf dari jumlah 771 juta penduduk buta huruf itu berada di negara-ne&amp;shy;gara E-9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caroline menjelaskan, perte&amp;shy;muan akan difokuskan mengenai peningkatan kuantitas dan kual&amp;shy;itas guru dalam bentuk berbagai pelatihan. Guru, kata Caroline, tidak hanya memilik pendidikan formal secara akademis, tapi juga kecakapan dalam pedagogis, serta psikologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Sumber : Harian Republika, Senin, 10 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-2879341758146961521?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/2879341758146961521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=2879341758146961521&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/2879341758146961521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/2879341758146961521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/03/50-persen-guru-di-lima-negara-e-9-tak.html' title='50 Persen Guru di Lima Negara E-9 Tak Berpendidikan Formal'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-6205883486092662833</id><published>2008-02-17T01:36:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T01:50:53.129-08:00</updated><title type='text'>Meredam Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Menyambut Konperensi PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua Bali, 3 - 14 Desember 2007, wartawan &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;MADINA &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Usman Yatim yang juga Dosen Fikom Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Jakarta, berkunjung ke Ma`had al-Zaytun di Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, 15-16 Nopember 2007. Pesantren ini sangat peduli dengan lingkungan hidup, kawasan yang awalnya gersang dan panas kini telah berganti hijau royo-royo dan sejuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kini sedang senang berbicara tentang lingkungan hidup. Kita diingatkan tentang adanya pemanasan global, perubahan iklim yang tidak menentu, dunia yang dikhawatirkan kian menjadi panas, salju di daerah kutub yang mencair, bencana alam yang melanda banyak negara, dan lain sebagainya. Ramainya perbincangan seputar masalah lingkungan hidup itu tidak lain karena 3-14 Desember 2007 akan berlangsung Konperensi PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua, Denpasar, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kegiatan dilakukan menyambut konferensi tingkat dunia tersebut. Minggu pagi, 11 Nopember 2007, di Jakarta, misalnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Ani SBY, para menteri, pejabat tinggi negara, serta masyarakat luas melakukan kegiatan sepeda santai dalam rangka mengurangi polusi kendaraan bermotor. Sementara Titik Puspa dalam rangka merayakan ulangtahunnya yang ke-70, melaksanakan kegiatan penanaman pohon. Intinya, kita semua diajak memanfaatkan momentum konferensi PBB itu untuk peduli pada masalah pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekitar duapuluh tahun terakhir konsep pembangunan berwawasan lingkungan sempat dikibarkan sebagai fatwa di bidang perencanaan pembangunan, yang dibicarakan di mana-mana. Kenyataannya apakah pembangunan kita benar-benar sudah berwawasan lingkungan? Apakah kita selama ini, memang sudah atau kurang peduli terhadap lingkungan? Apakah berbagai proyek pembangunan seperti berbagai kawasan baru yang ada di Jakarta dan sekitarnya sudah berwawasan lingkungan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat kehidupan di Jakarta dan kota-kota besar yang ada di tanah air, terasa memang ada keraguan terhadap kepedulian kita kepada lingkungan hidup. Kawasan Kelapa Gading Jakarta yang pembangunannya demikian pesat, ditandai berbagai bangunan menjulang, banyaknya pusat perbelanjaan dan apartemen, serta berbagai perumahan yang ada di sekitarnya, Februari 2007 dilanda banjir besar, bahkan sebagian besar lingkungan di Jakarta dan daerah sekitarnya juga ikut terkena banjir besar. Mana penerapan konsep wawasan lingkungannnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang menilai, pada akhirnya pembangunan berwasasan lingkungan hanya berhenti pada tataran rencana dan bertumpuk menjadi dokumen yang hancur dimakan usia. Jakarta dan sekitarnya bertumbuh pesat dengan bangunan tetapi memangsa kawasan hijau, mencemari bumi serta sumber airnya sendiri. Sungai menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah terpanjang. Kehijauan hutan kota dan taman-taman kota berganti hutan beton. Taman Monas memang kini terlihat hijau tapi apakah itu sudah cukup? Ketika hujan turun, kita semua cemas-cemas dengan kedatangan banjir yang tidak terduga-duga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Mari Berkunjung ke Ma`had al-Zaytun&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, jika kita sejenak melupakan Jakarta dan mencoba melihat ke daerah pelosok, rasa cemas terhadap pemanasan global, kerusakan atau pencemaran lingkungan hidup, dapat dikurangi atau dilupakan. Setidaknya hal ini, jika kita mau ramai-ramai berkunjung ke Ma`had al-Zaytun, sebuah pesantren yang terletak di Haurgeulis, kabupaten Indramayu, berjarak sekitar 182 km dari arah Jakarta atau 132 km dari arah Cirebon. Di Ma`had al-Zaytun, kita akan dapat melihat adanya sekelompok orang yang sangat peduli dengan lingkungan hidup. Para penghuni Ma`had al-Zaytun dapat membuktikan bahwa lewat sentuhan manusia, lingkungan dapat ditata, dikelola, dikembangkan dan dipelihara sehingga pemanasan global dapat dihadapi, disikapi dengan penuh kearifan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan MADINA yang berada di Ma`had al-Zaytun selama dua hari (15-16 Nopember 2007) benar-benar telah melihat langsung suatu pemandangan luar biasa di kawasan pesantren ini. Betapa tidak, Ma`had al-Zaytun kini benar-benar sangat kontras dibanding 8 tahun lalu, saat wartawan MADINA pernah juga berkunjung ke pesantren dengan motto “Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi serta Pengembangan Budaya Perdamaian” ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, gedung-gedung megah Ma`had al-Zaytun yang menjulang, tidak lagi begitu kelihatan, seolah telah menghilang. Padahal pada 7 tahun lalu, decak kagum orang-orang yang berkunjung ke pesantren ini muncul terutama ketika mereka melihat bangunan pembelajaran dan asrama santri yang bagaikan jejeran gedung apartemen atau perkantoran seperti halnya di Jakarta. Namun, gedung-gedung tersebut kini tidak lagi terlihat menonjol, terutama dari jauh, karena sudah tertutup oleh banyaknya pepohonan tinggi hijau menjulang, hampir menyamai gedung 5-6 lantai yang ada di Ma`had al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu, apakah ini agaknya berbagai suara miring yang sempat banyak mengemuka pada awal keberadaan pesantren ini, ikut menghilang atau setidaknya tidak lagi “hiruk pikuk”, seirama dengan keberadaan pesantren yang kini seperti sudah menghutan. Kawasan Ma`had al-Zaytun kini sudah menghijau. Cuaca panas yang dulu sangat dirasakan, kini sudah berganti penuh kesejukan. Dulu pada siang hari, jika berjalan-jalan di kawasan bangunan sekitar 200 ha ini kita harus memakai payung, maka kini tidak lagi perlu. Bahkan, jika ada hujan pun, apalagi jika hanya rintik-rintik, payung seolah tak dibutuhkan karena tetesan air hujan lebih dulu sudah menerpa dedaunan pepohonan. Sedangkan pada malam hari, jika dulu harus mengenakan jaket karena diterpa angin kencang, maka kini tidak lagi perlu karena sudah ditahan oleh rindangnya pepohonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keharmonisan manusia dengan alam dan lingkungannya demikian terasa di Ma`had al-Zaytun. Cobalah perhatikan perhatikan santrinya ketika mereka menuju tempat pembelajaran, ke masjid atau kembali ke asrama masing-masing, mereka berjalan dengan tertibnya. Hal menarik, ketika berjalan di luar rombongan besar, mereka harus berjalan dijalur yang sudah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan-jalan yang ada di kawasan ini semuanya dalam kondisi sangat baik karena memiliki kualiatas cor beton. Para pengguna jalan di sini harus mematuhi tertib berlalulintas, seperti adanya jalur khusus untuk pejalan kaki dan pengendara. Tidak semua jalan boleh dilalui oleh kendaraan bermotor, kecuali mendapat izin khusus untuk tamu. Jalan-jalan di Ma`had al-Zaytun didominasi pejalan kaki dan pengguna sepeda sehingga kawasan ini memang bebas dari pencemaran lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan-jalan yang berbeton tersebut tidak berarti kawasan pesantren ini tidak banyak menyerap air, karena di kiri kanan jalan terdapat kawasan yang ditanami pepohonan, seperti pohon jati. Kini jalan-jalan beton dan berbagai bangunan yang ada seolah sudah diselimuti pepohonan. “Kawasan pemukiman yang menghutan” layak disandang Ma`had al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara jika kita memasuki berbagai bangunan yang ada, kita tidak akan menemukan sama sekali asap rokok. Merokok dilarang sangat keras di Ma`had al-Zaytun karena bagi warga pesantren ini dianggap sebagai cikal bakal seseorang menjadi pecandu narkoba. Larangan tidak pandang bulu, artinya siapapun tidak boleh merokok di kawasan Ma`had al-Zaytun, termasuk para guru dan pimpinannya. Apa boleh buat, “hak asasi” bagi perokok tidak ada di Ma`had al-Zaytun, tetapi yang ada adalah hak asasi bagi setiap orang untuk tidak mendapatkan asap rokok, pencemar lingkungan yang dinilai sangat merusak kesehatan atau bahkan mematikan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya terlalu membesar-besarkan jika kita banyak menilai melalui tulisan tentang lingkungan hidup di Ma`had al-Zaytun. Ada baiknya, kita yang mau tahu banyak tentang melihat contoh bagaimana mewujudkan lingkungan hidup yang siap menghadapi pemanasan global, mau berkunjung sendiri ke pesantren ini. Datang, lihat dan baru nilai sendiri, apakah Ma`had al-Zaytun layak sebagai contoh, laboratorium pengembangan dan pelestarian lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak salah rasanya, jika Panitia Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim mau melihat Ma`had al-Zaytun dan kemudian mengajak pula peserta juga ikut berkunjung nantinya untuk menunjukkan secara nyata bahwa ada sebagian dari masyarakat Indonesia sudah mampu membuktikan bagaimana menghadapi pemanasan global. Kalau peserta konferensi bertanya apa yang dilakukan Indonesia terhadap upaya ikut mengurangi pemanasan global, kita dapat merujuk ke Ma`had al-Zaytun. Kita boleh mengatakan, akan ada ribuan proyek serupa yang akan dibangun sebagaimana di Ma`had al-Zaytun. Ah, jika ini benar adanya, Indonesia pastilah disebut benar-benar serius telah berbuat bagi upaya mengurangi pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Laboratorium Alam dan Kegiatan Ekonomi Terpadu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’had Al-Zaytun dikenal sebagai pesantren yang dibangun dengan skala besar. Secara fisik, pesantren ini tampaknya sulit untuk dipadankan dengan berbagai pesantren yang ada di Tanah Air. Oleh karena itulah agaknya kenapa muncul berbagai suara miring terhadap Ma’had Al-Zaytun. Syaikh AS Panji Gumilang dan segenap eksponen Ma’had Al-Zaytun menyadari betul akan posisinya dan karena itu mereka cenderung tidak menanggapi, apalagi berpolemik terhadap suara miring yang ditudingkan. Bagi keluarga besar Ma’had Al-Zaytun, berbuat dan berbuat, itulah yang menjadi jawab terhadap berbagai komentar yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap arif, lebih banyak berbuat daripada berdebat, dari Syaikh AS Panji Gumilang dalam memimpin Ma’had Al-Zaytun tampaknya memang tepat. Kini Ma’had Al-Zaytun dalam kurun waktu belum 10 tahun kiprahnya telah menunjukkan sosoknya sebagai sebuah pesantren terkemuka, terbesar, termodern dan penuh monumental. Sebagaimana ditulis oleh Majalah Tokoh Indonesia, Ma’had Al-Zaytun layak disebut sebagai laboratorium alam dan kegiatan pendidikan dan ekonomi terpadu. Kawasan kampus Ma’had Al-Zaytun merupakan penerapan konsep pendidikan sebagai gula dan ekonomi sebagai semutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang bertanya dari mana dana pembangunan Ma’had Al-Zaytun, maka Syaykh AS Panji Gumilang selalu mengatakan dari umat Islam Indonesia. Selain itu didapatkan dari kegiatan ekonomi terpadu yang dilakukan di dalam kampus Ma’had Al-Zaytun sendiri. Artinya, selain kegiatan belajar mengajar, Ma’had Al-Zaytun juga melakukan berbagai upaya dalam rangka menghidupi diri sendiri secara mandiri. Istilah swakelola, swadana yang banyak dibincangkan dalam pengelolaan lembaga pendidikan, sudah secara nyata dipraktikkan di Ma’had Al-Zaytun. Pesantren ini menerapkan manajemen pendidikan yang solid, menggerakkan roda organisasi yang berorientasi masa depan, berpola pikir bisnis dan ekonomi dengan tetap memegang prinsip keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelola Ma’had Al-Zaytun menyadari bahwa secara finansial untuk memenuhi kebutuhannya tidaklah bisa bergantung sepenuhnya dari uang partisipasi dari wali murid serta sumbangan dari seluruh sahabat. Moto mandiri dan mampu bersaing dengan bangsa lain benar-benar harus dijalankan. Oleh sebab itulah, pesantren ini dibangun dan dikembangkan sebagai sebuah mega proyek laboratorium alam yang sekaligus merupakan kegiatan ekonomi terpadu, yang sudah direncanakan dengan matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma'had Al-Zaytun, sebagai kampus yang mandiri dan terpadu secara ekonomi, dalam usahanya juga menyediakan sarana dan prasarana pendukung serta menjalankan berbagai industri seperti industri pengolahan susu, industri tahu dan tempe, industri pengolahan pangan, industri pengolahan pakan ternak, pabrik beras, pabrik pengolahan garam beryodium, percetakan, toko serba ada (toserba), kantin umum, warung telepon (wartel), warung pos, barber shop, koperasi, mess karyawan, dan sebagainya. Ma'had Al-Zaytun membangun suatu unit ekonomi terpadu guna keberlangsungan hidup para penghuni dan lingkungan di atas lahan 1200 ha ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai laboratorium alam, pengelola Ma'had Al-Zaytun berprinsip bahwa setiap jengkal lahan harus dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin. Tidak ada lahan atau bahkan apapun yang ada di pesantren ini dinilai punya harga, berdayaguna atau dapat dimanfaatkan. Lahan-lahan yang ada dikapling sesuai peruntukan masing-masing. Oleh karena itulah, di sini ada lahan peternakan untuk berbagai jenis hewan, antara lain, domba, sapi potong, sapi perah, unggas, dan termasuk ada hewan peliharaan yang kesemuanya dapat sebagai salah satu sumber penghasilan Ma'had Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahan peternakan yang dibangun serba modern, dilengkapi dengan bangunan peternakan sapi perah dan sapi potong, kambing perah dan kambing potong, rusa, kuda dan itik, Selain itu ada pula bangunan peternakan untuk karantina, bangunan hatchery untuk pengembangan dan budidaya ikan air tawar, bangunan laboratorium kultur jaringan, bangunan laboratorium embrio transfer dan inseminasi buatan, bangunan pengolahan susu, dan bangunan Pengolahan Pakan Ternak. Boleh dikata aktifitas peternakan ini cukup besar perannya dalam menghidupi penghuni pesantren, bahkan sebagian produksinya dijual ke luar Ma'had Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara lahan perkebunan dan pertanian yang kini sebagian menyelimuti bangunan Ma'had Al-Zaytun, ditanami berbagai tanaman komersial, yaitu jati mas, jagung manis, jeruk siam garut, mangga, rumput king grass, serta seluruh jenis tanaman baik tanaman buah maupun tanaman keras dari seluruh propinsi di Indonesia. Pengerjaan aktifitas agrobisnis tersebut di atas, seperti halnya dengan semua aktifitas pembangunan Ma’had Al-Zaytun, secara keseluruhan dilaksanakan oleh tim yang handal, sangat menguasai dalam bidang masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pengunjung berada di kantin besar Ma'had Al-Zaytun, melihat apa yang ada, seperti meja-meja terbuat dari kayu jati berjejer rapi dipenuhi oleh para santri, kemudian berbagai makanan lengkap yang tersedia, maka sebagian besar adalah produk pesantren ini sendiri. Meja yang terbuat dari kayu jati yang digunakan di kantin itu merupakan olahan sendiri. Di sana ada industri meubel yang diawaki karyawan yang sudah terlatih dan sekaligus sebagai tempat praktek para santri. Pabrik ini menghasilkan berbagai macam produk mulai dari lemari, meja, kursi, hingga hiasan meja dan dinding. Dari pabrik inilah meja kayu jati yang ada di kantin itu berasal. Pabrik meubel ini pula yang menyuplai berbagai kebutuhan perabotan untuk kelas, asrama, kantor dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita memandang ke sekeliling Ma'had Al-Zaytun maka dapat terlihat pohon jati. Pohon-pohon jati ini ditanam setelah melalui serangkaian proses penelitian yang disebut kultur jaringan. Pesantren ini memiliki laboratorium kultur jaringan yang diisi oleh dosen/ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Selain bibit jati unggul, laboratorium kultur jaringan juga mengembangkan hampir semua tanaman yang ada, termasuk rumput-rumput untuk makanan ternak yang menghasilkan sapi-sapi berkualitas. Malahan rumput-rumputan itu diolah khusus di sebuah bangunan Pengolahan Pakan Ternak untuk mendukung aktifitas peternakan sapi perah dan sapi potong, kambing perah dan kambing potong, rusa, kuda dan itik. Ma’had Al-Zaytun selain memiliki pabrik pengolahan susu, juga lewat aktifitas litbang ternaknya telah berhasil melakukan embrio transfer dan inseminasi buatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses sama juga terjadi atas ayam goreng, kentang, sayur kacang panjang, pisang, asinan mangga yang dikonsumsi oleh santri itu. Semuanya diternakkan dan ditanam di seputar lahan Ma’had Al-Zaytun yang kemudian diolah sendiri di dapur pengolahan bahan pangan. Berbagai makanan snack dan roti untuk dimakan oleh santri di kala jam istirahat sekolah, sarapan pagi, makan siang dan makan malam untuk seluruh penghuni merupakan produk Ma’had Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan beras juga dipenuhi secara mandiri dengan menanam padi di atas lahan Ma`had Al-Zaytun. Kebutuhan beras Ma’had Al-Zaytun rata-rata 4,5 – 5 ton perhari tapi masih surplus antara 12-15 ton per hari yang kemudian dijual ke pasar. Hasil penjualannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sabun mandi, odol, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Sejak Awal Sudah Berwawasan Lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi hijau royo-royo Ma`had al-Zaytun bukanlah kebetulan dan dibangun dalam waktu seketika. Jauh sebelum pesantren ini dibangun, para pengelolanya yang dipimpin oleh Syaikh AS Panji Gumilang, sudah memikirkan dan merancangnya dengan konsep pembangunan berwawasan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dinyatakan dalam Majalah al-Zaytun, No 2 Edisi Februari 2000, pesantren ini memandang bahwa kehidupan manusia di alam semesta, berkaitan erat dengan lingkungan, alam, manusia dan apa saja makhluk atau benda yang ada di sekitarnya. Untuk keperluan hidup, manusia dituntut agar lebih arif dan mampu menata bumi dan udara Pemberian Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan hal itu disebutkan pula bahwa master plan (Rencana Induk) pembangunan komplek Ma`had al-Zaytun mencerminkan sebuah rencana pembangunan yang penuh dengan wawasan lingkungan. Perbandingan antara ruang terbangun untuk sarana pendidikan seluas 200 ha dengan ruang terbuka berupa lahan pendukung yang luasnya mencapai 1000 ha. Hal ini menunjukkan perbandingan sangat ideal, Building Coverage Ratio (BCR) atau perbandingan antara daerah terbangun dengan daerah terbuka mengikuti standar 40 banding 60.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan berwawasan lingkungan di Ma`had al-Zaytun bukan lagi sekadar konsep di atas kertas. Ma`had al-Zaytun memberikan porsi ruang terbuka yang sangat cukup bagi terciptanya lingkungan yang selaras dengan alam. Terlebih bila membaca rincian pembangunan lahan pendukung yang digunakan dengan efisien dan produktif, yakni untuk usaha pertanian dan peternakan yang ramah dengan lingkungan. Juga terdapat adanya danau buatan yang antara lain berfungsi sebagai penyeimbang air tanah, satu fungsi yang banyak dilupakan pada pembangunan kawasan baru lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi Ma`had al-Zaytun pada awalnya merupakan lahan kering yang tandus. Areal sebelumnya merupakan persawahan tadah hujan yang pada saat “ditemukan” pertama kali tertutup oleh hutan ilalang. Tidak banyak yang melirik kawasan ini pada awalnya. Hal itulah agaknya ketika pengelola Ma`had al-Zaytun yang bernaung pada Yayasan Pesantren Indonesia, dapat mudah membebaskan lahan-lahan yang ada, meski kini tentu saja nilainya menjadi membubung, punya nilai jual tinggi bagi warga yang berada di lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma`had al-Zaytun harus diakui memang terbukti sudah melangkah ke depan dengan berbuat nyata. Dari semula tanah yang gersang, diciptakan kawasan hijau berupa hutan jati emas, jati genjah, kebun jeruk siam Garut, mangga dan buah-buahan langka khas Timur Tengah, seperti Zaytun, Tin dan Kurma. Setiap tanaman yang tumbuh di areal ini diolah dengan menggunakan pupuk alami dan tanpa pestisida yang berlebihan dengan konsep pertanian organis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghijauan yang secara terus menerus dilakukan di wilayah ini telah mengubah tanah tandus dan gersang menjadi “ijo royo-royo”. Sementara sektor pertanian dan peternakan dikembangkan selaras dengan berbagai industri berbasis pertanian (agroindustri) yang menjadi sektor unggulan untuk mendukung operasional pendidikan. Jika kita meninjau peternakannya, kita akan banyak melihat sapi, kambing dan hewan ternak yang dalam kondisi gemuk, sehat dan terawat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya bangunan, kawasan lingkungan hijau dan aneka ternak yang dapat dilihat di Ma`had al-Zaytun. Kita juga dapat menyaksikan danau buatan seluas 7 ha yang difungsikan sebagai peternakan ikan sekaligus menjadi penyeimbang air tanah dan pendukung pengairan persawahan di sekitar Ma`had al-Zaytun. Danau buatan itu patut mengundang decak kagum karena mampu menciptakan pemandangan indah. Selangkah lagi, danau tersebut bakal dikembangkan sebagai tempat rekreasi, baik bagi santri, karyawan beserta keluarga maupun bagi tamu-tamu Ma`had al-Zaytun. Danau itu akan dilengkapi dengan berbagai sarana olahraga air seperti sampan dan dayung. Bahkan dapat pula dibuat lintasan sepeda santai di sekitar danau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma`had al-Zaytun kini tidak lagi dapat dilihat sekadar pesantren dengan konsep terpadu sebagaimana sering dikumandangkan terhadap banyak pembangunan pesantren yang ada di Indonesia. Ma`had al-Zaytun dengan luas 1200 ha, dengan berbagai kelengkapan fasilitasnya, lingkungannya yang hijau dan asri, sangat boleh atau layak sebagai percontohan kawasan pemukiman baru, bahkan kota baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma`had al-Zaytun kini terus berkembang, seperti semakin terwujudnya universitas, kampus pendidikan yang bernuansa global dan pusat penelitian. Jika nantinya akan terbangun perusahaan-perusahaan, agro industri dan pusat rekreasi, maka kawasan ini sangat layak dijadikan proyek percontohan pembangunan kota baru ideal yang berwawasan lingkungan dengan konsep menuju kota agropolis. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Tidak Ada Yang Terbuang di Mahad al-Zaytun&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ma`had al-Zaytun sebagai Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi serta Pengembangan Budaya Perdamaian, sedang dan terus berusaha untuk mewujudkan lingkungannya menjadi kawasan pendidikan pelestarian alam, kawasan lingkungan hidup yang menjamin perlindungan dari kerusakan dan pencemaran sehingga selalu terpelihara dengan baik dan dapat dimanfaatkan bilamana diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma`had al-Zaytun memiliki keunikan, bukan saja dalam hal pengelolaan pendidikan dan pembangunannya yang berskala besar tetapi juga dalam bidang lingkungan hidup. Salah satu keunikan tersebut adalah tentang prinsip bahwa apapun yang ada di Ma`had al-Zaytun semua dapat didayagunakan sehingga tidak ada yang terbuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika kita sedang berada di kantin dan melihat para petugas mengumpulkan sisa-sisa makanan dan menaruhnya di tempat sampah, bukan berarti itu akan dibuang. Begitu pula sampah dedaunan yang berjatuhan, disapu dan dikumpulkan petugas di jalanan atau halaman parkir di Hotel Al Ishlah dan sekitar bangunan lainnya, semuanya bukanlah untuk dibuang, melainkan diolah untuk kemudian kembali digunakan. Bahkan kotoran manusia dan hewan yang ada, termasuk bekas atau sisa barang bangunan, di Ma`had al-Zaytun masih dapat digunakan. Bagaimana dan mengapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut kita ketahui, usaha pengelolaan lingkungan hidup di Ma`had al-Zaytun yang telah, sedang dan terus dilaksanakan selalu diarahkan terutama kepada pengembangan pertanian, peternakan dan perikanan, serta didukung oleh penyehatan lingkungan yang mencakup pemanfaatan limbah limbah cair dan padat, termasuk kotoran manusia dan hewan. Aktifitas pengawasan penggunaan pestisida, pemeliharaan kesuburan tanah, dan usaha pencegahan pencemaran udara termasuk bagian dari program lingkungan hidup di Ma`had al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pengembangan peternakan diarahkan untuk mendapatkan hasil yang optimal mulai dari produksi telur, susu, dagung, kulit sampai pada kotorannya. Pengolaan kotoran sapi dan kambing menjadi pupuk tanaman dikerjakan sendiri oleh warga Ma`had al-Zaytun. Malahan diobsesikan, pengolahan pupuk dapat dipadukan dengan proses pembuatan gas, dalam arti kotoran manusia, hewan dan limbah lainnya terlebih dulu dimanfaatkan sebagai sumber energi (gas bio) untuk bahan bakar, kemudian setelah cukup matang dan siap pakai, dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Pengolahan dengan cara ini dinilai sangat efektif karena kotoran tersebut tidak menjadi tempat berkembang biak lalat dan serangga perantara penularan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada majalah Al Zaytun, No 2 Edisi Februari 2000, disebutkan bahwa pengembangan system budidaya tanaman di Ma`had al-Zaytun diarahkan secara bijaksana dengan memperhatikan kemampuan dan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup serta menggunakan teknologi tepat guna dengan tujuan meningkatkan dan memperluas penganekaragaman hasil tanaman. Penghijauan dengan penanaman aneka tanaman yang bermanfaat, di antaranya penanaman pohon jati, penanaman jeruk dan sebagainya adalah upaya yang sungguh-sungguh untuk memanfaatkan dan melestarikan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara penggunaan pestisida dilakukan seminimal mungkin untuk pemberantasan hama yang merusak tanaman, selain untuk mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman. Penggunaannya benar-benar harus untuk melindungi tanaman dari serangan organisme penggannggu, dan untuk lainnya yang diatur sebaik-baiknya sehingga bermanfaat dan tidak merusak atau mencemari lingkungan. Pesantren ini meyakini bahwa pada dasarnya, ekosistem yang terkondisi baik akan mampu mendaur ulang kehidupan lingkungan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan limbah, terutama buangan dari dapur bekas cuci dan masakan, dari kamar mandi dan kandang hewan, diantaranya dilakukan untuk menyiram tanaman setelah ditampung, diproses dan terjamin aman dari segi kesehatan. Pembuangan air kotor/limbah, sampah dan kotoran manusia diusahakan tidak mencemari sumber air bersih/minum dan tidak menjadi tempat berkembang biaknya lalar, kecoa dan binatang perantara penularan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma`had al-Zaytun memiliki sejumlah pabrik dalam upaya pengadaan kebutuhan pembangunan sarana dan prasarana yang ada, seperti batu bata dan terutama mebel. Dalam usaha pemanfaatan kembali serpihan atau potongan bahan kertas, bahan kain, bahan plastic, bahan kaca, bahan karet, besi atau baja, ubin, tegel, keramik dan sebagainya maka dikembangkan pula usaha daur ulang yang dikerjakan sendiri oleh warga Ma`had al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limbah setelah dikumpulkan di tempat khusus, diolah sedemikian rupa, hasilnya dimanfaatkan untuk aneka keperluan. Sampah padat seperti sisa buangan makanan/bahan masakan dari dapur dan kantin diolah dan dimanfaatkan sebagai campuran bahan makanan ternak dan atau pupuk tanaman. Upaya itu dilakukan, selain karena bernilai ekonomis dan menunjang pemeliharaan dan pelestarian lingkungan. Hal ini juga melihat nilai pendidikan cinta lingkungan yang dapat dihayati oleh semua anak didik dan kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Penggunaan Air&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air merupakan masalah di mana-mana, termasuk awalnya di Ma`had al-Zaytun. Lahan Ma`had al-Zaytun semula dikenal sebagai daerah tandus, kering krontang di musim panas dan dapat tergenang banjir di musim hujan. Kini kondisinya sudah berubah total karena permasalahan air dapat diatasi dengan pengelolaan sedemikian rupa. Guna mencukupi kebutuhan air dan antisipasi datangnya musim kemarau, Ma'had Al-Zaytun membuat danau buatan/empang yang sekaligus dipergunakan untuk peternakan ikan dan sebagai penyeimbang air tanah yang merupakan pendukung pengairan di lingkungan kampus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat buah empang yang berukuran 100 X 100 m2 dengan kedalaman 6 m dan 1 buah danau seluas 7 ha, merupakan jawaban untuk mengatasi permasalahan air di Ma`had Al Zaytun. Waduk Istisqa seluas 1 ha, kedalaman 9 m, berada di sebelah utara Masjid Rahmatan lil 'Alamin berfungsi untuk penampungan air permukaan. Air yang ditampung digunakan untuk kepentingan asrama dan mengairi 30 ha areal yang telah dikonsolidasikan. Saat musim hujan, air yang banyak merupakan berkah yang diserap tanah, akar pepohonan yang ada, serta ditampung dalam waduk buatan. Sedangkan saat kemarau panjang, persediaan air masih tercukupi mengingat simpanannya yang cukup tersedia dari hasil musim penghujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawasan air di Ma`had al-Zaytun ditujukan untuk mengendalikan agar penyediaan air bersih/air minum tetap sesuai jumlah yang dibutuhkan, berkualitas memenuhi syarat kesehatan (fisik, kimia dan mikrobiologi). Pada saat ini jumlah air bersih yang dibutuhkan untuk sekitar 10 ribu warga Ma`had al-Zaytun tidak kurang dari 10 liter perdetik, dengan perhitungan untuk keperluan masak, mandi, cuci, minum rata-rata 100 liter perorang/perhari. Untuk mencukupi keperluan itu Ma`had al-Zaytun memanfaatkan sumber air tanah (kedalaman lebih 70 meter) yang memenuhi persyaratan kesehatan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air tanah menjadi pilihan utama karena keadaan geologi cukup bak dan air yang diperoleh sudah bersih atau tidak memerlukan pengolhan lebih lanjut. Namun, mengingat kebutuhan yang selalu meningkat, Ma`had al-Zaytun melakukan langkah pengendalian dengan mengembangkan teknik penjernihan atau penyehatan air. Misalnya, air-air yang disalurkan ke kamar-kamar santri untuk kebutuhan minum, menggunakan alat penyaring air dengan kualitas siap minum. Selain itu usaha penghematan penggunaan air juga dilakukan, seperti para santri dilarang melakukan kegiatan pencucian pakaian di kamar masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Ma`had al-Zaytun dalam pengembangan dan pengelolaan lingkungan tidak lepas dari tekad, semangat dan komitmen para eksponennya. Ma`had al-Zaytun membangun dan mengembangkan prilaku warganya untuk benar-benar mengerti, menghayati dan mengamalkan makna cinta lingkungan. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya atau dilarang keras membuang sampah sembarangan, sudah menjadi tradisi di Ma`had al-Zaytun. Begitu pula larangan merokok, tidak menginjak rumput sembarangan, bahkan larangan memetik daun atau ranting pepohonan, merupakan peraturan yang tidak boleh dilanggar di kawasan Ma`had al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Berkembang Dengan Semangat Kemandirian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ma’had Al-Zaytun mulai dibangun pada 13 Agustus 1996 oleh Yayasan Pesantren Indonesia. Aktifitas pendidikan diresmikan oleh Presiden Habibie 27 Agustus 1999. Pesantren ini dibangun dan berkembang dengan semangat kemandirian atau entrepreneurship, serta dipadukan dengan sistem modern. Sedangkan Yayasan Pesantren Indonesia sendiri digagas pada 1 Juni 1993, bertepatan dengan Idul Adlha, 10 Dzu Al-Hijjah 1413 H dengan akta pendirian 25 Januari 1994 No.61 oleh notaris Ny. Ii Rokayah Sulaeman SH,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip dan spirit para pengelola yang dipimpin Syaikh AS Panji Gumilang adalah mendidik dan membangun secara mandiri semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Sementara nilai-nilai modern dimaksud adalah: pertama, bergerak berdasar ilmu; kedua, program oriented; ketiga, kenal prosedur; keempat, mempunyai organisasi yang tegas/kuat; kelima, mempunyai etos kerja yang tinggi dan mempunyai disiplin yang ketat dan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tujuannya tidak lain sebagai upaya ikut mencerdaskan bangsa, mewujudkan semua warganya menjadi cerdas, menjadi bangsa yang bajik dan bijak. “Bajik dan bijak dalam arti bangsa yang suka terhadap kebenaran, juga bangsa yang mampu menghormati orang lain, bangsa yang sanggup secara mendalam menghormati apa yang dinamakan kemanusiaan,” kata Syaikh AS Panji Gumilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu bertujuan mempersiapkan peserta didiknya untuk beraqidah yang kokoh kuat terhadap Allah dan Syari’at-Nya, menyatu di dalam tauhid, berakhlaq al-karimah, berilmu pengetahuan luas dan berketerampilan tinggi (menguasai science &amp;amp; technology dengan segala perkembangannya) yang tersimpul dalam ‘basthotan fil ‘ilmi wal jismi’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konsep Syaykh Abdussalam Panji Gumilang, pendidikan itu haruslah mengekspos segala kegiatan umat manusia, baik itu ekonomi, energi, environment dan lain-lain. Menurutnya, Indonesia harus masuk dalam zone of peace and democracy jika ingin menjadi negara yang beradab dan bermoral di muka bumi ini bersama-sama dengan negara-negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’had Al-Zaytun kini sudah menampakkan diri sebagai sebuah model pondok pesantren modern, berskala internasional. Sebuah kampus peradaban terpadu, pesantren spirit but modern system, yang diharapkan bisa mempersiapkan peserta didik agar sanggup, siap dan mampu untuk hidup secara dinamis di lingkungan negara bangsanya dan tatanan masyarakat antarbangsa dengan penuh kesejahteraan dan kebahagiaan duniawi dan ukhrowi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’had Al-Tarbiyah Al-Islamiyah Al-Zaytun (Ma’had Al-Zaytun) menyatakan diri sebagai Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi serta Pengembangan Budaya Perdamaian yang yang dapat dibacabagi setiap orang yang datang. Pesantren ini sesungguhnya terbuka untuk dikunjungi semua kalangan baik dari kalangan agama, bangsa, suku maupun golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’had Al-Zaytun dihuni lebih dari 10 ribu orang, terletak di sebuah kawasan yang jauh dari keramaian kota, Desa Mekarjaya, Kecamatan Haurgeulis, Dati II Indramayu, menempati tanah wakaf dari berbagai kalangan Ummat Islam Indonesia, seluas 1.200 hektar, 200 hektar dipergunakan sebagai sentra pendidikan/kawasan Kampus Ma’had Al-Zaytun, sedang sisanya 1.000 hektar dipergunakan sebagai sarana pendukung pembelajaran di berbagai bidang, antara lain, aquakultur/perikanan, hortikultur, industri makanan ternak, unit peternakan, industri kecil dan lain lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana yang nyaman, tenang, penuh keakraban dan persahabatan memang dapat dirasakan ketika kita berada di Ma’had Al-Zaytun. Aktivitas para santri, para guru dan para tenaga karyawan di kompleks ini memang terasa seperti kita di kota kecil modern tetapi bernuansa desa. Di antara gedung-gedung yang berdiri kokoh, kita dapat melihat tumbuh suburnya berbagai jenis pohon yang menyejukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’had Al-Zaytun saat ini sudah memiliki 5 gedung pembelajaran 5-6 lantai yang dibangun kokoh dan modern, yaitu Gedung Abu Bakar Al-Shiddiq, Gedung Umar Ibnu Khaththab, Gedung Utsman Ibnu Affan, Gedung Ali bin Abi Thalib, diambil dari nama sahabat Nabi, serta Gedung Jenderal Besar H.M. Soeharto. Sedangkan gedung asramanya adalah Gedung Al-Mushthofa, Gedung Al-Fajr, Gedung An-Nur, Gedung Al-Madani, dan satu Gedung Persahabatan. Direncanakan 12 unit gedung asrama akan dibangun di kampus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain gedung pembelajaran dan gedung asrama serta fasilitas pendukungnya, juga ada Gedung Perkuliahan Serba Guna yang diberi nama Gedung Tan Sri Dato’ Ismail Hussein. Gedung ini diperuntukkan bagi perkuliahan Mahasiswa Program Pendidikan Pertanian Terpadu (P3T), Program Pendidikan Teknik Terpadu (P2T2), dan Program Pendidikan Bahasa-Bahasa Terpadu (P2BT) Ma’had Al-Zaytun, serta kantor redaksi Majalah Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap gedung pembelajaran diperuntukkan bagi 1.500-1.700 orang santri dan atau mahasiswa, masing masing ruang kelas berukuran 12 x 8 meter persegi untuk 36 santri maksimal, dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran modern dan perpustakaan kelas, untuk memudahkan proses pembelajaran, termasuk audio visual aids. Sedangkan pada setiap gedung asrama terdapat 170 ruang berukuran 72 meter persegi yang dihuni oleh 10 orang santri/wati atau mahasiswa, ruangan ini dilengkapi dengan almari pakaian, meja meeting, tempat tidur beserta kasur untuk 10 orang, kamar mandi dan toilet 3 units, perpustakaan kamar berisi buku-buku wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung asrama didukung oleh berbagai fasilitas yang terdiri dari rumah makan, kitchen, dan laundry. Untuk setiap unit asrama memiliki ruang makan dengan kapasitas 2.000 santri makan sekaligus dan sudah dibangun tiga buah ruang makan. Gedung serba guna yang diberi nama Gedung Al-Akbar terdiri dari 2 lantai bangunan. Lantai 1 untuk 3 ruang makan santri yang disatukan dan lantai 2 untuk ruangan serba guna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’had Al-Zaytun memiliki sarana olahraga seluas 26 ha, terdiri dari 3 blok, dua blok di arena pembelajaran yang masing-masing seluas 6,5 ha, 1 blok di sebelah utara dengan luas lahan 13 ha. Sarana olahraga di arena pembelajaran sebelah timur dilengkapi dengan sebuah lapangan sepak bola lengkap dengan track atletik berstandar internasional yang diberi nama Lapangan Sepak Bola Palagan Agung. Sarana olah raga di arena pembelajaran sebelah barat dilengkapi dengan 6 lapangan sepak bola untuk pelatihan sehari-hari, kemudian lapangan hockey, lapangan basket, dan lapangan volley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut rencana, Ma’had Al-Zaytun mempersiapkan 24 gedung masing masing 5-6 lantai dengan kontruksi baja yang sangat memadai sehingga mampu bertahan terhadap kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan, seperti gempa bumi dan lain sebagainya. 12 gedung diperuntukkan untuk asrama santri/mahasiswa, sedang 12 lainnya untuk gedung pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga direncanakan pembangunan bertahap gedung Perkhidmatan Kesihatan, berupa hospital di sebelah selatan arena pendidikan dengan luas lantai 22.000 m2. Rumah sakit ini direncanakan sebagai sarana pendukung untuk Fakultas Kedokteran Universitas Al Zaytun yang kini sudah berjalan. Saat ini telah dioperasikan perkhidmatan kesihatan dengan mengambil tempat lantai dasar bangunan pembelajaran Umar Ibnu Khaththab. Berfungsi memberikan pelayanan kesihatan kepada seluruh santri para guru dan civitas Ma’had lainnya serta masyarakat sekitar. Khusus masyarakat di tiga desa yang telah berpartisipasi dalam pengadaan lahan wakaf diberikan konsultasi kesihatan secara cuma-cuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’had Al-Zaytun kini memiliki hotel megah yang disebut dengan wisma tamu Al-Ishlah. Bangunan ini ditempatkan di sebelah selatan Masjid Al-Hayat dengan luas lantai 7.600 m2, bangunan lima lantai, dengan 150 kamar tidur tamu dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti; coffee shop, meeting room, dan pendukung lainnya. Al Islah yang dibangun 1 Juli 1999 dan selesai 27 Oktober 2001 ini tidak berbeda dengan suasana hotel-hotel berbintang di kota besar Mulai dari lobi hotel, coffee shop, meeting room sampai restoran didisain sedemikian rupa sehingga sungguh menunjukkan kesan modern yang tertata apik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh dari wisma tamu ini, berdiri Masjid Al-Hayat yang dibangun di atas tanah seluas 5.000 m2 dengan tiga lantai yang dapat menampung kurang lebih 7.000 jama’ah. Masjid Al-Hayat adalah pusat kegiatan seluruh penghuni Ma’had Al-Zaytun dari subuh sampai dengan Isya’, dan para pengunjung Ma’had Al-Zaytun akan melihat kegiatan sholat berjamaah dan tadarrus Al-quran yang dilakukan oleh seluruh penghuni Ma’had. Masjid ini mulai dibangun 1 Januari 1999 dan selesai Juni 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’had Al-Zaytun kini sedang membangun sebuah masjid besar yang diberi nama “Masjid Rahmatan Lil-Alamin” yang berdiri di atas tanah 6,5 hektar, berlantai 6 (enam), yang dapat menampung 150.000 jama’ah. Masjid yang kini dalam proses perampungan ini nantinya juga akan menjadi bangunan monumental karena kemegahannya bakal menelan biaya kurang lebih 14 Juta dollar Amerika atau Rp 126 milyar lebih. Menurut rencana, setelah Masjid Rahmatan lil ‘Alamin digunakan, Masjid Al-Hayat akan difungsikan untuk perpustakaan Ma’had Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bangunan di Ma’had Al-Zaytun, gedung seperti asrama, masjid dan sebagainya, menggunakan konstruksi baja. Khusus untuk keperluan ini Ma’had Al-Zaytun memiliki pabrik pengolahan besi dan beton. Semua proses pengadukan semen, persiapan kerangka bangunan dan sebagainya dikerjakan dan diusahakan secara mandiri di pabrik ini. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kita Peduli Lingkungan Karena Membutuhkannya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alam tidak membutuhkan manusia, melainkan manusialah yang membutuhkan alam. Oleh karena itu, manusia yang harus peduli dengan alam. Jika tidak peduli, janganlah salahkan alam. Suatu kebodohan, jika kita menyalahkan alam.” Kata-kata itu terlontar dari mulut Syaikh AS Panji Gumilang, pimpinan utama Ma`had al-Zaytun di Hauergeulis, Indramayu, Jawa Barat, ketika ia memberi wejangan di depan para santri, ustadz, para karyawan dan tamu, selesai shalat Jumat di Masjid Al hayat yang berada dalam ma`had, 16 Nopember lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh AS Panji Gumilang secara khusus kepada para penghuni Ma`had al-Zaytun berbicara seputar masalah lingkungan hidup. Hanya, asal diketahui, pembicaraan dia tersebut, sama sekali tidak ada kaitan dengan apa yang kini sedang diramaikan tentang seputar climate change atau perubahan iklim, pemanasan global yang beberapa hari lagi bakal dikonferensikan secara internasional di Nusa Dua, Denpasar, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panji Gumilang hanya mengatakan tentang mengapa ada bencana alam di mana-mana, banyak orang di Jakarta dan beberapa daerah resah akan banjir, tanah longsor, gunung meletus, dan sebagainya. “Harus diingat, jika alam berbuat maka dia dapat saja tidak memberi peringatan terlebih dahulu. Jika bencananya datang, korbannya siapa saja tanpa pandang bulu. Itulah artinya, alam tidak membutuhkan kita tapi kitalah membutuhkan alam,” ucap Syaikh yang kini masih menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Panji Gumilang, manusia merupakan karya ciptaan-Nya yang terbaik secara rohaniah maupun jasmaniah. Manusia ditugasi mengisi bumi dan memakmurkannya, sebagai tempat mulia di alam semesta ini. Manusia adalah bagian dari alam ini. Manusia dan tanah adalah satu, sebab daripadanya manusia diciptakan. Manusia secara jasad adalah makhluk yang lemah, yang selalu bergantung pada belas kasih sang Pencipta. “Bahkan, dalam memanfaatkan alam untuk melayani kebutuhannya, manusia harus melayani alam ini, harus menjaganya, dan mengolahnya untuk mencapai tujuannya,” kata Syaikh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat manusia yang membutuhkan alam, ketika hujan mulai banyak turun, Syaikh mengajak seluruh penghuni Ma`had al-Zaytun untuk berbenah, mulai lebih kerja keras memperhatikan lingkungan sekitarnya. Bahkan secara khusus, Syaikh mengajak satu hari penuh kepada para penghuni ma`had, pekan lalu, mengadakan kerja bakti, membersihkan lingkungan, terutama sekitar saluran air. “Ini pekerjaan mahal. Kita akan bekerja 8 jam, jika dihargai perorang Rp 30.000 dan jika yang turun bekerja bakti 5 ribu orang saja, maka nilainya tidak kurang dari Rp 150 juta,” kata Syaikh Panji Gumilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh AS panji Gumilang membicarakan seputar kepedulian manusia terhadap alam dan lingkungan hidup, bukanlah untuk sesekali tetapi merupakan suatu yang rutin. Kapan saja dia berbicara kepada para santri, dewan guru, karyawan, dan siapa saja yang berkaitan dengan Ma`had al-Zaytun maka selalu menyangkut lingkungan hidup. Seolah baginya, manusia dan lingkungan merupakan satu kesatuan. Pemantauan yang dia lakukan terhadap perkembangan pesantren yang disebut terbesar di Asia Tenggara ini, tidak dapat dipisahkan antara manusia, bangunan, dan lingkungan alam sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hatta Harris Rahman, lulusan Ma`had al-Zaytun tahun 2006, saat musim panas Syaikh selalu bicara soal pentingnya keberadaan air. “Kita para santri dilarang keras cuci pakaian di kamar mandi. Setetes air mahal harganya, jadi jangan sembarangan digunakan,” kata Hatta yang kini kuliah di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. “Sementara pada musim hujan, Syaikh selalu mengingatkan tentang saluran air yang jangan sampai mampet dan penampung air dalam rangka penyimpanan air yang berguna ketika musim panas,” kata Hatta yang menyebut ruang kelas dan kamar asrama mereka dilombakan dalam rangka menciptakan lingkungan bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Syaikh, lingkungan hidup benar-benar adalah system kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk lainnya. Lingkungan hidup sebagai karunia Allah Swt adalah suatu kebulatan atau satu keseluruhan yang utuh, terdiri dari sumber daya alam hayati, sumber daya alam non hayati, dan sumberdaya alam buatan. Sebagai satu system, lingkungan hidup terdiri dari berbagai sub system yang terpadu, saling berhubungan, saling ketergantungan, saling mempengaruhi, dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma`had al-Zaytun tidak melihat konsep lingkungan hidup dalam tataran teoritis tapi benar-benar dapat dilihat secara nyata. Di pesantren inilah, kita melihat praktiknya bahwa manusia adalah bagian integral dari lingkungan hidup. Manusia di sini dalam memenuhi kebutuhannya selalu berinteraksi dengan sumber daya alam dan sub system lingkungan hidup lainnya. “Kita, manusia sudah sewajarnya terus memelihara lingkungan hidup secara keseluruhan dalam wujud pengelolaan secara baik sesuai dengan kebutuhan generasi sekarang dan masa depan,” kata Syaikh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaikh AS Panji Gumilang, upaya pembangunan, pengembangan dan pelestarian lingkungan hidup di Ma`had al-Zaytun, semuanya didasari oleh rasa syukur, rasa cinta, rasa memiliki dengan kesadaran sepenuhnya bahwa membangun dan mendidik semata-mata hanya untuk beribadah kepada Tuhan. Lingkungan hidup merupakan rahmat Allah Swt, tidak hanya untuk dimanfaatkan tapi harus dipelihara agar tetap bermanfaat untuk seluruh umat manusia, generasi sekarang dan mendatang. (Usman Yatim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.madina-sk.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=1991&amp;amp;Itemid=12" target="new"&gt;Madina.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-6205883486092662833?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/6205883486092662833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=6205883486092662833&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6205883486092662833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6205883486092662833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/02/meredam-pemanasan-global.html' title='Meredam Pemanasan Global'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-9021011361455776053</id><published>2008-02-15T02:35:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T02:50:03.318-08:00</updated><title type='text'>MA’HAD AL-ZAYTUN Meng-Indonesia-kan Anak Bangsa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bagaimanakah bangsa ini ke depan? Mungkinkah Indonesia akan menjadi Uni Soviet kedua? Atau justru terus terjadi perang etnis seperti tragedi yang menimpa di negara-negara Balkan? Pertanyaan ‘seram’ yang kerap mencuat di sejumlah forum itu agaknya akan terjawab jika Anda sempat berkunjung ke pesantren megah Ma’had Al-Zaytun di Indramayu, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi Sampit masih segar dalam ingatan kita. Begitupun tragedi Maluku, Poso dan sejumlah daerah lain yang sempat membara. Semua itu meninggalkan duka, kepedihan, bahkan menjadi mimpi buruk bagi hampir setiap orang. Sebab, tak seorang pun dapat mengira bahwa negeri yang aman, damai, dan penuh gegap gempita dalam membangun ini sekonyong-konyong terjadi pertumpahan darah di sejumlah daerah. Ironisnya, musibah beruntun yang menimpa negeri tercinta ini justru tak pernah terbayangkan sebelumnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi masalah disintegrasi bangsa yang nyaris merebak di sejumlah daerah. Aceh, misalnya, salah satu provinsi yang kerap bergolak. Daerah yang dijuluki “Serambi Mekah” ini seolah tiada hari tanpa tragedi. Dari teror, penembakan bahkan pengeboman. Provinsi terletak di ujung barat Indonesia itu kini justru menjadi masalah internasional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkinkah bangsa ini tercerai-berai seperti Uni Soviet pasca perang dingin? Atau terus terjadi perang etnis yang tak pernah berkesudahan lantaran tak ada lagi saling percaya antara sesama anak bangsa? Ataukah pemerintahan di masa lalu salah dalam mengambil kebijakannya sehingga muncul perang saudara?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari mencuatnya sejumlah pertanyaan di atas, ada sisi lain yang cukup menarik untuk disimak dari pesantren paling megah Ma’had Al-Zaytun. Pesantren terletak di Desa Mekarjaya, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jabar, ini tak hanya menggembleng para santrinya dengan pendidikan moral. Ia bahkan menciptakan suasana harmonis, budaya toleransi serta mengembangkan budaya perdamaian antarsesama santri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Baik di asrama santri putra maupun di asrama santri putri yang jaraknya berjauhan, semua harus saling menghargai. Misalnya di asrama santri putra, para santri putra yang satu harus akrab dengan santri putra lainnya. Pun di tempat para santri putri itu menginap, sesama santri putri satu dengan lainnya harus saling menghargai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang menarik, mereka – para santri itu - dalam sekamar terdiri dari berbagai suku di Indonesia. Dalam satu kamar yang terdiri dari sepuluh santri putri, misalnya, di dalamnya terdapat sepuluh santri dari sepuluh daerah. Antara lain, mereka dari Jawa, Sunda, Aceh, Batak, Madura, Palembang, Palangkaraya, Makassar, Irian dan daerah lainnya. Ada pula yang dicampur dengan santri dari Malaysia atau Brunai Darussalam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Sengaja mereka tidak sekamar dengan teman-teman sedaerahnya, supaya mereka bisa saling mengenal dan menghargai saudara-saudaranya yang dari daerah lain,” kata Syaykh al-Ma’had AS Panji Gumilang, ulama yang memprakarsai pembangunan Ma’had Al-Zaytun, di sela memandu para tamunya di asrama santri putri belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cara sosialisasi yang dilakukan Ma’had Al-Zaytun agaknya tak salah. Sesuai moto pesantren ini, yakni “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Ma’had Al-Zaytun Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi serta Pengembangan Budaya Perdamaian&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;” maka para santrinya pun kelak bisa saling menghormati bahkan mencintai sesama saudaranya yang dari daerah lain. “Dengan cara ini, Ma’had Al-Zaytun mencoba mengindonesiakan anak bangsa,” kata salah seorang pengunjung pesantren termegah di Asia Tenggara ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pesantren yang memiliki luas lahan 1.200 hektar – yang keseluruhannya merupakan tanah wakaf Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) – ini memiliki pemondokan para santri mirip kondominium berlantai lima, masing-masing 22.000 m2 atau 2,2 hektar. Di dalamnya terdapat 170 unit kamar tidur yang cukup luas, dan masing-masing kamar dihuni sepuluh orang santri. Dilengkapi pula tiga kamar mandi berikut tempat tidur beralas kasur, meja belajar dan rak buku bagi para santri. Semoga kelak mereka bisa saling mencintai sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://gemari.or.id/detail.php?id=711" target="new"&gt;Gemari.or.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-9021011361455776053?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/9021011361455776053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=9021011361455776053&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/9021011361455776053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/9021011361455776053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/02/mahad-al-zaytun-mengindonesiakan-anak.html' title='MA’HAD AL-ZAYTUN Meng-Indonesia-kan Anak Bangsa'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-4386866311262901461</id><published>2008-02-15T02:01:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T02:34:25.273-08:00</updated><title type='text'>Siapa pun kagum</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Siapa pun yang berkunjung ke Ma'had Al-Zaytun akan merasa kegum. Kegum melihat bangunannya yang menjulang tinggi dan kedisiplinannya yang luar biasa. Pelajar dan guru bahkan pengunjung tidak boleh merokok. "Kawasan ini benar-benar wilayah bebas rokok," ucap Abdullah, salah seorang pengunjung Ma'had Al-Zaytun. Di sepanjang kompleks pondok pesantren bertaraf internasional itu juga dilarang mengendarai mobil atau sepeda motor, kecuali ada izin dari pimpinan Ma'had. Alasannya, "polusi". Sebagai gantinya, para pekerja maupun guru menggunakan sepeda. Sepeda memiliki fungsi ganda, selain ekonomis (tanpa bahan bakar) juga sebagai alat olahraga.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di dalam lingkungan bebas rokok, tentunya kompleks Al-Zaytun memiliki udara bersih dan nyaman. Di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan terlihat pohon-pohon bermanfaat (pohon jati emas, zaitun, tiin, kurma dan lain-lain) dan gedung mewah seperti hotel berbintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebenarnya pesantren yang sejak diresmikan oleh Prof Dr BJ Habibie (Presiden RI waktu itu) tidak henti-hentinya dikunjungi orang dari berbagai pelosok. Bukan hanya dari Indonesia, tetapi juga dari 102 negara di dunia. Tidak terbatas hanya untuk umat Islam saja, tetapi juga pemeluk agama lain (Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan lainnya). Semuanya diperlakukan dan dihormati dengan baik, sebagaimana Nabi Muhammad SAW menghormati tamunya meskipun berlainan agama, baik Nasrani maupun Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan yang sama terhadap pemeluk agama lain -- khususnya di negara Indonesia yang kerap muncul konflik berbau SARA -- terkandung makna yang sangat dalam dan penuh arti. Sehingga misi yang dirajut Pondok Pesantren ini, yakni mengembangkan budaya toleransi semakin bertambah nyata. Sesuai selogan yang terpampang di ruang penerima tamu, "&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Ma'had Al-Zaytun Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi serta Pengembangan Budaya Perdamaian&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Tak Ditemukan Kesesatan Pada Mahad Al Zaytun&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Tim Peneliti Ma'had Al Zaytun yang juga Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengatakan tidak ditemukan kesesatan pembelajaran di Ma'had Al-Zaytun. Namun pada aspek manajemen dan kepemimpinan Pondok Pesantren tersebut perlu dibenahi lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Secara rinci tim peneliti MUI untuk Al Zaytun tidak menemukan sesuatu yang menjadi wacana yang mengatakan adanya kesesatan dalam ponpes tersebut mengenai aspek pembelajaran di lapangan," tutur Ma'ruf Amin kepada Pelita, Rabu (11/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ma'ruf Amin, pihaknya tidak menemukan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di dalam ponpes tersebut tentang kesesatan dalam pembelajaran. "Yang ditemukan justru adanya kejanggalan dalam hal aspek manajemen ataupun kepemimpinan dalam ponpes itu. Sejauh ini tim peneliti tidak menemukan adanya tindakan mendoktrinasi para pelajar atau santri untuk masuk paham tertentu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma'ruf Amin mengimbau kepada pengurus Ma'had Al Zaytun menyelesaikan aspek kepemimpinan dan manajemen agar pondok pesantren yang akhir-akhir menjadi pembicaraan masyarakat tetap eksis dan menjadi lembaga pendidikan Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Al Zaytun sepanjang tidak memiliki masalah yang substansial yang menyangkut ajaran Islam, maka keberadaan lembaga tersebut di Indonesia sah-sah saja," ucapnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya wacana tentang permasalahan keberadaan Al Zaytun, lanjut Ma'ruf Amin, terletak pada orang yang mengelola lembaga tersebut dan bukan terletak pada pembelajaran yang menyebutkan adanya aliran yang sesat dalam ponpes tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wajar jika ada orang tua yang khawatir anak mereka belajar di Al Zaytun, tetapi untuk mengembalikan citra Al Zaytun sebagai lembaga pendidikan Islam, maka pihak MUI dalam waktu dekat akan merekomendasikan kepada pihak Al Zaytun tentang sterilisasi Al Zaytun, sehingga orang tua tidak perlu mengkhawatirkan anak mereka untuk belajar di sana," papar Ma'ruf Amin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber : &lt;a terget="new" href="http://www.pelita.or.id/baca.php?id=606" target="new"&gt;www.pelita.or.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-4386866311262901461?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/4386866311262901461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=4386866311262901461&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/4386866311262901461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/4386866311262901461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/02/siapa-pun-kagum.html' title='Siapa pun kagum'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-133548009089646817</id><published>2007-06-03T05:36:00.000-07:00</published><updated>2007-06-03T05:40:51.887-07:00</updated><title type='text'>Tirta Sangga Jaya (TSJ)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di tengah krisis karya monu&amp;shy;mental bangsa di era modern ini, tak ada salahnya me&amp;shy;nengok ke belakang, mere&amp;shy;nung sejenak, bahwa nenek moyang kita telah mengerjakan dan mewariskan karya monumental, seperti Candi Boro&amp;shy;budur, yang diakui sebagai salah satu keajaiban dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wujud lain, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Raja Purnawar&amp;shy;man&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, penguasa Kerajaan Tarumanegara, pada abad kelima Masehi sudah me&amp;shy;nerapkan manajemen air dan pengen&amp;shy;dalian banjir yang terencana dan ber&amp;shy;jangka sangat jauh ke depan. Menurut catatan sejarah, Raja Purnawarman, dengan peralatan yang sangat sederhana, mampu membangun kanal, kemudian menjadi sungai, sepanjang 11 kilometer hanya dalam tempo 21 hari. Artinya, setiap satu hari diselesaikan 550 meter kanal. Kanal itu kemudian diberi nama Sungai Candra Bagasasi. Peninggalan sejarah itu, sekarang bernama Kali Cakung, membelah kawasan Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dilihat dari perspektif sejarah, Tirta Sangga Jaya (TSJ) boleh dibilang bukanlah sesuatu yang terlalu besar, karena nenek moyang kita sudah mengerjakannya 1507 tahun lalu dengan peralatan yang sangat sederhana. TSJ atau sabuk kanal penyangga Ibukota Negara Jakarta, merupakan gagasan tentang tata kelola air secara holistik, yaitu meng&amp;shy;amankan pasokan air baku dan mengendalikan arus air liar dari empat sungai besar Cisadane di barat, Ciliwung di tengah, Bekasi, dan Citarum di timur yang setiap tahun mengancam Jakarta dengan amukan banjir kiriman.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lewat konsep tersebut, 13 sungai sebelum masuk ke Jakarta, dipotong oleh TSJ yang berbentuk huruf U. Pusat kendali waduk reservoir bisa dibangun di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Air kiriman sungai-sungai Ciliwung, Cisadane, Bekasi dan Citarum, ditampung di waduk Cibinong dan waduk-waduk persimpangan antara sungai-sungai tersebut dan kanal TSJ. Air kanal dan waduk-waduk itu dimanfaatkan juga untuk memasok kebutuhan air baku yang bermutu bagi warga Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Juga untuk keperluan industri perhotelan, apartemen dan perkantoran, sekaligus mencegah eksploitasi air tanah secara besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TSJ dengan kanal selebar 100 meter dan sepanjang lebih kurang 200 kilometer, membentang membentuk huruf U dari Cibinong ke Muara Mauk, Tangerang di sebelah barat, dan dari Cibinong menuju Muara Jaya, di sebelah timur. Gagasan ini lahir dari "Mimpi untuk Jakarta" Syaykh AS Panji Gumilang, pucuk pimpinan Lembaga Pendidikan Al-Zaytun. TSJ juga bisa berfungsi sebagai jaringan irigasi, pembangkit listrik tenaga air, pariwisata, dan prasarana angkutan sungai, baik angkutan penumpang maupun barang.&lt;br /&gt;Yang jadi pertanyaan, bisakab mimpi atau gagasan itu terwujud sebagai kenyataan? Sebab, pembangunan proyek TSJ yang monumental dan spektakuler, membutuhkan biaya yang sangat mahal, menurut perkiraan Syaykh sekitar Rp 900 triliun. Namun menurut Syaykh, dana sebesar itu bisa diperoleh secara bertahap apabila dipikul bersama oleh masyarakat Indonesia yang berkemampuan secara ekonomi. Artinya, pemerintah bisa menjual Surat utang negara (SUN) atau obligasi berjangka tidak terlalu lama kepada publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya, TSJ diharapkan bisa mem&amp;shy;berikan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;return&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (penghasilan) begitu pembangunannya selesai dalam tempo 8 tahun (tahun 2015). Penghasilan TSJ diperoleh dari pasokan air baku bermutu pada perusahaan-perusahaan daerah air minum, perhotelan, perkantoran dan apartemen. Juga dari PLTA, angkutan air, angkutan jalan tol dan pariwisata.&lt;br /&gt;Raja Purnawarman saja bisa membuat sungai dengan peralatan sangat seder&amp;shy;hana. Tentu di era kemajuan ini, putera&amp;shy;putera terbaik bangsa, dengan teknologi dan peralatan modern, akan mampu membuat waduk, res&amp;shy;ervoir, jalan tol dan jembatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya apakah pemerintah punya &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;political will&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (kemauan politik) untuk mengatasi persoalan-persoalan fun&amp;shy;damental yang dihadapi Ibukota Negara (Jakarta) secara holistik dan berjangka. panjang. Bukan semata-mata pengen&amp;shy;dalian banjir, tetapi juga penyediaan pasokan air baku bermutu penghentian ekspolitasi air tanah, penataan kembali tata ruang dan pemeliharaan keseimbangan lingkungan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika masalah Jakarta ditangani secara parsial, misalnya membangun terowongan air bawah tanah (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;deep tunnel&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;), situ, resapan air dan sumur injeksi air, maka tak akan menyelesai&amp;shy;kan masalah secara menyeluruh. Jakarta takkan pernah memiliki pasokan air baku yang bermutu. Air baku kali-kali Jakarta dijejali pencemaran yang sangat serius. Sebab air baku Kali Ciliwung dan kali-kali lainnya, pada musim hujan penuh Lumpur, dan hitam pekat pada musim kemarau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hanya berkutat di dalam, maka krisis air di Ibukota Negara Jakarta, takkan pernah selesai. Sebaliknya, air sungai&amp;shy;sungai itu akan semakin kotor dan tercemar. Padahal manusia sangat membutuhkan sekitar 70% pasokan air bersih untuk kehidupannya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kebutuhan air Jakarta tidak ditangani secara terencana dan terarah mulai sekarang, maka dalam tempo tiga atau empat tahun ke depan, Ibukota Negara ini, akan mengalami krisis air bersih yang sangat serius. Sebab sekarang saja, intrusi air laut sudah sampan ke kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, dan Tomang, Jakarta Barat. Lambat lawn, warga Jakarta yang bermukim di kawasan barat, pusat, timur dan selatan, akan menghadapi kesulitan air seperti yang sudah lama dialami oleh saudara-saudara mereka di kawasan utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan lagi Jakarta memiliki sungai-sungai yang mengalir&amp;shy;kan air yang jernih dan sehat, seperti kota-kota besar dunia lainnva? Bagaimanakah nasib Program Kali Bersih (Prokasih) Jakarta? Kapankah Jakarta akan bebas dari banjir kiriman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pertanyaan tersebut hanya akan terjawab dengan membangun TSJ. Bukan mengutak-atik Banjir Kanal Barat atau Banjir Kanal Timur. Persoalan pasokan dan pengendali&amp;shy;an air di Jakarta, tidak bisa ditangani dari bagian tengah atau hilir. Sebab sumbernya ada di hulu. Karena itu, TSJ akan melindungi Jakarta dari punggung dan lengan, sesuatu yang sangat ideal, meskipun harganya mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis air Jakarta hanya bisa diatasi dengan perencanaan dan manajemen air yang menyeluruh dan berjangka jauh ke depan. Kuncinya. mari kita mulai berpikir untuk mewujudkan "Mimpi untuk- Jakarta" melalui proyek monumental Tirta Sangga Jaya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;(Sumber Majalah Berita Indonesia – Edisi 39/2007)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-133548009089646817?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/133548009089646817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=133548009089646817&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/133548009089646817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/133548009089646817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/06/tirta-sangga-jaya-tsj.html' title='Tirta Sangga Jaya (TSJ)'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-2429112311128501899</id><published>2007-06-03T05:32:00.000-07:00</published><updated>2007-06-03T05:36:53.532-07:00</updated><title type='text'>Jakarta butuh dari solusi banjir</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Banjir tahunan yang melanda lbukota Negara Jakarta seolah momok yang tak pernah mau berialu. Karena itu, sangat mengejutkan sekali manakala tersiar gagasan Tirta Sangga Jaya, yang semula lahir dari "Mimpi Syaykh AI-Zaytun AS Panji Gumilang untuk Jakarta." Gagasan ini bisa jadi solusi total atas krisis air clan banjir Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide Tirta Sangga Jaya (TSJ) menurut Syaykh AS Panji Gumilang diilhami oleh pembangunan bendungan Aswan di Mesir. Sebelum dam dibangun, setiap kali musim hujan tiba, kota Kairo selain selalu dibanjiri air bah juga membawa Berta buaya-buaya Sungai Nil yang menerkam dan membunuh warga kota. TSJ juga terinspirasi oleh pengalam&amp;shy;an praktis Al-Zaytun dalam menerapkan manajemen teknologi panen air yang menjamin takkan terjadi lagi banjir di musim hujan, sekaligus takkan ada ke&amp;shy;kurangan air di musim kemarau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filosofi panen air Al-Zaytun dikaji dan diterapkan dari sudut pandang dalam perspektif 50 tahun ke depan. Al-Zaytun bukan bicara persoalan hari ini saja, seperti sering dilakukan oleh para pe&amp;shy;mangku jabatan yang daerahnya sering dilanda banjir misalnya Jakarta. Syaykh menggambarkan, "Kalau saja para pe&amp;shy;mangku pimpinan Al-Zavtun cara ber&amp;shy;pikirnya seperti orang Jakarta, baik itu pemerintahnya, maupun sipilnya, maka akan tenggelam 50 tahun lagi."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Waduk Windu Kencana yang akan menjadi simbol persembahan kepada bangsa, menandai delapan tahun ke&amp;shy;hadiran Al-Zaytun di jagat nasional, merupakan bukti konkrit dan miniatur mimpi bahwa Tirta Sangga Jaya bisa diwujudkan. Sebab Windu Kencana ha&amp;shy;nyalah cikal bakal dari rencana besar pembangunan Tirtaraksa Candrakirana Bangsa, yang akan memastikan Al-Zaytun terbebas dari gangguan banjir hingga 50 tahun ke depan. Jakarta agaknya perlu belajar mengatasi banjir ke Al-Zaytun. Pengaturan-pengaturan air secara tepat guna perlu dipikirkan lebih seksama, begitu juga infrastruktur pendukung lainnya masih banyak yang perlu di&amp;shy;benahi. Di lingkungan Al-Zaytun, air dikelola dan dimanfaatkan sangat efisien dan terencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Bupati Purwakarta, Dedy Mulyadi SH, melihat apa yang dilaksanakan oleh Al-Zaytun merupakan hasil teknologi yang perlu ditiru atau diterapkan di daerah-daerah lain. Jika masalah rutin Jakarta adalah pengendalian banjir tahunan yang sering menjadi isu nasional, Dedy pun sangat mendukung gagasan holistik Syaykh Dr. AS Panji Gumilang tentang perlunya pembangunan kanal Tirta Sangga Jaya. "Konsep ini sangat realistik, brilian dan layak ditindaklanjuti dengan riset," kata Dedy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kanal TSJ dan kanal Jakarta&amp;shy; Cirebon diaplikasikan secara terpadu, tambah Dedi, maka sebagian besar banjir di Pantura Jawa akan dapat diatasi. Konsep ini, kata Dedy, dapat mengangkat harkat penduduk Jawa yang kian tidak seimbang antara pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Solusi Komprehensif&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Soal penanganan banjir Jakarta, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang terpilih menjadi anggota DPR dari daerah pe&amp;shy;milihan DKI Jakarta, mengusulkan solusi dengan menghadirkan satu pemahaman penyelesaian berbentuk kebijakan yang harus komprehensif. Masalah banjir Jakarta menurutnya adalah masalah besar, sebab melibatkan wilayah Jakarta dan luar Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua, perlu dihadirkan komitmen yang kuat dari seluruh pihak untuk menjadi bagian dari solusi. Selain pe&amp;shy;merintah sebagai pihak yang paling berkewajiban, perlu dilibatkan masya&amp;shy;rakat secara lugs, seperti mereka yang tergabung dalam partai politik, Ormas, LSM, kelompok-kelompok warga clan pemuda. Ini, kata Hidayat, akan meng&amp;shy;hadirkan kesadaran bahwa sesungguhnya masing-masing anggota masyarakat bisa menjadi bagian dari solusi sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat mencontohkan, semua orang sudah tahu bahwa sesungguhnya kawasan bantaran sungai tidak boleh dihuni, ya mestinya jangan ada yang tinggal di sang. Selain karena bukan haknya, itu menjadi bagian yang bisa memicu terjadinya banjir. Atau, semua orang tahu bahwa salah satu penyebab banjir adalah kalau terjadi pendangkalan sungai akibat pem&amp;shy;buangan sampah, maka jangan ada lagi yang buang sampah. "Artinya, pemerintah juga harus menyediakan tempat-tempat sampah yang memadai," kata Hidayat kepada Berita Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat berharap para calon gubernur DKI Jakarta yang akan bertarung dalam Pilkada, menghadirkan solusi total banjir Jakarta, bukan sekadar jualan politik menjelang pemilihan. Tetapi menjadi sesuatu yang diingat dan ditagih oleh rakyat, bahwa gubernur terpilih pernah punya janji membebaskan Jakarta dari banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marwan Batubara, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Provinsi DKI Jakarta, melihat persoalan banjir Jakarta dari sudut pandang yang lebih jauh. Menurutnya, selain menyelesaikan masalah banjir, Jakarta juga butuh solusi pengamanan pasokan air di musim kemarau. Dia mencermati bah&amp;shy;wa isu masa depan dalam hubungan antar negara adalah isu air. Marwan menunjuk Singapura. Negeri kecil ini sangat tergantung pada pasokan air dari Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wakil Jakarta, Marwan sangat peduli memberikan kontribusi bagi pe&amp;shy;nyelesaian berbagai persoalan Ibukota Negara. Soal banjir, misalnya, pada 8 Mei lalu dia menyelenggarakan rapat dengar pendapat umum mengenai "Telaah Kritis Atas Penyebab dan Solusi Banjir Jakarta".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slamet Effendi Yusuf mengungkapkan harapannya terhadap TSJ sebagai per&amp;shy;wujudan dari prinsip air sebagai sumber kehidupan, bukan sebagai sumber ben&amp;shy;cana. Menyangkut pembiayaan proyek TSJ, Slamet Effendi Yusuf setuju dengan konsep Syaykh yang bersumber dari obligasi, namun tidak menutup pem&amp;shy;biayaan dari sumber lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta rapat sepakat untuk menang&amp;shy;gulangi banjir di Jakarta, diperlukan lebih dari sekadar pembangunan Banjir Kanal Timur atau &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Deep Tunnel&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Tetapi yang sangat diperlukan adalah langkah pe&amp;shy;nanganan yang komprehensif, termasuk meluruskan kembali tata kota yang se-lama ini menyimpang. Langkah ini perlu segera dilaksanakan sebab banjir, me&amp;shy;nurut mereka, masih akan menghantui Jakarta di waktu-waktu mendatang, seiring dengan perubahan iklim dunia akibat pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi yang disampaikan para pakar itu memang masih jauh dari ide besar TSJ yang digagas Syaykh. Nurfakih selaku wakil Pemda misalnya, mengatakan, banjir yang melanda Jakarta Februari 2007, akibat dari kondisi sungai yang sudah tidak memadai untuk menampung debit air yang masuk. Air kemudian meluap dari sungai dan menggenangi sebagian besar wilayah Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusinya, kata Nurfakih, dengan pem&amp;shy;bangunan Banjir Kanal Timur dan revi&amp;shy;talisasi Banjir Kanal Barat. Dia yakin optimalisasi kedua kanal tersebut dapat menjinakkan limpahan air dari 13 sungai yang mengaliri Jakarta, yang selama ini menjadi penyebab terjadinya banjir. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Deep Tunnel&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; menurutnya juga akan sangat membantu upaya penanggulangan banji- Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marco Kusumawijaya mengingatkan ancaman banjir akan terus meningkat seiring dengan fenomena &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;global warming&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang melanda dunia saat ini. Fakta adanya &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;global warming&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; berdampak pada naiknya permukaan air laut sekitar 0,5 cm setiap tahun, diikuti menurunnya permukaan tanah Jakarta sekitar 0,83 cm, dan curah hujan yang naik rata-rata dua persen setiap tahun. Semua fakta turut mening&amp;shy;katkan potensi terjadinya banjir di Ja&amp;shy;karta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Marco menyebutkan banjir Jakarta lebih merupakan akibat dari keterbatasan lahan terbuka, sehingga air hujan tidak dapat diserap ke dalam tanah. Pendapat senada juga dipaparkan oleh Yayat Supriatna. Menurut Yayat, baik di hilir maupun di hulu, ruang terbuka hijau (RTH) terns saja meng&amp;shy;alami penyusutan. Bahkan di Bogor, tar&amp;shy;get penyediaan RTH sudah direvisi dari sebelumnya 40 persen menjadi hanya 10 persen. Ruang terbuka hijau dialihkan menjadi kawasan komersil, seperti pem&amp;shy;bangunan vila-vila di kawasan Puncak, dengan tujuan sempit mendatangkan pendapatan asli daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irfan Maksum termasuk sependapat dengan Syaykh Panji Gumilang tentang perlunya dibentuk semacam badan otorita di tingkat nasional dengan kewenangan penuh untuk mengelola kawasan TSJ. Alasannya, persoalan banjir melintasi berbagai wilayah administrasi peme&amp;shy;rintahan, sehingga diperlukan badan khusus yang mengelolanya secara menye&amp;shy;luruh tanpa harus disekat oleh batas teritori pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus Wirutomo menyatakan penting perubahan paradigma penyelesaian per&amp;shy;soalan banjir Jakarta, dengan meng&amp;shy;ajukan visi &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;educating city&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, yang bermakna kota mencerdaskan warganya. Kata Paulus, diperlukan komitmen pemerintah untuk memberikan informasi dan pendi&amp;shy;dikan kepada publik tentang permasalah&amp;shy;an sesungguhnya dari banjir yang terjadi hampir setiap tahun. Tujuannya, ma&amp;shy;syarakat dapat melakukan penilaian secara tepat dan proporsional, sehingga dapat mengambil peran aktif dalam upanya penanggulangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Menyalahkan Alam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Melatari idenya, Tirta Sangga Jaya, Syaykh menjelaskan, 73 tahun yang lalu pemerintah Hindia Belanda sudah ber&amp;shy;usaha menertibkan Jakarta. Kata Syaykh, yang namanya Banjir Kanal Barat, dikenal dengan Kalideres, tadinya sungai tersebut mengalir lambat, lalu setelah ditertibkan menjadi degas. Pads jaman itu, Belanda membaca Jakarta dengan mengadakan sodetan sungai sebelah barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sebelumnya, tahun 1887, Be&amp;shy;landa sudah memikirkan harus ads penampungan air kiriman dari daerah sekitar Jakarta. Maka di ujung Bogor dibangun bendungan Katulampa. Asal mula nama Katulampa adalah nama sebuah kampung, identik dengan nama seekor binatang yang berjalan tanpa benti, bernyanyi Siang malam, dan terns mencari terobosan. Bendungan Katu&amp;shy;lampa dibuat tahun 1887, diresmikan tahun 1911, lalu disambung pembangunan BKB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merdeka, bangsa Indonesia lengah menata air. Akhirnya semua daerah mengalami banjir bandang. Tetapi semua orang di Jakarta malah menyalah&amp;shy;kan alam. Banyak orang mengatakan banjir sebagai fenomena alam, siklus tahunan atau lima tahunan. Padahal, kata Syaykh, sebetulnya dari dulu alam tidak pernah butuh Jakarta, tidak pernah butuh Al-Zaytun, tidak pernah butuh Mekkah, sebab itulah alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau roda alam semesta bergerak tidak kenal yang namanya Mekkah, Madinah, Roma apalagi Jakarta. Se&amp;shy;mua bisa digilas oleh alam," kata Syaykh. Dia menyebut banjir yang melanda Jakarta Februari 2007, bukan fenomena alam, tetapi fenomena kebodohan bang&amp;shy;sa. "&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Dengarkan orang Jakarta, ini ke&amp;shy;bodohan bangsa. Kok menyalahkan alam, sebab alam tidak salah, dan tidak pernah butuh manusia, tetapi manusia&amp;shy;lah yang butuh alam, maka Anda harus dijaga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;," kata Syaykh, penggagas Tirta Sangga Jaya sebagai solusi holistik mengatasi banjir Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;(Sumber Majalah Berita Indonesia – Edisi 39/2007).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-2429112311128501899?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/2429112311128501899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=2429112311128501899&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/2429112311128501899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/2429112311128501899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/06/jakarta-butuh-dari-solusi-banjir.html' title='Jakarta butuh dari solusi banjir'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-8235065908415880547</id><published>2007-06-03T05:28:00.000-07:00</published><updated>2007-06-03T05:32:19.774-07:00</updated><title type='text'>Bebas Banjir Impian Seumur Hidup</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pengalaman warga yang bermukim di bantaran Kali Ciliwung tentang berbagai program pengendalian banjir yang tak kunjung jadi kenyataan, membuat mereka enggan membicarakan hal itu. Hidup tanpa banjir menjadi impian mereka seumur hidup. Gagasan pembangunan Tirta Sangga Jaya mungkin salah satu jalan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga masyarakat yang bermukim di bantaran Kali Ciliwung ternyata tidak begitu suka mendengar hal-hal yang berkaitan dengan pengendali&amp;shy;an banjir. Ada dua faktor yang memicu ketidaksukaan warga. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, program pengen&amp;shy;dalian banjir dikhawatirkan akan menggusur tempat ting&amp;shy;gal mereka. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, janji-janji pemerintah untuk membenahi bantaran Kali Ciliwung tidak pernah terwujud.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Warga kecewa terhadap Pe&amp;shy;merintah Provinsi DKI Ja&amp;shy;karta, karena pada satu sisi menakuti warga dengan ren&amp;shy;cana-rencana. penggusuran. Di sisi lain, mereka wring dijejali janji-janji kosong tentang pembenahan bantaran Kali Ciliwung. Menurut para warga bantaran kali, pemerintah DKI Jakarta sudah pernah me&amp;shy;rencanakan pembangunan tembok sepanjang Kali Cili&amp;shy;wung untuk menghindari pen&amp;shy;dangkalan. Juga direncanakan program penghijauan di sepanjang bantaran kali Cili&amp;shy;wung untuk menghindari penggerusan dinding sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan&lt;em&gt; &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;skeptis&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; &lt;/span&gt;warga diperlihatkan ketika berha&amp;shy;dapan dengan wartawan Be&amp;shy;rita Indonesia. Tidak meng&amp;shy;herankan, jika wartawan BI juga disambut sikap skeptis "Yang &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;gitu-gitu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; sudah banyak &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;lho&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; mas! Biar saja tetap seperti ini," tukas seorang warga ke&amp;shy;tika wartawan BI menjelaskan maksudnya mencari rumah Ketua RT mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citra ini tentu menjadi fak&amp;shy;tor yang menyulitkan bagi BI ketika meminta pandangan masyarakat tentang penang&amp;shy;gulangan banjir dengan model Tirta. Sangga Jaya. Perlu waktu yang cukup lama untuk mem&amp;shy;peroleh pengertian dari warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Ternyata, dari beberapa Ke&amp;shy;tua RT yang ditemui, diketahui bahwa sikap skeptis warga merupakan wujud dari ke&amp;shy;kecewaan mereka terhadap penanggulangan banjir, se&amp;shy;buah impian besar yang tidak pernah terwujud selama ini. Berbagai program pemerintah untuk melindungi warga dari serangan banjir, sudah ter&amp;shy;dengar puluhan tahun, namun hingga kini tidak jelas jun&amp;shy;trungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun banjir bandang yang menimpa sebagian besar wila&amp;shy;yah Jakarta, Bogor, Depok. Tangerang, dan Bekasi (Jabo&amp;shy;detabek) awal Februari 2007 lalu. membuat harapan bebas ban&amp;shy;jir semakin membesar. Bebe&amp;shy;rapa warga yang sebelumnya dinyatakan enggan meninggal&amp;shy;kan wilayah bantaran kali, kini sudah berbalik arah, berharap dapat pindah tempat tinggal. "Itu baru benar-benar banjir mas," kata Heri (30), pendu&amp;shy;duk RT.03 RW 03 Kampung Pulau Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur. la bercerita kalau banjir awal Februari 2007 lalu sebagai banjir yang membuat masya&amp;shy;rakat benar-benar menderita. Di wilayah mereka yang juga dikenal dengan Kampung Me&amp;shy;layu Kecil, terjangan banjir sudah merupakan bagian dari keseharian mereka. Tiba-tiba saja, air sudah menggenangi rumah mereka, karena Sungai Ciliwung meluap akibat banjir kiriman dari hulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau menggenang 50 cm sampai 1 meter saja, bukan banjir namanya. Genangan se&amp;shy;tinggi itu bisa muncul kapan saja. Jadi sudah kejadian se&amp;shy;hari-hari dan masyarakat menjadi terbiasa," kata En&amp;shy;dang Suherman (35), staf RT 03 sembari menjelaskan bah&amp;shy;wa kawasan pemukimannya terlandai di kawasan Kam&amp;shy;pung Pulo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan banjir ke&amp;shy;marin (awal Februari 2007) benar-benar dirasakan warga sebagai banjir sungguhan. Endang Suherman yang lahir dan besar di RT 03, mengaku baru pertama kali merasakan siksaan banjir yang sedemi&amp;shy;kian parah, "Seumur-umur saya belum pernah merasakan banjir separah itu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika disinggung gagasan Tirta Sangga Jaya, baik En&amp;shy;dang Suherman maupun Heri, mengakuinya sebagai gagasan yang layak diperjuangkan un&amp;shy;tuk mencegah banjir seperti yang terjadi Febuari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agar tau aja mas, rumah warga di sini baru benar-benar kering setelah tiga bulan. Lum&amp;shy;purnya saja satu meter tinggi&amp;shy;nya," kata Endang Suherman sembari menjelaskan bahwa penderitaan pasca banjir yang mereka alami luput dari pem&amp;shy;beritaan media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi warga Jakarta yang tinggal di bantaran Kali Cili&amp;shy;wung, bebas banjir benar-be&amp;shy;nar sebuah barang mewah. Penderitaan mereka selama puluhan tahun diterjang ban&amp;shy;jir bandang dan lumpur, sudah dikenal luas hingga ke manca&amp;shy;negara. Bahkan dengan pen&amp;shy;deritaan berkepanjangan itu pula, warga bantaran Kali Cili&amp;shy;wung mendapat kunjungan dari pesohor paling top, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa presiden, duta besar negara-negara sahabat, petinggi PBB maupun pimpin&amp;shy;an Bank Dunia, sudah me&amp;shy;ngunjungi daerah ini. Bebe&amp;shy;rapa presiden RI pun sudah bolak-balik mengunjungi me&amp;shy;reka. Demikian juga dengan beberapa tokoh dunia, bahkan tidak tanggung-tanggung, ibu negara Amerika Serikat Hillary Clinton (saat itu) pun sudah mengunjungi daerah ini pada tahun 1990-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, setelah semua itu berlalu, nasib warga ban&amp;shy;taran Kali Ciliwung tetap tidak berubah. Hingga kini, harapan mereka menempati bantaran kali tanpa diusik banjir, ter&amp;shy;nyata masih ada. Harapan ini pun telah mereka tunggu selama puluhan tahun. Bahkan, bagi sebagian warga, penan&amp;shy;tian itu sudah menjadi impian sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya tidaklah berlebihan jika gagasan Tirta Sangga Jaya, seperti menguatkan kembali harapan mereka untuk men&amp;shy;dapatkan pemukiman bebas banjir. Dengan gagasan Tirta Sangga Jaya, cita-cita lama mereka, mungkin saja masih bisa saja diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Menjawab Impian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin nggak ini dilak&amp;shy;sanakan? Masih lama kali ini ya? Sepertinya, ini program jangka panjang," tukas mereka ketika melihat denah gagasan Tirta Sangga Jaya. Optimisme dari sejumlah Ketua RT di wilayah bantaran Kali Cili&amp;shy;wung pun langsung terlontar, setelah memahami konsep penanggulangan banjir ala Tirta Sangga Jaya. Bagi me&amp;shy;reka, bisa saja TSJ menjadi jawaban dari impian mereka selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, sebagai gagasan yang baru dimuncul&amp;shy;kan, sudah barang tentu jika gagasan Tirta Sangga Jaya belum dipahami masyarakat secara utuh. Terlebih jika me&amp;shy;reka juga belum pernah mem&amp;shy;baca penjelasan tentang ga&amp;shy;gasan Syaykh AS Panji Gumi&amp;shy;lang, pucuk pimpinan Lem&amp;shy;baga Pendidikan Al-Zaytun, sebagaimana yang menjadi laporan utama Berita Indone&amp;shy;sia (edisi 36). Sehingga wajar saja bila terjadi pemahaman yang kurang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, ketika Tirta Sang&amp;shy;ga Jaya disebut sebagai proyek pembuatan sungai baru, di antara mereka ada yang lang&amp;shy;sung berpikir ke arah peng&amp;shy;gusuran besar-besaran di Ja&amp;shy;karta. "Daerah mana aja yang mau digusur nih," seru Wawan (48), Ketua RT 15 RW 12, Ke&amp;shy;lurahan Bukit Duri, Tebet, Ja&amp;shy;karta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah dijelaskan bahwa Tirta Sangga Jaya tidak berada di Jakarta, melainkan di wilayah Bodetabek, Wawan yang memimpin lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK), baru mengungkapkan responnya. "Gagasan ini sangat baik, tapi sepertinya untuk jangka pan&amp;shy;jang ya?" katanya saat ditemui di rumahnya, Kamis (26/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan Berita Indonesia menjelaskan, jika dilihat dari sisi kebutuhan Jabodetabek, gagasan ini justru sangat men&amp;shy;desak.-Sebab, tanpa infra&amp;shy;struktur penanggulangan ban&amp;shy;jir yang memadai, Jabode&amp;shy;tabek akan terns berlarut-larut dalam ancaman banjir. Bukan tidak mungkin banjir bandang seperti yang terjadi pada awal Februari 2007 lalu terus berulang setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harapan kita, gagasan ini dapat segera terwujud," im&amp;shy;buhnya. Ia juga berharap agar banjir yang terjadi pada awal Februari 2007 lalu tidak ter&amp;shy;ulang kembali. "Saya sudah se&amp;shy;jak lahir tinggal di sini, namun tidak pernah merasakan banjir sedahsyat itu," katanya sem&amp;shy;bari menunjuk bekas genang&amp;shy;an air di dinding rumahnya yang setinggi 2 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya alasannya mengapa gagasan Tirta Sangga Jaya di&amp;shy;sebut baik, Wawan yang me&amp;shy;ngaku masih sempat melihat keindahan aliran air Ciliwung tahun 70-an, menyatakan gaga&amp;shy;san itu jauh lebih menyeluruh dibanding sekadar membenahi aliran Sungai Ciliwung. "Banjir Jakarta ini lebih banyak di&amp;shy;sebabkan luapan air dari Bogor. Walaupun Kali Ciliwung di&amp;shy;benahi, tanpa mengendalikan air dari Bogor, Jakarta akan tetap banjir," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, dengan konsep Tirta Sangga Jaya, ancaman banjir kiriman me&amp;shy;lalui Sungai Ciliwung sudah dapat dikontrol. Ia berharap agar gagasan ini bisa diwujud&amp;shy;kan sesegera mungkin, se&amp;shy;hingga banjir bandang yang terjadi pada awal Februari lalu, tidak terjadi lagi.&lt;br /&gt;Dukungan yang sama juga diungkapkan Mulyadi (37), Ketua RT o6 RW 12 Kelurah&amp;shy;an Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. "Kalau untuk kebaik&amp;shy;an umum, saya dukung," kata&amp;shy;nya saat berbincang-bincang di rumahnya, Kamis (26/5). Menurutnya, dukungan ter&amp;shy;hadap pembangunan Tirta Sangga Jaya, bukan tidak ber&amp;shy;alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pokok Persoalan Tidak di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mulyadi, yang ber&amp;shy;mukim di bantaran kali sejak lahir, persoalan banjir yang menimpa Jakarta, khususnya di sepanjang aliran Sungai Ciliwung, justru tidak ber&amp;shy;sumber dari Jakarta sendiri, melainkan dari luar Jakarta, khususnya Bogor. Jadi, per&amp;shy;soalan utama tidak berada di Jakarta, tetapi di daerah Bo&amp;shy;gor. Karena gagasan Tirta Sangga Jaya sudah menjang&amp;shy;kau pengendalian aliran air dari Bogor, maka pembangun&amp;shy;an Tirta Sangga Jaya menjadi gagasan yang harus didukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, Ketua RT yang aktif mengampanyekan "ja&amp;shy;ngan buang sampah ke kali" itu menjelaskan sebuah realitas Kali Ciliwung, yang mungkin tidak banyak diketahui orang Kalau Jakarta diguyur hujan selama 2 hari, mungkin dae&amp;shy;rah-daerah lain di Jakarta sudah terkena banjir, tetapi Kali Ciliwung sendiri justru tidakbanjir. Itu membuktikan bahwa sumber banjir di ban&amp;shy;taran kali Ciliwung, bukan dari wilayah Jakarta, tetapi dari luar Jakarta. "Pengendalian&amp;shy;nya pun bukan di Jakarta, tetapi di Bogor dan daerah sekitarnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua RT yang melayani 125 KK yang bermukim di ban&amp;shy;taran Kali Ciliwung itu meng&amp;shy;ungkapkan. "Kita sangat ber&amp;shy;terima kasih (kalau ada proyek penanggulangan banjir seperti ini), karena tidak mengganggu masyarakat yang ada di ban&amp;shy;taran kali Ciliwung. Tetapi, maaf kalau seandainya proyek ini jadi dan kita terkena (peng&amp;shy;gusuran-red), kita juga merasa keberatan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Muhammad (59), Ketua RT o5 RW 12 Bukit Duri, Tebet Jakarta Selatan, juga memberi pandangan yang sama "Kalau memang bisa ditanggulangi dengan seperti ini (Tirta Sangga Jaya-red), bagus sekali," katanya. Me&amp;shy;nurutnya, warganya tidak ke&amp;shy;beratan dengan pola seperti apa pun yang dilakukan pe&amp;shy;merintah untuk menanggu&amp;shy;langi banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sebagai warga hanya menginginkan bagaimana agar tidak banjir," kata ketua RT yang melayani 120 KK warga di bantaran Kali Ciliwung ini. Ia menjelaskan bagaimana warganya bergelut mengha&amp;shy;dapi banjir bandang awal Februari lalu, hingga harus mengungsi. Bahkan lebih dari seminggu setelah puncak ban&amp;shy;jir, mereka tetap tidak bisa menempati rumahnya karena penuh dengan lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sudah Jadi Tradisi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sejumlah pemu&amp;shy;kiman yang ada di bantaran Kali Ciliwung, kawasan paling, rawan banjir, sesungguhnya bagian dari kawasan daerah yang menjadi bagian wilayah Jakarta Timur. Kawasan yang menjadi bagian dari Kelurahan Kampung Melayu ini terdiri dari 2 RW, yang masing-ma&amp;shy;sing dihuni 4000 warga. Dae&amp;shy;rah ini sering disebut dengan Kampung Melayu Kecil, wa&amp;shy;laupun nama administratifnya adalah Kampung Pulo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua RT o3 RW 03 Kampung Pulo R. Budi Budril, yang ditemui Berita, Indonesia di rumahnya yang bersisian dengan tepian Kali Ciliwung, mengatakan bahwa warganya sudah terbiasa de&amp;shy;ngan banjir. "Boleh dibilang sudah menjadi tradisi," kata&amp;shy;nya Kamis (26/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, langkah-langkah. apa pun yang diambil peme&amp;shy;rintah untuk menghindar: banjir di bantaran Kali Cili&amp;shy;wung, pasti didukung. "Kon&amp;shy;sep ini (gagasan Tirta Sangga. Jaya-red) sangat kami dukung. Saya secara pribadi melihatnya (desain-red) sudah. bisa mengendalikan banjir di wilayah Jabodetabek," kata&amp;shy;nya sembari menekankan bah&amp;shy;wa hal yang paling penting adalah perwujudan gagasan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Warga di sini pun saya pikir akan sangat berterima kasih jika proyek ini benar-benar terwujud. Dengan adanya proyek pe&amp;shy;ngendalian banjir seperti ini, kami akan bisa hidup dengan lebih tenteram," katanya. &lt;span style="color:#cc6600;"&gt;&lt;em&gt;(Sumber Majalah Berita Indonesia – Edisi 39/2007).&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-8235065908415880547?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/8235065908415880547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=8235065908415880547&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/8235065908415880547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/8235065908415880547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/06/bebas-banjir-impian-seumur-hidup.html' title='Bebas Banjir Impian Seumur Hidup'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-6967432486608616668</id><published>2007-06-03T05:25:00.000-07:00</published><updated>2007-06-03T05:27:51.500-07:00</updated><title type='text'>TSJ dan Raja Purnawarman</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tirta Sangga Jaya, dilihat dari perspektif sejarah, ternyata bukan sebuah berita besar. Nenek moyang bangsa Indonesia justru telah mengerjakan proyek-proyek yang Iebih besar dengan dukungan peralatan yang sangat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah bisa diwujudkan? Ini mungkin pertanyaan yang dilontarkan setiap orang begitu melihat desain Tirta Sangga Jaya (TSJ) yang memang cukup mahal. Pertanyaan seperti ini tentu&amp;shy;nya sangat wajar mengingat besarnya dana yang dibutuh&amp;shy;kan untuk mewujudkan ga&amp;shy;gasan Tirta Sangga Jaya. Bah&amp;shy;kan, jika dilihat dari besarnya sumber daya yang digunakan, bisa dikategorikan sebagai proyek mercu suar. Akan te&amp;shy;tapi, dari sisi manfaatnya, TSJ tidak pantas dikategorikan mercu suar dengan citra pro&amp;shy;yek gagah-gagahan, karena manfaatnya jauh lebih besar dari sumber daya yang diguna&amp;shy;kan untuk mewujudkan TSJ. Karma itu, Drs. Mushoddiq (46), Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Cipta Karya Informatika (CKI) Jakarta dan Dosen Sekolah Tinggi ilmu Ekonomi (STIE) IPWIJA, mengatakan tantang&amp;shy;an apa pun yang dihadapi, tidak seharusnya menjadi pengham&amp;shy;bat untuk mewujudkan TSJ.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Soalnya, perwujudan TSJ ditunggu banyak orang dan dibutuhkan seluruh warga Jakarta, Bogor, Depok, Tange&amp;shy;rang, dan Bekasi," katanya ketika ditemui &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Berita Indone&amp;shy;sia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; di sela-sela aktivitas me&amp;shy;ngajarnya, Jumat (18/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mushoddiq yang juga pe&amp;shy;ngajar bidang studi sejarah di SMU Negeri 103 ini, mengata&amp;shy;kan proyek pengendalian ban&amp;shy;jir TSJ sebenarnya bukan se&amp;shy;suatu yang terlalu besar dari perspektif sejarah. "Nenek moyang kita sudah mengerja&amp;shy;kan hal-hal yang setara dengan TSJ di awal tarik Masehi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merujuk Raja Purnawar&amp;shy;man yang memimpin Kerajaan Tarumanegara (400-500M), membangun proyek saluran air pengendalian banjir dan irigasi, bernama Sungai Candrabhaga, sepanjang 6.122 busur atau 11 kilometer. Yang sangat memukau dari pem&amp;shy;buatan Sungai Candrabhaga (Bekasi) dan Gomanti (Kali Mati, Tangerang). Penggalian sungai itu diselesaikan hanya dalam waktu 21 hari melibat&amp;shy;kan puluhan ribu orang. Raja Purnawarman memotong 1.000 ekor sapi untuk sela&amp;shy;matan selesainya pembuatan sungai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut prasasti Tugu, Ci&amp;shy;lincing, Jakarta Utara, pening&amp;shy;galan abad kelima dari raja yang beragama Hindu ini sudah memperhatikan pengen&amp;shy;dalian banjir di musim hujan dan melindungi petani dari kekeringan pada musim ke&amp;shy;marau. Sejarahwan Belanda, DR J Ph Vogel yang pernah menstrakripsi dan menelaah Prasasti Tugu, kini berada di Museum Nasional, sang raja sangat memperhatikan peng&amp;shy;airan sawah-sawah para pe&amp;shy;tani. Artinya, kerajaan ini sudah mencapai taraf yang tinggi di bidang pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Prasasti Tugu dan prasasti-prasasti lainnya, kekuasaan Kerajaan Taruma&amp;shy;negara meliputi wilayah Banten, DKI Jakarta, Bogor, Be&amp;shy;kasi dan Citarum. Kata Chan&amp;shy;dra dalam &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Chandrabhaga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, berarti sari atau bulan. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Chan&amp;shy;drabhaga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; artinya sama de&amp;shy;ngan Kali &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bagasasi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, kemudian berubah jadi &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bhagasi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bekasi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasasti Tugu dan Chandra&amp;shy;bhaga terletak di antara lokasi yang sama jauhnya. Ini men&amp;shy;cerminkan pelestarian ke&amp;shy;seimbangan ekosistem. Sang raja menempuh kebijakan pe&amp;shy;mukiman yang juga didasar&amp;shy;kan pada azas keseimbangan ekologis. Karenanya, raja memperbolehkan rawa-rawa di pedalaman diuruk untuk pemukiman. Maka muncul nama-nama, seperti Rawa Bangke, Rawa Puter atau Ra&amp;shy;wa Puter. Tetapi rawa-rawa di pesisir pantai tidak boleh di&amp;shy;urug untuk pemukiman, ka&amp;shy;rena merupakan kawasan hu&amp;shy;tan (bakau) lindung dan re&amp;shy;sapan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas kerja kerasnya, para sejarahwan memberi apre&amp;shy;siasi yang sangat luar biasa terhadap karya monumental Raja Purnawarman tersebut. Sampai saat ini, karya besar Raja Purnawarman masih dapat dinikmati oleh masya&amp;shy;rakat Jakarta. Menurut para arkeolog, Sungai Bagasasi di abad ke-5, sudah berganti nama menjadi Kali Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;(Sumber Majalah Berita Indonesia – Edisi 39/2007).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-6967432486608616668?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/6967432486608616668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=6967432486608616668&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6967432486608616668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6967432486608616668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/06/tsj-dan-raja-purnawarman.html' title='TSJ dan Raja Purnawarman'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-3346939477806379858</id><published>2007-06-03T05:21:00.000-07:00</published><updated>2007-06-03T05:24:41.109-07:00</updated><title type='text'>Terpulang Pada Pemerintah Daerah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hanya kerja sama antar daerah yang dapat menghilangkan ancaman bencana banjir di wilayah Jabodetabeka. Dukungan masing&amp;shy;masing daerah terhadap pembangunan Kanal Tirta Sangga Jaya jadi tolok ukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjir bandang yang secara serentak me&amp;shy;landa seluruh wila&amp;shy;yah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) awal Februari 2007, sebenarnya membukti&amp;shy;kan bahwa tatakelola air di seluruh kawasan tersebut me&amp;shy;rupakan satu kesatuan. Satu daerah di kawasan tersebut merupakan wilayah belakang (hinterland) daerah lain, de&amp;shy;mikian juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling mempengaruhi men&amp;shy;jadi kata kunci pengelolaan berbagai dimensi kehidupan di seluruh wilayah Jabodetabek, terutama menyangkut kependudukan, transportasi, dan lebih khusus menyangkut pe&amp;shy;ngelolaan air. Namun dalam kenyataannya, pengelolaan tersebut dilakukan secara par&amp;shy;sial oleh masing-masing daerah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Setiap daerah tidak akan mampu mengantisipasi sen&amp;shy;diri ancaman banjir di daerah&amp;shy;nya, melainkan harus bekerja sama dengan seluruh wilayah," kata Drs. Budi Muntoro (43), pengajar Geografi SMU Negeri 103, Jakarta Timur, saat me&amp;shy;nanggapi konsep pengendalian banjir Kanal Tirta Sangga Jaya (TSJ), yang digagas oleh Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi memberi contoh pe&amp;shy;nanggulangan banjir di Ja&amp;shy;karta. Langkah tersebut sudah dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda dengan mem&amp;shy;bangun resapan air Banjir Kanal Barat (BKB), ternyata tetap tidak berhasil. Bahkan, kalaupun proyek Banjir Kanal Timur (BKT) diselesaikan, tetap tidak bisa jadi jaminan bagi Jakarta, terbebas dari ancaman banjir bandang.&lt;br /&gt;"Dari segi keilmuan, ide ini (TSJ-red) sangat bagus," kata&amp;shy;nya. Kerusakan lingkungan yang memicu bencana banjir di wilayah DKI Jakarta, me&amp;shy;nurut Budi Muntoro, justru terjadi di wilayah Selatan Ja&amp;shy;karta, terutama wilayah Bogor dan Puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika gagasan Syaykh AS Panji Gumilang ini terwujud, maka limpahan air dari arah Selatan Jakarta, seperti Bogor, Puncak, Cianjur (Bopunjur) akan dapat dikontrol di &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;regu&amp;shy;lating dam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (dam pengatur) kanal TSJ," katanya. Muntoro menyatakan apresiasinya pada desain Tirta Sangga Jaya yang menyediakan dam pengatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab menurut Muntoro, tidak hanya aliran air yang penting menghilangkan banjir, tetapi pendistribusiannya juga tidak kalah penting. "Kalau ada sentral pendistribusian air seperti di sini (menunjuk peta &amp;shy;red), maka keluar masuknya air dapat diatur, baik ke Ja&amp;shy;karta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodeta&amp;shy;bek). Dengan demikian, pem&amp;shy;bagian air dapat merata, baik ke arah Barat (Sungai Cisa&amp;shy;dane), Timur (Kali Bekasi) dan di tengah (Kali Ciliwung)," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muntoro, meskipun meng&amp;shy;apresiasi gagasan pembangun&amp;shy;an kanal TSJ, merasa khawatir dengan realisasinya. "Yang men&amp;shy;jadi masalah, mungkinkah ga&amp;shy;gasan ini dilaksanakan? Apakah masyarakat dan pemerintah Provinsi Banten dan Jawa Barat dengan mudah merelakan ta&amp;shy;nah-tanah mereka untuk ke&amp;shy;pentingan proyek TSJ,?" kata&amp;shy;nya dalam nada bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini dijawab sen&amp;shy;diri oleh Muntoro dengan memberikan asumsi-asumsi. Kalau dilihat dari sisi komer&amp;shy;sialnya, berapa puluh ribu hektare tanah yang dikorbankan untuk itu? Apalagi sampai menggusur ka wasan industri, akan sangat merugikan para pengusaha. Dia mencontohkan kawasan industri di Bekasi, kalau sampai tercakup kawasan proyek TSJ akan berbenturan dengan para pengusaha dan hilangnya, pendapatan sejumlah industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam asumsi lain, kata Muntoro, bisa jadi masyarakat merasa diuntungkan karena kanal TSJ akan merangsang pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya. Yang jelas. tambah Muntoro, akses lalu lintas di sekitar wilayah TSJ akan jadi sangat mudah. Masyarakat maupun pelaku usaha akan sangat mudah mengangkut bahan produksi serta mendistribusikannya, baik dari sisi biaya maupun waktu tempuh Selain itu, keberadaan kanal TSJ dapat merangsang percepatan industrialisasi di wilayah sekitarnya.&lt;br /&gt;Juga dengan kehadiran kanal TSJ, bukan tidak mungkin menghidupkan kembali pelabuhan laut Banten yang sangat berperan di era Hindia Belanda Soalnya, kata Muntoro: "Terpulang pada masing-masing Pemda yang terlibat, mau bekerja sama atau tidak."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;(Sumber Majalah Berita Indonesia – Edisi 39/2007).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-3346939477806379858?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/3346939477806379858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=3346939477806379858&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/3346939477806379858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/3346939477806379858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/06/terpulang-pada-pemerintah-daerah.html' title='Terpulang Pada Pemerintah Daerah'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-883208167584689613</id><published>2007-06-03T05:18:00.000-07:00</published><updated>2007-06-03T05:20:46.847-07:00</updated><title type='text'>TSJ Rangsang Pertanian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kanal Tirta Sangga Jaya (TSJ) tidak hanya sebagai prasarana pengendalian bajir, tetapi juga mendorong peningkatan kinerja sektor pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;shy;Syaykh AS Panji Gumilang dengan gagasannya, ingin menyumbang pemikiran, sehingga bencana banjir serupa tidak terulang di masa-masa mendatang. Tujuan utama pembangunan kanal TSJ berfungsi sebagai prasarana pengelolaan air yang barns dilakukan secara komprehen&amp;shy;sif—mengontrol aliran air di se&amp;shy;luruh kawasan Jakarta-Bogor Depok-Tangerang-Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas, dampak banjir bandang awal Februari lalu mengesankan lumpuhnya pe&amp;shy;layanan kota-kota di wilayah. Jabodetabeka, dan banyaknya korban yang berjatuhan. Na&amp;shy;mun, yang tidak kalah serius, dampak buruknya terhadap se&amp;shy;luruh dimensi perekonomian. Sektor pertanian merupakan salah satu basis ekonomi yang mengalami kerugian besar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, Kabag Umum Badan Ketahanan Pangan, Ir. Indra Mukti Harahap, langsung menyatakan dukungannya ter&amp;shy;hadap gagasan pembangunan kanal TSJ. "Saya sangat men&amp;shy;dukung realisasi pembangunan TSJ ini," kata Indra. kepada Am&amp;shy;ron Ritonga dari &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Majalah Berita Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, Rabu (9/5). Menurut Indra, banjir ban&amp;shy;dang awal Februari sangat merugikan sektor pertanian dan berpotensi mengganggu stabilitas ketahanan pangan, baik dalam ruang lingkup dae&amp;shy;rah maupun nasional. Dia menjelaskan bahwa salah satu lumbung padi di Jawa Barat&amp;shy;, Karawang terendam banjir sehingga menurunkan volume produksi padi tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan berbagai sumber memperkirakan kerugian sangat besar tejadi pada sektor per&amp;shy;tanian, karena menimpa daerah daerah yang basis ekonominya ditopang oleh sektor tersebut. Di Subang dan Indramayu, misal&amp;shy;nya, 6.000 Ha sawah mengalami kerusakan. Sedangkan di seluruh Jawa Barat tercatat 17.000 Ha lebih lahan persawahan teren&amp;shy;dam banjir, 690 Ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai staf di Badan Ketahan Pangan (BKP), Indra menyadari dampak positif yang bisa diper&amp;shy;oleh bilamana gagasan kanal TSJ terwujud. Keberadaan kanal tersebut, tambahnya, tidak saja mencegah amukan banjir, tetapi juga merangsang pertumbuhan sektor pertanian di sekehlingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini, baik sewaktu musim hujan maupun musim kemarau selalu berdampak buruk pada sektor pertanian, turunnya ting&amp;shy;kat produksi, otomatis mempe&amp;shy;ngaruhi stabilitas ketahanan pangan nasional," kata Indra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Indra lebih lanjut, ke&amp;shy;jadian seperti ini tidak akan mun&amp;shy;cul lagi atau paling sedikit terku&amp;shy;rangi bilamana kanal TSJ terwu&amp;shy;jud. Pada musim hujan, kanal TSJ akan menampung air agar tidak meluap dan mengakibat&amp;shy;kan banjir. Sedangkan di musim kemarau, sebagai pemasok air irigasi pada lahan-lahan pertani&amp;shy;an di seluruh Jabodetabeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Gagasan Holistik&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya wilayah Jabo&amp;shy;detabeka yang akan merasakan manfaat kanal TSJ, tetapi juga daerah-daerah disekililingnya, seperti Karawang, Purwakarta, Subang dan Sumedang. Karena&amp;shy;nya, Wakil Bupati Purwakarta H. Dedi Muliady SH, menyata&amp;shy;kan dukungannya terhadap pembangunan kanal TSJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedi mengatakan kepada wartawan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Berita Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; di Purwakarta, Bernard Sihite, bahwa gagasan Syakh AS Panji Gumilang merupakan pemi&amp;shy;kiran yang holistik, realistis, dan brilian, sehingga sangat pantas ditindaklanjuti. Waduk Jati Luhur dan Waduk Cirata, menurut Dedi, juga dikelola dengan menerapkan pola ma&amp;shy;najemen air berskala nasional, seperti yang ingin diterapkan Syaykh dengan kanal TSJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana banjir awal Februari lalu, tambah Dedi, harus menjadi pelajaran di dalam mengelola air di seluruh kawasan yang terkena banjir saat itu. "Pengelolaan air yang ada sekarang menuntut pembaharuan sehingga dapat secara optimal menghindari ban&amp;shy;jir” katanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;&lt;em&gt;(Sumber Majalah Berita Indonesia – Edisi 39/2007).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-883208167584689613?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/883208167584689613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=883208167584689613&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/883208167584689613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/883208167584689613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/06/tsj-rangsang-pertanian.html' title='TSJ Rangsang Pertanian'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-8766781320122299127</id><published>2007-06-03T05:11:00.000-07:00</published><updated>2007-06-03T05:17:37.601-07:00</updated><title type='text'>Sumber Masalah Harus Dipahami Seluruhnya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pembangunan Kanal Tirta Sangga Jaya, tetap harus diikuti dengan pembangunan situ-situ, ruang terbuka hijau, resapan air hingga pemulihan sungai. Ketiadaan solusi komprehensif dalam penanganan bencana banjir di wilayah Jabode&amp;shy;tabek, tidak terlepas dari ego daerah yang lebih menonjol daripada membangun kerja sama antardaerah. Hal ini terlihat jelas dari tidak adanya lang&amp;shy;kah-langkah bersama dari tiga peme&amp;shy;rintah provinsi (DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat), walaupun menjadi korban bersama saat terjadinya banjir bandang awal Februari 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian yang sangat besar akibat banjir bandang tersebut, seharusnya men&amp;shy;jadi motivasi untuk membangun kerja sama antar daerah, namun dalam kenya&amp;shy;taannya, tidak demikian. Oleh karena itu, Marwan Batubara, anggota DPD Perwakilan Jakarta, masih berharap adanya payung hukum untuk mendasari pelaksa&amp;shy;naan solusi komprehensif tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi saya sebetulnya yang penting ada solusi komprehensif yang disepakati secara nasional, lintas departemen, lintas provinsi, dan dituangkan apakah dalam bentuk PP-kah atau Keppres, serta di&amp;shy;jalankan secara konsisten. Di sini yang paling penting kita punya satu rujukan, dan harus menegakkan pelaksanaan atau &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;enforcement&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;-nya," katanya kepada war&amp;shy;tawan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Majalah Berita Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Haposan Tampubolon, di kantornya, Rabu (16/5).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Solusi Banjir dan Kekeringan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika diminta pandangannya tentang gagasan Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang tentang solusi komprehensif penanggulangan banjir dan kekeringan dengan konsep Kanal Tirta Sangga Jaya, Marwan menyatakan tidak bisa banyak berkomentar. Karena belum tahu persis bagaimana ide Kanal Tirta Sangga Jaya. "Saya tidak menolak, tidak juga men&amp;shy;dukung, karena saya belum tahu detail tentang apa yang menjadi konsep Pak Panji Gumilang (Syaykh Al-Zaytun). Tetapi saya mengingatkan, di samping mengatasi banjir kita harus juga meng amankan pasokan air," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini konsep pengelolaan air pada Kanal Tirta Sangga Jaya yang digagas Syaykh AS Panji Gumilang, juga menjadi harapan dari Marwan Batubara. Kanal Tirta Sangga Jaya merupakan mode pengelolaan air di musim hujan maupun kemarau. "Yang saya ingin sampaikan adalah kita bicara banjir, pada saat yang bersamaan kita juga harus meng-addres. (mengakomodasi, red) kebutuhan air terutama di waktu musim kemarau," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marwan juga menegaskan perlunya pemikiran antisipatif dari dampak pem&amp;shy;bangunan Kanal Tirta Sangga Jaya "Jangan sampai pembangunan yang ada di sekitar Jakarta membuat nanti air tanah habis dan air laut itu datang. Sekarang, katanya, mungkin di bawah air laut sudah sampai di Hotel Indonesia (HI atau malah lebih ke atas. Ini kan bisa menurunkan permukaan. Air tanahnya diambil, pada saat bersamaan ada rembesan air laut," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, Marwan mengharapkan adanya solusi yang lebih &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;komprehensif&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. "Jangan sampai kita hanya membangun kanal, tapi mengabaikan pembangunan sumur resapan, mengabaikan pembangunan situ, dan mengabaikan ruang ter&amp;shy;buka hijau. Kalau hanya kanal yang kita address, kita punya masalah nanti ke depan airnya dari mana. Jangan sampai nanti seperti Singapura air mereka ter&amp;shy;gantung dari Malaysia," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Solusi Komprehensif&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, Marwan menyatakan sangat setuju dengan pembangunan ka&amp;shy;nal, sebagai satu bagian dari pengelolaan air, namun belum komprehensif. "Bahwa kita perlu bangun kanal. Oke! Mungkin itu salah satu. Tapi bukan berarti kanal ini sebagai salah satu solusi terbaik, tidak," katanya. Menurutnya, semua faktor&amp;shy;-faktor penyebab banjir harus di-&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;address.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kita memang mau menahan air dengan penghijauan, itu harus dilakukan. Kalau selama ini ada yang namanya situ, itu harus disiapkan. Kalau sungai luas dan dalamnya harus sekian, itu harus dilakukan. Kalau memang air datangnya cuma dalam waktu tiga empat bulan yang banyak, harus disimpan karena kita akan menghadapi masa kemarau yang mungkin panjang. Kita harus punya reserve," katanya sembari menyebut pendataan faktor-faktor penye&amp;shy;bab banjir sebagai solusi komprehensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, tambahnya, seandainya situ yang selama ini sudah ditutup, itu per&amp;shy;lu dibuka lagi, ya dibuka, gedungnya diru&amp;shy;buhkan. Daerah aliran sungai (DAS) yang selama ini sudah digunduli harus ditanami. Termasuk, kalau kita perlu membangun danau di daerah hulu harus dilakukan. Dan masyarakat sendiri, membangun sumur&amp;shy;-sumur resapan harus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini ia mengingatkan, banyak&amp;shy;nya penggundulan hutan telah membuat waduk-waduk untuk PLTA bermasalah karena debit airnya berkurang dan terus berkurang. Ini sama saja dengan air. Ka&amp;shy;lau nanti sudah tidak ada lagi yang hijau atau daerah Puncak yang menjadi hulu bagi 13 buah sungai yang mengalir ke Jakarta sudah tidak hijau lagi, maka air tidak tertahan lagi dan langsung terbuang ke laut. Dengan demikian, kita akan bermasalah dengan air minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lebih lanjut menjelaskan, kalau nanti membangun kanal, lalu kita biarkan juga penggundulan hutan, ya... itu tidak bisa. Artinya, jangan gara-gara kita sudah membangun kanal lalu tidak memper&amp;shy;hatikan bahwa daerah itu tidak boleh ditebang. Itu juga tidak bisa, kan? Harus semuanya, termasuk ruang terbuka hijau, tidak hanya berguna untuk resapan air saja tetapi juga menjadi paru-paru kota. Jadi banyak hal, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapat solusi yang &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;kompre&amp;shy;hensif&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, tambah Marwan, semua masalah harus di-&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;address&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Kita tidak cuma bicara Banjir Kanal Timur (BKT) dan normali&amp;shy;sasi sungai, pembuatan situ. Tetapi terma&amp;shy;suk ruang terbuka hijau harus ditambah. Situ yang tadinya jumlahnya ratusan, se&amp;shy;karang tinggal puluhan, itu harus dikem&amp;shy;balikan sebagian besar. Daerah Jakarta Utara yang sekarang mungkin menjadi mal, menjadi ruko, harus dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya, bagaimana pembiayaan da&amp;shy;ri pengelolaan air di wilayah Jabodetabek, Marwan mengungkapkan hal itu sudah pernah dibicarakan dalam diskusi lintas provinsi, yakni Pemda DKI, Banten, dan Jawa Barat, lalu ada DPD DKI, DPD Banten, dan DPD Jawa Barat. Masing-ma&amp;shy;sing mempresentasikan programnya. Biaya keseluruhannya kira-kira Rp 17 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seluruh biaya itu, menurut Marwan alokasi terbesarnya adalah untuk BKT, diikuti normalisasi sungai (berupa pengerukan sungai, pelebaran, penguruk&amp;shy;an, pembuatan benteng dan tanggul), dan selanjutnya pembuatan situ-situ. Namun ia tidak persis mengetahui apakah dana Rp 17 triliun sudah termasuk melakukan penghijauan di hulu sungai dan membuat sumur-sumur resapan, mungkin juga belum. "Tapi yang besar-besar yang sudah dimasukkan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Payung Hukum dan &lt;em&gt;Enforcement&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi yang tidak kalah pentingnya dari pengelolaan air di Jabodetabek, menurut Marwan Batubara adalah payung hukum dan penegakan hukum itu sendiri. "Yang juga penting adalah masalah &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;enforce&amp;shy;ment&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;," tandasnya. Ia mencontohkan, kalau memang satu gedung harus dirubuhkan, karena tadinya itu adalah tempat resapan air, situ, ya su&amp;shy;dahlah, rubuhkan. Jangan sampai nanti, karena berhadapan dengan jenderal atau konglomerat yang dibeking oleh aparat, lalu ini tidak dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tambahnya, kalau nanti di Puncak sana yang namanya vila-vila harus dihijaukan, ya harus dijalankan siapa pun yang punya vila itu. Makanya harus ada yang tertinggi dan siapapun tidak ada pengecualian, harus bisa menerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya tentang payung hukum penge&amp;shy;lolaan lingkungan Jabodetabek, Marwan dengan tandas menyatakan tidak cukup hanya dengan Peraturan Daerah (Perda) tapi Peraturan Pemerintah (PP) atau Keputusan Presiden (Keppres), karena menyangkut lintas provinsi, di mana peran pemerintah cukup menonjol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau perlu di tangan Presiden, sebagai institusi yang paling tinggi, jadi harus setara Keppres atau PP. Jika tidak, kelak ada kai&amp;shy;tannya dengan lintas provinsi, bupati atau kabupaten Bogor, Bekasi, Tangerang tidak akan mau tunduk kepada Gubernur DKI. "Karena itulah supaya dasar hukumnya komprehensif sebagai acuan untuk meng&amp;shy;-&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;address&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; masalah banjir, harus dikeluarkan oleh pemerintah pusat, oleh yang memang benar-benar powerfull, mempunyai wewe&amp;shy;nang yang kuat supaya aturan atau PP bisa dijalankan secara konsisten," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya kemungkinan menggunakan pa&amp;shy;yung hukum Undang-undang (UU), Marwan menyatakan tidak melihat apakah memang perlu sampai dibuat UU-nya. "Seandainya dengan PP, sepanjang PP disepakati oleh ketiga provinsi, didukung oleh pemerintah dan DPR, itu saya kira bisa saja," katanya sembari menegaskan sikap&amp;shy;nya yang tidak terlalu mempermasalahkan apakah Undang-Undang atau PP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, yang penting, seandainya pun itu cuma PP, toh itu berlaku secara nasional, dimana orang daerah harus tun&amp;shy;duk. PP mungkin cukup supaya tidak ter&amp;shy;lalu meluas, lebih cepat, lebih fleksibel, tapi juga punya aspek untuk mengatur yang sifatnya lebih nasional.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;(Sumber Majalah Berita Indonesia – Edisi 39/2007).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-8766781320122299127?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/8766781320122299127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=8766781320122299127&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/8766781320122299127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/8766781320122299127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/06/sumber-masalah-harus-dipahami.html' title='Sumber Masalah Harus Dipahami Seluruhnya'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-8302109270145327714</id><published>2007-05-16T04:23:00.000-07:00</published><updated>2007-05-16T04:28:02.082-07:00</updated><title type='text'>Tangis Ki Hajar Dewantara</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Rkrqoxe6qZI/AAAAAAAAADE/R-MeWqWJki8/s1600-h/KH+Dewantara.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5065118717130221970" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Rkrqoxe6qZI/AAAAAAAAADE/R-MeWqWJki8/s400/KH+Dewantara.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  Cita-cita pendidikan masih jauh dari kenyataan, bahkan di dalam praktiknya semakin banyak anomali. Prinsip asih, asuh, dan asah yang dikembangkan &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ki Hajar Dewantara&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; jadi aktual kembali untuk merengkuh tujuan hakiki pendidikan, yaitu meningkatkan mutu manusia Indonesia agar cerdas dan berakhlak mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Hari Pendidikan Nasional&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; yang jatuh tanggal 2 Mei, diulas di dalam hampir semua tajuk rencana harian ibu kota, Ja&amp;shy;karta. Pada hari yang sama (02/05/2007), harian Kompas menyoroti makin banyaknya anomali—penyimpangan atau tidak nor&amp;shy;malnya—praktik pendidikan di Indonesia. Tidak hanya menyangkut soal ujian nasional, tetapi juga pemberlakuan di&amp;shy;siplin dengan kekerasan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut koran sangat berpengaruh ini, anomali pendidikan perlu dikembalikan kepada semangat dasar pendidikan yang berorientasi pada anak didik. Prinsip asih, asuh, dan asah yang dikembangkan Ki Hajar Dewantara niscaya aktual kembali di tengah tantangan global. Tiga acuan kebijakan yang perlu diterapkan, yaitu mengembangkan peserta didik belajar untuk tabu, belajar untuk berbuat, dan belajar untuk hidup bersama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tajuk Media Indonesia menyoroti pendidikan dari sudut anggaran. Koran ini mengulas gugatan PGRI kepada Mahkamah Konstitusi agar gelar uji ma&amp;shy;terial terhadap UU APBN 2007 yang menetapkan anggaran pendidikan 11,8%, MK sendiri sudah dua kali meng&amp;shy;ingatkan pemerintah agar bersungguh&amp;shy;sungguh memenuhi porsi 20% anggaran pendidikan sebagaimana yang diama&amp;shy;natkan oleh UUD 1945• Karenanya, MK tanpa ragu memutuskan bahwa alokasi anggaran yang tidak genap 20% me&amp;shy;nyalahi UUD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun menurut MI, Mahkamah tidak tegas menyatakan bahwa pemerintah te&amp;shy;lah melanggar UUD. Hanya memberi pe&amp;shy;ringatan agar pemerintah bersunguh&amp;shy;sungguh melaksanakan perintah konsti&amp;shy;tusi. MI berpendapat, seharusnya perin&amp;shy;tah konstitusi, apalagi yang sangat ekspli&amp;shy;sit, tidak bisa multitafsir. Ketidak&amp;shy;mampuan memenuhi perintah UUD adalah pelanggaran berat, bahkan sangat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MI memaklumi persoalan yang dihada&amp;shy;pi pemerintah, seperti memakan buah simalakama. Memenuhi anggaran pendi&amp;shy;dikan 20%, berarti melabrak rasionalitas potensi riil keuangan negara, sedangkan mengabaikannya sama artinya meng&amp;shy;hianati konstitusi. Namun menurut MI, persoalan besar dalam pendidikan negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini tidak semata-mata menyangkut per&amp;shy;sentase anggaran. Persoalan sesungguh&amp;shy;nya, bahkan yang terutama, justru pada orientasi penggunaan uang demi tujuan hakiki pendidikan An sendiri, yaitu me&amp;shy;ningkatkan mutu manusia Indonesia agar mampu bersaing dalam percaturan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran MI, kalau pemerintah sungguh&amp;shy;sungguh berjuang tulus meningkatkan mutu pendidikan nasional, dari pada membangun kantor sebuah direktorat yang menyaingi kemewahan supermall, mengapa tidak membangun sistem jaring&amp;shy;an komputer ke sekolah-sekolah supaya anak didik mulai memiliki akses global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Bisnis Indonesia dalam tajuknya mengulas masalah pendidikan dari sudut pemerataan. Hari kelahiran tokoh pendidikan nasional &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ki Hajar Dewantara&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, 2 Mei (1889) diperingati sebagai&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; Hari Pendidikan Nasional&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Arti&amp;shy;nya perguruan Taman Siswa yang didiri&amp;shy;kan tokoh pendidikan yang bernama asli &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Raden Mas Soewardi Soerjaningrat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; itu, telah melahirkan banyak talon pemimpin negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BI hanya mengingatkan bahwa kerja keras Ki Hajar di dalam dunia pendidikan belum mampu mengangkat bangsa agar sepenuhnya mandiri di bidang pendi&amp;shy;dikan. Saat ini, betapa banyak anak yang belum atau bahkan tidak mengenyam pendidikan sama sekali. Indikatornya jelas. Di kota besar, banyak anak yang berkeliaran pada jam sekolah. Sebagian dari mereka tampak lusuh dan mengemis. Di tempat lain, masih banyak anak yang belajar di alam terbuka lantaran bangun&amp;shy;an sekolah yang sudah rent atau ambruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pendidikan tinggi pun cukup banyak tedadi ketimpangan, terlebih setelah sta&amp;shy;tus sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di negeri ini diubah menjadi badan hukum milik negara (BHMN). Kini, dengan kecerdasan di atas rata-rata pun, tamatan SLTA yang berasal dari keluarga kelas menengah ke bawah akan sangat kesulitan untuk kuliah di PTN tersebut. PTN favorit terkesan hanya menerima anak dari keluarga mampu. Dari alam sang, Ki Hajar Dewantara mungkin mena&amp;shy;ngisi betapa upaya yang dirintisnya kini nyaris tidak berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harian sore Sinar Harapan menyoroti pendidikan yang dikaitkan dengan un&amp;shy;dangan UNESCO kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyam&amp;shy;paikan pidato kunci pada pembukaan sidang umum badan tersebut. UNESCO mengundang Presiden Susilo lantaran In&amp;shy;donesia dinilai sukses melaksanakan komitmen pendidikan untuk semua, sebagaimana tercantum dalam Millenium Development Goals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulis SH, pengakuan UNESCO tersebut sangat menggembirakan. Namun itu bukan akhir, melainkan awal dari per&amp;shy;juangan di bidang pendidikan. Masih banyak yang harus dibenahi supaya bangsa Indonesia mampu membangun, memajukan, memelihara dan menjaga kewibawaan negara. Dalam beberapa tahun terakhir bangsa ini dilecehkan dan dipaksa mengikuti kehendak negara lain, seperti dalam kasus Timor-Timor dan Sipadan-Ligitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara lain bisa memaksakan kehen&amp;shy;dak karena bangsa ini dianggap lemah; di dalam kekuatan militer, perekonomian, kesiagaan, dan kelekatan social. Salah satu sebab dari kelemahan itu, berpangkal pada bidang pendidikan yang tidak bisa mengliasilkan manusia Indonesia yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SH menganggap kecerdasan dan akh&amp;shy;lak harus berkaitan sebab para koruptor dan mitranya dalam pemerintahan pun terdiri dari prang-prang yang pandai namun tak berakhlak. Pendidikan juga mesti mampu menyadarkan bahwa ke&amp;shy;bahagiaan tidak identik dengan ke&amp;shy;pemilikan harta yang melimpah dengan cara-cara tidak benar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;Sumber Berita Indonesia – Edisi 38/2007&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-8302109270145327714?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/8302109270145327714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=8302109270145327714&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/8302109270145327714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/8302109270145327714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/05/tangis-ki-hajar-dewantara.html' title='Tangis Ki Hajar Dewantara'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Rkrqoxe6qZI/AAAAAAAAADE/R-MeWqWJki8/s72-c/KH+Dewantara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-7695593957391649862</id><published>2007-05-11T02:52:00.000-07:00</published><updated>2007-05-11T03:03:32.790-07:00</updated><title type='text'>Kampanye Pendidikan Dan Respon Positif Dunia Antar-Bangsa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Brain export&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; merupakan cita-cita nan agung serta mulia. Bagaimana tidak, ketika bangsa ini dipenuhi product-product dari negara lain, toko-toko dibanjiri barang-barang elektronik dan otomotif dari Jepang, jalan-jalan dipenuhi kendaraan-ken¬daraan produksi Korea atau Cina. Bangsa Indonesia hanya mampu menyaksikan pemandang mitis ketika Tenaga Kerja Indonesia yang mempunyai peran yang signifikan dalam meraup devisa negara di &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;kuyo-kuyo&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Ribuan penghasil devisa negara tersebut diusir dari Malaysia, dilecehkan dan dipermalukan di negeri orang, bahkan ada di antara mereka yang kembah ke kam¬pung halaman hanya nama dan jasad yang sudah tidak bernyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh satu fenomena yang sangat bersimpangan, disatu sisi bangsa  Indonesia hanya mampu mengekspor benda hidup yang sebagian besar tidak didasari pendidikan, di sisi lain negeri ini dipenuhi oleh barang-barang yang merupakan produksi ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masalah TKI merupakan dilema, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;sikucapang-sikucape&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, yang bila diihentikan akan mengganggu devisa negara tapi bila diteruskan, bangsa ini harus rela memutuskan urat malunya dihadapan dunia antar bangsa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengekspor ilmu pengetahuan yang dicita-citakan oleh Al-Zaytun merupakan air segar yang dapat menyelamatkan bangsa ini dari memakan buah simalakama, karena ilmu pengetahuan adalah hal yang tidak mungkin dapat dihinakan, lebih dari itu ilmu pengetahuan mampu memuliakan siapa Baja yang memilikinya. Maka bangsa ini tidak perlu berhadapan dengan pilihan berat antara bapak atau ibu yang mati, bila bangsa ini mampu meraup devisa negara dengan mengekspor ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi mewujudkan cita-cita ini Al¬Zaytun terus meningkatkan kualitas dan sistim pendidikan yang ada, sambil tidak pernah berhenti mengenalkannya kepada dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan tiga belas Duta Besar pada acara Muharram yang diadakan di Al-Zaytun merupakan respon posi¬tif dari dunia antarbangsa terhadap kampanye pendidikan yang selalu dikumandangkan oleh Syaykh dan seluruh sivitas Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berikut sambutan serta wawancara 13 Duta Besar dan perwakilan yang hadir pada peringatan satu &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Muharram1427 H&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; di Al-Zaytun.&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/he-mr-ribhi-y-awad-dubes-palestina.html"&gt;Duta Besar Palestina &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/he-mr-syed-mustafa-anwer-husain-duta.html"&gt;Duta Besar Pakistan &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/he-eng-abdul-rahim-sayed-jan-duta-besar.html"&gt;Duta Besar Afghanistan &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/muharammad-jastina-kuasa-usaha-arab.html"&gt;Kuasa Usaha Arabia &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/mr-azad-kuasa-usaha-republik-islam-iran.html"&gt;Kuasa Usaha Republik Islam Iran &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/mr-mohamud-olow-barrow-charge-daffaires.html"&gt;Charge d’Affaires of Somalia &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/dr-murat-muhamed-ramadanovic-duta-besar.html"&gt;Duta Besar Bosnia Herzegovia &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/mr-abdul-djalil-minister-economic.html"&gt;Minister Economic Nigeria &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/mr-maher-lukasha-charge-daffaires-of.html"&gt;Charge d’Affaires of Jordan &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/mr-othman-atase-politik-malaysia-untuk.html"&gt;Atase Politik Malaysia untuk Indonesia &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/mr-khalil-ibrahim-abdulla-sekretaris.html"&gt;Sekretaris Tiga Kedutaan Besar Irak &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/mr-khamid-djabbarov-charge-daffaires.html"&gt;Charge d’Affaires of Uzbekistan &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/mr-el-rayah-abdulrahman-third-secretary.html"&gt;Third Secretary Kedutaan Besar Sudan &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-7695593957391649862?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/7695593957391649862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=7695593957391649862&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/7695593957391649862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/7695593957391649862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/05/kampanye-pendidikan-dan-respon-positif.html' title='Kampanye Pendidikan Dan Respon Positif Dunia Antar-Bangsa'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-79907921402663761</id><published>2007-05-04T06:25:00.000-07:00</published><updated>2007-05-04T06:30:18.730-07:00</updated><title type='text'>Pelatihan Sertifikasi ICDL</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada 12-18 Maret 2007 lalu, Kampus Al-Zaytun dipercaya melaksanakan pelatihan sertifikasi ICDL (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;International Computer Driving Licence&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;), kepada 39 pegawai negeri sipil (PNS) yang berdinas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Daerah, Pendidikan Luar Sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta berasal dari 17 daerah di Seluruh Indonesia. Acaranya disebut “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Pelatihan Sertifikasi ICDL Bagi Para Pegawai Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Luar Sekolah Se-Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Berita Terkait :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;- &lt;a href="http://lentera-maz.blogspot.com/2007/05/al-zaytun-ditjen-pls-lakukan-pelatihan.html"&gt;Al-Zaytun – Ditjen PLS Lakukan Pelatihan Sertifikasi ICDL &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://lentera-maz.blogspot.com/2007/05/al-zaytun-kampus-global.html"&gt;Al-Zaytun Kampus Global &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-79907921402663761?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/79907921402663761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=79907921402663761&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/79907921402663761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/79907921402663761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/05/pelatihan-sertifikasi-icdl.html' title='Pelatihan Sertifikasi ICDL'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-6092274926491722804</id><published>2007-05-01T05:01:00.000-07:00</published><updated>2007-05-01T05:18:11.684-07:00</updated><title type='text'>Jendela Pencerahan, Sebuah Asa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pers mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan, ia dapat memainkan perannya dalam mempengaruhi pandangan hidup umat manusia, bahkan pers mempunyai andil mengubah wajah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media masa mempunyai andil terhadap terlukisnya gambaran buruk wajah Barat dalam persepsi masyarakat Timur, dan buruk wajah Timur dalam persepsi dunia Barat. Ia berperan merubah wajah lembut para santri menjadi wajah-wajah teroris dihadapan publik Amerika, dan melukis wajah Amerika menjadi wajah yang anarkis yang wajib dijihadi oleh umat islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Richard W. Baker, Special Assistant to the President of East West Center (ECW), berpendapat bahwa berita yang disampaikan oleh mass media tidak berimbang, sehingga menciptakan gambaran negatif tentang Islam dalam benak publik Amerika, dan membentuk opini negatif tentang Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini harus dibayar mahal oleh umat manusia, karena kesalahan persepsi yang terjadi berdampak kepada terjadinya drama tragedi kemanusiaan yang hari ini menghiasi panggung dunia. EWC berdiri dalam uasha menjembatani salah persepsi Barat dan Timur dalam memandang satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan para senior jurnalist dari Amerika (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mr. Richard W Baker, Ms. Susan Kreifeis, Mr. Tim Connoly, David Crumn, William J Dobson, Larry Johnson, David Hage) dan alumni EWV (Mr. Mafoot Simon, Ms. Maziena Mazian, Ms. Norilla Daud, Mr. Khrishnan Parkaran, Arief Suditomo)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; ke Indonesia, terutama ke tempat-tempat ibadah, serta pesantren-pesantren di Indonesia adalah dalam usaha mencari gambaran positif bagi wajah pesantren dan umat Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan mereka ke Al-Zaytun yang mempunyai motto pusat pendidikan dan pusat pengembangan budaya toleransi dan perdamaian, melahirkan harapan. Satu asa bahwa Al-Zaytun mampu menjadi jembatan yang menyatukan konflik antara Timur dan Barat. Satu asa bahwa Al-Zaytun mampu berdiri sebagai jendela yang membuka pencerahan hubungan Timur dan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah wawancara yang dilakukan oleh tim reporter Al-Zaytun dengan wartawan Amerika dan Indonesia pada kunjungan mereka ke Al-Zaytun pada 1-2 Juli 2006 yang lalu, mengenai apa itu EWC dan sepak terjangnya. Serta wawancara mereka dengan pimpinan Al-Zaytun Syaykh AS Panji Gumilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/hubungan-baik-barat-dan-timur.html"&gt;Wawancara dengan Richard W. Baker, Special Assistant to the President of East West &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/hubungan-baik-barat-dan-timur.html"&gt;Center (ECW).&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/ingin-menulis-tentang-al-zaytun-dan.html"&gt;Wawancara dengan Ms. Susan Kreifeis, Media Activities coordinator EWC.&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;3. &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/meningkatkan-pengertian-tentang-islam.html"&gt;Wawancara dengan Tim Connolly, Internasional Editor the Dallas Morning News, &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/meningkatkan-pengertian-tentang-islam.html"&gt;Dallas, Texas, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;4. &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/menjembatani-perbedaan-melalui.html"&gt;Wawancara dengan David, Pengamat Hal Ikhwal ke Islaman dan Editor Harian Detroit,&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/menjembatani-perbedaan-melalui.html"&gt;Michigan, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;5. &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/terkesan-visi-kemanusiaan-syaykh-as.html"&gt;Wawancara dengan Mr. Larry Johnson Foreign Desk Editor Seattle Post Intelligencer.&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;6. &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/kader-cinta-disiplin.html"&gt;Wawancara dengan Wiliam J.Dobson Managing Editor, Foreign Policy Washington DC. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/amerika-belajar-toleransi-dan-damai.html"&gt;Wawancara dengan David Hage, Editor Writer Minneapolis Star Tribune.&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;8. &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/jurnalis-jangan-hanya-berorientasi.html"&gt;Wawancara dengan Arif Suditomo, News Production Manager, RCTI Jakarta. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/al-zaytun-ubah-image-negatif-amerika.html"&gt;Wawancara dengan Sunandar Ibn Nur, Executive Editor, Gontor Magazine, Indonesia.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10.&lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/05/pesantren-love-of-peace.html"&gt;Wawancara Wartawan Amerika dengan Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-6092274926491722804?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/6092274926491722804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=6092274926491722804&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6092274926491722804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6092274926491722804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/05/jendela-pencerahan-sebuah-asa.html' title='Jendela Pencerahan, Sebuah Asa'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-1453476689836944165</id><published>2007-04-24T05:07:00.000-07:00</published><updated>2007-04-24T05:22:14.131-07:00</updated><title type='text'>Mengelola Air Sembari Berbisnis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Ri32ReGhIOI/AAAAAAAAACo/CXXq6QKKyIY/s1600-h/air.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5056968736605544674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Ri32ReGhIOI/AAAAAAAAACo/CXXq6QKKyIY/s200/air.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  Proyek (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;mimpi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;) Tirta Sangga Jaya bilamana terwujud jadi kenyataan punya multi manfaat. TSJ menjadi sarana pengelolaan air yang bisa dikembangkan menuju bisnis air baku, transportasi air dan jalan, pembangkit listrik tenaga air serte pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi Syaykh AS Panji Gumilang untuk Jakarta, bisa menjadi proyek monumetal yang masuk akal dengan menata aliran air dari Sungai Cisadane, Ciliwing, Bekasi dan Citarum serta sejumlah sungai kecil yang menyerbu Ibukota Negara. Syaykh prihatin atas nasib Ibukota Negara dan masyarakat Jabodetabek yang mengalami kesulitan lantaran terjangan air bah di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Padahal dengan tatakelola air yang diimpikannya lewat pembangunan kanal huruf U, selain memanfaatkan air dengan semerstinya. Juga menawarkan berbagai bisnis yang menggiurkan. Atau, “sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi tentang TSJ bermula dari keprihatinan aas nasib sial yang menimpa Ibukota Negara yang setiap tahun terancam banjir, terutama air kiriman dari daerah hulu. Setiap musim hujan air terbuang percuma ke Laut Jawa. Setelah menerjang kawasan-kawasan pemukiman Jakarat. Padahal di musim kemarau para petani Banten dan Kerawang-Bekasi berteriak kekurangan air lantaran pasokan air dari Waduk Jatiluhur tak mampu menjangkau daerah pertanian di sepanjang kawasan Pantura (Pantai Utara) Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TSJ bukan semata-mata proyek pengendalian banjir Jakarta, melainkan juga menawarkan berbagai peluang bisnis dan kesempatan kerja bagi masyarakat Jabodetabek. Secara geografis, TSJ menghubungkan tiga provinsi-DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Jalan tol dua arah yang melintas di luar Jakarta – dari Sumatera ke Jawa, Bali dan NTB, dan sebaliknya, secara berarti akan mengurangi beban jalan-jalan Ibukota dari kendaraan berat, seperti truk gandeng, trailer dan bus. Juga, dengan membangun PLTA di Waduk Cibinong, maka kekurangan pasokan listrik di wilayah Jabodetabek bisa teratasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bisnis Basah Air Bakau&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak perusahaan daerah air minum kesulitan air baku. Proyek Tirta Sangga Jaya menawarkan jalan keluar yang menggiurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen PT. Aqua Golden Misissippi Tbk, akhir 2005, berencana mengubah status dari perusahaan terbuka (go public) menjadi perusahaan tertutup (go private). Pihak manajemen berencana menghentikan (delisting) perdagangan sahamnya dari lantai Bursa Efek, Jakarta (BEJ). Namun dalam tiga kali Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan para pemegang saham, peserta RUPS tidak pernah mencapai quorum 75%. Artinya, para pemegang saham, khususnya pemegang saham independen yang minoritas, sama sekali tidak menyetujui rencana delisting dari BEJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang paling penting,kenapa ada setuju dan tidak setuju pada go publi dan go private? Jawabannya, keduan-duanya menginginkan keuntungan yang maksimal. Pemegang saham independen menyadari bahwa bisnis air minum terlebih dengan posisi kepemimpinan pasar Aqua, merupakan bisnis yang sangat menguntungkan. Jadi, tidak heran jika tawaran harga Rp 100.000 per lembar saham dari pemegang saham pengendali ditolak oleh pemegang saham independen. Padahal nilai riil saham PT. Aqua Golden Misissippi saat itu hanya ribuan rupiah per lembar. Bisnis air mineral merupakan mesin yang menggiurkan bagi banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bisnis Sepanjang Zaman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja orang menganggap TSJ hanya proyek mimpi yang tak mungkin terwujud. Namun dari segi penyediaan dan pasokan air baku saja, proyek kalau sudha jalan, bisa menjadi mesin uang tidak terkira. Tanpa diuraikan secara rincipun TSJ dengan rencana pembangunan kanal sepanjang 240 KM, pasti mampu memasok air baku dalam jumlah sangat besar. Dari bisnis air baku saja, TSJ bisa meraup uang triliunan rupiah setiap tahun. Karena air merupakan sumber pokok kehidupan manusia, ternak dan industri. Bisnis air baku di manapun di dunia memiliki posisi yang amat prospektif, bisa disejajarkan dengan komoditi-komoditi unggulan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, dalam 100 tahun terakhir, komoditi air minum sering disejajarkan dengan minyak mentah atau gas (Migas) dala perspektif pembandingan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;apple to apple&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Atau dalam sepuluh tahun terakhir diperbandingkan dengan bisnis teknologi informasi (IT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal abad ke-20, bisnis Migas di sebut-sebut sebagai bisnis paling bergengsi. Namun para pelaku bisnis belakangan ini lebih percaya menanamkan uangnya ke dalam bisnis air minum ketimbang Migas, kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika berpikirnya sangat sederhana. Walaupun penting, kenyataannya tidak semua orang membutuhkan Migas. Berbeda dengan air, dibutuhkan hampir setiap saat. Manusia mampu bertahan hidup dan sehat selama 3 x 24 jam tanpa makanan. Namun dalam 1 x 12 jam tubuh manusia akan langsung melemah jika tidak mengonsumsi air atau paling sedikit terancam dehidrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya mengapa usaha-usaha air minum paling kecil sekalipun, seperti pedagang kaki lima dapat bertahan hidup dari sekedar menjajakan air mineral atau minuman lain seperti teh, kopi atau susu dalam kemasan. Itu semata-mata didorong tingginya intensitas masyarakat dalam mengonsumsi air. Inilah yang menempatkan air baku sebagai bisnis yang sangat prospektif. Jika dikelola dengan baik, bisnis air dapat berlangsung sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kemitraan Bisnis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan TSJ yang melintasi atau berdekatan dengan seluruh kawasan Jabodetabek, memberikan kemudahan tersendiri dalam pendistribusian air baku. Posisi strategis ini memberi peluang besar bagi air baku TSJ untuk mengakses dan diakses PDAM-PDAM di daerah sekitarnya. Ada sekitar 8 PDAM yang berpotensi menjadi mitra bisnis TSJ, yakni PDAM Kabupaten Bekasi, PDAM Kabupaten Kerawang, PDAM Kabupaten Bogor, PDAM kabupaten Tanggerang, PDAM Kota Bekasi, PDAM Kota Bogor, PDAM Kota Tanggerang, dan PDAM DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu poin penting dari keberadaan TSJ sebagai pemasok air baku adalah kemungkinan kualitas airnya yang jauh lebih baik dari sumber air baku yang selama ini digunakan PDAM-PDAM tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, kualitas air baku yang berkualitas memudahkan TSJ mengikat perjanjian kemitraan dengan PDAM-PDAM tersebut. Di sisi lain, kualitas air baku TSJ akan memberi banyak insentif kepada PDAM-PDAM tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ongkos pengelolaan air baku bisa ditekan, karena PDAM tidak perlu melakukan proses pembersihan berulang-ulang untuk mendapatkan standar air bersih yang dibutuhkan. Selama ini, PDAM mengeluh rugi karena mutu air baku yang sangat buruk. Mereka harus mengeluarkan lebih banyak biaya untuk pengolahan air baku agar mendapatkan mutu air yang dibutuhkan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, berkurangnya ongkos pengolahan air baku, akan dengan sendirinya mengurangi biaya distribusi air bersih ke para pelanggan. Dengan demikian, setiap PDAM berpeluang meningkatkan keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, efisiensi tersebut memberi peluang bagi PDAM utuk membuat lompatan besar, melebarkan wilayah usaha dengan mengembangkan jaringan distribusi guna menjangkau lebih banyak pelanggan, dan meningkatkan mutu air bersih supaya siap minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan air baku yang bermutu melipat-gandakan keuntungan yang akan diraih masing-masing PDAM. Ini merupakan kunci utama bagi TSJ mengikat perjanjian kemitraan dengan PDAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam estimasi minimal dengan asumsi menjaring 20 juta pelanggan air bersih di seluruh kawasan Jabodetabek dan sekitarnya, maka TSJ berpeluang memasok sekitar 50 juta meter kubik air baku per bulan atau 600 juta meter kubik per tahun. Katakan saja, air baku itu dijual ke PDAM Rp 2.000 per meter kubik, maka diperoleh omzet sebanyak Rp 1,2 triliun setahun. Saat ini jumlah pelanggan PDAM di wilayah Jabodetabek masih sekitar 2 juta KK. Dengan pasokan air baku TSJ, jumlah pelanggan PDAM bisa melompat 10 kali lipat atau 20 juta pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, begitu proyek ini menjadi kenyataan, perhitungan yang lebih persis bisa dilakukan oleh tim profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bisnis Pariwisata&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kawasan TSJ juga berpeluang besar mendulang uang masyarakat Jakarta dari liburan akhir pekan. Lewat konsep multisensasi, kawasan wisata TSJ bisa meraup para pelancong jauh lebih besar dari kawasan-kawan wisata lainnya di wilayah Jabodetabek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kelakar di kalangan masyarakat profesional Jakarta. Mengantisipasi kemacetan setiap Jum’at sore, lebih baik terlambat tiba di rumah daripada terjebak kemacetan sangat parah di jalan. Atau memilih alternatif pulang lebih awal. Tetapi saat yang bersamaan, ribuan orang membuat janji dengan rekan atau sejawat bisnis. Maka ketika mereka tumpah di jalan pada waktu yang bersamaan, meninggalkan kantor lebih awal pun, bisa terjebak macet. Biasanya, pasangan atau keluarga memulai liburan akhir pekan mereka pada hari Jum’at. Bagi masyarakat Jakarta, dua tujuan penting untuk berlibur : ke arah Puncak atau Pantai Carita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kawasan wisata TSJ bisa menawarkan paket wisata dengan kapal pesiar atau menikmati dam Cibinong dengan segala fasilitas yang ditawarkan. Kalau memilih berlibur ke kawasan wisata, para pelancong tidak perlu mengambil jalan darat. Mereka bisa mengambil transportasi air dengan menitip kendaraan mereka di setiap dermaga transit. Di tempat-tempat tertentu, mereka bisa menikmati fasilitas hotel, restoran, olah raga dan rekresasi di alam terbuka. Mereka bisa mengambil paket wisata tiga dimensi : marina, alam dan air. Misalnya, mengambil paket penuh pelayaran dengan kapal pesiar 24 jam plus fasilitas penginapan dan restoran.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;(Sumber Berita Indonesia – Edisi 36/2007)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Berita Terkait :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;- &lt;a href="http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/jangan-buang-air-ke-laut.html"&gt;Jangan Buang Air ke laut.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/04/tirta-sangga-jaya-nama-yang-bagus.html"&gt;Tirta Sangga Jaya, Nama Yang Bagus.&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;- &lt;a href="http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/pendanaan-tirta-sangga-jaya.html"&gt;Pendanaan Tirta Sangga Jaya. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://lentera-maz.blogspot.com/2007/04/waduk-windu-kencana.html"&gt;Waduk Windu Kencana.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-1453476689836944165?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/1453476689836944165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=1453476689836944165&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1453476689836944165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/1453476689836944165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/mengelola-air-sembari-berbisnis.html' title='Mengelola Air Sembari Berbisnis'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Ri32ReGhIOI/AAAAAAAAACo/CXXq6QKKyIY/s72-c/air.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-7483097542086767899</id><published>2007-04-24T04:54:00.000-07:00</published><updated>2007-04-24T05:24:31.084-07:00</updated><title type='text'>Pendanaan Tirta Sangga Jaya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Ri3yO-GhIKI/AAAAAAAAACI/kSZ7NzpX_1c/s1600-h/dana.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5056964295609360546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Ri3yO-GhIKI/AAAAAAAAACI/kSZ7NzpX_1c/s400/dana.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Sepuluh persen saha dari total jumlah penduduk Indonesia membeli obligasi negara senilai minimal 4.200 dolar AS (setara dengan Rp 38,64 juta), mimpi Tirta Sangga Jaya akan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mewujudkan mimpi &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;“Tirta Sangga Jaya“&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; memerlukan biaya yang sangat besar. Dengan panjang 240 kilometer melintasi Bodetabek, lebar sungai 100 meter dan masing-masing sisi kanan dan kiri bantaran kanal dibangun jalan raya selebar 50 meter membutuhkan luas lahan 48.000 kilometer persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengerjaan TSJ diperkirakan membutuhkan 5.000 unit excavator baru dalam waktu bersamaan. Jika masing-masing unit seharga 100.000 dollar AS, maka untuk pengadaan excavator saja proyek Tirta Sangga Jaya membutuhkan dana 500 juta dollar AS yang bila dirupiahkan dengan kurs Rp 9.200, sama dengan Rp 4,6 triliun. Syaykh AS Panji Gumilang sendiri memperkirakan akan dibutuhkan total biaya sedikitnya 100 miliar dollar AS, setara dengan Rp 920 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para insinyur, arsitek dan semua yang terlibat pembangunan proyek, tentu bisa segera memilah-milah alokasi penggunaan dananya. Misalnya, berapa persen untuk biaya konsultasi, biaya tenaga kerja (manhours) untuk ratusan ribu pekerja selama tiga tahun, biaya peralatan, biaya material dan bahan-bahan, dan biaya-biaya lainnya. Para praktisi ekonomi makro maupun mikro juga bisa menghitung proyek ini dari sudut pandangnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bila besarnya biaya pembangunan Tirta Sangga Jaya digambarkan dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia, yang saat ini mencapai 1.300 triliun. Maka, apabila biaya pembangunan proyek mencapai Rp 920 triuliun, itu sama dengan 71 persen dari PDB. Artinya, Indonesia akan bisa mewujudkan Tirta Sangga Jaya dengan tidak makan-minum selama 258,30 hari dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, apabila selama tahun 2007 ini pemerintah menganggarkan angaran Belanja Negara sebesar Ro 350 triliun, maka pemerintah bisa membangun Tirta Sangga Jaya selama 2, 6 tahun dengan syarat tidak melakukan investasi apapun sebab seluruh investasi pembangunan dialokasikan ke proyek Tirta Sangga Jaya. Tetapi apakah pendanaan model seperti ini yang diimpikan Syaykh? Ternyata tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh mengatakan, jika Indonesia dalam sekali utang bisa meminjam ke luar negeri 40 miliar dollar AS, maka proyek mandiri nasional Tirta Sangga Jaya tidak perlu meminjam ke luar negeri, melainkan dengan menerbitkan obligasi yang hanya diperjual-belikan di dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh mempunyai hitungan tersendiri dengan merujuk jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa. Syaykh percaya jika terdapat 10% dari jumlah penduduk yang memiliki uang diam dan mampu membeli obligasi senilai minimal 4.200 dollar AS (setara dengan Rp 38,64 juta), maka dengan mengajak mereka saja sudah terkumpul dana sebesar 100,8 milyar dollar AS setara dengan Rp 927,360 triliun. Mimpi Tirta Sangga Jaya pun pasti terwujud.&lt;br /&gt;(Sumber Berita Indonesia – Edisi 36/2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Berita Terkait :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/jangan-buang-air-ke-laut.html"&gt;Jangan Buang Air ke laut.&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;- &lt;a href="http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/mengelola-air-sembari-berbisnis.html"&gt;Mengelola Air Sambil berbisnis.&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/04/tirta-sangga-jaya-nama-yang-bagus.html"&gt;Tirta Sangga Jaya, Nama Yang Bagus.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://lentera-maz.blogspot.com/2007/04/waduk-windu-kencana.html"&gt;Waduk Windu Kencana&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-7483097542086767899?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/7483097542086767899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=7483097542086767899&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/7483097542086767899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/7483097542086767899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/pendanaan-tirta-sangga-jaya.html' title='Pendanaan Tirta Sangga Jaya'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Ri3yO-GhIKI/AAAAAAAAACI/kSZ7NzpX_1c/s72-c/dana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-5879432664675617764</id><published>2007-04-24T04:36:00.000-07:00</published><updated>2007-04-24T05:39:28.291-07:00</updated><title type='text'>Jangan Buang Air ke Laut</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Ri3u6-GhIJI/AAAAAAAAACA/WvkQpozCJ7o/s1600-h/air_terjun_rokan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5056960653477093522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Ri3u6-GhIJI/AAAAAAAAACA/WvkQpozCJ7o/s400/air_terjun_rokan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Cuplikan lirik lagu keroncong &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Bengawan Solo&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; ciptaan Gesang ; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;“Air mengalir sampai jauh, akhirnya ke laut“&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; menjadi tidak relevan lagi, karena air yang dikelola dan dimanfaatkan dengan baik menjadi sangat berguna bagi kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat pendidikan Al-Zaytun tengah membangun Waduk Windu Kencana menjadi pusat pertanian terpadu (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;integrated farming&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;), terintegrasi dengan sistem pengelolaan air (manajemen air) sungai Cibanoang sepanjang 6,5 kilometer. Air ini akan dimanfaatkan untuk pengairan, perikanan air tawar dan kebutuhan air baku. Agaknya apa yang dilakukan Al-Zaytun bisa menjadi model bagi proyek pengelolaan air yang lebih holistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pucuk pimpinan Al-Zaytun, Syaykh AS Panji Gumilang, punya mimpi spektakuler bagi pengelolaan dan pemanfaatan air liar di Ibukota Negara Jakarta dan di kawasan belakangnya (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;hiterland&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;). Apa yang disebutnya : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Mimpi untuk Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Syaykh mengidamkan terwujudnya sebuah proyek monumental, seperti Terusan Suez dan Dam Aswan di Mesir, yaitu proyek Tirta Sangga Jaya (TSJ) atau Sungai Penyangga Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek ini, meskipun akan menelan biaya yang cukup bear, bisa memberi multi-manfaat bagi tiga provinsi – DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat. Misalnya, TSJ bisa menjadi sarana pengairan dan pengendalian banjir, pertanian, transportasi air dan darat, rekreasi dan pariwisata (baca juga, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mimpi untuk Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;”Menyampaikan misi Ilahiyah itu harus sabar. Sebab, tidak semua strata, yang kita anggap sudah harus mampu, itu mampu. Mereka membatasi diri dengan simbol-simbol, bukan dengan ilmu.” Kata Syaykh dalam sebuah dialog dengan Tim Wartawan Berita Indonesia yang berkunjung ke Al-Zaytun, dua pekan lalu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Syaykh tidak sekadar bermimpi tetapi juga berbuat. Meskipun dalam skala yang lebih kecil, Al-Zaytun sedang membangun Waduk Windu Kencana dengan tema ketahanan terpadu. Maksudnya ketahanan yang menyangkut air, tanah serta apa yang dibudidayakan di dalamnya dan di atasnya. Berbicara tentang pangan, ternak, dan tanaman industri hutan, sekaligus berbicara air. Air buka saja untuk menciptakan pangan, tetapi juga ketahanan, supaya air menjadi manfaat, bukan bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, air dan tanaman pangan menjadi manfaat, kalau dikelola dengan baik, bagaimana agar air tetap ada di musim kemarau dan tidak menjadi bencana di musim hujan. Kedua hal ini menjadi terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduk itu terletak 6,5 kilometer dari Kampus Al-Zaytun. Kampus ini, kalau musim kering mengalami kekurangan air. Meskipun ada air tanah, tidak dieksploitasi, sebab lebih mengutamakan pemanfaatan air permukaan. Selama masih ada hujan, air permukaan tanah pasti banyak. Air permukaan di musim hujan disimpan di Waduk Windu Kencana, pemanfaatannya bagi kampus serta ke kiri-kanan sungai, jelas. Artinya, air memberi kehidupan. Air juga membawa bencana jika tidak dikelola. Air seperti api, ketika kecil menjadi kawan, tetapi begitu membesar menjadi lawan yang kadang-kadang tak bisa dilawan oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Syaykh : “supaya itu tidak terjadi harus dikelola. Karena manusia diberi hak oleh Sang Pencipta untuk mengelola dan menatanya. Kalau mengalir jangan sampai melimpah, kalau musim hujan tidak datang , jangan sampai kering.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam dialog panjang tersebut muncullah mimpi Syaykh untuk Jakarta. Ibukota Negara itu dikepung dan dialiri oleh belasan sungai, baik bear maupun kecil. Sesungguhnya sungai tidak ada besar, tidak ada kecil, semuanya pasti dilalui air. Ketika tidak tertata, jika melimpah dan membawa bencana, bukan rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan titik sentral di kawasan Cibinong, kemudian ditarik garis ke barat, di luar kota Tanggerang, sampai di Cikupa sampai Mauk (Tanjung Kait). Di jalur tersebut dibangun kanal, katakan lebarnya 100 meter dan di bantaran kiri-kanan kanal 50-50 meter dibangun jalan yang diapit jalur hijau. Kemudian dari kawasan Cibinong ditarik garis ke timur samapai Tanjung Jaya, Karawang, dibangun kanal dengan ukuran sama. Jika ditarik garis dari titik Jakarta (Monas), ke selatan (Cibinong), panjangnya sekitar 60 kilometer, ke utara 20 kilometer. Kanal huruf U impian Syaykh itu panjangnya 60-60-60-60 kilometer atau seluruhnya 240 kilometer, mengitari ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanal huruf U ini sudah pasti mencegat perjalanan 13 sampai 15 sungai besar dan kecil menuju Jakarta. Sungai-sungai besar yang dicegat, di tengah, Sunagi Ciliwung, di timur, Sungai Bekasi dan Citarum, dan di barat, Sungai Cisadane. Airan sungai-sungai tersebut dikendalikan, bukan dihentikan. Kemudian dibangun jalan dua arah 2 X 240 kilometer untuk megnatasi kepadatan lalulintas, terutama di Jakarta, karena jalan tersebut melintas di luar Ibukota. Juga kanal tersebut bisa menjadi sarana transportasi air. Proyek ini, menurut Syaykh, memberi manfaat yang sangat bear dan menghasilkan uang untuk daerah dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di dalam Ibukota Negara, kawasan pemukiman dinormalisir tanpa mengusir penduduk. Menurut Syaykh, penduduk tetap di situ, tetapi perumahan tidak boleh horizontal, harus mulai vertikal, sehingga di sisi-sisi sungai ada lahan yang luas. Katakan saja di sisi-sisi Ciliwung dekat kawasan Tebet, Jakarta Timur. Pengkolan Ciliwung mencakup beberapa kampung, masih kampung, kelurahan dan kecamatan Tebet. Penduduknya tidak harus digusur, karena sumber budayanya ada di kampung-kampung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumahannya dibangun menjulang ke atas, menampung sampai 1.000 KK dalam satu flat. Kalau satu KK mendiami 200 meter per segi, maka sama dengan 200.000 meter persegi. Luasan tersebut dijadikan halaman, tempat sekolah, tempat olahraga, pusat belanja, taman dan tempat rekreasi dengan lingkungan yang hijau dan bersih. Rumah-rumah untuk 1.000 KK menjulang ke atas, penghuninya lebih aman dan terkontrol. Soal pilihan jalan, bisa lewat kiri-kanan Ciliwung. “Kemacetan Jakarta bukan banyaknya kendaraan yang lalu lalang, tetapi karena kurang tertata,” kata Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dan dari mana biayanya? Kata Syaykh, proyek semonumental itu, biayanya memang mahal. Namun lebih mahal jiwa yang melayang lantaran terbenam banjir dari pada menata seperti itu. Katakan puluhan miliar dollar, sekali utang saja, jumlahnya USD 40 miliar. Orang Indonesia itu kaya. Dari jumlah penduduk 250 juta, ambil saja 10 persen atau 25 juta yang punya uang diam. Itu 100 ribu dollar AS uang diam. Jual obligasi kepada mereka, jangan dijual ke luar negeri. Jangan mencetak obligasi yang cincai-cincai, satu-dua dollar. Paling sedikit 1.000 dóllar satu surat utang negara atau obligasi. Tentu ada yang mampu membeli 100.000 samapi 1 juta dollar. Mungkin bisa terkumpul 100 miliar dollar. Bisakah dikembalikan? Tentu bisa, karena Tirta Sangga Jaya menghasilkan uang, “ jawab Syaykh penuh optimis.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;(Sumber Berita Indonesia – Edisi 36/2007)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Berita Terkait :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- &lt;a href="http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/mengelola-air-sembari-berbisnis.html"&gt;Mengelola Air Sambil berbisnis.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/mengelola-air-sembari-berbisnis.html"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/04/tirta-sangga-jaya-nama-yang-bagus.html"&gt;Tirta Sangga Jaya, Nama Yang Bagus.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/04/tirta-sangga-jaya-nama-yang-bagus.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- &lt;a href="http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/pendanaan-tirta-sangga-jaya.html"&gt;Pendanaan Tirta Sangga Jaya.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- &lt;a href="http://lentera-maz.blogspot.com/2007/04/waduk-windu-kencana.html"&gt;Waduk Windu Kencana.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-5879432664675617764?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/5879432664675617764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=5879432664675617764&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/5879432664675617764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/5879432664675617764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/jangan-buang-air-ke-laut.html' title='Jangan Buang Air ke Laut'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Ri3u6-GhIJI/AAAAAAAAACA/WvkQpozCJ7o/s72-c/air_terjun_rokan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-7138235315479206161</id><published>2007-04-24T04:27:00.000-07:00</published><updated>2007-04-26T02:14:09.942-07:00</updated><title type='text'>Mimpi Untuk Jakarta Tahun 2015</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Ri3p4uGhIHI/AAAAAAAAABw/LrwHSUugw5Y/s1600-h/peta+jkt.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5056955117264248946" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Ri3p4uGhIHI/AAAAAAAAABw/LrwHSUugw5Y/s400/peta+jkt.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Segunung masalah Ibukota Negera tak akan pernah selesai bilamana hanya berkutat di Jakarta. Soalnya, Jakarta dibangun tanpa rencana induk yang terintegrasi dengan kawasan belakang dan samping. Tata ruang Ibukota Negara semrawut lantaran izin berbagai bangunan yang tumpang tindih. Jakarta lebih berwujud kota yang kumuh, kotor, penuh polusi, semrawut, miskin, penyakitan, ketimbang metropolitan modern. Karenanya, Syaykh AS Panji Gumilang, pimpinan Pusat Pendidikan Al-Zaytun, bermimpi untuk menyelesaikan masalah Ibukota Negara secara holistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Zaytun saat ini sedang membangun Waduk Windu Kencana yang terintegrasi dengan sistem pengelolaan air di lingkungan pusat pendidikan tersebut. Al-Zaytun yang kini berdiri megah di tengah kawasan pedusunan di Gantar, Indramayu, berawal dari sebuah mimpi juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat tengah malam yang hening, pikiran (kreasi) Syaykh melahirkan mimpi indah, yaitu berlayar dari pelabuhan peti kemas Mauk, Banten, menuju &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;water interchange&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Cibinong, Jawa Barat. Para pelancong memulai perjalanan pesiarnya di bawah pancaran sinar bulan purnama, ditingkahi semilir angin buratan. Sepanjang perlayaran, mereka tak henti-hentinya menengok ke kiri dan ke kanan, ke depan dan ke belakang. Pohon-pohon dan jalur hijau mengapit jalan dua arah yang dipisah oleh &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tirta Sangga Jaya (TSJ)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; – kanal air penyangga Jakarta Raya – bergoyang diterpa angin semilir yang sejuk di celah keindahan panorama alam dan sinar bulan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lampu-lampu mobil besar dan kecil terpendar-pendar ketika melewati jalan bebas hambatan (tol) yang membentang lebar di kiri-kanan sungai (kanal TJS) yang baru saja dibuka untuk pelayaran pesiar. Sinar rembulan terpendar di permukaan sungai yang tenang dan jernih. Para pelancong malam itu menempuh pelayaran berjam-jam, namun tidak merasa letih sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di Cibinong&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; interchange&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, rombongan mendarat, menunggu malam berikutnya untuk melanjutkan pesiar. Di Cibinong, mereka menginap di sebuah hotel transit yang menghadap ke waduk yang berair keperakan. Dari kejauhan, di pinggir danau buatan itu, mereka menyaksikan stadion olahraga, lapangan golf, hotel, motel dan villa yang berderet harmonis dengan pemukiman penduduk dan hamparan kawasan pertanian. Rombongan pesiar benar-benar menikmati waktu jeda mereka sembari berkreasi di danau Cibinong, sebelum melanjutkan pesiar yang sama menuju pelabuhan Muara Jaya di pantai Kerawang. Namun menjelang subuh, mereka terjaga dari mimpi indah lantaran mendengar alunan azan subuh tidak jauh dari hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kira-kira, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mimpi untuk Jakarta 2015&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, yang terbayangkan dalam dialog antara Syaykh dan tim wartawan&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; Berita Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; – &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ch. Robin Simanullang, Hamposan Tampubolon dan Wilson Edward,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dua pekan lalu. Mimpi ini dijabarkan dalam peta dan desain oleh Dendy Hendrias dan Arif Maulana, dituangkan dalam tulisan oleh &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Syahbuddin Hamzah dan Henry Maruasas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Di dalam peta tersebut tergambar jelas sebuah kawasan megapolitan ratusan kilometer per segi yang membentang dari Cibinong ke Mauk dan dari Cibinong ke Muara Jaya. Kawasan ini dihubungkan oleh kanal TSJ yang berbentuk huruf U, menyangga Jakarta dari ancaman banjir tahunan, kerumitan transportasi darat, pemukiman yang semrawut serta sungai-sungai yang kotor dan berbau anyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada musim kemarau, TSJ berfungsi sebagai sarana irigasi bagi persawahan di Banten dan Pantura. Fungsi lainnya, sebagai sarana transportasi air, dan mengelontorkan sungai-sungai kecil yang kotor di Jakarta. Sungai TSJ merupakan sabuk pengaman Jakarta, diperkirakan sepanjang 240 kilometer, dan selebar 100 meter. Di kiri-kanan sungai dibangun jalan tol dari arah timur menuju ke barat dan sebaliknya untuk mencegah kendaraan-kendaraan besar yang menuju Sumatera dan Jawa-Bali-NTB-NTT, melintas jalan dalam kota Jakarta. Jalan tol ini di kiri-kanan diapit oleh jalur hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan to dan sungai TSJ melewati enam daerah kabupaten dan kota dari dua provinsi- Banten dan Jawa Barat. Berdasarkan peta yang disusun BI,aliran sungai TSJ, memotong empat sungai besar – Cisadane, Ciliwung, Bekasi dan Citarum – serta 13 sungai kecil yang menyerbu Jakarta, terutama di musim hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai-sungai tersebut dikendalikan oleh TSJ melalui waduk dan pintu-pintu air pembagi yang bisa dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan. Sedangkan aliran Kali Ciliwung yang merupakan ancaman terbesar pusat Jakarta pada musim hujan dikendalikan di Waduk Cibinong. Selain pengendali banjir, TSJ juga berfungsi sebagai sarana transportasi – termasuk angkutan peti kemas – dengan kapal ukuran sedang – pembangkit listrik tenaga air, pengairan, perikanan air sungai dan pemasok air baku untuk keperluan air bersih Jakarta dan daerah-daerah di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pembangunan proyek raksasa dan monumental itu perlu dibentuk Badan Otorita TSJ yang bertanggung jawab langsung pada Presiden. Karena , di samping butuh biaya yang sangat besar, kawasan baru ini diharapkan mampu membangkitkan pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional lantaran menggeliatnya kegiatan-kegiatan transportasi peti kemas dan jalan tol, rekreasi, perhotelan dan pertanian. Sumber pembiayaan bisa ditarik lewat ORI (Obligasi RI) dan SUN (Surat Utang Negara) yang ditawarkan kepada anggota masyakat yang berkemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi selama pembangunan, proyek raksasa (dalam mimpi ini) melibatkan ratusan ribu pekerja. Bandingkan dengan Terusan Suez di Mesir, sepanjang 164 kilometer dan lebar 60 meter, melibatkan pekerja paksa 80.000 orang. Semoga mimpi ini terwujud di tahun 2015.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc9933;"&gt;(Sumber : - Majalah Berita Indonesia – Edisi 36/2007)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Berita Terkait :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/jangan-buang-air-ke-laut.html"&gt;Jangan Buang Air ke laut.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/mengelola-air-sembari-berbisnis.html"&gt;Mengelola Air Sambil berbisnis.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/pendanaan-tirta-sangga-jaya.html"&gt;Pendanaan Tirta Sangga Jaya. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/04/tirta-sangga-jaya-nama-yang-bagus.html"&gt;Tirta Sangga Jaya, Nama Yang Bagus.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://lentera-maz.blogspot.com/2007/04/waduk-windu-kencana.html"&gt;Waduk Windu Kencana&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-7138235315479206161?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/7138235315479206161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=7138235315479206161&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/7138235315479206161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/7138235315479206161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/mimpi-jakarta-tahun-2015.html' title='Mimpi Untuk Jakarta Tahun 2015'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Ri3p4uGhIHI/AAAAAAAAABw/LrwHSUugw5Y/s72-c/peta+jkt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-7283659143249435531</id><published>2007-04-24T04:07:00.000-07:00</published><updated>2007-04-24T05:31:09.965-07:00</updated><title type='text'>Selamatkan Ibukota Negara !</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Ri3njuGhIGI/AAAAAAAAABo/jLZtYDxmwOA/s1600-h/Monas.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5056952557463740514" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Ri3njuGhIGI/AAAAAAAAABo/jLZtYDxmwOA/s400/Monas.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mimpi untuk Jakarta, dalam rangka menyelamatkan Ibukota Negara, bermula dari &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;“mimpi“&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; salah seorang anak bangsa yang bermukim nun jauh di pedalaman sana, sehari-hari memimpin sebuah pusat pendidikan terpadu pesantren spirit but modern system, Al-Zaytun, yakni Syaykh AS Panji Gumilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syakh memimpikan ada cara terbaik mengendalikan dan mengelola air yang melewati Ibukota Negara Republik Indonesia, Jakarta, yang saban tahun kerap dilanda banjir hingga menelan korban jiwa. Ia kemudian menyebutkan mimpinya itu &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;“Tirta Sangga Jaya“.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi Syaykh sebenarnya tak sepenuhnya mimpi. Sebab di Indramayu sana ia sedang membangun sebuah waduk dan kanal pengendalian air sejauh 6,5 kilometer, namun Waduk Windu Kencana diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan ketahanan pangan terpadu dan hutan tanaman industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduk Windu Kencana sekaligus pula dimaksudkan oleh seluruh Eksponen Yayasan Pesantren Al-Zaytun sebagai persembahan emas menandai sudah sewindu mereka berkiprah mengabdikan diri memajukan dunia pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Berita Terkait :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;- &lt;a href="http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/jangan-buang-air-ke-laut.html"&gt;Jangan Buang Air ke laut.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/mengelola-air-sembari-berbisnis.html"&gt;Mengelola Air Sambil berbisnis. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/04/tirta-sangga-jaya-nama-yang-bagus.html"&gt;Tirta Sangga Jaya, Nama Yang Bagus. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/pendanaan-tirta-sangga-jaya.html"&gt;Pendanaan Tirta Sangga Jaya. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://lentera-maz.blogspot.com/2007/04/waduk-windu-kencana.html"&gt;Waduk Windu Kencana &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-7283659143249435531?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/7283659143249435531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=7283659143249435531&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/7283659143249435531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/7283659143249435531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/selamatkan-ibukota-negara.html' title='Selamatkan Ibukota Negara !'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/Ri3njuGhIGI/AAAAAAAAABo/jLZtYDxmwOA/s72-c/Monas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-104309306229040651</id><published>2007-04-10T05:23:00.000-07:00</published><updated>2007-04-10T05:54:32.201-07:00</updated><title type='text'>Ujian Sertifikasi Karate-Do Gojukai di Al-Zaytun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RhuCvCEmA_I/AAAAAAAAABY/HTDxqTWANS0/s1600-h/Foto-05.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051775151547745266" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RhuCvCEmA_I/AAAAAAAAABY/HTDxqTWANS0/s400/Foto-05.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Alhamdulillah, acara &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ujian sertifikasi Karate-Do Gojukai&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; di Kampus Al-zaytun, berjalan sukses! Acara tersebut berlangsung pada hari jum'at, 23 maret 2007 di gedung serba guna al-akbar. Tim penguji adalah Shihan Suherman (dan 5 gojukai, anggota dewan guru nasional), Sensei Suhendar (dan 4 gojukai, anggota dewan guru muda nasional) dan Shidoin Eris (pelatih komda jawa barat). Dengan demikian, para karate-ka Al-Zaytun yang akan melanjutkan di luar, dapat mengikuti karatenya dimanapun, di Indonesia maupun di luar negeri. (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;Muhammad Najib&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-104309306229040651?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/104309306229040651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=104309306229040651&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/104309306229040651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/104309306229040651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/ujian-sertifikasi-karate-do-gojukai-di.html' title='Ujian Sertifikasi Karate-Do Gojukai di Al-Zaytun'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RhuCvCEmA_I/AAAAAAAAABY/HTDxqTWANS0/s72-c/Foto-05.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-8442448504630526836</id><published>2007-04-10T05:17:00.001-07:00</published><updated>2007-04-10T05:57:16.725-07:00</updated><title type='text'>Kunjungan Dirjen Pendidikan Luar Sekolah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ace Suryadi seorang doktor bidang ekonomi pendidikan, lulus dari sebuah perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat, sudah dua kali mengunjungi Al-Zaytun dalam waktu yang berdekatan. Ace Suryadi adalah Direktur Jenderal Pendidikan Nasional (Depdiknas), Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah. Kunjungan pertama, pada bulan Desember 2006, dan kedua 20 Januari 2007 demi untuk menyamakan persepsi tentang cara terbaik membangun kemajuan dunai pendidikan, khususnya pendidikan non formal di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita Terkait :&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://lentera-maz.blogspot.com/2007/04/bangun-kerjasama-pendidikan-nonformal.html"&gt;Bangun Kerjasama Pendidikan Nonformal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://wawancara-maz.blogspot.com/2007/04/konsisten-memajukan-pendidikan.html"&gt;Wawancara dengan Ace Suryadi &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-8442448504630526836?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/8442448504630526836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=8442448504630526836&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/8442448504630526836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/8442448504630526836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/kunjungan-dirjen-pendidikan-luar_10.html' title='Kunjungan Dirjen Pendidikan Luar Sekolah'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-6239983533188549230</id><published>2007-04-05T06:04:00.000-07:00</published><updated>2007-04-05T06:35:08.368-07:00</updated><title type='text'>Ketua Umum Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) Daerah Jawa Barat.</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kampus Al-Zaytun sebagai pusat pendidikan terpadu yang menjadikan pendidikan sebagai gula dan ekonomi sebagai semut, semakin concern menggerakkan peternakan sapi perah. Hal ini dibuktikan dengan kesediaan Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang menjadi &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ketua Umum Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) Daerah Jawa Barat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian pendidikan terpadu mengilhami para eksponen Yayasan Pesantren Indonesia (YPI), selaku pengelola Kampus Al-Zaytun untuk mempersiapkan segala sarana dan prasarana di bidang pendidikan sekaligus pula di bidang ekonominya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampus Al-Zaytun memang didesain sebagai pusat pendidikan sekaigus pusat ekonomi pertanian rakyat. Sebagai pusat ekonomi pertanian dalam arti luas, Kampus Al-Zaytun mempersiapkan lahan seluas 1.200 hektar untuk menjalankan konsep &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;integrated farming&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Berita Terkait :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;- &lt;a href="http://lentera-maz.blogspot.com/2007/04/al-zaytun-gerakkan-peternakan-sapi.html"&gt;Al-Zaytun Gerakkan Peternakan Sapi Perah &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1204/16/cakrawala/cakra-utama1.gif&amp;imgrefurl=http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1204/16/cakrawala/utama.htm&amp;amp;h=169&amp;w=250&amp;amp;sz=36&amp;hl=id&amp;amp;start=3&amp;tbnid=w4yKFHpOBbw1SM:&amp;amp;tbnh=75&amp;tbnw=111&amp;amp;prev=/images%3Fq%3Dsapi%2Bperah%26gbv%3D2%26svnum%3D10%26hl%3Did%26sa%3DG" target="new"&gt;Memetik Manfaat Susu Sapi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://lentera-maz.blogspot.com/2007/04/dari-jawa-timur-mengangkat-harkat.html"&gt;Mengangkat Harkat Peternak Sapi Perah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://lentera-maz.blogspot.com/2007/04/skema-investasi-indonesia-kolam-susu.html"&gt;Skema Investasi “Indonesia Kolam Susu“&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-6239983533188549230?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/6239983533188549230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=6239983533188549230&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6239983533188549230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6239983533188549230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/ketua-umum-asosiasi-peternak-sapi-perah.html' title='Ketua Umum Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) Daerah Jawa Barat.'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-8535588174395410441</id><published>2007-04-02T05:40:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T05:59:25.044-07:00</updated><title type='text'>Program Kerja di tahun 1428H</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RhD91T__7BI/AAAAAAAAAAw/WneJUm4zv1Y/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048814274625924114" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RhD91T__7BI/AAAAAAAAAAw/WneJUm4zv1Y/s320/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kampus Al-Zaytun memasuki tahun 1428 Hijriah menetapkan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;dua program utama&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; sebagai garis besar pelaksanaan kegiatan tahunan. Pembangunan ekonomi pertanian dan pendidikan yang berhasil disenyawakan di Al-Zaytun makin diorientasikan ke luar yang dilaksanakan bersama-sama dengan masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;Program&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;pertama&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; adalah mengembalikan dan memelihara kesuburan lahan-lahan pertanian. Al-Zaytun dan masyarakat secara bersama-sama akan melakukan konsolidasi lahan, dengan cara menata lahan-lahan supaya lebih produktif dan terjaga ketersediaan sumber-sumber airnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsepnya adalah, setiap lahan yang digarap harus disisihkan 10 persennya untuk dibuat waduk penampungan air demi memastikan lahan dapat ditanami padi minimal dua kali dalam setahun, ditambah sekali menanam palawija seperti jagung, kacang dan sebagainya. Program ini di eksploitasi terus tetapi lupa menjaga keseimbangan nutrisi tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Program kedua&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; adalah melaksanakan kegiatan belajar-mengajar dengan masyarakat sekitar, salah satunya mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Melalui PKBM, Al-Zaytun memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat sekitar, khususnya generasi muda yang belum menyandang ijazah Sekolah Dasar (SD), SMP, dan SMA untuk mengikuti program pendidikan kesetaraan Kelompok Belajar (Kejar) Paket A (setara SD), Paket B (SMP), dan Paket C (SMA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lentera-maz.blogspot.com/2007/04/al-zaytun-berdayakan-masyarakat-sekitar.html"&gt;Baca Berita terkait : Al-Zaytun Berdayakan Masyarakat Sekitar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-8535588174395410441?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/8535588174395410441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=8535588174395410441&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/8535588174395410441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/8535588174395410441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/04/program-kerja-di-tahun-1428h.html' title='Program Kerja di tahun 1428H'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/RhD91T__7BI/AAAAAAAAAAw/WneJUm4zv1Y/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-8553285903820455873</id><published>2007-02-26T00:16:00.000-08:00</published><updated>2007-02-26T00:20:43.850-08:00</updated><title type='text'>Gelar Konferensi Guru Besar</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;H. Achmad Zaini, MA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Persis pada 10 Nopember 2006 bertambah sebuah organisasi kaum cendekiawan. Namanya &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Forum Intelektual Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, disingkat &lt;strong&gt;FII&lt;/strong&gt;. Organisasi ini secara khusus menghimpun para guru besar dari seluruh Indonesia. Karena itu, sifatnya sangat inklusif lintas agama, lintas tokoh masyarakat, dan lintas disiplin ilmu. “Aktifitasnya mengkaji masalah kebangsaan,“ kata H. Achmad Zaini, MA (56Tahun), penggagas pendirian yang kini dipercaya menjabat Ketua Umum &lt;strong&gt;FII&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau baru berdiri, &lt;strong&gt;FII&lt;/strong&gt; sudah siap menggelar sebuah hajatan besar, “Konferensi Guru Besar Seluruh Indonesia“, dengan mengambil tema masalah pendidikan, berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada tanggal 17-18 Mei 2007 mendatang. “Konferensi Guru Besar ini didukung oleh seluruh rektor universitas negeri dan swasta di seluruh Indonesia,“ tambah pria Madura kelahiran Bangkalan, Jawa Timur, 30 Juni 1951 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Achmad Zaini yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta ini menyebutkan, dari seluruh 2.500 Guru Besar yang ada di Indonesia, ribuan di antaranya, akan bersedia berkumpul di Jakarta. “Ini konferensi yang pertama, mungkin nanti akan ada yang kedua dan selanjutnya,“ kata Zaini, yang juga menjabat Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Madura (FKMM) Indonesia, Ketua Yayasan Festival Walisongo, Ketua Lembaga Pengkajian Pantai Utara Madura, dan penggagas terlaksananya Pembangunan Proyek Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendirian Forum Intelektual Indonesia di dasari oleh sikap para pendirinya, yang merasa mempunyai kewajiban untuk memberdayakan para Guru Besar di seluruh Indonesia. Selama ini Guru Besar masih kurang mendapat perhatian dari masyarakat, termasuk juga dari pemerintah. Padahal mreka itu adalah orang-orang berilmu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Mereka memilki berbagai orang tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri swasta dan sebagainya. Mengapa mereka tidak diberdayakan,“ kata penggiat organisasi sosial kemasyarakatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi yang hedak diusung &lt;strong&gt;FII&lt;/strong&gt; adalah mengkaji masalah-masalah kebangsaan, yang hasilnya kelak akan diserahkan ke pemerintah. Visi ini sangat mulia, semulia citra para pendirinya yang sangat peduli akan masa depan bangsanya. Mereka sangat berusaha sekali untuk memperbaiki bangsanya dengan terlebih dahulu memajukan pendidikan. Karena itulah para pendiri yang kebanyakan tokoh-tokoh pendidikan dan keagamaan, sekaligus pemerhati masalah-masalah kebangsaan itu secara khusus memberdayaakan para Guru Besar yang profesi sehari-hari adalah dosen di perguruan tinggi negeri dan swasta dengan menyandang gelar Professor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Achmad Zaini menyebutkan nama 21 orang tokoh pendiri &lt;strong&gt;FII&lt;/strong&gt; diantaranya &lt;em&gt;Prof. Sri Edi Swasono,&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Prof Syafi’i Ma’arif&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Prof Ichlasul Amal&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Prof Purohito&lt;/em&gt;, Rektor Unair Surabaya, &lt;em&gt;Prof Sudarso Joyonegeoro&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;KH Masdar Mas’udi&lt;/em&gt; dari PB NU, &lt;em&gt;Steve Sujatmiko&lt;/em&gt; dari Katolik, &lt;em&gt;Michael Utomo&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Haji Ali Badri Zaini,&lt;/em&gt; &lt;em&gt;KH Machsoem&lt;/em&gt; dari Pondok Pesantren AL-Islah Bondowoso, &lt;em&gt;Achmad Zaini, MA&lt;/em&gt; sendiri serta &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Syaykh Abdussalam Panji Gumilang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Syukri Zakarsih&lt;/em&gt; dari Gontor, &lt;em&gt;KH. Yusuf Hasyim&lt;/em&gt; (almarhum). Tiga nama terakhir ini diangkat pula sebagai Penasihat &lt;strong&gt;FII.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sejumlah nama pendiri, Achmad Zaini secara khusus memberikan penilaian yang mendalam mengenai rasa kebangsaan dan inklusivitas Syaykh AS Panji Gumilang, yang juga pimpinan Kampus Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat. Zaini mengaku mereka berdua sudah lama bersahabat dan saling mengenal sejak masa mudanya. Sejak berkenalan kedua-duanya sudah mempunyai visi kebangsaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Syaykh Al-Zaytun, saya lihat beliau juga ada keturunan dari Madura. Beliau kakeknya dari Madura, dan Madura itu sangat peduli kepada bangsa ini. Artinya, kepada pendidikan juga peduli sekali,“ papar ayah empat orang anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang dirinya sendiri, Zaini mengatakan sejak kecil sudah dekat degan ulama di pesantren, kemdian dekat pula dengan Guru Besar dan perguruan tinggi padahal keduanya biasanya bertolak belakang. “Sekarang terasa, pesantren dan perguruan tinggi dapat bekerja-sama dengan baik,“ kata Achmad Zaini kepada Berita Indonesia.&lt;br /&gt;(Sumber - Majalah Berita Indonesia – Edisi 32/2007)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-8553285903820455873?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/8553285903820455873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=8553285903820455873&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/8553285903820455873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/8553285903820455873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/02/gelar-konferensi-guru-besar.html' title='Gelar Konferensi Guru Besar'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-6381805125173569316</id><published>2007-02-26T00:04:00.000-08:00</published><updated>2007-02-26T00:15:37.804-08:00</updated><title type='text'>Pendidikan Terpadu Berskala Global</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/ReKW5jgLnRI/AAAAAAAAAAc/lzSEsiJy1A8/s1600-h/banjir.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5035753248880565522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/ReKW5jgLnRI/AAAAAAAAAAc/lzSEsiJy1A8/s320/banjir.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  Al-Zaytun Sebuah lembaga pendidikan terpadu berskala global. Sebuah Kampus untuk belajar semua aspek kehidupan secara terpadu. Termasuk belajar manajemen air untuk mengatasi masalah banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta keadaraan darurat akibat banjir. Kondisi yang hampir sama juga terjadi di berbagai daerah. Siklus bencana kebanjiran di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Siklus itu berulang nyaris tanpa ada upaya untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi ketidak-berdayaan seperti ini, kiranya tidak terlalu berlebihan, bila para petinggi negeri ini, para pengambil keputusan negeri ini, meluangkan waktu belajar dari manajemen air yang diterapkan AL-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus para petinggi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, sebuah kampung besar, metropolitan, yang sudah langganan banjir di musim hujan dan kekeringan air bersih di musim kemarau. Silahkan menengok prinsip manajemen air yang berlaku di Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat. Jika prinsip manajemen air Al-Zaytun itu dianut, barangkali banjir di Jakarta tak akan separah seperti tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen air di Al-Zaytun mengandung prinsip panen air di musim hujan dan tidak kekeringan (kekurangan air) pada musim kemarau. Padahal sebelumnya kampus Al-Zaytun dengan areal 1200 hektar itu adalah tanah gersang yang kekeringan di musim kemarau dan kebanjiran di musim hujan. Dengan manajemen air, kondisi buruk itu dapat diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajeman air di Al-Zaytun itu antara lain dengan membangun sumur resapan air, waduk, dan parit (tali air) secara proporsional, serta proses treatment. Bila saja prinsip ini yang diaplikasikan di Jakarta, dengan cara yang hampir sama, niscaya Jakarta akan dapat mengatasi masalah kebanjiran dan kekeringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampus Al-Zaytun letaknya memang sangat terpencil terletak di Kampung Sandrem, Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Jauh dari pusat keramaian Ibukota Jakarta tetapi sumbangan idenya, antara lain manajemen air jauh lebih maju dari Daerah Khusus Ibukota Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manajemen air sesungguhnya hanyalah sedikit saja dari sejumlah ide besar yang sedang dibangun dan dikembangkan di Al-Zaytun. Al-Zaytun adalah sebuah fenomena besar berskala global di bidang pendidikan terpadu. Inilah pusat pendidikan yang disenyawakan dengan pusat ekonomi demin membangun masa depan Indonesia yang kuat dalam segala hal dan berdimensi sangat luas sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak memulakan pendidikan pada 1 Juli 1999 tampak sekali pesatnya kemajuan fisik dan non fisik serta sistem yang dibangun-tampilkan Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-setting hidup dalam ruang dan waktu yang tak terbatas dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan dengan menerapkan sisitem pendidikan satu pipa maka dalam hitungan puluhan tahun ke depan Al-Zaytun diperkirakan sudah akan turut memberikan kontribusi besar terhadap perbaikan peradaban dunia, baik dari segi iptek, kemandirian ekonomi dan pengelolaan lingkungan hidup maupun menciptakan perdamaian karena kampus ini dibangun sebagai pusat pendidikan dan pengembangan budaya toleransi dan pusat pengembangan budaya perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, yang secara khusus menyempatkan diri datang ke Kampus AL-Zaytun untuk memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1428 Hijriyah yang jatuh tepat pada 20 Januari 2007, pimpinan, penanggung-jawab, sekaligus personifikasi Al-Zaytun yaitu Syaykh AS Panji Gumilang berpidato menceritakan kilas balik peta perjalanan Al-Zaytun berikut cita-cita, visi dan misi yang hendak diraihnya. Pidato itu diberinya judul. “Laporan Syaykh Al-Zaytun Kepada Wapres Bapak Jusuf Kalla, Pada Peringatan 1 Muharam 1428 H di Masjid Rahmatan Lil’Alamin Al-Zaytun, Hari Sabtu, Tarikh 1 Muharam 1428H / 20 Januari 2007M“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Pelopori Perubahan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, ketika menyampaikan pidato tanpa teks untuk memberikan pembelakan kepada segenap civitas akademia Al-Zaytun, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengatakan kita adalah bangsa yang besar, yang luas, yang kaya, yang penduduknya nomor lima terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wapres mengatakan salah satu hal yang sangat kuat memberikan pengaruh terhadap kemajuan adalah &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;PENDIDIKAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Karena itu siapa saja, atau kepada setiap lembaga dan institusi yang memberikan sumbangan pendidikan kepada bangsa haruslah kita berikan penghargaan yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Presiden menyebutkan AL-Zaytun telah mempelopori perubahan atas citra pondok pesantren dari yang sebelumnya kumuh, kotor, sempit, menjadi lebih teratur, lebih baik, dan lebih maju bahkan terlihat mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wapres mengatakan bahwa misi utama pondok pesantren adalah pendidikan. Dimana-mana tujuan pendidikan adalah untuk peningkatan harkat manusia. “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tidak ada bangsa yang maju tanpa pendidikan yang baik. Tidak ada ummat yang maju tanpa pendidikan yang baik. Tidak ada orang pribadi demi pribadi yang maju tanpa pendidikan yang baik. Apalagi dalam alam di mana orang bersaing antar negara, antar daerah, antar kota, maka, tentu, hanya pendidikanlah yang dapat memperbaiki dan memenangkan persaingan-persaingan tersebut,“&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; kata Kalla.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;(Sumber - Majalah Berita Indonesia – Edisi 32/2007)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-6381805125173569316?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/6381805125173569316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=6381805125173569316&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6381805125173569316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/6381805125173569316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/02/pendidikan-terpadu-berskala-global.html' title='Pendidikan Terpadu Berskala Global'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BFUYdQQdK_k/ReKW5jgLnRI/AAAAAAAAAAc/lzSEsiJy1A8/s72-c/banjir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-116938085788255666</id><published>2007-01-21T03:56:00.000-08:00</published><updated>2007-01-26T00:54:40.226-08:00</updated><title type='text'>Wapres: Perubahan Harus Ditandai dengan Kemajuan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2789/3106/1600/422527/Yusuf%20Kalla.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2789/3106/320/621022/Yusuf%20Kalla.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; INDRAMAYU, KOMPAS - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Sabtu (20/1) pagi, menyatakan makna dari peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1428 H berbeda dengan makna peringatan tahun baru 1 Januari yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Tahun Baru Islam 1 Muharam 1428 H harus ditandai dengan perubahan dan kemajuan suatu bangsa, karena adanya kegiatan dan perjuangan serta perpindahan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah untuk menegakkan Islam. Adapun tahun baru 1 Januari yang lalu tidak ditandai dengan kegiatan dan perjuangan, akan tetapi perhitungan yang didasarkan kalendar internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Wapres Kalla pada peringatan Tahun Baru Hijriah 1 Muharam 1428 di Masjid Rahmatan Lil’alamin, Kampus Pondok Pesantren Modern Al-Zaytun, Kampung Sangdram, Desa Mekarja, Kecamatan Gantar (Haurgeulis), Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wapres didampingi Menteri Agama M Maftuh Basyuni, Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud dan Kepala Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP-Migas) Kardaya Warnika serta pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Syekh Panji Gumilang dan Wakil Gubernur Jawa Barat Nukman A Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wapres menilai bahwa keberadaan Kampus Pondok Pesantren Modern Al-Zaytun mewakili sebuah perubahan dan kemajuan umat Islam itu sendiri, khususnya di Indramayu. Wapres dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada wali santri dari siswa dan mahasiswa pondok yang memberikan sadaqah secara terbuka di hadapan Wapres dengan jumlah antara Rp 65 juta hingga Rp 1 miliar lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Panji Gumilang, Pondok Pesantren Modern Al-Zaytun yang dibangun sejak 1999, merupakan pondok pesantren yang memusatkan pada pendidikan dan ekonomi atau ekonomi pendidikan di mana pelajar dan mahasiswa selain mengikuti pendidikan juga mengikuti usaha pertanian di areal lahan yang dimiliki lembaga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas lahan pondok pesantren ini 1.200 hektar dengan lahan yang digunakan untuk pendidikan, asrama, mesjid dan perkantoran dan lainnya 200 hektar. Siswa dan mahasiswa serta staf di pondok pesantren ini berjumlah 12.000 orang lebih berasal dari Indonesia dan sejumlah negara Asean, Afrika Selatan dan negara Afrika lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ziarah ke makam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Wapres dalam peringatan 1 Muharam 1428 H merupakan salah satu rangkaian acara kunjungan spiritual Wapres yang sebelumnya dijadwalkan.&lt;br /&gt;Dalam acara ini, meresmikan mesjid Jami Ar’Baiyah, Pondok Pesantren Modern Al’Fallah, Brebes, Jawa Tengah. Wapres juga akan ziarah di Makam Syaikh Syarief Hidayattullah Sunan Gunung Jati dan menghadiri Hari Ulang Tahun ke-453 Syaikh Syarief Hidayattullah Sunan Gunung Jati di Alun-Alun Kasepuhan Kota Cirebon.&lt;br /&gt;Dalam acara ini, Wapres akan mengenakan pakaian adat Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;Sumber : Laporan Wartawan Kompas Suhartono&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/ver1/Nasional/0701/20/105326.htm" target="new"&gt;&lt;em&gt;Kompas CyberMedia&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Berita Berkait :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- &lt;a href="http://www.antara.co.id/seenws/?id=51527" target="new"&gt;Antara : Wapres Harapkan Perubahan Baik  1 Muharram&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- &lt;a href="http://www.antara.co.id/seenws/?id=51535" target="new"&gt;Antara : Wapres Bantah Penggalangan Massa Golkar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- &lt;a href="http://www.rri-online.com/modules.php?name=Artikel&amp;sid=25005" target="new"&gt;RRI : Jadikan 1 Muharam untuk perubahan&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- &lt;a href="http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=122603" target="new"&gt;Media  Online : Panji Gumilang Bantah Al Zaytun Terkait NII &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- &lt;a target="new" href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/01/tgl/20/time/083953/idnews/732677/idkanal/10" target="new" &gt;Detik : Wapres rayakan 1 Muharam di Al-Zaytun&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-116938085788255666?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/116938085788255666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=116938085788255666&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/116938085788255666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/116938085788255666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/01/wapres-perubahan-harus-ditandai-dengan.html' title='Wapres: Perubahan Harus Ditandai dengan Kemajuan'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-116938053240986359</id><published>2007-01-21T03:49:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T02:31:15.540-08:00</updated><title type='text'>Ponpes Al-Zaytun Bantah Tudingan Dirikan Negara Islam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;INDRAMAYU, KOMPAS - Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Zaytun Syaykh Panji Gumilang, Kampus Pondok Pesantren Modern Al-Zaytun, Kampung Sangdram, Desa Mekarja, Kecamatan Gantar (Haurgeulis), Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (20/1) siang, membantah tengah menyiapkan Negara Islam Indonesia (NII).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuduhan itu salah alamat. Tidak benar. Ponpes Modern Al-Zaytun itu Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi serta Pengembangan Budaya Perdamaian. Jadi, tengoklah motto Ponpes Modern Al’Zaytun yang begitu tegas tersebut," "tandas Syaykh Panji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaykh sebelumnya ditanya pers seusai bersama Wapres Muhammad Jusuf Kalla menghadiri peringatan Tahun Baru Hijriah 1 Muharam 1428 di Ponpes Modern Al-Zaytun, Indramayu, mengenai sinyalemen di Jakarta yang menyebutkan dirinya selaku Komandemen Wilayah 9 NII masih merancang terbentuknya NII. Wartawan menyebutkan lagi masih adanya skema dan struktur organisasi NII, yang di antaranya juga merekrut unsur mahasiswa sebagai eksponen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaykh, boleh-boleh saja orang menuding di era demokrasi. Namun, pihaknya tidak mau saling menuding lagi. "Saya tegaskan bahwa Ponpes Modern Al-Zaytun itu pusat pendidikan. Kami tidak akan menuding meskipun di era ini orang saling tuding menuding," tambah Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung mengenai cara-cara yang dilakukan kelompok ini, Syaykh menegaskan agar pers tidak mengungkit-ungkit lagi masalah. "Saya tegaskan sekali lagi, Ponpes Modern Al-Zaytun itu pusat pendidikan. Ini penegasan dari orang yang bertanggung jawab dengan Ponpes ini," lanjut Syaykh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponpes Modern Al-Zaytun didirikan oleh Syaykh pada tahun 1999 dan diresmikan pembangunan pertamanya oleh Presiden BJ Habibie. Ponpes ini berdiri di atas tanah seluas 1.200 hektar, yang dilengkapi dengan mesjid, asrama, ruang sekolah, gedung administrasi, lapangan olahraga, lahan pertanian dan fasilitas pendukung lainnya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;Sumber : Laporan Wartawan Kompas Suhartono&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;                 &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;a target="new" href="http://www.kompas.com/ver1/Nasional/0701/20/112528.htm" target="new"&gt;Kompas CyberMedia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-116938053240986359?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/116938053240986359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=116938053240986359&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/116938053240986359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/116938053240986359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/01/ponpes-al-zaytun-bantah-tudingan.html' title='Ponpes Al-Zaytun Bantah Tudingan Dirikan Negara Islam'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-116937921335458072</id><published>2007-01-21T03:31:00.000-08:00</published><updated>2007-01-23T03:08:56.906-08:00</updated><title type='text'>Wapres Peringati 1 Muharam 1428 H</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;INDRAMAYU, KOMPAS - Wakil Presiden bersama Ibu Mufida Jusuf Kalla, Sabtu (20/1) pagi, dijadwalkan menuju Pondok Pesantren Modern Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat, untuk memperingati 1 Muharam 1428 H.&lt;br /&gt;Kehadiran Wapres dalam peringatan 1 Muharam 1428 H merupakan salah satu rangkaian acara kunjungan spiritual Wapres yang sebelumnya dijadwalkan Sekretaris Wapres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara ini, sesuai buku jadwal acara Wapres yang diterima Kompas, Sabtu pagi, Wapres akan didampingi Menteri Agama M Maftuh Basyuni, adik iparnya yang juga Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud dan Kepala Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP-Migas) Kardaya Warnika. Acara akan dilakukan di Masjid Rahmatan Lil’alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan Wapres akan terbang dari Pangkalan TNI-AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pukul 07.00 wib dan mendarat 45 menit kemudian di Helipad Lapangan Pondok Pesantren Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, dari Pondok Pesantren Modern Al-Zaytun Wapres akan terbang dan meresmikan mesjid Jami Ar’Baiyah, Pondok Pesantren Modern Al’Fallah, Brebes, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang harinya, Wapres terbang lagi menuju Bandar Udara Cakra Buana Penggung, Cirebon, Jawa Barat, untuk menghadiri Hari Ulang Tahun ke-453 Syaikh Syarief Hidayattullah Sunan Gunung Jati di Alun-Alun Kasepuhan Kota Cirebon. Dalam acara ini, Wapres akan mengenakan pakaian adat Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wapres dijadwalkan kembali ke Jakarta pada pukul 17.00 wib naik kereta api dari Stasiun Kereta Api Cirebon. Dijadwalkan, pukul 20.30 wib Wapres kembali ke kediaman dinas di jalan Diponegoro, Jakpus.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;Sumber : Laporan Wartawan Kompas Suhartono&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/ver1/Nasional/0701/20/112528.htm" target="new"&gt;&lt;em&gt;Kompas Cyber Media&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-116937921335458072?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/116937921335458072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=116937921335458072&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/116937921335458072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/116937921335458072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/01/wapres-peringati-1-muharam-1428-h.html' title='Wapres Peringati 1 Muharam 1428 H'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-116867706897739291</id><published>2007-01-13T00:24:00.000-08:00</published><updated>2007-01-13T00:31:09.293-08:00</updated><title type='text'>Tahun Baru 1428 Hijriyah</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2789/3106/1600/331914/tahun%20baru.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2789/3106/320/332601/tahun%20baru.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Momentum Membangkitkan Semangat Islam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam di seluruh dunia akan memperingati tahun baru Hijriyah (1 Muharam 1428H) yang jatuh pada 20 Januari 2007. Meski tak semeriah peringatan tahun baru Masehi (1 Januari), tahun baru Islam juga diperingati di Indonesia. Tentu saja ada setumpuk harapan dan impian yang menggelora menyambut dan menyertai datangnya tahun baru Hijriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dosen fakultas Sastra IAIN Medan, Sumatera Utara, Sugeng Wanto, semua tentu berharap akan lebih terjalinnya ukhuwah islamiyah, baik dalam skala lokal, nasional, maupun internasional. “Impian bahwa umat ini akan kembali bangkit menjadi guru dunia (ustadziyatul `alam) yang membimbing masyarakat dunia dengan peradaban tinggi dan akhlak mulai, kembali muncul,“ ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf Qaradhawi, kata Sugeng, ulama Qatar yang telah menjadi milik umat Islam internasional, memberikan beberapa ukuran tentang kebangkitan umat. “Yusuf berpendapat bahwa ciri khusus kebangkitan umat kontemporer adalah sebuah kebangkitan yang tidak saja bermodal semangat. Apalagi hanya ungkapan verbal dan slogan,“ jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan yang benar, tambahnya, adalah kebangkitan yang didasarkan pada komitmen Islam dan adab-adabnya. Bahwa pada sunah-sunahnya pula. “Ungkapan ini menantang umat Islam untuk benar-benar berbuat maksimal dalam merealisasikan kebangkitan Islam ke depan. Untuk itu, awal tahun baru Islam ini bisa dijadikan sebagai momontum terbaik untuk menyusun strategi yang lebih baik demi kebangkitan tersebut,“ tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tentu, kata Sugeng, masih banyak pelajaran dan hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, sehingga wajar jika Umar bin Khattab menjadikan peristiwa tersebut sebagai awal kalender dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intelektual Muslim, Dr. M. Quraish Shihab, MA, menambahkan, Al-Quran menekankan kebersamaan anggota masyarakat seperti gagasan sejarah bersama, tujuan bersama, catatan perbuatan bersama, bahkan kebangkitan, dan kematian bersama. “Dari sini lahir gagasan amar ma’ruf dan nahi munkar, serta konsep fardhu kifayah dalam arti semua anggota masyarakat memikul dosa bila sebagian mereka tidak melaksanakan kewajiban tertentu,“ ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ulama Mesir asal Qatar, Yusuf Qardhawi, dalam kunjungannya ke Indonesia pekan ini, menyatakan kagum dengan Indonesia. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Indonesia dapat melaksanakan demokrasi dan menghargai pluralitas. “Ini tentu hal yang membanggakan. Itulah Islam yang sebenarnya, Islam yang moderat, Islam yang membawa keunggulan peradaban. Tentu kebangkitan Islam mulai tahun baru ini bisa dimulai dari kondisi seperti ini,“ tutur Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan konteks tahun baru Islam sekarang ini, kata Yusuf, pemaknaan hijrah tentu bukan selalu identik dengan meninggalkan kampung halaman seperti yang dilakukan oleh Rasulullah dan kaum Muhajirin. “Tetapi pemaknaan hijrah lebih kepada nilai –nilai dan semangat berhijrah itu sendiri, karena hijrah dalam arti seperti ini tidak akan pernah berhenti,“ jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat dikisahkan, ada seorang yang mendatangi Rasulullah dan berkata : wahai Rasulullah, saya baru saja mengunjungi kaum yang berpendapat bahwa hijrah telah berakhir, Rasulullah bersabda : “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sesungguhnya hijrah itu tidak ada hentinya, sehingga terhentinya taubat, dan taubat itu tidak ada hentinya sehingga matahari terbit dari sebelah barat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut aktivis Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Bandung Jamjan Ahmad Yusepa, berbicara hijrah selalu dihubungkan dengan kebangkitan kembali Islam, karena hijrah Nabi Muhammad dan para sahabatnya dari Makkah ke Madinah merupakan babak awal kebangkitan Islam. “Pada masa sekarang ini kebangkitan Islam sangat sering dibicarakan akan tetapi masih belum menjadi kenyataan, kadang-kadang rasa pesimistis datang mengganggu perasaan,“ Ingatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, kata Jamjan, rasa pesimistis tidak membuat kita putus asa, bahkan menjadi motivasi yang kuat dan semakin penasaran untuk mewujudkan izzul Islam. “Kita yakin bahwa perputaran sejarah akan terulang kembali manakala persyaratnya terpenuhi,“ jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh Jamjan menyatakan, terdapat beberapa faktor menjadi indikasi bangkitnya dunia Islam. Antara lain, &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;pertama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, adanya &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;revival of faith&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yaitu kebangkitan moral spiritual secara terus menerus melalui tarbiyyah ruhaniyyah. “Aspek rohani merupakan sebuah penentu sebuah perubahan“, cetusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, kata Jamjan, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;revival of moral&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, kebangkitan moral. Nabi Muhammad berhasil mengubah orde masyarakat, karena beliau menekankan aspek moral. “Sebuah bangsa akan tetap jaya, jika tetap memiliki moral, manakala moralnya lenyap maka lenyaplah bangsa itu,“ jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, kata Jamjan, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;revial religious thought&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Yakni kebebasan cara berpikir keagamaan, termasuk di dalamnya soal ijtihad politik. “&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;revival of social economic power&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, bangkitnya kekuatan ekonomi umat,“ tegasnya. Jamjan memastikan, kebangkitan nilai-nilai Islami adalah merupakan proses yang sangat panjang dan perjuangan yang sangat mulia meski melelahkan. Kebangkitan dunia Islam masih menapaki jalan yang penuh duri dan sangat menegangkan. “Kita dituntut agar berusaha menentukan prasyarat yang menjadi sebab kebangkitan. Kegagalan bukan merupakan akhir perjuangan, tetapi merupakan awal suatu kebangkitan kesungguhan dan ketakwaan yang akan mempermudah jalan,“ jelasnya.&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc6600;"&gt;Sumber Indo.pos – Jum’at,12/01/ 2007&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel terkait :&lt;br /&gt;- Berhijrah Perilaku dan Pola Pikir&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-116867706897739291?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/116867706897739291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=116867706897739291&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/116867706897739291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/116867706897739291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/01/tahun-baru-1428-hijriyah.html' title='Tahun Baru 1428 Hijriyah'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-116851325768272910</id><published>2007-01-11T02:58:00.000-08:00</published><updated>2007-01-11T03:21:21.406-08:00</updated><title type='text'>Shalat Ghoib untuk Saddam Hussein</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2789/3106/1600/776951/images.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2789/3106/320/725197/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Mantan Presiden Iraq Saddam Hussein akhirnya menemui ajal di tiang gantung. Syaykh Al-Zaytun Abdussalam Panji Gumilang yang mendapat berita itu berberapa saat setelah menutup khutbah Idul Adha di Al-Zaytun, mengajak seluruh jamaah yang mempunyai hati nurani, berdoa untuk Saddam Hussein. Pemimpin yang ditanggap oleh musuhnya dalam mempertahankan negaranya dan dihukum mati oleh rakyat bangsanya yang dijadikan boneka oleh musuh-musuhnya. Kemudian, dengan khusuk, Syaykh memimpin shalat ghoib untuk Saddam, yang diikuti oleh para civitas dan wali santri Al-Zaytun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Idul Adha di AL-Zaytun tahun ini menjadi terasa lain dari biasanya. Sebab, tepat pada hari raya Qurban itu, dunia dikejutkan eksekusi mati mantan Presiden Iraq Saddam Hussein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, setelah menutup khutbah Idul Adha, Syaykh AS Panji Gumilang mengatakan telah mendapat pesan (kabar) dari duinia internasional bahwa mantan Presiden Iraq Saddam Hussein sudah dihukum gantung oleh Mahkaman (Pengadilan) Iraq. Untuk itu, kata Syaykh, kita sampaikan : “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Inna lillahi wa inna Ilayhi roji’un&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;“.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Syaykh kemudian menambahkan bahwa Saddam Hussein selaku tokoh yang dengan kekuatannya bersama rakyat yang mencintainya, mempertahankan negaranya, dan tertangkap oleh musuhnya. Ia kemudian diserahkan kepada pengadilan yang dibetuk oleh musuhnya dan dijatuhi hukuman gantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita ucapkan selamat berpisah dengan Saddam Hussein, semoga menemui Tuhannya dengan amal dan perbuatannya di dunia, setimpal dengan itu semuanya,“ kata Syaykh berdoa untuk Saddam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghormati perjuangan dan kematian Saddam, Syaykh mengajak para jamaah untuk melakukan sholat ghoib. “Untuk itu bagi siapa saja setelah khotbah ini, yang mau sholat ghoib untuk Saddam Hussein ikutilah dan yang tidak mau silahkan duduk atau keluar dari mesijd ini, ini pesan-pesan dunia. Mudah-mudahan saudara-saudaraku mempunyai hati nurani dan terbetik ikut berdoa untuk Saddam Husein, yang tertangkap oleh musuhnya dalam mempertahankan negaranya dan dihukum mati oleh rakyat bangsanya yang dijadikan boneka oleh musuh-musuhnya,“ himbau Syaykh. Kemudian Syaykh memimpin sholat ghoib untuk Saddam Hussein, yang diikuti oleh seluruh jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Saddam Dieksekusi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saddam dieksekusi tetap pada pukul 06.00 waktu Bagdad. Sebelum dieksekusi, Saddam diserahkan secara resmi oleh pihak Amerika Serikat kepada otoritas Iraq. Sebab, Saddam selama ini berada di bawah penahanan Amerika Serikat sejak di tangkap di Tikrit, tempat kelahirannya, 13 Desember 2003. Saddam dinyatakan bersalah atas pembunuhan dan penyiksaan terhadap 148 warga Syiah di Dujail setelah upaya pembunuhan atas dirinya pada 1982 selama perang melawan Iran. Pengadilan banding di Baghdad memperkuat keputusan pengadilan yang telah menjatuhkan vonis mati Saddam pada 5 November. Peraturan hukum di Iraq menetapkan Saddam harus menjalani hukum mati 30 hari setelah vonis dijatuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kecaman &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksekusi mati mantan Presiden Iraq itu mengundang banyak reaksi dari berbagai pihak. Para pengamat mengkhawatirkan akan terjadinya konflik di Iraq akibat eksekusi mati Saddam tersebut. Bahkan Partai Baath yang mendukung Saddam Hussein sudah mengancam akan balas dendam apabila mantan pemimpin Iraq tersebut dieksekusi mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir Mohamad mengencam eksekusi yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha dan menyebut sebagai aksi barbar. Mahathir juga mengatakan hukuman mati terhadap Saddam Hussein dilakukan tanpa melalui proses hukum yang benar dan itu merupakan penghinaan terhadap umat muslim. “Eksekusi itu merupakan penghinaan bagi seluruh umat muslim karena dilakukan bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Pasalnya pada hari itu seluruh umat muslim di dunia memanjatkan doa dan saling mengampuni.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenazah Saddam Hussein dimakamkan pada hari Minggu (31/12) di kampung halamannya, Awja, sebuah tempat di pinggiran Kota Tikrit, Iraq. Ratusan orang Iraq berkumpul mengantarkan jenazah Saddam itu. Beberapa orang terlihat menangis sambil berlutut di depan makam Saddam. “Saya mengutuk abgaimana cara Saddam dieksekusi dan menurut saya itu adalah tindakan kejahatan,“ ucap Salam Hassa al Nasseri, 45 tahun, salah satu pendukung Saddam, yang mengunjungi pemakaman itu. Muhammad Natiq seorang mahasiswa berusia 24 tahun mengatakan, “Tuhan telah menentukan Saddam harus mati dengan cara seperti itu, namun keyakinannya tidak akan berakhir.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sebagian rakyat Iraq menyambut gembira eksekusi Saddam itu, namun Ghassan Charbel, pemimpin redaksi Al-Hayat, sebuah surat kabar Arab, dalam ulasannya mengatakan banyak warga Arab dan Iraq yang akan meratapi kepergian Saddam. “Saddam Hussein adalah diktator bengis, tepapi Iraq eksis di bawah kepemimpinan rezimnya,“ tulisnya.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;(Sumber Majalah Berita Indonesia – 29/2007)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-116851325768272910?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/116851325768272910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=116851325768272910&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/116851325768272910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/116851325768272910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/01/shalat-ghoib-untuk-saddam-hussein.html' title='Shalat Ghoib untuk Saddam Hussein'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-116851308749262044</id><published>2007-01-11T02:55:00.000-08:00</published><updated>2007-01-11T03:12:56.080-08:00</updated><title type='text'>Warga Bersyukur Atas Uluran Tangan Al-Zaytun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2789/3106/1600/579632/qurban.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2789/3106/320/646103/qurban.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1427H di Masjid Al-Hayat, Kampus al-Zaytun (31/12), berlangsung hikmad. Hujan rintik-rintik yang turun menjelang shalat sekitar pukul 06.30 tak menyurutkan semangat para santri, eksponen, wali santri dan para jamaah lainnya untuk berbondong-bondong memenuhi mesjid tersebut. Bertindak selaku imam sekaligus khotib adalah Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai shalat Idul Adha Syaykh AS Panji Gumilang, menyerahkan secara simbolis hewan qurban kepada panitia qurban. Pemotongan yang dilakukan di lantai dasar Masjid Rahmatan Lil’Alamin dimulai pukul 07.00 WIB, dan selesai pada pukul 11.00 WIB, dilanjutkan dengan pembagian yang dilakukan oleh para guru dan santri langsung ke tangan mustahiq yang berhak menerimannya. Tahun ini para eksponen dan civitas Al-Zaytun berhasil mengumpulkan hewan qurban dari keluarga besar AL-Zaytun sebanyak enam ekor sapi dan 200 ekor domba. Hewan qurban dibagikan kepada 2.668 mustahiq. Jumlah itu bertambah 27 mustahiq dibanding tahun sebelumnya. Hewan qurban itu langsung disalurkan kepada para mustahiq yang tersebar di beberapa kampung yang ada di sekitar komplek Al-Zaytun oleh para guru dan santri. Selain menerima daging, para mustahiq juga mendapatkan beras masing-masing tiga kilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tausiyah pelepasan santri yang bertugas membagikan daging qurban, Syaykh mengatakan, agar mereka menyampaikan daging qurban kepada para mustahiq dengan sebaik mungkin. “Sampaikan salam kami semua untuk para mustahiq dan kami di sini berdoa semoga rakyat, masyarakat dalam menghadapi paceklik panjang ini dapat bersabar,“ pesan Syaykh. Tak lupa juga Syaykh berpesan agar para petugas dan santri yang bertugas bersabar dalam menjalankan tugasnya dan para mustahiq juga bisa menerimanya sebagai bagian dari sedekah agar bisa diterima dengan senang hati tanpa menjadikan pemberian tersebut sebagai beban.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Disambut Gembira&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sohiri, warga Desa Mekarjaya kepada Berita Indonesia mengatakan, pembagian itu disambut gembira para mustahiq. Hal itu dtambah lagi dengan kondisi masyarakat sekitar yang saat ini boleh dibilang masih dalam keadaan paceklik. Menurut Sohiri, warga sekitar khususnya Desa Mekarjaya, selama ini memang tetap mendapatkan pembagian dari Al-Zaytun terutama di dua hari lebaran yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian qurban itu dilakukan dengan sangat baik dan tertib. “Sejak lima hari sebelum qurban kami sudah diberi kupon oleh panitia dari rumah ke rumah, meskipun diprioritaskan bagi warga yang kurang mampu,“ katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarmidi (40), wakil ketua RT2 RW8 Desa Janggot, menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh Al-Zaytun. Semua anak yatim-piatu, jompo dan orang miskin di desanya mendapat pembagian daging dan beras qurban tersebut. Dia berharap, dari tahun ke tahun keluarga besar Al-Zaytun bisa memberikan lebih banya lagi agar semua orang di setiap kampung, mendapatkan qurban. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;(Sumber Majalah Berita Indonesia – 29/2007)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-116851308749262044?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/116851308749262044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=116851308749262044&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/116851308749262044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/116851308749262044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/01/warga-bersyukur-atas-uluran-tangan-al.html' title='Warga Bersyukur Atas Uluran Tangan Al-Zaytun'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-116851292294694128</id><published>2007-01-01T02:52:00.000-08:00</published><updated>2007-01-11T03:20:02.703-08:00</updated><title type='text'>Selamat Tahun Baru 2007 Masehi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2789/3106/1600/575628/tahun%20baru.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2789/3106/320/465453/tahun%20baru.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  Tahun berganti tahun. Detik demi detik, menit ke menit, jam ke hari, bulan berlalu, berganti tahun. Baru kemanin anak-anak, kini beranjak dewasa. Tak disadari saat fisik masih kuat, kini renta. Sayangnya, penyesalan memaknai hidup tidak selalu datang sejak awal, kesadaran kerap datang terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, tidak sepantasnya menyambut tahun baru dan tahun kelahiran dengan pesta pora. Semakin bertambah umur, kian berkurang jatah hidup di dunia. Kita harus merenung, Introspeksi, dan berbenah dari kesalahan. Islam mengajarkan hidup hari ini lebih baik dari kemarin, menyongsong hari esok lebih baik dari hari ini. Itulah hakekat hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja kesuksesan materi dunia, namun ingat juga bekal untuk kelak di akherat. Allah SWT berfirman, “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;,” &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;(QS Al-Hasyr[59]:18).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maut dan ajal seseorang adalah ghaib. Kita selalu merasa mendapatkan giliran yang terakhir. Padahal, tak ada yang bisa menjamin usia hidup kita lebih panjang dari pada kakak atau orang tua kita. Berubahlah sebelum terlambat, sebelum penyesalan akhir datang di mana pintu tobat telah tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (alangkah ngeri), sekiranya kamu melihat orang-orang berdosa menundukkan kepalanya di hadapan Tuhan, mereka berkata, “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ya Tuhan, kami telah melihat dan mendengar (siksaan), kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami orang-orang yang yakin,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;” &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;(QS As-Saidah[32]:12).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Umar menasihati, pergunakanlah waktu sehat sebelum sakit datang dan pergunakan kesempatan hidup sebelum ajal menjemput. Marilah kita isi kesempatan hidup cukup pada hari ini saja. Tinggalkan hari kemarin yang usang, dan tutup rapat hari esok yang samar. Pesan ini menyuratkan, untuk mejadi lebih baik tak perlu ditunda hingga usia senja. Mulailah detik ini juga !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita awali detik tahun baru ini dengan doa yang diajarkan Rasulullah SAW setiap kali menyambut tahun baru. “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ya Allah, semoga Engkau mendatangkan bulan ini kepad kami dengan membawa berkah dan keteguhan iman, keselamatan dan keislaman, Tuhanku dan Tuhanmu yaitu Allah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;” &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;(HR Tirmidzi).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Selamat tinggal keburukan pada 2006. Kita songsong perubahan positif di tahun baru, 2007.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29210933-116851292294694128?l=al-zaytun-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/feeds/116851292294694128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29210933&amp;postID=116851292294694128&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/116851292294694128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29210933/posts/default/116851292294694128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-zaytun-online.blogspot.com/2007/01/selamat-tahun-baru-2007-masehi.html' title='Selamat Tahun Baru 2007 Masehi'/><author><name>Pemerhati Pendidikan Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29210933.post-116763416529795479</id><published>2006-12-31T22:43:00.000-08:00</published><updated>2007-01-01T00:42:57.066-08:00</updated><title type='text'>Politisi Enterpreneur yang Peduli Pendidikan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2789/3106/1600/276026/laptop.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/2789/3106/320/438808/laptop.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Wakil Ketua MPR RI HM. Aksa Mahmud&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua MPR RI HM Aksa Mahmud seorang pengusaha sukses, yang kemudian mengabdikan diri dalam dunia politik. Terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah yang mengantarkannya menjabat di lembaga tinggi negara sebagai Wakil Ketua MPR 2004-2009. Dia seorang negarawan yang amat peduli pada upaya pencerdasan bangsa. Maka diapun menyatakan kebanggaannya ketika berkunjung ke Kampus Universitas Al-Zaytun, Sabtu 25 November 2006 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh nasional itu menyatakan dukungan penuh dalam setiap usaha upaya mewujudkan Universitas Al-Zaytun Indonesia menjadi universitas berkelas dunia. Aksa Mahmud memang tak henti-hentinya menunjukkan sekaligus memberikan dukungan atas perjalanan UAZ menuju universitas berkelas dunia sejak dari pendiriannya. Ia pun bersedia memberikan kuliah umum, dengan harapan agar seluruh pelajar dan mahasiswa Al-Zaytun sedini mungkin sudah mempunyai jiwa &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;enterpreneur&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, sebagaimana Aksa Mahmud sejak masa kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti visi Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang dan para eksponen Yayasan Pesantren Indonesia, pengelola Al-Zaytun, Aksa Mahmud berprinsip, ke depan, kalau mau maju santri harus memiliki pemikiran sebagai seorang entrepreneur. Aksa juga berharap, bangsa Indonesia harus banyak menciptakan pengusaha. Dan mereka yang akan menajdi pengusaha itu tak lain tak bukan adalah para santri dan mahasiswa yang setelah lulus dapat segera terjun menjadi pengusaha, atau sebagai profesional, yang sama-sama menciptakan lapangan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„Ke depan harapan saya, Al-Zaytun ini dari semua disiplin ilmu yang diajarkan, para mahasiswanya nanti dapat banyak yang menjadi &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;enterpreneur&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, atau menjadi profesional. Tidak ada jaminan bahwa hanya lulusan Fakultas Ekonomi harus menjadi pengusaha, sebab menjadi entrepreneur itu tidak memperhatikan jurusan dan disiplin ilmu apa yang dipelajari, sebab semua bisa,“ kata Aksa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Wariskan Grup Bosowa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua MPR RI HM Aksa Mahmud sejak mulanya sudah dikenal sebagai pengusaha tangguh. Persis sejak t
