Monday, December 29, 2008

1 Muharam 1430H

Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1430H
Di Kampus Al-Zaytun

Indonesia Harus Kuat
Pendidikan-Kesehatan Terlayani
Sandang-Pangan Tercukupi
Papan-Energi Terpenuhi





Berita Selengkapnya !

Tuesday, December 02, 2008

Meresapi Indonesia dengan Bersepeda

Tim Sepeda Sehat Asosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun (ASSA) berhasil menaklukkan Jawa-Madura sepanjang 2.000 Km selama enam belas hari. Lagu-lagu kebangsaan Indonesia Raya, Garuda Pancasila dan Bangun Pemuda Pemudi menjadi lagu wajib yang membakar semangat peserta kala melewati medan-medan yang sukar.

TETAP SEGAR: Meski termasuk peserta yang sudah berumur, Syaykh AS Panji Gumilang (depan tengah) tetap terlihat segar mengayuh sepedanya di hari terakhir atau hari ke-16

Menakjubkan! Kata itu barangkali yang tepat untuk menggambarkan perjalanan Tour Sepeda Sehat Asosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun (ASSA) Keliling Jawa-Madura 2.000 Km selama 16 hari, yang dimulai dari tanggal 26 Mei sampai 10 Juni 2008 lalu. Banyak pelajaran bisa dipetik oleh pemimpin bangsa, masyarakat, dan khususnya generasi muda dari perjalanan yang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia ini.

Tour sepeda Jawa-Madura ini bukanlah tour sepeda yang biasa-biasa. Sebab tour ini dilaksanakan dengan landasan semangat memperingati satu abad kebangkitan nasional tanggal 20 Mei 2008, memperingati hari lahirnya nilai-nilai dasar dan falsafah negara Indonesia (Pancasila) tanggal 1 Juni, dan memperingati hari lingkungan hidup internasional tanggal 5 Juni. Sekaligus mewujudkan nazar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyatakan ingin menjadi patron gerakan sepeda nasional 2008.

Wartawan Berita Indonesia Marjuka Situmorang, SH dan jurufoto Hotsan Bantu, ST mencatat dan merekam banyak hal penting dan bermanfaat selama mengikuti perjalanan panjang tour sepeda keliling Jawa-Madura, 26 Mei - 10 Juni 2006 ini. Selain, para peserta tour bisa mengenal lebih dekat daerah-daerah yang dilewati, tim ASSA juga menjalin silaturahmi dengan beberapa lembaga pendidikan pondok pesantren dan beberapa pemerintah daerah kabupaten/kota. Lebih penting lagi, melalui tour ini, interaksi sosial dengan sendirinya terjalin antara tim ASSA dengan masyarakat di daerah-daerah yang dilalui.

Indonesia Raya

Berbicara tentang berbagai makna yang bisa dipetik selama tour ASSA Jawa-Madura, setiap hari selalu saja ada yang istimewa yang bisa dipetik maknanya. Misalnya, tour ini menumbuhkan semangat nasionalisme atau kecintaan akan NKRI yang selama ini dirasakan semakin pudar. Tour ini juga melahirkan dan atau memelihara silaturahmi yang selama ini jarang dilakukan. Melalui aksi seperti ini masyarakat semakin mengenal alam dan lingkungan negerinya.

Noer Tjahya, MM, Bupati Sampang, Madura memberikan cenderamata kepada Syaykh AS Panji Gumilang

Sejak keberangkatan ASSA dari kampus Al-Zaytun Indramayu Jawa Barat, sukses pertama sebenarnya sudah diraih tatkala lagu Indonesia Raya dikumandangkan seluruh peserta yang hadir pada acara pemberangkatan pukul 4:30 WIB, Senin 26 Mei. Semangat nasionalisme terasa bangkit saat menyaksikan ribuan civitas Al-Zaytun mengumandangkan lagu kebangsaan di depan pintu utama Kampus Al-Zaytun Indramayu. Suasana istimewa itu diwarnai busana 280 peserta yang bercorak merah putih di bawah penerangan sinar lampu kampus semakin membangkitkan kecintaan akan Indonesia. Peringatan satu abad kebangkitan nasional yang merupakan landasan pelaksanaan tour ini sudah terasa sejak saat itu.

Kemudian, Tim ASSA selalu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di setiap tempat peristirahatan baik tatkala start (berangkat) atau seriap kali tiba di tempat peristirahatan malam, maupun tatkala diterima oleh beberapa pemerintah daerah kabupaten/kota tertentu di tengah perjalanan. Karena itu, selama 16 hari perjalanan ASSA ini, tak kurang dari tiga puluh lima kali lagu Indonesia Raya dikumandangkan tim ASSA.

Suasana pemberangkatan hari pertama bertambah bersemangat karena beberapa orang perwakilan dari Pengurus Besar Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (PB ISSI) dan perwakilan dari perusahan sepeda Giant - pabrikan sepeda yang dipakai Tim ASSA dalam jelajah ini - serta beberapa wartawan cetak maupun elekronik sudah tiba di lokasi pagi itu untuk melepas keberangkatan ASSA.

Bapak Dedi yang mewakili perusahan Giant dalam kata pelepasannya mengatakan selamat menempuh perjalanan kepada peserta tour. Tuhan akan memberkahi keselamatan semua peserta. Demikian juga Sopian yang mewakili PB ISSI, mengatakan selamat dan sukses kepada seluruh peserta. Semoga semua kendala bisa dihadapi selama di perjalanan supaya kembali ke kampus dengan baik.

Sementara Syaykh AS Panji Gumilang yang merupakan pimpinan Mahad Al-Zaytun Indramayu, Rektor Universitas Al-Zaytun Indonesia yang juga Ketua Tim Tour Sepeda Sehat ASSA Keliling Jawa-Madura 2.000 Km dalam arahannya mengatakan, jelajah Jawa-Madura akan segera dimulai. Jiwa pantang menyerah, disiplin, dan prinsip semua dapat dilaksanakan dengan seksama, agar ditanamkan dalam jiwa peserta. Namun tak lupa, Syaykh juga mengingatkan agar selalu memohon kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Penanaman pohon di Kecamatan Tanjung, Brebes, Jawa Tengah
Secara khusus, Syaykh juga mengingatkan bahwa jelajah ini bukan untuk berlomba, tapi untuk mengenal lingkungan yang ada di Jawa dan Madura yakni Indonesia Raya. Untuk itu, Syaykh menyarankan agar jangan saling mendahului. Grup-grup yang sudah disusun agar ditaati dan nomor-nomor grup dipertahankan. Syaykh mengatakan, semua itu merupakan unsur keselamatan yang akan diperoleh dari Tuhan Yang Maha Esa selama dalam perjalanan. "Sekali lagi, tanamkan jiwa disiplin, tanamkan pantang menyerah, tanamkan saling menghormati selama di perjalanan. Hormati semua kita, hormati semua siapa pun yang akan kita lewati dalam perjalanan. Semoga Tuhan memberikan kelancaran dalam perjalanan. Perjalanan ini start dan selanjutnya finish ke tempat ini dengan selamat," ujar Syaykh mengulangi.

Sebelum berangkat, para atlet dan hadirin lebih dulu mengucapkan Asma' al Husna yang dipandu oleh M. Soleh Aceng, Ketua Panitia Tour Sepeda Sehat Keliling Jawa-Madura. Selanjutnya, para atlet mengucapkan janji atlet yang dipandu oleh Ustad Nawawi. Hal ini selanjutnya selalu dilaksanakan tim ASSA setiap hari sebelum memulai perjalanan.

Setelah pemanasan atau starting, tepat pukul 5:00 WIB, iring-iringan ASSA dilepas dengan ditandai kibaran bendera oleh Sopian dari PB ISSI. Suara sirene mobil Patwal Polda Jawa Barat yang mengawal perjalanan memecah keheningan subuh 26 Mei itu. Sebanyak 280 peserta tour sepeda bergerak harmonis membelah embun pagi di jalan pelataran Kampus Al-Zaytun menuju Pulau Madura nan jauh di ufuk timur sana.

Di depan, iring-iringan dipimpin langsung oleh Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang. Di belakang, agak bersisian dengan Syaykh diikuti Ustad Abdul Halim. Kemudian diikuti oleh kelompok satu yang rata-rata beranggotakan nisa yang diketuai Iskandar Saefullah. Selanjutnya, kelompok dua hingga kelompok 39 yang berturut-turut diketuai oleh M. Soleh Aceng, Mufakir Abd. Hayyi, Hillman Mushaddiq Suaidy, Mochammad Natsir Suaidy, Ikhsan Fathan Mubinan, S Taufiq Abdullah, M. Silmy Aulia, Dani Kadarisman, Beny SP, H. Mujtahid Ajwar, Muchalim, J. Hafidh Dinillah, Yaser Arafat, Ali Aminulloh, Alfi Satria, Arif Yosodipuro, Djarot Wahyu Santoso, Purnomo, Endaryono, Sarju, Budi Satrio, Suarsa, Faizal Hanif, M. Ayib, Deni Patriawardana, Marzuki, M. Rifat, Rully Muliarto, Aceng Nur Hakim, Totok Dwi Hananto, Latief Wahyu Haryono, Sumadi, Nur Basuki, Asep Sumantri, Rudyanto, Rifa'i, Sya'roni, dan terakhir Eri Setiawan.

Pada awalnya, mungkin banyak orang yang mengatakan ide tour Jawa-Madura ini terlalu berani. Kecemasan itu tidak terlalu berlebihan mengingat keterbatasan kekuatan fisik manusia serta jarak dan medan yang akan ditempuh apalagi beberapa peserta tour adalah nisa (perempuan) dan ada juga peserta yang cukup berumur.

Dari 280 peserta yang berangkat dari Kampus Al-Zaytun Indramayu Jawa Barat, 28 orang di antaranya adalah perempuan yang terdiri dari santri, mahasiswi, dan guru di Al-Zaytun. Selebihnya adalah rijal (pria). Dari segi usia, peserta termuda adalah siswa kelas dua sekolah menengah pertama dan yang telah berumur adalah kelahiran 1946 atau 62 tahun yakni pimpinan tour Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang.

Rombongan ASSA keluar dari kapal penyeberangan Joko Tole saat pulang dari Pulau Madura menuju Pulau Jawa
Kecemasan itu akhirnya hilang setelah beberapa hari mengikuti perjalanan tim ASSA keliling Jawa-Madura. Terbukti, kecuali dua orang peserta yang mengundurkan diri atau pulang ke kampus sejak hari pertama, seluruh peserta atau 278 orang lainnya berhasil menyelesaikan tour tanpa satu orang pun yang mengalami hambatan berarti. Tim berhasil menempuh jarak 2.000 Km dengan baik meski harus menghadapi berbagai tantangan seperti panas dan angin di sepanjang jalur pantai utara. Keberhasilan ini, berkaitan dengan latihan-latihan sebelumnya serta persiapan matang, pengaturan (manajemen) serta penerapan disiplin tinggi.

Selain itu peserta memiliki nyali, tekad, semangat yang tangguh. Sehingga semua medan jalanan ditaklukkan dengan kayuhan kaki, tanpa menghabiskan bahan bakar minyak. Hutan AlasRoban di daerah Kabupaten Batang menuju Semarang yang melegenda karena tanjakannya yang curam dan panjang, bisa diatasi tim penjelajah ASSA dengan baik. Begitu juga tanjakan Arubaru di Sumenep Madura, dan tanjakan Bumiayu di Brebes yang lebih menantang dari Alasroban, juga dilalui dengan enjoy.

Wartawan Berita Indonesia yang mengikuti tour dari awal sampai akhir, menyimpulkan salah satu kunci kesuksesan tour ini adalah berkat keteladanan sang pemimpin sekaligus penggagas tour ini, Syaykh AS Panji Gumilang. Kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Syaykh Mahad Al-Zaytun, kalau boleh kami istilahkan, merupakan suatu 'manajemen Ilahiyyah' yakni suatu manajemen dari seorang pemimpin dengan memberikan perintah, ikut memberi contoh (keteladanan), mengawasi, dan kemudian meminta pertanggungjawaban.

Dalam tour ini, Syaykh telah memprak-tikkan itu dengan memberi petunjuk sejak latihan, persiapan dan berangkat dari kampus Al-Zaytun Indramayu maupun sebelum berangkat tiap pagi di titik-titik persinggahan. Misalnya, tepat pukul 5 setiap pagi, tim harus sudah berangkat dari penginapan. Syaykh sendiri juga ikut melaksanakan sesuai dengan anjurannya tanpa sekali pun harus ditunggu rombongan. Kemudian, Syaykh juga terus mengawasi rombongan dengan menanyakan situasi dan kondisi peserta setiap waktu istirahat. Selanjutnya, setiap hari Syaykh juga mengevaluasi tour malam harinya di penginapan.

Seiring dengan kepemimpinan itu, ketaatan peserta mengikuti setiap prosesi dan jadwal perjalanan juga sangat menentukan keberhasilan tour ini. Memang, hal tersebut tidak lepas dari gaya memimpin 'kebapaan' yang ditunjukkan oleh Syaykh, sehingga semua peserta melaksanakan kegiatan sesuai dengan yang direncanakan dengan kerelaan dan kesadaran sendiri, tanpa merasa didoktrinisasi atau dipaksa.

AIR SIAP SEDIA: Melalui pengujian kandungan air yang teliti, rombongan ASSA mencukupi kebutuhan airnya sendiri selama 16 hari perjalanan

Keberhasilan jelajah Jawa-Madura ini juga tidak terlepas dari perencanaan dan persiapan matang tim sejak jauh-jauh hari. Seperti sudah diberitakan Berita Indonesia pada edisi sebelumnya, beberapa bulan sebelum hari 'H' pelaksanaan Tour Jawa Madura ini, tim ASSA sudah berulangkali melakukan try out (uji coba) di beberapa daerah seperti di Ibukota Jakarta, Banten, dan Indramayu.

Di lingkungan kampus Al-Zaytun sendiri, di samping bersepeda memang sudah dibudayakan, tim ASSA sejak beberapa bulan terakhir rutin melakukan latihan secara berkelompok paling tidak empat jam setiap hari. Bahkan, Syaykh sendiri setiap harinya selalu bersepeda 60 km secara kontinu.

Dukungan dari berbagai pihak seperti kepolisian juga sangat menentukan keberhasilan tour ini. Mabes dalam hal ini Badan Intelijen Keamanan Mabes Polri telah memberi ijin kepada ASSA sejak bulan April yang lalu sekaligus telah mengkoordinasikannya dengan semua Kepolisian Daerah (Polda) yang dilalui ASSA yakni Polda Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Jogjakarta, dan Jawa Timur.

Kemudian, Polda-Polda itu langsung menanggapinya dengan mengoordinasikannya ke Polres hingga Polsek bawahannya. Hal tersebut sangat dirasakan, karena pengamanan kepolisian sangat intensif hingga di kecamatan-kecamatan yang dilalui ASSA. Satu contoh, hampir di setiap persimpangan yang akan dilalui, kepolisian setempat sudah ada yang berjaga di sana. Karena itu, dari segi keamanan lalulintas pun, selama di perjalanan, hampir tidak ada hambatan berarti yang dialami ASSA.

Satlantas dengan mobil Patwal dan motor patrolinya tidak pernah lepas dari tim ASSA. Jika sedang bersepeda, satuan pengawalan ini selalu mengawal di depan maupun di belakang rombongan ASSA. Bahkan, jika malam, mereka juga disediakan penginapan di tempat yang sama dengan rombongan ASSA agar besok paginya bisa mengawal perjalanan dengan tepat waktu sebagaimana jadwal yang direncanakan.
Pergantian petugas pengawalan dari Satlantas Polda provinsi yang satu dengan Satlantas Polda provinsi yang lainnya pun sudah diatur dengan baik. Pergantian dilakukan sedekat mungkin dengan perbatasan antar provinsi dan bersamaan dengan waktu istirahat sehingga tidak sampai menganggu jadwal akibat pergantian tersebut.

Bahkan khusus di sepanjang Kabupaten Ngawi, pengawalan polisi terhadap rombongan ASSA tidak ubahnya dengan pengawalan terhadap presiden atau pejabat negara. Mungkin karena takut terulang lagi kecelakaan jatuhnya salah seorang tokoh yang sedang naik moge belum lama ini, maka kepada setiap kendaraan lain yang hendak berpapasan dengan rombongan ASSA, petugas selalu menyuruh agar berhenti dan jangan begerak dulu sebelum semua rombongan ASSA lewat.

Dukungan Umi Chotimah (istri Syaykh) sejak awal keberangkatan juga sangat terasa bagi peserta tour. Khusus di Madura, sukses tour ASSA juga tak lepas dari dukungan Ketua Umum Dewan Pembangunan Madura Bapak H. Achmad Zaini, MA yang terus setia mendampingi rombongan bahkan sampai di Surabaya.

Kesuksesan ini juga tak luput dari persiapan matang dan profesionalisme tim teknis (akomodasi dan konsumsi) yakni tim persediaan air minum (treatment) berjalan, dapur (kitchen) berjalan, cuci pakaian (laundry) berjalan, mekanik sepeda dan kendaraan pendukung, serta tenaga dan peralatan medis (hospital) berjalan.

Selama 16 hari perjalanan, ASSA mempersiapkan sendiri kebutuhan air dan makan rombongan sehingga tidak usah membeli minuman mineral dan makanan di rumah makan atau warung. Untuk mencuci pakaian, ASSA juga membawa laundry berjalan sehingga pakaian kotor para peserta bisa dicuci selama perjalanan agar bisa dipakai kembali hari berikutnya. Tim juga membawa tenaga mekanik atau bengkel sehingga apabila ada sepeda dan kendaraan bermotor yang mengalami kerusakan, bisa diperbaiki selama di perjalanan. Demikian juga untuk pertolongan medis, ASSA membawa tenaga medis seperti dokter dan perawat serta peralatan medis dalam ambulans. Seluruh tenaga pendukung sebanyak 35 orang dengan 6 kendaraan yang terdiri dari bus, truk, ambulans dan mobil lainnya, bekerja dengan sangat disiplin, lincah dan terlatih.

CERIA: Di tengah perjalanan yang cukup melelahkan, tim ASSA tetap ceria dan bersemangat
Khusus tim treatment, sepanjang perjalanan selalu siap di belakang rombongan ASSA sehingga tatkala rombongan berhenti per dua jam untuk mengisi kembali botol minuman, mereka sudah ada di tempat. Sementara untuk mengisi ulang tanki air itu sendiri, petugas treatment selalu lebih dulu memeriksa air di daerah tempat pemberhentian, apakah layak minum atau tidak. Dengan alat TDS (Total Density Solid) yang selalu mereka bawa, mereka bisa memastikan air yang akan diminum rombongan itu sehat atau tidak.

Demikian juga tim mekanik. Sepanjang perjalanan, mereka selalu berada di belakang rombongan ASSA sehingga tatkala ada sepeda peserta yang membutuhkan perbaikan, mereka dengan cepat mengangkut sepedanya ke atas truk untuk diperbaiki sambil berjalan.

Sama halnya dengan tim medis. Tim yang didukung dokter dan perawat sebanyak 4 orang ini selalu mengikuti iring-iringan sepeda sepanjang perjalanan sehingga setiap peserta yang membutuhkan pertolongan bisa secepatnya diangkat ke dalam ambulans.

SELALU SIAGA: Tim medis selalu siap sedia memberikan layanan kesehatan kepada peserta tour yang membutuhkan pertolongan
Lain halnya dengan kitchen dan laundry. Kedua tim ini setiap harinya selalu berangkat mendahului rombongan ke tempat penginapan berikutnya, untuk mulai bekerja di sana. Di tempat tujuan, tim kitchen akan belanja beberapa kebutuhan seperti sayur dan buah untuk keperluan sore hari itu dan besok paginya. Sementara beras dan daging yang sebelumnya sudah dipersiapkan dari Mahad Al-Zaytun Indramayu selalu dibawa di mesin pendingin. Untuk mempersiapkan makan pukul lima sore, tim kicthen sudah harus memasak di tempat tujuan sebelum rombongan tiba. Sementara untuk memasak makan pagi pukul tiga, mereka terkadang sudah harus memasak pukul satu dini hari. Hal yang sama juga dilakukan tim laundry. Mereka sengaja lebih dulu tiba di tempat penginapan berikutnya agar di sana mereka bisa lebih leluasa bekerja.
Sumber : Majalah Berita Indonesia Edisi 58 /2008

Berita Selengkapnya !

Saturday, November 15, 2008

Tesis : Sistem Tata Air di Mahad Al-Zaytun

PENGEMBANGAN FASILITAS PENDIDIKAN
MA'HAD AL-ZAYTUN DI INDRAMAYU
DENGAN PENDEKATAN SISTIM TATA AIR
Master Theses from JBPTITBPP / 2008-04-04
Oleh : BAMBANG TRIYOGA (NIM 25202014)
Institute Technology Bandung

Pengembangan yang cukup pesat pada kegiatan pendidikan dan pertanian terpadu Ma'had Al-Zaytun meningkatkan kebutuhan suplai air dalam jumlah yang besar, sementara lahannya tidak mempunyai sumber air permukaan yang tetap, dan termasuk dalam daerah yang harus dikonservasikan air tanah dalamnya. Karenanya kegiatan hanya mengandalkan ketersediaan air tanah dan air hujan yang intensitasnya terbatas. Permasalahan suplai air dan keperluan untuk melindungi air tanah menjadi penting dalam perencanaan dan perancangan pengembangan kegiatan kampus Ma'had Al-Zaytun.

Untuk menjawab permasalahan penting tersebut, perencanaan pengembangan kegiatan harus didasarkan pada pendekatan ekologi yang menekankan pada prinsip konservasi air. Prinsip tersebut diterjemahkan dalam perencanaan dan perancangan sistim tata air untuk menjaga keseimbangan air pada keseluruhan lahan. Berdasarkan pada kondisi fisik lahan Ma'had Al-Zaytun, konservasi air terutama didekati dengan memanfaatkan air hujan semaksimal mungkin. Juga dengan melakukan daur ulang serta penggunaan kembali air limbah yang dihasilkan oleh kegiatan.

Sistim tata air juga diterapkan dalam perancangan arsitektur lanskap untuk memperkuat citra Kampus ma'had Al-Zaytun yang berdasarkan pada visi dan misinya. Citra dibentuk dari lingkungan binaan yang ada berupa landmark dan sumbu utama, diperkuat dengan elemen tata air dan perencanaan vegetasi. Dalam perancangan, komponen tata air dijadikan sebagai titik-titik pusat orientasi, elemen penguat landmark sekaligus pembentuk lingkungan yang baik dari segi arsitektural maupun ekologikal. Pada skala tapak bangunan, pengolahan air limbah domestik memanfaatkan gabungan sistim biofilter dan hibrida dapat menghasilkan sistim pengolahan air limbah yang efisien sekaligus sebagai elemen estetika lanskap.

(penulis tidak mengijinkan untuk menampilkan tesis ini dalam bentuk full-text)
Deskripsi Alternatif :

The activities of education and integrated agriculture of Ma'had Al-Zaytun are growing fast enough, increasing the need for large amount of water supply, while perennial source of surface water is not available. The location of Ma'had Al-Zaytun's campus is also in the ground water conservation area. Consequently, the activities at Ma'had Al-Zaytun depend on the availability of ground water and limited rain water intensity to fulfill the need for water supply. This problem of water supply and the need to conserve ground water become crucial in the planning and design of Ma'had Al-Zaytun's campus development.

To solve those important problems, the development plan of the activities should be based on ecological approach emphasizing on water conservation principles. The ecological principles are transformed in the planning and design of water management system to maintain the water balance for overall the land. Based on Ma'had Al-Zaytun's land physical condition, ground water conservation is approached by exploiting maximum rainwater. Also by recycling and reusing the waste water product by the Ma'had Al-Zaytun activities.

Water management system implemented in landscape architectural design to strengthen the campus image of Ma'had Al-Zaytun according to its vision and mission. The campus image formed by the existing environment, especially by the form of landmark and major axis, strenghtened by the arrangement of water system elements and vegetation planning. In the design, water system components are arranged as points of orientation, support element of the landmarks, and for the making of a good environment, both architecturally and ecologically. At the building site, the domestic wastewater treatment system uses the combination of biofilter system and hybrid system to produce both efficient wastewater treatment system and aesthetic landscape elements.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Sumber : digilib.itb.ac.id
Berita Selengkapnya !

Monday, October 20, 2008

Tour Sepeda ASSA - Pra Sumatera


Jakarta, Ahad - Sebanyak lebih dari 300 pe-sepeda Asosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun melakukan tour sepeda Pra Sumatera Indramayu - Ujung pulau Jawa (Cilegon). Mereka mulai melaksanakannya hari Sabtu, 18 Oktober s/d 22 Oktober 2008, diawali dari Kampus Al-Zaytun di Indramayu menuju propinsi Banten.

Link Foto-foto
Berita Selengkapnya !

Thursday, October 16, 2008

KHUTBAH ‘IED AL-FITHRI 1429 H/2008 M

Pancasila Ajaran Illahi dan Ideologi Terbuka

'IED AL-FITRI 1429 H: Syaykh al-Zaytun AS Panji Gumilang dalam Khutbah Ied Al-Fithri 1429 H/2008 M menegaskan bahwa nilai-nilai dasar negara Indonesia (Pancasila), sepenuhnya merupakan ajaran Ilahi, yang dapat berlaku untuk semua rakyat dan bangsa Indonesia. Nilai-nilai dasar negara ini merupakan ideologi modern, untuk masyarakat majemuk yang modern, yakni masyarakat Indonesia.

Karenanya, menurut Syaykh yang negarawan serta tokoh pembawa obor dan pembelajar budaya toleransi dan perdamaian, itu Pancasila sebagai nilai-nilai dasar yang modern, juga menjadi ideologi yang dinamis; dimana watak ideologi dinamis itu adalah terbuka. Konsekuensinya, seluruh nilai yang terkandung di dalam konstitusi/UUD negara sepenuhnya harus berlandaskan ideologi dan nilai-nilai dasar negara tersebut, ujar pemangku pendidikan bersifat pesantren tetapi bersistem modern itu.

Menurut cendekiawan muslim berjiwa kebangsaan ini, tafsir daripada nilai-nilai dasar negara yang baku sesungguhnya adalah konstitusi atau UUD negara. Karenanya, menurut Syaykh yang banyak menginspirasi tentang kemajemukan dalam interaksi yang interdependensi itu, UUD menjadi tidak relevan bahkan tidak valid bila bertentangan dengan nilai-nilai dasar negara.

Karena tafsir nilai-nilai dasar negara yang paling baku adalah konstitusi/UUD, maka jika individu, kelompok, lembaga nonpemerintah maupun pemerintah yang bertindak, berlaku konstitusional, maka ia adalah penjunjung dan pengamal nilai-nilai dasar negara, harus dihormati oleh siapapun warga bangsa ini, ujarnya.

Khutbah Ied Al-Fithri 1429 H disampaikan Syaykh al-Zaytun AS Panji Gumilang DI KAMPUS AL-ZAYTUN, Desa Mekar Jaya, Gantar, Indramayu pada tarikh 1 Syawwal 1429 H / 1 Oktober 2008 M yang bertepatan dengan 1 Oktober 2008 yang pernah ditetapkan pemerintah sebagai hari Kesaktian Pancasila (Dasar Negara Indonesia). Dalam momentum ini khatib ingin memanfaatkan mimbar ini untuk menyampaikan pesan singkat tentang makna nilai-nilai dasar negara tersebut, kata Syaykh al-Zaytun di hadapan ribuan jamaah yang terdiri dari para eksponen, guru, karyawan dan santri Al-Zaytun, serta wali santri dan masyarakat setempat.

Menurutnya, pesan yang terkandung dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya terdapat satu diktum kalimat yang berbunyi Hiduplah Indonesia Raya. Negara kita Indonesia Raya, hidup dan akan terus hidup serta tegak berdiri di atas dasar: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Selanjut Syaykh al-Zaytun menyampaikan pesan tentang makna nilai-nilai dasar Negara itu.

Ketuhanan Yang Maha Esa
Memahami substansi nilai-nilai dasar negara adalah menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara. Tatkala memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup ini maknanya: mewujudkan masyarakat yang beketuhanan, yakni masyarakat yang anggotanya dijiwai oleh semangat mencapai ridlo Tuhan / Mardlatillah, melalui perbuatan-perbuatan baik bagi sesama manusia dan kepada seluruh makhluk.

Karenanya, membangun Indonesia berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa adalah membangun masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridlo Tuhan dalam setiap perbuatan baik yang dilakukannya. Dari sudut pandang etis keagamaan, negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah negara yang menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Dari dasar Ketuhanan Yang Maha Esa ini pula menyatakan bahwa suatu keharusan bagi masyarakat warga Indonesia menjadi masyarakat yang beriman kepada Tuhan, dan masyarakat yang beragama, apapun agama dan keyakinan mereka.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sejarah adalah wujud pengalaman manusia untuk berperadaban dan berkebudayaan, karenanya, peradaban, politik, dan kebudayaan adalah bagian dari pada kehidupan manusia. Kemanusiaan, sangat erat hubungannya dengan ketuhanan. Ajaran Illahi menjadi tidak dapat diimplementasikan jika tidak wujud sikap kemanusiaan yang hakiki. Struktur pemerintahan tidak sepenting semangat perwujudan kemanusiaan yang adil dan beradab yang jauh dari pada pendendam dan egoistik / ananiyah.

Demokrasi yang paling menyeluruh sekalipun akan membawa sengsara, jika rakyat tidak memiliki sikap kemanusiaan yang adil dan beradab / jujur, apapun sistem pemerintahan yang ditempuh, tanpa semangat kemanusiaan yang adil dan beradab sengsara jua ujungnya.

Kemanusiaan yang adil dan beradab memerlukan kesetiaan pada diri ketika menjalani kehidupan, kemanusiaan yang adil dan beradab adalah sebuah semangat dan kegigihan mengajak masyarakat agar kembali ke pangkal jalan dan membangun kembali revolusi bathin masing-masing, mendisiplinkan diri dengan baik, untuk menemukan kendali dan penguasaan diri.

Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah suatu kemampuan untuk menyeimbangkan antar kemakmuran lahiriyah dengan kehidupan ruhaniyah.
Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah semangat mempersiapkan generasi penerus yang mampu melihat lebih dari kepentingan diri sendiri serta memiliki perspektif yang jelas untuk kemajuan masyarakatnya.

Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah pembentukan suatu kesadaran tentang keteraturan, sebagai asas kehidupan sebab setiap manusia mempunyai potensi untuk menjadi manusia sempurna, yakni manusia yang berperadaban. Manusia yang berperadaban tentunya lebih mudah menerima kebenaran dengan tulus, dan lebih mungkin untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan masyarakat yang teratur, yang mengenal hukum. Hidup dengan hukum dan peraturan adalah ciri masyarakat berperadaban dan berkebudayaan.

Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah semangat membangun pandangan tentang kehidupan masyarakat dan alam semesta untuk mencapai kebahagiaan dengan usaha gigih. Kemanusiaan yang adil dan beradab menimbulkan semangat universal yang mewujudkan sikap bahwa semua bangsa dapat dan harus hidup dalam harmoni penuh toleransi dan damai.

Kemanusiaan yang adil dan beradab akan menghantar kehidupan menjadi bermakna, karena dicapai dengan berbakti tanpa mementingkan diri sendiri demi kebaikan bersama.
Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah suatu sikap revitalisasi diri, untuk memupuk dinamisme kreatif kehidupan, yang menghantarkan seseorang menjadi selalu dinamis, selalu sensitif dan peka pada gerak perubahan dan pembaharuan.

Revitalisasi diri sebagai buah kemanusiaan yang adil dan beradab, tidak terbatas bagi pemeluk agama tertentu siapapun dengan agama apapun dapat melakukannya. Semakin teguh seseorang menempuh kemanusiaan yang adil dan beradab, semakin rendah hati, dan semakin teguh keyakinannya semakin murah hati pula. Dalam hal ini, misi tulen agama adalah untuk memupuk pembentukan sifat dan menggalakkan usaha menguasai diri, yakni toleran dan damai.

Persatuan Indonesia
Persatuan adalah gabungan yang terdiri atas beberapa bagian yang telah bersatu. Persatuan Indonesia adalah suatu landasan hidup bangsa atau sistem, yang selalu mementingkan silaturahim, kesetiakawanan, kesetiaan, dan keberanian. Kehadiran Indonesia dan bangsanya di muka bumi ini bukan untuk bersengketa. Indonesia wujud dan hidup untuk mewujudkan kasih sayang sesama bangsa maupun antarbangsa.

Persatuan Indonesia, bukan sebuah sikap maupun pandangan dogmatik dan sempit, namun harus menjadi upaya untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif dengan dunia luar. Suatu upaya untuk mengimbangi kepentingan diri dengan kepentingan bangsa lain, atau dalam tataran yang lebih mendalam antara individu bangsa dan alam sejagad, yang merupakan suatu ciri yang diinginkan sebagai warga dunia.

Dalam jangka panjang, prinsip persatuan Indonesia harus menjadi asas ruhaniah suatu peraturan-peraturan dan struktur membangun satu orde antarbangsa yang adil.
Persatuan Indonesia harus mampu menanamkan pemikiran terbuka dan pandangan jauh bagi bangsa Indonesia, sebab hanya mereka yang berpandangan jauh dan berpikiran terbuka yang dapat mendukung aspirasi ke arah internasionalisme maupun globalisme.

Persatuan Indonesia seperti ini, akan menghantar rakyat Indonesia memiliki kebanggaan yang tulus tentang identitas mereka sebagai warga negara maupun warga dunia. Pandangan dan sikap seperti ini tidak akan melenyapkan ciri-ciri unggul suatu bangsa, malahan akan dapat memantapkan ciri-ciri unik sebuah masyarakat bangsa, yakni masyarakat bangsa yang sadar terhadap tanggung jawab global, bersatu dalam mewujudkan persatuan universal, masing-masing menyumbangkan keistimewaannya.

Persatuan Indonesia seperti ini akan mampu menyingkirkan permusuhan internal bangsa, sebab pencapaiannya tidak melalui kekuatan militer, melainkan melalui tuntutan ilmu, dan peradaban yang membudaya dalam kehidupan masyarakat. Persatuan Indonesia yang berpegang pada prinsip bahwa kemajuan kebudayaan dapat menyamai nilai-nilai universal, sehingga dapat menjadi kekuatan yang dapat mengangkat harkat martabat rakyat untuk menjadi warga negara dan seterusnya warga dunia yang baik.

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan
Suatu landasan yang harus mampu menghantar kepada prinsip-prinsip republikanisme, populisme, rasionalisme, demokratisme, dan reformisme yang diperteguh oleh semangat keterbukaan, dan usaha ke arah kerakyatan universal. Prinsip-prinsip kerakyatan seperti ini, harus menjadi cita-cita utama untuk membangkitkan bangsa Indonesia meyadari potensi mereka dalam dunia modern, yakni kerakyatan yang mampu mengendalikan diri, tabah menguasai diri, walau berada dalam kancah pergolakan hebat untuk menciptakan perubahan dan pembaharuan.

Yakni kerakyatan yang selalu memberi nafas baru kepada bangsa dan negara dalam menciptakan suatu kehidupan yang penuh persaingan sehat.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan adalah kerakyatan yang dipimpin oleh pendidikan yang mumpuni. Sebab pendidikan merupakan prasyarat untuk menyatukan rohaniah.

Pendidikan adalah tonggak utama makna daripada hikmah kebijaksanaan. Hikmah kebijaksanaan atau pendidikan akan mewarnai kerakyatan yang penuh harmoni, toleransi dan damai, jauh daripada sikap radikalisme apatah lagi terorisme.
Hikmah kebijaksanaan atau pendidikan, mampu menciptakan interaksi dan rangsangan interdependensi antar manusia dalam lingkungan bangsa yang multikultural dan majemuk. Sebab manusia berpendidikan akan selalu menghormati suatu proses dalam segala hal.

Hikmah kebijaksanaan atau pendidikan menjadi pedoman kerakyatan, sebab ia merupakan cara yang paling lurus dan pasti, menuju kearah harmoni, toleransi dan damai. Pendidikanlah yang memungkinkan kita selaku rakyat suatu bangsa dapat bersikap toleran atas wujud kemajemukan bangsa.

Hikmah kebijaksanaan menampilkan rakyat berfikir pada tahap yang lebih tinggi sebagai bangsa, dan membebaskan diri daripada belenggu pemikiran berazaskan kelompok dan aliran tertentu yang sempit.

Karenanya membangun hikmah kebijaksanaan adalah membangun pendidikan, dan itulah hakekat membangun kerakyatan yang berperadaban yang kaya akan kebudayaan, yakni kerakyatan yang terhindar dari saling curiga dan permusuhan.

Mewujudkan Suatu Keadilan Sosial
Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah merupakan tujuan dari cita-cita bernegara dan berbangsa, menyangkut keilmuan, keikhlasan pemikiran, kelapangan hati, peradaban, kesejahteraan keluarga, keadilan masyarakat dan kedamaian.

Itu semua bermakna mewujudkan keadaan masyarakat yang bersatu secara organik yang setiap anggotanya mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta belajar hidup pada kemampuan aslinya. Dengan mewujudkan segala usaha yang berarti yang diarahkan kepada potensi rakyat, memupuk perwatakan dan peningkatan kualitas rakyat, sehingga memiliki pendirian dan moral yang tegas.

Mewujudkan suatu keadilan sosial, juga berarti mewujudkan azas masyarakat yang stabil yang ditumbuhkan oleh warga masyarakat itu sendiri, mengarah pada terciptanya suatu sistem teratur yang menyeluruh melalui penyempurnaan pribadi anggota masyarakat, sehingga wujud suatu cara yang benar bagi setiap individu untuk membawa diri dan suatu cara yang benar untuk memperlakukan orang lain.

Karenanya, mewujudkan suatu keadilan harus menjadi suatu gerakan kemanusiaan yang serius, dan sungguh-sungguh dilakukan oleh rakyat, dengan metoda dan pengorganisasian yang jitu sehingga tujuan mulia ini tidak berbalik menjadi paradoks dan kontradiktif yakni menjadi gerakan pemerkosaan terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.

Sumber : www.TokohIndonesia.com

Berita Selengkapnya !

Saturday, July 12, 2008

Al-Zaytun Hibahkan 18 Sapi Pejantan Unggul ke Negara


Al-Zaytun dalam program uji progeny (progeny test) nasional mendapatkan jenis ternak sap! unggul (excellent bull), menghibahkan 18 sapi pejantan unggul kepada negara. Penghibahan bibit sapi unggul itu sebagai persembahan nyata Al-Zaytun dalam memeringati Satu Abad Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) kiranya dapat mendorong kebangkitan nasional, khususnya kebangkitan peternakan sap! nasional. Hal ini sekaligus sebagai persembahan Al-Zaytun dalam rangkaian kegiatan Sewindu Al-Zaytun.
Penghibahan dengan nilai tak terhingga itu, dilakukan oleh Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang melalui Di¬rektur Perbibitan, Ditjen Peternakan, Departemen Pertanian RI, Dr. Ir. Gunawan, di Kampus Al-Zaytun, 30 April 2008. Al-Zaytun dengan sukarela menghibahkan lebih 40 kepala Bull unggul, namun pemerintah masih memilih 18 kepala pada tahap pertama. Tetapi hanya dengan hibah 18 kepala bibit sapi unggul ini, sudah dapat memenuhi 10% kebutuhan semen (sperma) sapi unggul nasional. Kelak Al-Zaytun akan menghibahkan yang lainnya sesuai keperluan demi mempercepat proses kebangkitan peternakan sapi nasional, baik sapi perah maupun sapi pedaging'

Di tengah kondisi bangsa yang sedang mengalami krisis minyak, pangan dan sapi (daging dan susu), Al-Zaytun mengoptimalkan momentum satu abad Hari Kebangkitan Nasional dengan menghibah¬kan 18 kepala sapi (pejantan) unggul. "Sekarang sedang krisis, ayo hibah. Semua krisis, minyak krisis, pangan krisis, sapi krisis. Nah kita mulai dari sini, hibah 18 kepala saja su¬dah lo % kebutuhan nasional," kata Syaykh Al-Zaytun Panji Gumilang scat Berita Indonesia mengonfirmasi tentang hibah tersebut.
Diperkirakan harga Bull unggul Canada itu Rp 2,5 sd 3 miliar per kepala. Jika dikali 18 berarti bernilai sekitar Rp 50 milyar. Namun Syaykh Panji Gumilang mengatakan agar jangan dihitung atau dirupiahkan. "Miliar rupiah itu bisa dicari. Yang penting bangsa kita ini bangkit. Protein terpenuhi, susu terpenuhi," kata¬nya. Syaykh mengatakan lebih baik dilihat kemanfaatannya untuk mendorong kebangkitan bangsa, khususnya kebangkitan peternakan nasional.

Ketika ditanya bagaimana prosesnya dan kenapa Al-Zaytun mengibahkan sapi pejantan unggul itu? "Ya, karena cinta bangsa dan negara. Demi kebangkitan bangsa," jawab Syaykh Al-Zaytun. Menurut¬nya, suatu bangsa tidak bakal bangkit kalau tidak diawali dari sumber asupan yang berprotein, bergizi, dan sehat. Sementara itu, Syaykh melihat bangsa dan negara ini tidak bisa mengatasi kekurangan sapi pejantan. "Ya, kita hibahkan," jelas Syaykh Panji Gumilang.
Kenapa negara ini kekurangan sapi pejantan unggul, apakah karena ketidakberdayaan pemerintah atau spa? "Oh, tidak. Bukan karena ketidak-berdayaan. Karena belum serius saja," ujar Syaykh. Menurut catatan Berita Indonesia, pemerintah sudah berulangkali mengeluarkan biaya untuk mendapatkan sapi ung¬gul melalui embrio transfer dan/atau inseminasi buatan, namun tidak berhasil dengan baik. Sedangkan di Al-Zaytun, dengan biaya sendiri selalu berhasil dengan memuaskan.

Sumber Berita Indonesia di Departemen Pertanian menga¬takan pemerintah (Direktur Pembibitan, Ditjen Peternakan, Deptan) sudah delapan tahun melakukan uji progeny dan sudah 42 kali mengadakan rapat (musyawarah). Sudah cukup banyak biaya yang dikeluarkan. Sempat dilaporkan dalam beberapa kali uji progeny ada basil. Tapi ternyata setelah diteliti dan dibicarakan dalam rapat hasilnya tidak ada. Yang ada (berhasil) hanya di Al-Zaytun.

Al-Zaytun sejak berdiri pada 1999, sudah menggeluti peternakan sapi, terutama dalam Skala penelitian sudah berjumlah delapan ratusan kepala sapi. Kemudian Al-Zaytun saat ini mendatangkan 1.180 kepala sapi perah dari New Zealand dalam rangka pengembangan peternakan sapi perah modern dan terpadu di kawasan pertanian terpadu Waduk Windu Kencana, Al¬Zaytun di Indramayu, Jawa Barat. Al-Zaytun menargetkan pertumbuhan jumlah sapinya sebesar 400% per lima tahun. Pada tahun 2013 Al-Zaytun sudah akan memilik 5.000 kepala sapi, 2018 menjadi 20.000 kepala dan 2023 sudah akan mencapi 80.000 kepala.

Institusi yang khusus mena¬ngani penelitian dan pengembangan sapi di Al-Zaytun diberi nama Pusat Pertanian dan Peternakan Terpadu (P3T) Al-Zaytun, yang kemudian menjadi embrio Fakultas Pertanian Terpadu Universitas Al-Zaytun Indonesia.

P3T Al-Zaytun terbilang pa¬ling sukses di Indonesia dalam menjalankan program inse¬minasi buatan (IB) dan trans¬fer embrio (TE) untuk menghasilkan anakan sapi yang memiliki mutu genetika lebih baik dibanding indukan sebe¬lumnya. Terbukti dari basil uji progeny (uji zuriat) sapi perah nasional yang dilaksanakan Departemen Pertanian RI, dari 26 Juli 2007 hingga November 2007, menempatkan Al-Zaytun sebagai yang berhasil di Indonesia.

Pengujian secara ilmiah ku¬alitas genetika dan reproduksi sapi pejantan itu membuk¬tikan, sapi-sapi Al-Zaytun berhasil mencapai persentase kebuntingan tertinggi di Indo¬nesia yakni 8o,6 persen, dan dengan angka Service per Con¬ception (SC)1,24. Uji zuriat itu dimaksudkan untuk menjaring bibit ternak sapi perah dari talon pejantan unggul, di mana semen atau spermanya disebarkan kepada induk-induk sapi betina yang menjadi Participate Cow (PC).

Dalam mengikuti program uji nasional itu, Al-Zaytun menggunakan tiga pejantan bernama Farel (AF 47 3o686), Filmore (AF 47 3o687), dan Formerry (F 006 3o662) dan 200 kepala sapi sebagai PC. Uji Progeny itu dilakukan berkesinambungan. Hasil hingga November 2007 sudah meng¬hasilkan kebuntingan pada 26 kepala sapi dari 31 aplikasi IB.

Dari 26 sapi yang sudah diperiksa kebuntingannya terbukti 25 ekor berhasil bunting, se¬dangkan yang belum bunting hanya seekor. Ini berarti, persentasi kebuntingan sementara dalam Uji Progeny Nasional di Al-Zaytun itu adalah 8o,6 persen, dan Service per Conception (SC) 1,24.

Al-Zaytun sebagai suatu lembaga pendidikan terpadu yang dikelola Yayasan Pesantren Indonesia itu dari awal sangat konsern mengembangkan pertanian dan peternakan terpadu yang belakangan mengembangkannya di kawasan Waduk Windu Kencana, Indramayu. Hal ini, selain untuk memenuhi kebutuhan santri (internal) Al-Zaytun, jugs teru¬tama untuk ikut berperan da¬lam memenuhi kebutuhan da¬ging sapi dan susu sapi nasional yang sampai hari ini masih sangat minim. Termasuk da¬lam hal penyediaan semen (sel sperma), sampai hari ini, Indo¬nesia masih harus mengimpor lebih 70% semen (sel sperma). AI-Zaytun sendiri sudah dapat menyumbang 10% dari hajat nasional hanya dari 18 kepala sapi pejantan unggul yang dihibahkannya kepada negara.

Hal ini mendorong Syaykh Al-Zaytun Dr AS Panji Gumilang menghibahkan 18 sapi pejantan (bibit) unggul kepada Negara melalui Deptan. Sapi bibit unggul yang dihibahkan itu terdiri dari bebagai jenis, antara lain limusin, simental, angus, brangus dan FH.

Al-Zaytun berhasil mengembangkan sapi unggul An dengan melakukan inseminasi buatan (IB) dan transfer embrio (TE) bekerjasama dengan Balai Embrio Ternak Cipelang, di Cipelang, Bogor. Sementara di tempat lain (lembaga lain) banyak yang gagal. Inseminasi buatan dilakukan dengan mengambil sel sperma atau se¬men-semen sapi pejantan untuk disuntikkan atau diinseminasikan kepada sapi-sapi betina. Sedangkan transfer embrio, memindahkan embrio sapi yang berasal dari sapi induk betina dan jantan yang bagus-bagus, untuk dititipkan di sapi-sapi penerima atau sapi resipien.

Sapi pejantan kelas excellent bull hasil transfer embrio di Al-Zaytun setiap pekan bisa menghasilkan semen sebanyak 200-400 dosis straw sperma. Kemasannya bisa dibuat dalam bentuk cair atau beku. Semen berbentuk beku bisa bertahan hingga puluhan tahun, lebih lama dari usia sapi itu sendiri.

Harga semen yang umum dipakai di Indonesia (masih belum kualitas execellent) sudah bernilai Rp 10 ribu per dosis. Jika disertai dengan petugas aplikatornya menjadi Rp 30 ribu hingga 50 ribu per dosis. Sementara harga semen (sel sperma) dari sapi pejantan kelas terbaik dengan catatan recording dan basil persi¬langan keturunan yang bagus, seperti yang sudah dimiliki oleh beberapa negara yang sudah mendirikan bank sperma, maka harga satu straw sperma bisa mencapai loo dol¬lar AS.

Jadi dari seekor sapi pejantan excellent yang bisa menghasilkan 20o dosis semen (sel sperma) dalam sepe¬kan, kalau dipakai harga yang umum di Indonesia yakni Rp 10 ribu per dosis, berarti Rp 2 juta per pekan, Rp 104 juta per tahun atau lebih Rp 1 miliar dalam 10 tahun (usia produktif sapi). Selain sangat bernilai ekonomis, juga penting untuk mempercepat kebangkitan peternakan sapi di Indonesia, yang pada gilirannya selain dapat memenuhi kebutuhan daging dan susu sapi dalam negeri juga untuk ekspor meningkatkan devisa negara.

Maka, penghibahan 18 sapi pejantan unggul ini, sungguh tak ternilai harganya. Diharapkan dengan 18 sapi pejantan unggul tersebut su¬dah bisa menghasilkan 270 ribu sapi pertahun. Jika itu sapi pedaging dengan ukuran 300 kg saja per ekor dikali Rp 30 ribu per kg, akan bernilai kurang lebih Rp 2,5 triliun per tahun. Itulah nilai hibahnya. Tapi Syaykh Al-Zaytun mengatakan jangan dihitung dan dirupiahkan, lebih baik dilihat kemanfaatannya untuk mendorong kebangkitan bangsa, khususnya kebangkitan peternakan nasional.

Sumber : Majalah Berita Indonesia – Edisi 57 Tahun 2008
Berita Selengkapnya !

Datangkan 1180 Kepala Sapi Perah dari New Zealand


Peringatan Satu Abad Hari Kebangkitan Nasional oleh Al-Zaytun ditandai dengan berbagai tindakan nyata, melakukan hal-hal penting untuk mewujudkan kebangkitan bangsa. Di antaranya, selain mengibahkan sejumlah sapi pejantan unggul kepala Negara, juga papa bulan Mei ini mendatangkan 1.118 kepala sapi perah remaja dari New Zealand.

Impor sapi perah ini dalam rangka pengembangan peternakan sapi perah modern dan terpadu di kawasan pertanian terpadu Waduk Windu Kencana, Al-Zaytun di Incramayu, Jawa Barat. Hal ini dihajatkan untuk ikut mengatasi pemenuhan kebutuhan susu dalam negeri yang sampai scat ini masih lebih banyak yang diimpor.

Setelah menempuh proses panjang dan berbelit, izin impor 1.118 kepala sapi itu akhirnya diperoleh. Yang mengeluarkan izin bukan Departemen Perdagangan, tapi Departemen Pertanian, cq Dirjen Peternakan.

Sementara proses di New Zealand sangat terukur dan cepat. Pada tanggal 22 April sudah dikapalkan dan akan tiba di tanah air tanggal 24 Mei 2008. Diharapkan dengan modal 1.118 kepala sapi yang diimpor ini, lima tahun ke depan Al-Zaytun sudah dapat memberi sumbangsih pemenuhan kebutuhan susu nasional secara signifikan, juga akan menjadi pusat bibit sapi nasional. "Karena yang kita impor ini, menurut orang New Zealand bagus, dan menurut kita juga bagus," kata Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang, ketika dikonfirmasi tentang hal ini.

Setelah ini, kata Syaykh Panji Gumilang, mereka akan ke Kanada, berburu sapi bagus. Ke Kanada bukan mengimpor sapinya tapi bakal sapinya, sel spermanya. "Karena itu lebih ringan risikonya. Satu, penyakitnya nol. Kedua, transportasi sepersekian. Kemudian jangka waktu penyimpanan, no problem, tidak perlu kandang, hanya perlu lemari," ujar Syaykh.

Al-Zaytun menargetkan pertumbuhan jumlah sapinya sebesar 400% per lima tahun. Pada tahun 2013 AI-Zaytun sudah akan memilik 5.000 kepala sapi, 2018 menjadi 20.000 kepala dan 2023 sudah akan mencapi 80.000 kepala.

Kita akan buktikan apa yang dicita-citakan Hindia Belanda dulu 1818, In¬donesia menjadi pusat peternakan tercapai di 2008-2013 atau selambatnya 2018 lah. Cita-cita itu diterapkan oleh Tasman di New Zealand sehingga menjadi lautan Tasmania, orang Belanda juga, sama nenek moyangnya. Sapi di Indonesia dan New Zealand sama di datangkan, bareng tahun 1818. Sama-sama FH. Di sang sudah maju di sini belum maju, tunggu 2018," tegas Syaykh.

Beda dengan Australia. "Makanya kita tidak mengambil dari Australia karena nenek moyangnya berbeda dengan kita. Kalau New Zealand, nenek moyangnya Belanda, sama dengan kita. Saya tidak mau mengatakan nenek moyang kita orang Majapahit. Majapahit nggak memberikan sapi, jalan, tapi ngasih patung," kata Syaykh Panji Gumilang. Nenek moyang yang dimaksudkan adalah nenek moyang yang kasih jalan, kasih peternakan, kasih pertanian.

Sekarang New Zealand sudah punya 8 juta sapi, sementara Indone¬sia masih 300 ribu saja. "Ini di mana salahnya? Ternyata harus nunggu 200 tahun. Tidak apa-apa yang penting ada. Kita pernah jadi bangsa yang termaju di dunia, nah kita ulangi. Jangan bilang kita tidak pernah maju. Nenek moyang kita seorang pelaut tapi yang bust kapalnya Belanda, jangan marah itu kenyataannya. Nah, orang Tegal, Pekalongan, semua daerah yang di pinggir laut ikut semua. Orang Semarang, Gresik, Indramayu, Demak juga ikut, jadilah pasukan. Kemudian dipertahankan negara-negara pesisir dan akhirnya mereka diangkat menjadi angkatan laut," Syaykh menjelaskan.

Maka coba tanya orang Bandung, apa mereka bisa mencari ikan? Tidak. Yang bisa hanya orang Indramayu. Sekarang peninggalan-peninggalan Kereta kencana itu memang punya orang Jawa? Itu semua kereta orang Eropa, yang dijawakan. Jadi, nasional itu adalah Hindia Timur dari Hindia Belanda yang sekarang menjadi Indonesia.

Syaykh juga menguraikan bahwa pernah ada orang menggugat Indo¬nesia ini dari Belanda. Memang dari Belanda. Menurutnya, kalau tidak ada Belanda, tidak jadi Indonesia. "Harusnya bersyukur, berterimakasih kepada Belanda karena sudah mempersatukan kami yang terpecah¬pecah. Siapa yang membuat bahasa Indonesia menjadi lingua fragma kita? Belanda!" kata Syaykh.

Selengkapnya, berikut penuturan Syayk Panji Gumilang: "Belanda itu pintar mendatangkan Snookhurgoronye. Kenapa Snook? Karena orang sini banyak yang menulis dan membaca dari kanan, terbawa kebudayaan Arab. Van Der Plaast bahkan tulisan kanannya lebih bagus dari Syaykh, dari Timur Tengah. Siapa yang membekali kebangkitan nasional? Belanda. Karena kita dibekali 3 M, membaca, menulis, menghitung. Dibekali 3M saja bisa merdeka, itu hebatnya Belanda.

Pada jaman Belanda toleransi beragama berjalan. Orang Jatim tidak pernah berantem antar-agama. Persatuan itu jangan diabaikan. Kita dulu belum berhak menjadi pintar karena kita belum dapat 3M tadi, yang punya 3M itu Belanda.
Nah sekarang kita sudah menjadi pintar jangan benci terhadap orang yang lebih dulu pintar, maka tidak mengecilkan bangsa Belanda. Kalau itu bisa ditempuh, jayalah Indonesia. Bangsa Taiwan itu pernah dijajah Jepang selama 50 tahun tapi peninggalan-peninggalan Jepang masih dirawat dengan baik sampai sekarang. Mereka bilang kalau tidak dididik Jepang, kami belum bisa maju sampai sekarang, kami berguru pada Jepang dan peninggalannya kami hormati. Indonesia belum bisa seperti itu kan. Itu butuh proses panjang dan pendalaman.

Berpikir sejarah berbicara seperti itu, bangsa kita dulu belum bisa melakukan apa-apa, nanam padi, nanam kopi saja belum bisa. Yang dinamakan mengejar rempah-rempah, bukan berarti di sini banyak rempah-rempah tapi di sini cocok untuk menanam rempah, jadi dibawalah bibit dari berbagai negara ditanam di sini bersama-sama kemudian dibawa lagi ke Belanda. Seakan-akan di sini gudangnya rempah-rempah. Seperti sapi, kelapa, buah asam, dan sebagainya itu bawaan Belanda.

Hutan lebat di dalam sana jangan-jangan juga bawaan Belanda. Kemudian tatkala Belanda pergi, gundullah hutan Indonesia. 60 tahun saja hutan ini habis oleh bangsa sendiri. Jadi jangan terlalu mengecilkan, memelihara lah. Wong, pada zaman Belanda, ngangon kerbau di pinggir jalan saja didenda, kuda lecet sedikit saja didenda. Sekarang bukan kuda lecet yang didenda, manusia berlumuran darah tidak ada yang mendenda, masjid dibakar, gereja dilempari tidak ada yang menyetop. Nah itu budaya. Maka perlu pendidikan jangka panjang.

Ingat, Belanda pernah menjadi super power dunia, intinya adalah negara kita ini. Membangun Amsterdam itu dibiayai dari sini dan di sini gagal. Negara terpencil jauh dari mana-mana tapi sudah punya kereta api di saat kereta api baru bangkit, punya pabrik-pabrik di saat pabrik¬pabrik baru bangkit, sudah punya kapal api di saat baru ada kapal api. Mengapa bangsa Belanda sampai sekarang terngiang-ngiang pada beras Cianjur, Rojolele itu? Karena dulu beras Cianjur khusus di ekspor ke Eropa. Jangan terlalu membenci, tidak ada untungnya. Karena dari situ kita mengenal beragam budaya. Coba kalau kita dilepas begitu saja, tidak tahu kita sudah bisa bercelana atau belum.

Sumber : Majalah Berita Indonesia Edisi 57 - 2008>
Berita Selengkapnya !

Bisnis di Internet