Sunday, August 20, 2006

Tren Belajar ala Negeri Gingseng

Tren pendidikan dengan sentuhan budaya khas semakin beragam. Kali ini, citarasa pendidikan khas Korea semakin diminati. Tak hanya berkembang di tingkat sekolah dasar, pola edukasi khas Negeri GIngseng juga merambah hingga tingkat pendidikan sarjana.

Pada awal tahun 2000-an, playgroup (taman bermain) ala Singapura tumbuh bak jamur di musim penghujan. Modernisasi pendidikan yang mengutamakan kecerdasasn dan kreativitas anak menjadi unggulan utama sekolah-sekolah tersebut.

Hal yang sama terjadi pada tempat kursus bahasa Mandarin. Selain memiliki tujuan untuk memoles pada lulusan untuk memilki kemampuan lebih, ini juga dapat meningkatkan persaingan para pencari kerja. Apalagi di Indonesia, perusahaan-perusahaan asal Tiongkok yang mealkukan ekspansi ke negeri ini juga sangat banyak.

Nah, pangkal pokok pola pendidikan yang diusung itu yakni konsep pendidikan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) melalui penerapan model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter. Menurut Ratna Megawangi, model pendidikan holistic ini adalah pendidikan yang secara eksplisit ditujukan untuk mengembangkan seluruh dimensi manusia. "

Konsep pendidikan ini sudah menjadi tren pembaruan system pendidikan yang dianggap cocok untuk abad ke-21. Reformasi pendidikan Korea juga telah merevisi system pendidiikannya yang sekarang disebut the Seven National Vurriculum. Kurikulum ini mencakup pola pembelajaran yang memberikan kebebasan bagi para guru untuk mengembangkan perencanaan kurikulum.

Yang menarik, Korea juga mengurangi jam mata pelajaran wajib dan menambah mata pelajaran pilihan. Alasannya adalah menghadapi tantangan abad 21 dan mengembangkan kreativitas siswa agar menjadi prioritas tertinggi. Kurikulum pendidikan di Korea sudah sejak lama diubah dari sistem lama (menghafal dan latihan soal –drilling) kea rah yang lebih meningkatkan daya berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah kehidupan.

Sehingga anak-anak SD sudah dapat mempunyai kompetensi bagaimana bisa hidup dengan bijak, cerdas, dan bahagia. Di Jakarta, ada Jakarta International Korean School (JIKS) yang merupakan sekolah Korea terbesar di Indonesia. Lokasinya terletak di Jalan Bina Marga No.24, Ceger, Jakarta Timur. Sekolah berkualitas itu, memang di tujukan untuk mendidik anak-anak Korea yang bertempat tinggal di Jakarta.

Sekolah yang di tujukan untuk anak-anak yang berusia 7-18 tahun itu memiliki program SD, SMP hingga SMA. Murid-muridnya diharuskan mampu berbahasa Korea ataupun Inggris (kecuali SD tingkat I). Hingga saat ini, ada 1.400 murid yang terbagi atas 700 siswa SD, dan 700 terdaftar sebagai siswa SMP dan SMA. Ada 120 guru yang terdiri dari 100 guru tetap. Sekolah modern yang terdiri dari tiga gedung utama itu dilengkapi dengan ruang atau area khusus olahraga dan area bermain. Ada pula 50 ruang kelas utama yang juga termasuk laboratorium bahasa, dan gymnasium. (Sumber Harian Republika - Ahad, 13 Agustus 2006)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

Bisnis di Internet