Nyalakan Nyali Keliling Jawa-Madura !

Syaykh Al‑Zaytun AS Panji Gumilang memimpin langsung khafilah Al‑Zaytun, yang tergabung dalam Asosiasi Sepeda Sport AI-Zaytun disingkat ASSA [bermakna nyali dan harapan] menjelajah jalanan Jakarta, Minggu 24 Februari 2008. Kegiatan ini merupakan try-out ketiga untuk mengalakan nyali ASSA yang berencana bersepeda keliling Java‑Madura, 26 Mei -10 Juni 2008.
Syaykh Al‑Zaytun menegaskan dengan nyali besar, siapa pun dan apa pun kedudukannya, menjadi dapat berkontribusi membangun negara dan bangsanya sesuai keahlian dan profesi yang ditekuni.
Tokoh pendidikan terpadu yang memimpin lembaga pendidikan Islam berskala global (Al-Zaytun), itu ikut terjun langsung sebagai peserta mengayuh kereta angin menjelajah jalanan Jakarta sepanjang 43 kilometer yang ditempuh selama dua jam tanpa henti. Sepanjang jalan, tokoh pembangun moral bangsa, berusia 62 tahun ini, tidak terlihat kecapekan hingga tiba kembali di finish. Bahkan seorang anggota polisi yang ikut serta dalam tim ASSA itu yang justru terengah, apalagi pada saat menyusuri jalan menanjak.
Syaykh Panji Gumilang dalam beberapa bulan terakhir memang sudah terlatih mengayuh sepeda 2 x 40 km setiap hari. Di tengah kesibukannya yang amat padat sebagai pemimpin Al-Zaytun, dia gencar merevitalisasi budaya naik sepeda, baik sebagai sarana transportasi maupun sebagai sarana olahraga. Menurut Syaykh, naik sepeda selain bisa mengurangi polusi yang diakibatkan kendaraan bermotor juga menyehatkan raga dan jiwa yang pada gilirannya juga membangkitkan nyali.
Setiap orang sangat membutuhkan nyali yang kuat agar jangan pernah berputus asa. "Nyali yang kuat memungkinkan kita dapat menghargai dan membesarkan orang lain, sementara hati kita sendiri tetap penuh kerendahan. Bersepeda adalah salah satu cara membangun nyali," kata Syaykh Panji Gumilang. Da-lam rangka membangun nyali yang kuat itu, Al-Zaytun berencana bersepeda keliling pulau Jawa-Madura.
Asosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun atau ASSA yang pendiriannya barn diresmikan 1 Muharram 1429 H, pada 26 Mei – 10 Juni 2008 ini merencanakan sebuah perjalanan keliling pulau Jawa-Madura dengan bersepeda. Perjalanan sekitar 2000 km An diperkirakan diikuti oleh setidaknya 200 orang peserta, selain untuk memasyarakatkan penggunaan sepeda di semua kalangan masyarakat, ASSA akan melakukan pula kegiatan menanam pohon di setiap kota di pulau Jawa yang disinggahi pada setiap momen istirahat.
Sesuai dengan makna kata ASSA, yang berarti nyali dan harapan, salah satu inti bersepeda keliling pulau Jawa-Madura ini tujuan utamanya adalah membangun nyali setiap diri peserta, maupun penikmat Berta pemerhati olahraga sepeda.
Lewat sepeda, Al-Zaytun membangun nyali masyarakat supaya mereka tidak lemah nyali, dan jangan pula sekali-kali berputus asa. Caranya dimulai dengan memasyarakatkan sepeda. Menurut Syakh Al-Zaytun AS Panji Gumilang, bersepeda adalah olahraga paling sehat yang dapat diikuti semua generasi mulai anakanak, remaja, dewasa, hingga orangtua dan veteran. Dengan bersepeda, jantung sehat, saraf sehat, paru-paru sehat, otot sehat, demikian pula kerja genetika menjadi sempurna hanya dengan modal kecil sebuah sepeda.
Syaykh menegaskan, dengan nyali besar, siapa pun dan apa pun kedudukannya menjadi dapat berkontribusi membangun negara dan bangsanya sesuai keahlian dan profesi yang ditekuni. Orang yang bersepeda adalah orang yang tidak pernah berputus asa, walaupun dia tidak menggunakan bahan bakar minyak. Sebab bahan bakar sepedanya adalah bagaimana kaki digerakkan, ditumpangkan di pedal, kemudian masuk ke roda lalu roda berputar.

Syaykh Al‑Zaytun menegaskan dengan nyali besar, siapa pun dan apa pun kedudukannya, menjadi dapat berkontribusi membangun negara dan bangsanya sesuai keahlian dan profesi yang ditekuni.
Tokoh pendidikan terpadu yang memimpin lembaga pendidikan Islam berskala global (Al-Zaytun), itu ikut terjun langsung sebagai peserta mengayuh kereta angin menjelajah jalanan Jakarta sepanjang 43 kilometer yang ditempuh selama dua jam tanpa henti. Sepanjang jalan, tokoh pembangun moral bangsa, berusia 62 tahun ini, tidak terlihat kecapekan hingga tiba kembali di finish. Bahkan seorang anggota polisi yang ikut serta dalam tim ASSA itu yang justru terengah, apalagi pada saat menyusuri jalan menanjak.
Syaykh Panji Gumilang dalam beberapa bulan terakhir memang sudah terlatih mengayuh sepeda 2 x 40 km setiap hari. Di tengah kesibukannya yang amat padat sebagai pemimpin Al-Zaytun, dia gencar merevitalisasi budaya naik sepeda, baik sebagai sarana transportasi maupun sebagai sarana olahraga. Menurut Syaykh, naik sepeda selain bisa mengurangi polusi yang diakibatkan kendaraan bermotor juga menyehatkan raga dan jiwa yang pada gilirannya juga membangkitkan nyali.
Setiap orang sangat membutuhkan nyali yang kuat agar jangan pernah berputus asa. "Nyali yang kuat memungkinkan kita dapat menghargai dan membesarkan orang lain, sementara hati kita sendiri tetap penuh kerendahan. Bersepeda adalah salah satu cara membangun nyali," kata Syaykh Panji Gumilang. Da-lam rangka membangun nyali yang kuat itu, Al-Zaytun berencana bersepeda keliling pulau Jawa-Madura.
Asosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun atau ASSA yang pendiriannya barn diresmikan 1 Muharram 1429 H, pada 26 Mei – 10 Juni 2008 ini merencanakan sebuah perjalanan keliling pulau Jawa-Madura dengan bersepeda. Perjalanan sekitar 2000 km An diperkirakan diikuti oleh setidaknya 200 orang peserta, selain untuk memasyarakatkan penggunaan sepeda di semua kalangan masyarakat, ASSA akan melakukan pula kegiatan menanam pohon di setiap kota di pulau Jawa yang disinggahi pada setiap momen istirahat.
Sesuai dengan makna kata ASSA, yang berarti nyali dan harapan, salah satu inti bersepeda keliling pulau Jawa-Madura ini tujuan utamanya adalah membangun nyali setiap diri peserta, maupun penikmat Berta pemerhati olahraga sepeda.
Lewat sepeda, Al-Zaytun membangun nyali masyarakat supaya mereka tidak lemah nyali, dan jangan pula sekali-kali berputus asa. Caranya dimulai dengan memasyarakatkan sepeda. Menurut Syakh Al-Zaytun AS Panji Gumilang, bersepeda adalah olahraga paling sehat yang dapat diikuti semua generasi mulai anakanak, remaja, dewasa, hingga orangtua dan veteran. Dengan bersepeda, jantung sehat, saraf sehat, paru-paru sehat, otot sehat, demikian pula kerja genetika menjadi sempurna hanya dengan modal kecil sebuah sepeda.
Syaykh menegaskan, dengan nyali besar, siapa pun dan apa pun kedudukannya menjadi dapat berkontribusi membangun negara dan bangsanya sesuai keahlian dan profesi yang ditekuni. Orang yang bersepeda adalah orang yang tidak pernah berputus asa, walaupun dia tidak menggunakan bahan bakar minyak. Sebab bahan bakar sepedanya adalah bagaimana kaki digerakkan, ditumpangkan di pedal, kemudian masuk ke roda lalu roda berputar.

Ujicoba di Jakarta
Sebelum pembentukan nyali secara aktual dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan ujicoba bersepeda di berbagai tempat, termasuk keliling ruas-ruas jalan raya protokol Ibukota Jakarta, pada Minggu 24 Februari 2008 antara pukul 06.00-08.00 WIB. Jakarta dipilih yang kondisi jalan rayanya mendekati arena yang sesungguhnya di sekeliling pulau Jawa.
Peserta mengambil start dari Cirendeu, Jakarta Selatan melewati Pasar Jumat-Lebakbulus-Pondok Indah-Kyai Maja - Blok M-Sisingamangaraja-Sudirman-Thamrin-Monas.
Mereka kemudian kembali balik dengan mengambil rute Monas-Thamrin-Sudirman-Sisingamangaraja-Blok M-Kiyai Maja-Pondok Indah-Lebakbulus-Pasar Jumat hingga finish kembali ke Cirendeu.
Ujicoba diikuti 18 peserta yang akan menjadi peserta inti saat rombongan besar Al-Zaytun berkeliling pula Jawa, dipimpin langsung oleh Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang menempuh jarak sejauh 43 kilometer yang diselesaikan selama sekitar dua jam. Jarak sejauh itu apabila ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor menghabiskan tiga liter bensin.Tetapi dengan bersepeda bahan bakarnya adalah sate kambing berikut sayur kangkung atau bayam Berta makanan protein lainnya.
Ujicoba berlangsung dengan baik sebab seiring-sebangun dengan pola latihan selama ini yang sudah tertata rapi sejak 17 Nopember 2007, yaitu dua kali setiap pagi bersepeda masing-masing selama dua jam berlangsung pukul 05.30-07-30 WIB, lalu diselingi istirahat setengah jam, kemudian dilanjutkan lagi pukul 08.00-10.00 WIB.
Dengan latihan teratur, pencapaian bersepeda keliling pulau Jawa-Madura sudah dianggap tercapai 75 persen. Apabila ditambah asupan makanan yang pas sebagai "bahan bakar", maka pencapaian sudah mendekati 90 persen. Sehingga, pada hari-H setiap peserta tinggal menambah ketelitian dan keyakinan diri supaya kesuksesan dapat tercapai hingga 100 persen.
Karenanya, menurut Syaykh Al-Zaytun, unsur ketelitian dan keyakinan diri kendati memberikan kontribusi 10 persen saja, perannya sangat menentukan sekali dalam meraih keberhasilan. Jalanan Jakarta yang licin dan mulus-mulus hingga bisa dikayuh dengan kecepatan maksimal 37, 2 km perj am, untuk j arak 43 km ternyata harus ditempuh selama dua jam karena jalanan terhalang oleh banyak kendaraan yang lalu lalang.
Kondisi tersebut menyiratkan pesan, seandainya pemerintah serius menggalakkan supaya semua lapisan masyarakat dalam setiap bepergian menggunakan sepeda, maka pemerintah sudah seharusnya mendedikasikan setidaknya satu lajur di sisi kiri dan satu lajur lagi di sisi kanan jalan tol untuk penggunaan sepeda.
Jika demikian halnya, mengingat pengguna sepeda sehat di Jakarta sedemikian semangatnya, satu lajur khusus untuk sepeda itu diperkirakan akan dapat dimanfaatkan oleh satu juta pengguna setiap harinya. Dan bahan bakar untuk penggunaan sepeda itu tak perlu diatur dengan kartu pintar untuk mengukur penggunaan bahan bakar minyaknya. Sebab "kartu pintar"-nya sepeda adalah bagaimana mulut mencari sate kambing.
Sebelum pembentukan nyali secara aktual dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan ujicoba bersepeda di berbagai tempat, termasuk keliling ruas-ruas jalan raya protokol Ibukota Jakarta, pada Minggu 24 Februari 2008 antara pukul 06.00-08.00 WIB. Jakarta dipilih yang kondisi jalan rayanya mendekati arena yang sesungguhnya di sekeliling pulau Jawa.
Peserta mengambil start dari Cirendeu, Jakarta Selatan melewati Pasar Jumat-Lebakbulus-Pondok Indah-Kyai Maja - Blok M-Sisingamangaraja-Sudirman-Thamrin-Monas.
Mereka kemudian kembali balik dengan mengambil rute Monas-Thamrin-Sudirman-Sisingamangaraja-Blok M-Kiyai Maja-Pondok Indah-Lebakbulus-Pasar Jumat hingga finish kembali ke Cirendeu.
Ujicoba diikuti 18 peserta yang akan menjadi peserta inti saat rombongan besar Al-Zaytun berkeliling pula Jawa, dipimpin langsung oleh Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang menempuh jarak sejauh 43 kilometer yang diselesaikan selama sekitar dua jam. Jarak sejauh itu apabila ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor menghabiskan tiga liter bensin.Tetapi dengan bersepeda bahan bakarnya adalah sate kambing berikut sayur kangkung atau bayam Berta makanan protein lainnya.
Ujicoba berlangsung dengan baik sebab seiring-sebangun dengan pola latihan selama ini yang sudah tertata rapi sejak 17 Nopember 2007, yaitu dua kali setiap pagi bersepeda masing-masing selama dua jam berlangsung pukul 05.30-07-30 WIB, lalu diselingi istirahat setengah jam, kemudian dilanjutkan lagi pukul 08.00-10.00 WIB.
Dengan latihan teratur, pencapaian bersepeda keliling pulau Jawa-Madura sudah dianggap tercapai 75 persen. Apabila ditambah asupan makanan yang pas sebagai "bahan bakar", maka pencapaian sudah mendekati 90 persen. Sehingga, pada hari-H setiap peserta tinggal menambah ketelitian dan keyakinan diri supaya kesuksesan dapat tercapai hingga 100 persen.
Karenanya, menurut Syaykh Al-Zaytun, unsur ketelitian dan keyakinan diri kendati memberikan kontribusi 10 persen saja, perannya sangat menentukan sekali dalam meraih keberhasilan. Jalanan Jakarta yang licin dan mulus-mulus hingga bisa dikayuh dengan kecepatan maksimal 37, 2 km perj am, untuk j arak 43 km ternyata harus ditempuh selama dua jam karena jalanan terhalang oleh banyak kendaraan yang lalu lalang.
Kondisi tersebut menyiratkan pesan, seandainya pemerintah serius menggalakkan supaya semua lapisan masyarakat dalam setiap bepergian menggunakan sepeda, maka pemerintah sudah seharusnya mendedikasikan setidaknya satu lajur di sisi kiri dan satu lajur lagi di sisi kanan jalan tol untuk penggunaan sepeda.
Jika demikian halnya, mengingat pengguna sepeda sehat di Jakarta sedemikian semangatnya, satu lajur khusus untuk sepeda itu diperkirakan akan dapat dimanfaatkan oleh satu juta pengguna setiap harinya. Dan bahan bakar untuk penggunaan sepeda itu tak perlu diatur dengan kartu pintar untuk mengukur penggunaan bahan bakar minyaknya. Sebab "kartu pintar"-nya sepeda adalah bagaimana mulut mencari sate kambing.
Butuh Nyali Yang Kuat
Rute bersepeda keliling Jawa-Madura perginya mengambil start di kampus Al-Zaytun Indramayu memasuki Pantura sampai Surabaya keliling Madura, kembali lewat jalur selatan Jombang-Ngawi-Surakarta-JogyakartaKaranganyar - Bumi Ayu - ke arah Pantura kembali ke kampus Al-Zaytun, menempuh jarak 1.889 km selama 16 hari (16o jam mengayuh sepeda).
Al-Zaytun akan memberitahu dan berkoordinasi penuh dengan setiap Kepolisian Resort (Polres) di masing-masing kota. Al-Zaytun juga akan menanam aneka jenis pohon tanaman keras di setiap daerah yang disinggahi. Al-Zaytun sebagai lembaga pendidikan terpadu, dengan nyali besar yang dimiliki, berkomitmen untuk menanam pohon jenis apa saja yang dibutuhkan.
Sumber : Majalah Berita Indonesia Edisi 56 - 2008
Berita Selengkapnya !
Rute bersepeda keliling Jawa-Madura perginya mengambil start di kampus Al-Zaytun Indramayu memasuki Pantura sampai Surabaya keliling Madura, kembali lewat jalur selatan Jombang-Ngawi-Surakarta-JogyakartaKaranganyar - Bumi Ayu - ke arah Pantura kembali ke kampus Al-Zaytun, menempuh jarak 1.889 km selama 16 hari (16o jam mengayuh sepeda).
Al-Zaytun akan memberitahu dan berkoordinasi penuh dengan setiap Kepolisian Resort (Polres) di masing-masing kota. Al-Zaytun juga akan menanam aneka jenis pohon tanaman keras di setiap daerah yang disinggahi. Al-Zaytun sebagai lembaga pendidikan terpadu, dengan nyali besar yang dimiliki, berkomitmen untuk menanam pohon jenis apa saja yang dibutuhkan.
Sumber : Majalah Berita Indonesia Edisi 56 - 2008